Bab 4. Pandangan Arum

Vera merasakan tangan lembut yang mengusap kepala dia, ketika membuka mata malah melihat sosok manis yang selama ini tidak pernah dia lihat, ada rasa kaget di dalam hati Vera namun dia sama sekali tidak menyangka bahwa Mayang telah hadir di hadapan dia untuk memberikan kasih sayang seperti dulu lagi ketika masih ada di dunia ini.

Melihat Ibu nya hadir di depan mata seperti ini tentu saja Vera menjadi senang bukan main dan dia segera bangkit untuk memeluk wanita berwajah lembut itu, rasa rindu di dalam hati ini sungguh begitu besar dan dia sama sekali tidak menyangka bila bisa bertemu dengan Mayang di sini.

Vera sebenarnya menyadari bahwa sang Ibu sudah meninggal dunia karena tercebur masuk ke dalam kolam namun entah mengapa dia sangat senang ketika bertemu dengan Mayang saat ini, seolah alam bawah sadar gadis ini mengatakan bahwa ini semua hanya mimpi namun dia sangat menikmati mimpi yang hadir di depan mata.

"Ibu."

Mayang tersenyum manis ketika Vera memanggil dia dengan sebutan seperti biasa dan suara yang begitu manja, Vera sendiri tak kuasa menahan air mata yang siap meluncur Karena rasa sedih yang timbul di dalam hati ini semakin besar setelah dia merasa kehilangan dua sosok yang sangat dia cintai di dunia ini.

"Jangan menangis, Ibu tahu bahwa kamu adalah gadis yang kuat dan tidak akan menyerah." Mayang mengelus kepala sang anak.

"Tapi semua terasa lebih berat karena kalian sudah tidak ada lagi di dunia ini." isak Vera.

"Allah selalu ada dan dia akan melindungi kamu, nak." bujuk Mayang.

"Aku merasa tidak ada guna lagi hidup di dunia ini karena yang peduli dengan aku sudah tidak ada." lirih Vera.

"Kamu sangat berguna dan sampai kapanpun akan terus berguna, kau harus mengungkap semua ini karena kami berdua menunggu dirimu." sebuah suara kembali muncul sehingga membuat Vera menoleh ke arah suara tersebut.

"Ibu Elma!" Vera kaget bukan main karena Elma juga muncul di hadapan biasa saat ini.

Namun baru saja Vera akan bangkit untuk memegang tangan wanita itu namun sebuah sambaran angin begitu kencang kepada Mayang dan juga Elma, seketika Vera sudah tidak bisa melihat di mana keberadaan dua manusia yang sangat dia cintai itu.

"IBUUUUUU.....

"Kemana kalian pergi?!" Vera histeris karena di tinggal begitu saja.

"Ibuuuuu....

"Kakak Vera bangun lah!" Dina mengguncang tubuh gadis cantik ini.

"Ibu, di mana Ibu sekarang?!" Vera masih berurai air mata akibat perpisahan yang sangat menyakitkan untuk dia.

"Kakak pasti sangat kehilangan Ibu, sudah dua kali dia kehilangan sosok Ibu." batin Dina ikut menangis juga.

Meski hubungan mereka adalah saudara tiri namun tetap saja mereka tidak pernah bertengkar untuk hal sepele, Dina selalu menghormati Vera selama ini dan dia tidak pernah melakukan hal jahat atau nakal kepada Vera karena itu semua berkat ajaran dari Bu Elma.

Kemaren mereka memang sempat berdebat karena Vera yang mengatakan ada yang tidak beres tentang kematian Bu Elma dan Dina merasa itu semua hanya karena Vera yang merasa kehilangan begitu berat, jadi wajar saja bila Vera merasa itu ada yang tidak beres dan sekarang Dina datang ke kamar ini karena ingin meminta maaf.

"Kakak mau sarapan apa?" Dina bertanya lembut.

"Aaaaghhh kepala ku sakit sekali." keluh Vera karena memang bagian belakang sangat berat.

"Mungkin karena tadi malam kakak begadang dan tidak tidur sehingga kepala terasa sangat sakit seperti itu, ayo bangun dulu untuk minum teh." ajak Dina.

"Tadi malam!" Vera tersentak karena dia baru ingat bahwa tadi malam ada yang memukul kepala dia.

Dina terlihat heran ketika melihat reaksi Vera yang seolah ada tidak beres tadi malam, namun dia tidak ingin berpikiran macam-macam karena selama ini memang Vera sudah mengalami banyak hal yang dia sendiri tidak paham kenapa itu bisa terjadi.

Selama ini Dina juga tahu bahwa Vera seringkali bermasalah dan membuat perdebatan di antara para keluarga besar mereka, namun kali ini Dina sama sekali tidak ingin berdebat karena dia ingin Vera juga mengerti bahwa dia sedang bersedih dan seluruh keluarga yang ada di dalam rumah ini memang sedang berduka dengan masalah yang ada.

"Ada yang memukul kepala ku tadi malam!" Vera menatap Dina yang ada di hadapan dia saat ini.

"Siapa memukul kepala kakak? tidak ada orang luar dan tidak mungkin ada orang masuk ke dalam rumah ini." Dina masih berkata dengan lembut.

"Demi Tuhan aku sama sekali tidak berbohong karena tadi malam ada seseorang yang berjalan di luar rumah lalu aku mengikuti orang tersebut." jelas Vera.

"Kak, aku tahu Kakak memang sedang sedih seperti ini namun bukan berarti Kakak semakin larut dalam khayalan gila seperti itu." ujar Dina.

"Kau tidak percaya ada yang memukul kepalaku tadi malam?" tanya Vera bingung sendiri.

Dina menarik nafas panjang Karena dia sebenarnya juga sedang berduka atas kematian dari Elma dan sekarang justru harus menghadapi Vera dengan berbagai macam omong kosong seperti itu menurut Dina, jadi sudah pasti gadis ini merasa begitu berat hidup dia dan dari pada berdebat dengan Vera maka dia memilih untuk keluar dari dalam kamar.

"Dina kau harus percaya dengan omonganku dan bila kau tidak percaya maka silakan lihat bagian kepala ku ini." teriak Vera.

"Kak, sudah lah aku tidak ingin berdebat dengan dirimu." ujar Dina membuka pintu.

"Mana Kak Vera nya, Kak?" Arum juga sudah di depan pintu karena mereka akan segera sarapan.

Dina sama sekali tidak menjawab dan dia berlalu pergi begitu saja karena malas untuk menjelaskan kepada Arum, mod dia juga sedang berantakan karena kehilangan sosok ibu dan sekarang dia harus menghadapi berbagai macam masalah seperti ini karena menurut Dina ini semua hanya khayalan yang tiada batas.

"Kenapa lagi sih, aku tanya juga cuma diam saja." Arum bingung sendiri.

"Apa mereka bertengkar lagi ya? kasihan loh Kak Vera banyak yang memusuhi dia." gumam Arum sambil masuk dalam kamar.

"Loh kok gelap begini, mana Kak Vera nya!" kaget Arum saat masuk kedalam kamar.

Kamar Vera seolah begitu gelap dan tidak ada cahaya sama sekali dan yang paling membuat Arum merasa ngeri adalah kamar ini tidak ada penghuni, Vera sama sekali tidak ada di sana dan membuat arum menjadi gelisah ketakutan sehingga dia ingin kabur dari kamar ini saat ini juga, namun belum sempat dia kabur justru pintu kamar tertutup rapat.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

Terpopuler

Comments

Raffaza Direzky87

Raffaza Direzky87

di bab 3 bu mayang mati kejebur sumur waktu Vera masih kecil, di bab 4 mayang mati kejebur kolam.... wes lah sembarang othor aja yg penting sama² kejebur di dalam air 😁😅

2026-03-04

3

V3

V3

kematian ibu Mayang antara nyebur ke sumur atau nyebur ke kolam ,,, yg ptg sama-sama kecebur 🤣🤣
tp kalau kecebur di kolam spt nya mustahil deh , Krn kebanyakan kolam itu gak terlalu dalam 🤣🤣

2026-03-06

1

Raffaza Direzky87

Raffaza Direzky87

jangan² para ibu² nya Vera di jadikan tumbal atau korban perselingkuhan antara adiknya Elma sama bpknya

2026-03-04

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kematian Ibu
2 Bab 2. Berdebat
3 Bab 3. suara aneh
4 Bab 4. Pandangan Arum
5 Bab 5. di cekik
6 Bab 6. Bertengkar lagi
7 Bab 7. Kejang sebelum meninggal
8 Bab 8. Perintah Siti
9 Bab 9. Gosip
10 Bab 10. Nabrak Nolan
11 Bab 11. Bertemu seseorang
12 Bab 12. Seruni melihat
13 Bab 13. Bertemu yang lain
14 Bab 14. Di gigit sesuatu
15 Bab 15. Sosok berbaju hitam
16 Bab 16. Tragedi kamar mandi
17 Bab 17. Dari jendela
18 Bab 18. Wanita muda
19 Bab 19. Bertengkar hebat
20 Bab 20. Orang lewat
21 Bab 21. Mencari rumah Kiara
22 Bab 22. Debat dengan saudara
23 Bab 23. Bertemu kucing hitam
24 Bab 24. Rasa takut Dina
25 Bab 25. Kebun pisang
26 Bab 26. Di hajar
27 Bab 27. Ariana
28 Bab 28. kuntilanak edan
29 Bab 29. Semua ada
30 Bab 30. Keadaan Arum
31 Bab 31. Pekerjaan rumah Darto
32 Bab 32. Ragu nya Dina
33 Bab 33. Kena tendang
34 Bab 34. Kebohongan Ariana
35 Bab 35. Mengubur mayat
36 Bab 36. Amarah Darto
37 Bab 37. Ingin menghajar Vera
38 Bab 38. Hampir ketahuan
39 Bab 39. Penyiksaan
40 Bab 40. Melihat kuburan
41 Bab 41. Kiara datang
42 Bab 42. Berhasil masuk
43 Bab 43. Bertanya bayaran
44 Bab 44. Kitab darah kerbau
45 Bab 45. Banyak buntelan
46 Bab 46. Sakau
47 Bab 47. Arum sembuh
48 Bab 48. Kelakuan aneh Siti
49 Bab 49. Ayam jantan hitam
50 Bab 50. Bertemu
51 Bab 51. Bergunjing Kiara
52 Bab 52. Saling berlawanan
53 Bab 53. Ulah Siti
54 Bab 54. Tangan copot
55 Bab 55. Tamparan Darto
56 Bab 56. Arum sehat
57 Bab 57. Hukuman dari Darto
58 Bab 58. Dapat bungkusan
59 Bab 59. ingin jadi bandar
60 Bab 60. Penasaran Matteo
61 Bab 61. Darto sangat peka
62 Bab 62. Aksara terluka
63 Bab 63. Adam
64 Bab 64. Rundingan para sepuh
65 Bab 65. Kisah Mayang
66 Bab 66. Ruang rahasia
67 Bab 67. Mencari Vera
68 Bab 68. Buaya
69 Bab 69. pemburu kuntilanak
70 Bab 70. Cakra vs Buaya
71 Bab 71. Burung hantu angkuh
72 Bab 72. Tulang bermantra
73 Bab 73. Purnama turun
74 Bab 74. Pertempuran
75 Bab 75. Ada bantuan datang
76 Bab 76. Dugaan Nolan
77 Bab 77. Suketi
78 Bab 78. Sangat tersiksa
79 Bab 79. Derita Siti
80 Bab 80. Di bekukan
81 Bab 81. Sedikit debat
82 Bab 82. banjir
83 Bab 83. Lobang rahasia
84 Bab 84. Tamparan keras
85 Bab 85. Pembelaan siti
86 Bab 86. Jebakan
87 Bab 87. Kerumah Kiara
88 Bab 88. Darto kembali
89 Bab 89. Bertemu penghuni lama
90 Bab 90. Sukma
91 Bab 91. Debat lagi
92 Bab 92. Menarik Darto
93 Bab 93. Dewa iblis
94 Bab 94. Rasa cemas Fahira
95 Bab 95. Ternyata mereka
96 Bab 96. Mengambil Erna
97 Bab 97. Berusaha keras
98 Bab 98. Berhasil lolos
99 Bab 99. Dalam lembah kematian
100 Bab 100. Bertempur
101 Bab 101. Xavier dan Jeno
102 Bab 102. Masih tempur
103 Bab 103. Menyiksa Erna
104 Bab 104. Di suruh minta maaf
105 Bab 105. Kekalahan
106 Bab 106. Sikap Dina
107 Bab 107. Semua kumpul
108 Bab 108. Menyiksa Drupadi
109 Bab 109. Membekukan Dina
110 Bab 110. Selesai
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1. Kematian Ibu
2
Bab 2. Berdebat
3
Bab 3. suara aneh
4
Bab 4. Pandangan Arum
5
Bab 5. di cekik
6
Bab 6. Bertengkar lagi
7
Bab 7. Kejang sebelum meninggal
8
Bab 8. Perintah Siti
9
Bab 9. Gosip
10
Bab 10. Nabrak Nolan
11
Bab 11. Bertemu seseorang
12
Bab 12. Seruni melihat
13
Bab 13. Bertemu yang lain
14
Bab 14. Di gigit sesuatu
15
Bab 15. Sosok berbaju hitam
16
Bab 16. Tragedi kamar mandi
17
Bab 17. Dari jendela
18
Bab 18. Wanita muda
19
Bab 19. Bertengkar hebat
20
Bab 20. Orang lewat
21
Bab 21. Mencari rumah Kiara
22
Bab 22. Debat dengan saudara
23
Bab 23. Bertemu kucing hitam
24
Bab 24. Rasa takut Dina
25
Bab 25. Kebun pisang
26
Bab 26. Di hajar
27
Bab 27. Ariana
28
Bab 28. kuntilanak edan
29
Bab 29. Semua ada
30
Bab 30. Keadaan Arum
31
Bab 31. Pekerjaan rumah Darto
32
Bab 32. Ragu nya Dina
33
Bab 33. Kena tendang
34
Bab 34. Kebohongan Ariana
35
Bab 35. Mengubur mayat
36
Bab 36. Amarah Darto
37
Bab 37. Ingin menghajar Vera
38
Bab 38. Hampir ketahuan
39
Bab 39. Penyiksaan
40
Bab 40. Melihat kuburan
41
Bab 41. Kiara datang
42
Bab 42. Berhasil masuk
43
Bab 43. Bertanya bayaran
44
Bab 44. Kitab darah kerbau
45
Bab 45. Banyak buntelan
46
Bab 46. Sakau
47
Bab 47. Arum sembuh
48
Bab 48. Kelakuan aneh Siti
49
Bab 49. Ayam jantan hitam
50
Bab 50. Bertemu
51
Bab 51. Bergunjing Kiara
52
Bab 52. Saling berlawanan
53
Bab 53. Ulah Siti
54
Bab 54. Tangan copot
55
Bab 55. Tamparan Darto
56
Bab 56. Arum sehat
57
Bab 57. Hukuman dari Darto
58
Bab 58. Dapat bungkusan
59
Bab 59. ingin jadi bandar
60
Bab 60. Penasaran Matteo
61
Bab 61. Darto sangat peka
62
Bab 62. Aksara terluka
63
Bab 63. Adam
64
Bab 64. Rundingan para sepuh
65
Bab 65. Kisah Mayang
66
Bab 66. Ruang rahasia
67
Bab 67. Mencari Vera
68
Bab 68. Buaya
69
Bab 69. pemburu kuntilanak
70
Bab 70. Cakra vs Buaya
71
Bab 71. Burung hantu angkuh
72
Bab 72. Tulang bermantra
73
Bab 73. Purnama turun
74
Bab 74. Pertempuran
75
Bab 75. Ada bantuan datang
76
Bab 76. Dugaan Nolan
77
Bab 77. Suketi
78
Bab 78. Sangat tersiksa
79
Bab 79. Derita Siti
80
Bab 80. Di bekukan
81
Bab 81. Sedikit debat
82
Bab 82. banjir
83
Bab 83. Lobang rahasia
84
Bab 84. Tamparan keras
85
Bab 85. Pembelaan siti
86
Bab 86. Jebakan
87
Bab 87. Kerumah Kiara
88
Bab 88. Darto kembali
89
Bab 89. Bertemu penghuni lama
90
Bab 90. Sukma
91
Bab 91. Debat lagi
92
Bab 92. Menarik Darto
93
Bab 93. Dewa iblis
94
Bab 94. Rasa cemas Fahira
95
Bab 95. Ternyata mereka
96
Bab 96. Mengambil Erna
97
Bab 97. Berusaha keras
98
Bab 98. Berhasil lolos
99
Bab 99. Dalam lembah kematian
100
Bab 100. Bertempur
101
Bab 101. Xavier dan Jeno
102
Bab 102. Masih tempur
103
Bab 103. Menyiksa Erna
104
Bab 104. Di suruh minta maaf
105
Bab 105. Kekalahan
106
Bab 106. Sikap Dina
107
Bab 107. Semua kumpul
108
Bab 108. Menyiksa Drupadi
109
Bab 109. Membekukan Dina
110
Bab 110. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!