Bab 5. di cekik

Tuk.

Tuk.

Bukan main takutnya Arum saat ini karena mendadak saja kamar milik Vera menjadi gelap gulita dan seperti ada suara orang yang sedang mengetuk pada bagian dinding, ingin keluar dari dalam kamar juga tidak bisa karena mendadak pintu kamar tertutup rapat seolah sedang terkunci dari luar sana sehingga Arum hanya bisa berteriak ketakutan.

Bahkan tadi sebenarnya Arum juga melihat keberadaan Vera di dalam kamar ini namun mendadak saja ketika dia sudah masuk ke dalam malah Vera itu menghilang begitu saja dari pandangan mata, kontak keanehan ini membuat arum semakin tidak karuan dan dia semakin histeris sehingga berteriak terus di dalam kamar milik Vera.

Suara aneh juga mulai masuk ke dalam telinga seolah memberikan dia peringatan agar tidak terlalu ikut campur dalam urusan ini dan Arum yang masih kecil tentu saja merasakan takut begitu luar biasa, justru dia beranggapan bahwa yang sedang menjadi hantu gentayangan saat ini adalah Bu Elma itu sendiri.

Sebab orang tua mereka baru meninggal sehingga dalam pikiran gadis kecil ini beranggapan bahwa Bu Elma telah menjadi hantu gentayangan, belum lagi dia sempat mendengar dan melihat secara langsung juga bagaimana keadaan tubuh Bu Elma yang membiru seolah Dia terkena penyakit yang tidak bisa diketahui itu jenisnya apa.

"Tolooooong, kau ada di mana Kak Vera?!" Arum histeris sambil menggebrak pintu.

Tuk.

Tuk.

"Tolong jangan ganggu aku seperti itu karena aku sama sekali tidak ada membuat kesalahan, Ibu!" Arum menangis sambil memohon.

"Kak Vera kau ada di mana sekarang?" teriak Arum karena dia ingin Vera saat ini muncul dan membantu dia.

Sebab aneh sekali bila mendadak saja Vera malah sudah tidak ada di hadapan Arum saat ini, seolah dia bisa menghilang menembus dinding sehingga Arum hanya sendirian di dalam kamar yang terasa begitu kelam karena tidak ada cahaya walau hanya sedikit saja di dalam kamar yang terasa pengap ini.

"Kakak aku takut ini." rintih Arum begitu gemetar.

Greeeeep.

"Aaaaghh!" Arum menjerit kaget karena ada yang mencekik leher dia.

"Kau akan matiiiiii......

"Aaaaghhkk....KA..kakak!" Arum masih terus berusaha untuk lepas dari cengkeraman.

"Matiiiiiii....semua akan matiiiiiii

"Ka....kak Vera!" Arum ingin berteriak namun suara itu tidak berhasil keluar dari tenggorokan.

Suara yang terasa begitu berat dan juga serak sehingga Arum merasa kian ketakutan dan ingin meminta tolong kepada Vera, sebab yang ada di dalam ruangan ini hanya Vera saja sehingga dia tidak memiliki orang lain yang bisa membantu dia agar terlepas dari cekik yang terasa begitu sakit pada leher gadis kecil ini.

"Arum!" Vera mengguncang keras tubuh Arum ketika gadis itu terbaring di atas lantai dengan keadaan kaku.

"Hahhhhh!" Arum tersentak kaget dan segera menarik nafas panjang.

"Astaga Kau ini kenapa mendadak saja kejang seperti itu?!" Vera juga panik melihat keadaan adik bungsu dia.

"Kakak! ah aku...aku." Arum bingung harus menjelaskan bagaimana Karena dia juga tidak tahu apa yang telah terjadi.

"Aku sejak tadi ada di sini dan berusaha untuk membuat kau sadar tapi malah tertidur dan sekarang kejang seperti ini." Vera sama sekali tidak paham.

"Aku tidur?!" Arum bertanya balik karena sejak tadi dia merasa tidak ada tidur di dalam kamar milik Vera.

"Kau begitu masuk dalam kamar ini malah langsung berbaring sehingga aku bertanya sama sekali tidak ada kau jawab." jelas Vera.

"Hah Kenapa itu sangat berbanding balik dengan apa yang aku lihat?" Arum saja menjadi kebingungan sekarang.

"Memang nya kau melihat apa sejak tadi?" Vera jadi penasaran juga karena wajah Arum yang terlihat begitu pucat.

Arum memang sudah pucat karena dia ketakutan bukan main saat merasakan ada sebuah tangan yang mencekik leher dia sampai begitu sulit untuk bernafas, bahkan sebelum kejadian itu dia sudah merasakan energi di dalam kamar perak begitu buruk sekali sehingga dia sangat ketakutan dan ingin kabur.

"Kak apa rumah kita sekarang mendadak ada yang aneh ya?" Arum justru bertanya demikian kepada Vera.

"Memang nya apa yang sudah kau lihat ini?" Vera semakin penasaran tidak karuan.

"Demi Allah aku tadi begitu masuk ke dalam kamar ini sama sekali tidak ada rebahan di lantai, justru aku merasa bingung karena seluruh kamar menjadi gelap gulita dan aku tidak melihat Kak Vera di dalam kamar ini." Arum menjelaskan bagaimana penglihatan dia.

"Tapi begitu masuk kau tadi langsung berbaring di sini, Rum." jelas Vera kembali karena tadi dia memang melihat Arum yang langsung berbaring.

"Kak, kamar mu ini tadi sangat gelap dan aku tidak melihat ada kau di dalam sini." Arum masih saja tetap kekeh.

"Ini semakin tidak beres dan aku yakin orang yang ada di rumah ini pasti mengetahui." batin Vera karena dia memang merasa ada yang tidak beres.

"Aku tadi juga mendengar suara seperti orang yang sedang mengetuk dinding." jelas Arum lagi.

Vera langsung menoleh ketika mendengar ucapan Arum barusan karena sejak tadi malam dia sudah mendengar suara orang yang seperti sedang mengetuk dinding kamar, ini Arum malah juga mendengar suara tersebut sehingga Vera merasa itu semua bukan hanya halusinasi yang timbul di dalam otak dia.

"Tuk, Tuk! apa kau mendengar suara yang seperti itu?" Vera bertanya kepada Arum.

"Ya, hanya dua kali saja dan kemudian menghilang." angguk Arum.

"Berarti benar yang apa aku dengar tadi malam, jelas ini bukan karena pengaruh obat yang sering aku konsumsi." batin Vera karena dia memang bisa di katakan sebagai pecandu barang haram.

Akibat pergaulan yang semakin tidak terkendali dan merasa dirumah selalu tidak di perhatikan oleh keluarga maka Vera terjerumus dalam hal yang begitu menakutkan sekali, uang yang selama ini dia dapat dari hasil kerja keras selalu dia gunakan untuk membeli barang haram itu agar pikiran dia menjadi tenang dan ketika mendengar suara aneh tadi malam dia masih beranggapan bahwa itu semua hanya halusinasi akibat obat yang sering dia konsumsi.

"Aku yakin sekarang bahwa kematian Ibu memang ada yang aneh." Arum berkata sambil menatap Vera.

"Kenapa kau mendadak saja membicarakan tentang hal itu?" Vera menatap Arum yang masih kecil.

"Sebelum Ibu meninggal dunia dia sering mengatakan bahwa di dalam kamar ayah yang satu lagi ada sosok wanita dengan tubuh seram." jelas Arum.

Vera terperangah mendengar ucapan Arum barusan dan dia semakin yakin bahwa memang Darto memiliki sesuatu yang tak kasat mata, ini semua pasti bersangkutan dengan kematian Mayang dulu karena aneh saja bila mendadak malah masuk tercebur ke dalam sumur.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

Terpopuler

Comments

V3

V3

waaaah ... berarti si Darto mmg sdh bersekutu dengan iblis tuh ,, dn kedua istrinya mmg sdh di jdkan Tumbal nya.
psti Krn para istri nya sdh melihat bentuk iblis nya , MK nya lngsung di bunuh nya biar TDK ada yg curiga ❓🤔

2026-03-06

3

Betri Betmawati

Betri Betmawati

mngkn Darto bersekutu dengan setan JD istri nya yg slu dikorbankan nya,
mngkn agr ttp kaya dia

2026-03-06

1

Dewi

Dewi

Nah kan arum yg bisa ngeliat tpi vera yg pmbrni jdi darto klo da vera tkut kthuan..

2026-03-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kematian Ibu
2 Bab 2. Berdebat
3 Bab 3. suara aneh
4 Bab 4. Pandangan Arum
5 Bab 5. di cekik
6 Bab 6. Bertengkar lagi
7 Bab 7. Kejang sebelum meninggal
8 Bab 8. Perintah Siti
9 Bab 9. Gosip
10 Bab 10. Nabrak Nolan
11 Bab 11. Bertemu seseorang
12 Bab 12. Seruni melihat
13 Bab 13. Bertemu yang lain
14 Bab 14. Di gigit sesuatu
15 Bab 15. Sosok berbaju hitam
16 Bab 16. Tragedi kamar mandi
17 Bab 17. Dari jendela
18 Bab 18. Wanita muda
19 Bab 19. Bertengkar hebat
20 Bab 20. Orang lewat
21 Bab 21. Mencari rumah Kiara
22 Bab 22. Debat dengan saudara
23 Bab 23. Bertemu kucing hitam
24 Bab 24. Rasa takut Dina
25 Bab 25. Kebun pisang
26 Bab 26. Di hajar
27 Bab 27. Ariana
28 Bab 28. kuntilanak edan
29 Bab 29. Semua ada
30 Bab 30. Keadaan Arum
31 Bab 31. Pekerjaan rumah Darto
32 Bab 32. Ragu nya Dina
33 Bab 33. Kena tendang
34 Bab 34. Kebohongan Ariana
35 Bab 35. Mengubur mayat
36 Bab 36. Amarah Darto
37 Bab 37. Ingin menghajar Vera
38 Bab 38. Hampir ketahuan
39 Bab 39. Penyiksaan
40 Bab 40. Melihat kuburan
41 Bab 41. Kiara datang
42 Bab 42. Berhasil masuk
43 Bab 43. Bertanya bayaran
44 Bab 44. Kitab darah kerbau
45 Bab 45. Banyak buntelan
46 Bab 46. Sakau
47 Bab 47. Arum sembuh
48 Bab 48. Kelakuan aneh Siti
49 Bab 49. Ayam jantan hitam
50 Bab 50. Bertemu
51 Bab 51. Bergunjing Kiara
52 Bab 52. Saling berlawanan
53 Bab 53. Ulah Siti
54 Bab 54. Tangan copot
55 Bab 55. Tamparan Darto
56 Bab 56. Arum sehat
57 Bab 57. Hukuman dari Darto
58 Bab 58. Dapat bungkusan
59 Bab 59. ingin jadi bandar
60 Bab 60. Penasaran Matteo
61 Bab 61. Darto sangat peka
62 Bab 62. Aksara terluka
63 Bab 63. Adam
64 Bab 64. Rundingan para sepuh
65 Bab 65. Kisah Mayang
66 Bab 66. Ruang rahasia
67 Bab 67. Mencari Vera
68 Bab 68. Buaya
69 Bab 69. pemburu kuntilanak
70 Bab 70. Cakra vs Buaya
71 Bab 71. Burung hantu angkuh
72 Bab 72. Tulang bermantra
73 Bab 73. Purnama turun
74 Bab 74. Pertempuran
75 Bab 75. Ada bantuan datang
76 Bab 76. Dugaan Nolan
77 Bab 77. Suketi
78 Bab 78. Sangat tersiksa
79 Bab 79. Derita Siti
80 Bab 80. Di bekukan
81 Bab 81. Sedikit debat
82 Bab 82. banjir
83 Bab 83. Lobang rahasia
84 Bab 84. Tamparan keras
85 Bab 85. Pembelaan siti
86 Bab 86. Jebakan
87 Bab 87. Kerumah Kiara
88 Bab 88. Darto kembali
89 Bab 89. Bertemu penghuni lama
90 Bab 90. Sukma
91 Bab 91. Debat lagi
92 Bab 92. Menarik Darto
93 Bab 93. Dewa iblis
94 Bab 94. Rasa cemas Fahira
95 Bab 95. Ternyata mereka
96 Bab 96. Mengambil Erna
97 Bab 97. Berusaha keras
98 Bab 98. Berhasil lolos
99 Bab 99. Dalam lembah kematian
100 Bab 100. Bertempur
101 Bab 101. Xavier dan Jeno
102 Bab 102. Masih tempur
103 Bab 103. Menyiksa Erna
104 Bab 104. Di suruh minta maaf
105 Bab 105. Kekalahan
106 Bab 106. Sikap Dina
107 Bab 107. Semua kumpul
108 Bab 108. Menyiksa Drupadi
109 Bab 109. Membekukan Dina
110 Bab 110. Selesai
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1. Kematian Ibu
2
Bab 2. Berdebat
3
Bab 3. suara aneh
4
Bab 4. Pandangan Arum
5
Bab 5. di cekik
6
Bab 6. Bertengkar lagi
7
Bab 7. Kejang sebelum meninggal
8
Bab 8. Perintah Siti
9
Bab 9. Gosip
10
Bab 10. Nabrak Nolan
11
Bab 11. Bertemu seseorang
12
Bab 12. Seruni melihat
13
Bab 13. Bertemu yang lain
14
Bab 14. Di gigit sesuatu
15
Bab 15. Sosok berbaju hitam
16
Bab 16. Tragedi kamar mandi
17
Bab 17. Dari jendela
18
Bab 18. Wanita muda
19
Bab 19. Bertengkar hebat
20
Bab 20. Orang lewat
21
Bab 21. Mencari rumah Kiara
22
Bab 22. Debat dengan saudara
23
Bab 23. Bertemu kucing hitam
24
Bab 24. Rasa takut Dina
25
Bab 25. Kebun pisang
26
Bab 26. Di hajar
27
Bab 27. Ariana
28
Bab 28. kuntilanak edan
29
Bab 29. Semua ada
30
Bab 30. Keadaan Arum
31
Bab 31. Pekerjaan rumah Darto
32
Bab 32. Ragu nya Dina
33
Bab 33. Kena tendang
34
Bab 34. Kebohongan Ariana
35
Bab 35. Mengubur mayat
36
Bab 36. Amarah Darto
37
Bab 37. Ingin menghajar Vera
38
Bab 38. Hampir ketahuan
39
Bab 39. Penyiksaan
40
Bab 40. Melihat kuburan
41
Bab 41. Kiara datang
42
Bab 42. Berhasil masuk
43
Bab 43. Bertanya bayaran
44
Bab 44. Kitab darah kerbau
45
Bab 45. Banyak buntelan
46
Bab 46. Sakau
47
Bab 47. Arum sembuh
48
Bab 48. Kelakuan aneh Siti
49
Bab 49. Ayam jantan hitam
50
Bab 50. Bertemu
51
Bab 51. Bergunjing Kiara
52
Bab 52. Saling berlawanan
53
Bab 53. Ulah Siti
54
Bab 54. Tangan copot
55
Bab 55. Tamparan Darto
56
Bab 56. Arum sehat
57
Bab 57. Hukuman dari Darto
58
Bab 58. Dapat bungkusan
59
Bab 59. ingin jadi bandar
60
Bab 60. Penasaran Matteo
61
Bab 61. Darto sangat peka
62
Bab 62. Aksara terluka
63
Bab 63. Adam
64
Bab 64. Rundingan para sepuh
65
Bab 65. Kisah Mayang
66
Bab 66. Ruang rahasia
67
Bab 67. Mencari Vera
68
Bab 68. Buaya
69
Bab 69. pemburu kuntilanak
70
Bab 70. Cakra vs Buaya
71
Bab 71. Burung hantu angkuh
72
Bab 72. Tulang bermantra
73
Bab 73. Purnama turun
74
Bab 74. Pertempuran
75
Bab 75. Ada bantuan datang
76
Bab 76. Dugaan Nolan
77
Bab 77. Suketi
78
Bab 78. Sangat tersiksa
79
Bab 79. Derita Siti
80
Bab 80. Di bekukan
81
Bab 81. Sedikit debat
82
Bab 82. banjir
83
Bab 83. Lobang rahasia
84
Bab 84. Tamparan keras
85
Bab 85. Pembelaan siti
86
Bab 86. Jebakan
87
Bab 87. Kerumah Kiara
88
Bab 88. Darto kembali
89
Bab 89. Bertemu penghuni lama
90
Bab 90. Sukma
91
Bab 91. Debat lagi
92
Bab 92. Menarik Darto
93
Bab 93. Dewa iblis
94
Bab 94. Rasa cemas Fahira
95
Bab 95. Ternyata mereka
96
Bab 96. Mengambil Erna
97
Bab 97. Berusaha keras
98
Bab 98. Berhasil lolos
99
Bab 99. Dalam lembah kematian
100
Bab 100. Bertempur
101
Bab 101. Xavier dan Jeno
102
Bab 102. Masih tempur
103
Bab 103. Menyiksa Erna
104
Bab 104. Di suruh minta maaf
105
Bab 105. Kekalahan
106
Bab 106. Sikap Dina
107
Bab 107. Semua kumpul
108
Bab 108. Menyiksa Drupadi
109
Bab 109. Membekukan Dina
110
Bab 110. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!