TIBA-TIBA BOBOK SAMA MAJIKAN

TIBA-TIBA BOBOK SAMA MAJIKAN

Awal

"Arghh!!! Apa yang Anda lakukan?!" jerit Ayumi seraya merapatkan selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Tiba-Tiba saja dia terbangun di ranjang majikannya dengan keadaan naked.

Tidak! Ini pasti mimpi buruk. Ayumi berusaha mengingat kejadian tadi malam.

Tadi malam majikannya itu pulang dalam keadaan mabuk berat. Ia berusaha membantu memapah majikannya ke kamar. Dan bertepatan malam itu Ayumi habis minum obat tidur, karena mengalami insomia berat. Dan setelah merebahkan majikannya di atas tempat tidur, ia tidak ingat apa-apa lagi.

Aston mengusap wajahnya seraya mendudukkan diri. Lalu memijat kepalanya yang terasa pening. Ia menoleh, menatap gadis yang duduk di sampingnya.

Sial!

Aston mengumpat dalam hati karena dirinya telah meniduri gadis itu dalam keadaan mabuk berat.

"Aku akan bertanggung jawab. Tenang saja, jangan menangis," ucap Aston dengan nada santai. Ia mengambil dompet lalu memberikan dua kartu debit pada Ayumi. "Ambil. Saldo di kedua kartu ini lebih dari cukup untuk membiayai seumur hidupmu."  Ia menyodorkan dua kartu itu yang tak kunjung di ambil gadis itu.

Ayumi menepis tangan Aston dengan kasar. "Apakah semua masalah bisa diselesaikan dengan uang!" Ayumi menatap tajam lelaki itu tanpa rasa takut sedikitpun. "Aku bukan wanita murahan, dan aku tidak butuh uang Anda!" Ayumi langsung turun dari tempat tidur, berjalan dengan langkah tertatih, dan tubuhnya masih terbalut selimut.

Aston terdiam melihat penolakan gadis itu. Untuk pertama kalinya ada seorang wanita yang menolak uangnya. Padahal diluaran sana para wanita pada ngantri untuk menikmati uangnya. Tatapan Aston beralih saat melihat ada bercak darah di permukaan sprei.

"Damn! Dia masih ..."

*

*

Ayumi menangis seharian di dalam kamarnya. Kehormatannya telah di renggut oleh majikannya sendiri. Tubuh dan hatinya rasanya hancur berkeping-keping.

Drtt ... Drttt ...

Tiba-Tiba ponsel Ayumi berdering panjang di sertai dengan getaran menandakan ada panggilan masuk. Dengan malas dan wajah yang sembab, ia mengambil ponselnya, lalu segera mengangkatnya begitu tahu kalau yang menelepon adalah ibunya.

"Halo ..."  jawab Ayumi dengan suara dibuat seperti biasa. Ia tak ingin membuat ibunya curiga.

"Yumi. Kapan transfer? Ini udah tanggal 1. Duit ibu udah habis!" Suara sang ibu terdengar lantang dan penuh emosi.

Ayumi menghela nafas kasar. Seperti inilah kehidupannya. Sebagai generasi sandwich, ia merantau kerja ke Kota menjadi pembantu rumah tangga demi membantu perekonomian keluarga. Namun, yang Ayumi dapatkan bukan ucapan terima kasih dari kedua orang tuanya, tapi omelan setiap telat transfer. Kedua orang tuanya juga tidak pernah tanya kabar. Yang mereka pedulikan hanya uang dan uang saja.

"Ya, sabar."

"Sabar ... Sabar! Perut ibu dan bapak serta adik-adikmu ini yang nggak bisa sabar!" omel sang Ibu dengan nada nge-gas.

"Bu, aku lagi sakit. Dan mungkin aku akan berhenti bekerja dan pulang kampung," ucap Ayumi dengan suara bergetar.

"Berhenti bekerja? Yumi, kamu kalau nggak kerja mau makan apa kami nanti! Lagian kamu kalau pulang kampung mau ngapain? Nganggur 'kan, malah jadi beban keluarga kamu nanti! Udahlah, nggak usah pakai acara berhenti bekerja atau pulang kampung. Di sana gajimu besar, pertahankan!" omel sang ibu lagi, tanpa memikirkan perasaan putrinya. "Pokoknya nggak mau tahu! Hari juga kamu harus transfer!" bentak ibunya lalu memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

Ayumi seketika itu lemas, menangis sedih. Ucapan ibunya seperti air garam yang disiramkan ke lukanya yang masih basah. Sangat perih dan sakit terasa.

*

Halo, selamat datang di Karya baru Emak. Jangan lupa kasih ulasan bintang lima serta like dan komentarnya. Terima kasih banyak pembaca setiaku 🥰

Terpopuler

Comments

Anonim

Anonim

Yang satu mabok berat, yang satu habis minum obat tidur.

Masak iya Ayumi tidak merasakan apa-apa ketika diperawanin Aston. Seperti mimpi kali ya - jadi tidak terbangun.

Ayumi menolak dua kartu debit pemberian Aston.

Aston terkejut melihat bercak darah ada dipermukaan sprei.

Disaat Ayumi sedang meratapi nasibnya, kehormatannya di renggut oleh majikannya, Ibunya menghubungi.

Ayumi jadi mesin uang untuk keluarganya. Ibunya tidak mau tahu kondisi Ayumi. Tahunya transfer tidak boleh telat.

Malang nasibmu Ayumi.

2026-03-12

1

Ais

Ais

mak pendek amat berasa naik kereta api cepat br duduk udah smp mak🤣🤣🤣 semangat updatenya ya mak makasih😍👍💪

2026-03-03

4

Ayna Adam

Ayna Adam

Udah q kasih vote buat karya baru Kak Lena 😊
Sukses terus ya kak buat karyanya😊

2026-03-03

5

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!