Jangan-Jangan ...

Selama satu dekade, Aston menjauh dari keluarga yang ada di New York, dan pindah Ke Jakarta. Membangun bisnis di sana dengan dukungan kakek dan neneknya yaitu Gerry dan Allegra.

*

Pagi ini, Aston harus mendengar ceramah dari neneknya di meja makan.

"Usiamu sudah sangat matang. Oh, tidak ... hampir expired, lebih tepatnya. Tapi, kamu tak kunjung menikah. Ya Tuhan, apakah kamu menunggu nenek dan kakekmu ini mati? Kami sudah tidak sabar ingin menggendong cicit." Allegra menunjuk cucunya dengan garpu yang ia pegang tak lupa menunjukkan raut sedih serta mendramatisir keadaan.

Aston menghela nafas tanpa menyahuti ucapan neneknya. Makanan di hadapannya tampak menggiurkan dari pada mendengar ceramah neneknya.

"Percuma bicara dengan manusia batu seperti dia. Lihatlah wajahnya datar sekali, seperti tidak memiliki masa depan." Gerry menanggapi ocehan istrinya sekaligus menyindir cucunya.

"Sepertinya kakek perlu pakai kaca mata kuda," sahut Aston dengan nada datar, namun berhasil membuat kakeknya mendelik kesal. "Kakek tidak lihat, aku ini tampan dan rupawan." Ia membanggakan dirinya sendiri seraya menepuk dada.

"Iya, sih, sayangnya jomblo. Atau ... Jangan-Jangan kamu nggak suka wanita?" celetuk Allegra, menatap cucunya penuh selidik.

"Nenek! Aku normal!" sanggah Aston dengan nada jengkel. Selera makannya hilang seketika. Ia meletakkan sendok dan garpu dengan kasar, lalu menghenyakkan punggung ke sandaran kursi.

"Kalau kamu suka wanita mana buktinya? Selama ini kami tidak pernah sekalipun melihatmu dekat dengan wanita mana pun. Yang ada malahan kamu selalu di tempeli oleh Boni—asistenmu itu!"

Mendengar ucapan neneknya membuat Aston teringat kejadian sebulan yang lalu. Di mana ia meniduri pembantunya. Aston sibuk mengingat dan memikirkan pembantunya itu, membiarkan nenek dan kakeknya mengoceh sendiri.

*

"Istirahat, Ayu. Kalau sakit nggak usah kerja," tegur kepala pelayan pada Ayumi yang berjongkok di dekat mesin cuci sambil memegang kepala.

"Cuma masuk angin biasa kok, Bu. Minum tolak angin dan di kerok juga nanti sembuh," jawab Ayumi, berusaha berdiri sambil memegang pinggiran mesin cuci. Kepalanya sangat sakit, dan perutnya sangat mual. Sudah berulang kali juga ia muntah-muntah hingga membuat tubuhnya lemas.

"Mukamu pucat banget loh. Yakin cuma masuk angin?" Kepala pelayan itu sangat khawatir.

Ayumi mengangguk pelan dan berusaha tersenyum.

"Ya udah kalau gitu." Kepala pelayan beranjak pergi setelah memastikan kondisi Ayumi.

*

"As, kamu tahu pelayan kita yang bernama Ayumi?" tanya Allegra pada Aston yang sudah bersiap berangkat kerja. Aston memakai jas di depan cermin kamar. Sedangkan Allegra merapikan tempat tidur cucunya.

Aston menoleh, dan menatap neneknya sembari mengenakan dasi.

"Tidak tahu, Nek. Memangnya kenapa?" tanya Aston, yang sudah fasih bahasa Indonesia.

"Dia cantik loh."

"Terus?!" Aston mulai curiga dengan neneknya.

"Ck!" Allegra berdecak kesal mendengar respon cucunya. "Ayolah, usiamu sudah hampir 35 tahun. Teman sebayamu saja sudah punya anak remaja, sedangkan kamu ... Menikah saja belum!" kesal Allegra lagi.

"Aku berangkat, Nek. Nanti malam pulang telat." Aston malas meladeni ucapan neneknya yang selalu mendesaknya agar segera menikah.

"Aston! Nenek belum selesai bicara!" teriak Allegra pada cucunya yang sudah keluar kamar. "Ya ampun! Dia persis banget kayak ibunya. Keras kepala!"

*

Aston menuruni anak tangga dengan langkah cepat. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat seorang pelayan berlari ke kamar mandi. Karena penasaran, dan takut terjadi sesuatu pada pelayan itu, ia pun segera mengikuti. Dan alangkah terkejutnya dirinya saat melihat pelayan itu adalah gadis yang ia tiduri sebulan yang lalu.

"Huek ..." Ayumi tampak tersiksa memuntahkan isi perut di kloset kamar mandi.

Kedua mata Aston terkesiap melihatnya. "Jangan-Jangan dia ..."

Terpopuler

Comments

Anonim

Anonim

Kata neneknya Aston, Alegra - usia Aston hampir expired 😄. Neneknya mengharapkan Aston segera menikah, tidak sabar ingin menggendong cicit.

Gerry, kakeknya Aston lebih parah lagi dengan kata-kata yang ditujukan pada Aston. Gerry menganggap Aston sebagai manusia batu - wajahnya datar sekali, seperti tidak memiliki masa depan 😄.

Tuh Aston membuat kakeknya mendelik kesal, ketika kakeknya dikatakan perlu pakai kaca mata kuda.

Aston suka wanita, nenek. Sebulan yang lalu Aston mabok, tak sadar telah memperawani Ayumi.

Kecebong Aston berhasil bikin Ayumi hamil.

Allegra sepertinya menginginkan Aston menikah dengan Ayumi.

Aston sepertinya tahu Ayumi hamil.

2026-03-12

1

Ayna Adam

Ayna Adam

Dia hamil anakmu Aston
Ayo tanggung jawab dan nikahi Ayumi
Kasihan loh dia tersiksa belum lagi ortunya yg matre 😥
Jangan sampai kejadian yang lalu terulang lagi

2026-03-04

5

Ny Rudi Harianto

Ny Rudi Harianto

hamiiiiiil......
wah dpat jackpot....minta mantu sekaligus banus cicit....pas

2026-03-04

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!