Garis dua

Allegra dan Gerry menatap dokter yang baru selesai memeriksa Ayumi.

"Bagaimana keadaan gadis itu, Dokter?" tanya Allegra dengan segala kecemasannya. Lalu kembali menatap Ayumi yang terbaring tak berdaya di ranjang kamar tamu.

"Apakah gadis ini sudah menikah?" Pertanyaan dokter itu membuat Allegra dan Gerry saling pandang dengan raut bingung.

"Belum." Gerry menjawab di sertai gelengan kepala.

Mendengar jawaban Gerry, dokter tersebut tampak menghela nafas panjang.

"Ada apa, Dok? Apa dia sakit serius?" Allegra semakin penasaran.

"Setelah saya periksa, berdasarkan dari denyut nadi dan detak jantungnya sepertinya dia sedang mengandung. Untuk lebih akurat segera bawa dia ke dokter kandungan," penjelasan dokter membuat kedua orang itu sangat syok.

"Anda pasti salah, Dok! Gadis ini tidak mungkin hamil!" Allegra tentu membantah vonis dokter itu. Ia sangat tahu bagaimana Ayumi selama bekerja di rumahnya. Gadis ini tidak pernah neko-neko, keluar rumah saja tidak pernah, dan sangat pendiam. Jadi hal seperti itu tidak akan mungkin terjadi.

Gerry juga tidak percaya dengan vonis dokter.

"Alangkah baiknya tanyakan saja langsung padanya." Dokter menoleh pada Ayumi yang mulai siuman.

Allegra langsung mendekati gadis itu. Ia tatap wajah Ayumi lekat-lekat, "syukurlah kamu sudar siuman." Ia tersenyum senang, rasa lega merayap dalam dada saat melihat gadis itu membuka mata.

"Nyonya ... Maafkan saya. Saya merepotkan Anda." Ayumi ingin mendudukkan diri, tapi di cegah Allegra.

"Tenang dan santai. Kamu masih lemas, jadi tiduran saja." Allegra berkata dengan nada lembut.

Ayumi mengangguk pelan.

"Ayumi, boleh kutanya sesuatu?" tanya Allegra ragu. Tapi, demi membuktikan kapau vonis dokter salah, ia harus tetap menanyakan hal ini.

"Iya, boleh." Ayumi menjawab diiringi anggukan kepala.

"Kapan kamu terakhir datang bulan?"

Pertanyaan Allegra membuat Ayumi mengerut bingung, meski begitu ia tetap menjawabnya karena ia pikir ini ada hubungannya dengan kesehatannya, terlebih lagi di sana ada dokter.

"Seharusnya minggu lalu saya datang bulan. Tapi, sepertinya telat," jawaban Ayumi membuat jantung Allegra berdetak tak karuan.

"Iya, sih, hal itu biasa terjadi pada wanita." Allegra berusaha menenangkan dirinya sendiri. "Tapi, apakah kamu mau melakukan tes kesehatan?" tanya Allegra lagi.

Tanpa membantah, Ayumi langsung mengangguk. Karena ini demi kesehatan dan kebaikannya, begitu pikirnya.

Lanta, Allegra meminta Bu Yanti membeli alat tes kehamilan di apotek terdekat.

Bu Yanti sangat syok saat majikannya memintanya membeli alat itu.

"Jangan banyak tanya! Cepat belikan alat itu!" tegas Allegra saat Bu Yanti baru membuka mulut, ingin mengatakan sesuatu.

*

Lima belas menit kemudian. Bu Yanti kembali, membawa alat tes kehamilan. Ia menyerahkan benda itu kepada Allegra.

Allegra meminta Ayumi ke kamar mandi untuk menggunakan alat itu. Allegra juga memberitahu cara pakainya.

Setelah urine di tampung. Ayumi memasukkan benda pipih itu ke dalam urinenya, dan tidak berselang lama garis dua muncul di permukaannya.

Ayumi yang polos tentu tidak tahu apa arti garis dua di benda pipih itu. Ia keluar dari kamar mandi sambil membawa benda itu dan menunjukkannya pada Allegra.

"Positif," gumam Allegra sangat syok sampai memegang dada.

Bu Yanti tak kalah syok, bahkan tubuhnya sampai lemas mengetahui gadis yang selalu ia puji-puji kepolosannya hamil diluar nikah.

Ayumi menatap semua orang dengan raut bingung.

"Apa aku sakit parah?" tanyanya dengan segala kepolosannya.

"Ayumi, kamu hamil!"

Deg!

Jantung Ayumi seperti di tikam belati ketika mendengar seruan Bu Yanti.

Hamil!?

Satu kata itu berhasil meruntuhkan seluruh hidupnya. Dan kejadian malam itu seketika kembali melintas di benaknya.

Tubuh Ayumi membeku, lidahnya kelu dan nafasnya tercekat di tenggorokan. Kedua matanya juga terlihat seperti ingin menangis tapi di tahan.

"Ayumi, siapa lelaki itu?!"

Ayumi diam, membisu, tidak berani berkata.

"Ayumi, jawab jujur! Kamu nggak pernah keluar dari rumah. Jadi, aku yakin pria itu ada di rumah ini. Benar, 'kan?!" Allegra menatap tajam Ayumi.

Ayumi menggigit bibir. Haruskan dia jujur, tapi jika dirinya jujur apakah semua orang akan percaya padanya? Ayumi menitihkan air mata.

Melihat Ayumi yang diam saja, membuat Gerry segera bergerak. "Aku akan mengumpulkan semua pria yang bekerja di sini!"

"Mustahil! Semua pria yang bekerja di sini sudah lanjut usia, kecuali ..."

"Kecuali?" Gerry menunggu kelanjutan ucapan istrinya. Ia deg-degan, takut di tuduh.

"Aston!" jawab Allegra seraya menyambar gagang telepon dari nakas untuk menghubungi Aston.

Gerry gelagapan mendengar jawaban istrinya. Tidak mungkin cucunya berbuat seperti ini kepada pelayan.

"Ayumi. Aku benar-benar kecewa sama kamu!" Bu Yanti berkata lirih tapi penuh penekanan.

Ayumi memejamkan mata sembari meremas kedua tangannya secara bergantian. Hidupnya semakin hancur lebur karena kenyataan ini. Dalam rahimnya telah tumbuh benih lelaki itu.

Kabar kehamilan Ayami sudah menyebar ke segala penjuru rumah. Para pekerja di rumah itu pun mencibir Ayumi yang selama ini mereka kenal sangat polos dan pendiam.

"Justru yang kelihatan polos dan pendiam itu lebih pro!" celetuk salah satu pelayan wanita. "Kepolosannya cuma topeng belaka!"

Terpopuler

Comments

Ayna Adam

Ayna Adam

Q berharap Ayumi tidak tertindas karna dia hanyalah korban
Q berharap Aston mau jujur kalo dia yg bersalah
Kasihan Ayumi bikin q nangis,dia yg jadi korban tapi dia malah di cemoh oleh pelayan lain😭😭

2026-03-08

5

Sri Aastuty Julyantii Sadega

Sri Aastuty Julyantii Sadega

Serba salah banget ya jadi perempuan,gak di real life gak di dunia pernovelan selalu jadi korban 🙃
mau speak up pun pasti gak bakal ada yang percaya, korban pemerkosaan selalu jadi yang salah 😌

2026-03-08

3

Ainal Fitri

Ainal Fitri

dilema kan jd nya mau jujur takut nya d bilang bohong. bohong pun gak akan ad yg percaya 😓

2026-03-08

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!