2. Pernikahan Siri

Setelah keluarga Arjuna selesai dengan pembicaraan mereka, Arjuna bersama Aksa dan Arsha kemudian menemui Pak Jamal dan keluarga Meshwa yang masih berada di depan ICU.

"Akhirnya, Kanjeng Abimanyu menemukan lawan yang sepadan." Celetuk Aksa yang membuat ia dan Arsha terkekeh.

"Kalau tadi di vidiokan dan di kirim ke Yanda, pasti Yanda heboh lihat Masnya punya lawan yang setara." Sahut Arsha yang kembali membuat mereka berdua terkikik.

"Ayah sama Bopo kenapa sih? Kok malah pada ketawa - ketawa berdua." Komentar Arjuna yang berjalan di depan mereka.

"Gak apa - apa." Jawab Aksa sambil cengar - cengir.

Begitu tiba di depan ruang ICU, mereka langsung menemui Pak Jamal dan mengajak calon besannya itu untuk berbicara di ruang rawat Meshwa bersama keluarganya.

Kini, mereka semua sudah berkumpul di ruang rawat Meshwa. Kedua orang tua juga kedua Kakak Meshwa sudah bersama dengan keluarga Arjuna. Hanya Mbak Nita dan Mbak Bila yang memilih untuk tetap tinggal di depan ICU sembari menunggu kabar perkembangan Meshwa.

"Bapak, Ibu, terima kasih karena sudah memberi waktu dan tempat untuk kami sekeluarga tadi bermusyawarah. Alhamdulillah, kami sudah menemukan jalan yang terbaik, In Syaa Allah untuk kita semua." Kata Arsha yang membuka pembicaraan dengan calon besannya.

"Mohon maaf, mungkin momennya tidak tepat saat ini, mengingat kondisi Meshwa yang masih keritis. Tetapi, mudah - mudahan hal ini akan membawa jalan untuk kesembuhan Meshwa. Mudah - mudahan dengan ini, Meshwa bisa segera kembali ke tengah - tengah kita." Imbuh Arsha.

"Pak Jamal, Bu Laila, di sini saya bermaksud meminang putri Bapak dan Ibu yang bernama Meshwa untuk putra saya, Arjuna."

"Seperti yang kita sudah ketahui, Arjuna dan Meshwa sudah cukup lama menjalin hubungan dan sebagai orang tua pun kita sama - sama mengetahui hubungan keduanya. Dengan pinangan yang saya sampaikan ini, saya harap kita akan bisa menjalin silaturahmi lebih baik lagi dengan hubungan keluarga. Mudah - mudahan Bapak dan Ibu menerima pinangan kami yang mendadak ini." Kata Arsha yang mengakhiri kata - katanya.

"Terima kasih, Pak Arsha, Bu Raina dan keluarga yang sudah datang jauh - jauh ke sini untuk menjenguk putri kami. Terima kasih karena keluarga Nak Arjuna ini, Maa Syaa Allah, sangat perduli sekali dengan putri kami. Terima kasih banyak." Kata Pak Jamal dengan tulus.

"Mengenai niat baik untuk meminang Meshwa, In Syaa Allah saya menerima pinangan dari Nak Arjuna untuk putri kami, Meshwa. Alhamdulillah, kami bersyukur karena putri kami di cintai dengan tulus oleh Nak Arjuna. Kami pun bisa melihat dan menilai bagaimana besar kasih sayang Nak Arjuna pada Meshwa. Saya pun berharap, hubungan kekeluargaan kita akan terjalin dengan baik dan hangat. Mudah - mudahan, dengan ini juga bisa menjadi semangat untuk Meshwa agar bisa segera sadar dan kembali ke tengah - tengah kita." Jawab Pak Jamal yang membuat Arjuna dan keluarganya merasa lega.

Mereka kemudian saling berunding. Keluarga Arjuna pun menanyakan apakah ada permintaan khusus dari keluarga Meshwa. Tak banyak yang mereka minta, mereka hanya meminta pernikahan siri yang akan berlangsung ini bisa segera di resmikan agar keduanya bisa sah menjadi suami istri di mata hukum dan agama.

Mengenai mahar pun begitu. Keluarga Meshwa tak meminta mahar tertentu untuk putri mereka. Selama itu layak, tak merendahkan Meshwa dan tidak memberatkan Arjuna, maka mereka akan menerima mahar itu.

Setelah semua di sepakati, mereka pun mulai menyiapkan segala sesuatunya. Pak Jamal dan keluarga menyiapkan penghulu dan saksi yang akan menyaksikan pernikahan mendadak ini, sementara Arjuna akan bersiap dengan segala keperluan termasuk mahar yang baru akan ia siapkan.

...****************...

"Bener itu cincinnya cukup, nang? Nanti cuma masuk ke jari kelingking." Komentar Aksa saat menemani Arjuna membeli Mahar untuk Meshwa.

"Cukup, Po. Tenang aja. Aku udah pernah beliin dia cincin." Jawab Arjuna.

"Udah cuma cincin aja? Masak cuma cincin to, Nang?" Cicit Aksa.

"Lha apa lagi kira - kira, Po?" Tanya Arjuna.

"Belikan emas logam itu lho, gak ketang lima puluh gram." Jawab Aksa.

"Apa, Po? Gak ketang ? Bisanya lima puluh gram kok ngomong gak ketang. Kalau cuma lima gram, iya juga pake bahasa gak ketang." Omel Arjuna yang membuat Aksa tertawa. Tak hanya Aksa, tetapi pelayan toko yang melayani mereka pun turut tertawa.

"Yaudah lah, ngasih calon istri sendiri kok. Ngasih yang banyak sekalian to. Kan bisa buat tabungan juga. Kalo kepepet ya di pinjam dulu." Kekeh Aksa.

"Bener ini, nambahnya dalam bentuk batang aja, Po? Pake uang juga gak?" Tanya Arjuna.

"Emas aja, gak usah pake uang gak apa - apa. Nanti aja pake uang pas nikah resminya. Biar kelihatan di buku nikah. Emas lima puluh gram sama uang satu Miliyar, gitu kan mantep lihat tulisannya di buku nikah." Jawab Aksa.

"Ya Allah, bener - bener Bopo ini. Enak banget kalo mangap! Kalo Bopo yamg mau nyumbang satu Miliyarnya, ya gak apa - apa. Dengan senang hati tak terima." Kata Arjuna yang hanya di jawab tawa oleh Aksa.

Setelah menyiapkan mahar, mereka berdua segera kembali ke Rumah Sakit. Sesampainya di sana, semua persiapan di sana pun sudah beres. Penghulu dan dua orang saksi sudah berada di kamar rawat Meshwa yang akan menjadi tempat ijab qobul di laksanakan.

Setelah semua sudah siap, tanpa mengulur waktu lagi, mereka segera melaksanakan akad nikah Arjuna dan Meshwa sore itu.

"Bismillahhirrahmannirrahim. Saudara Arjuna Jati Manggala bin Arshaka Sadewa, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Ardhiona Meshwa Apsari binti Jamaludin dengan Mas kawin berupa cincin emas seberat lima gram dan antam seberat tiga puluh gram di bayar tunai."

"Saya terima nikah dan kawinnya Ardhiona Meshwa Apsari binti Jamaludin dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai." Jawab Arjuna dengan lancar.

"Bagaimana, saksi?" Tanya penghulu.

"SAH!" Ucap kedua Saksi secara bersamaan.

"Alhamdulillah, baarakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khairin." Ucap Pak Penghulu sebelum membacakan doa kain untuk kedua pasanan yang kini sudah sah menjadi suami istri.

...****************...

"Saya terima nikah dan kawinnya Ardhiona Meshwa Apsari binti Jamaludin dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai." Suara itu terdengar entah dari mana asalnya.

Meshwa menyapu pandangan untuk mencari sumber suara pria yang sedang melakukan ijab qobul atasnya itu, namun nihil.

"Alhamdulillah." lirih Askara dan Laiba.

"Itu suara siapa, Mbak? Kenapa kedengarannya gak asing?" Tanya Meshwa yang berusaha mengingat - ingat suara yang ia dengar.

"Suara itu? Pria itu benar - benar menikahiku sekarang?" Tanya Meshwa lagi.

"Itu adalah adikku, yang kini sudah sah menjadi suamimu. Dia, gak akan pernah mengingkari janjinya. Dia sudah janji akan menikahimu, kan? Maka itu yang ia lakukan sekarang." Jawab Laiba sambil tersenyum. Nampak kebahagiaan pada raut wajah Askara dan Laiba yang sedari tadi setia menemani Meshwa.

"Tunggulah, Nduk. Sebentar lagi suamimu akan menjemput. Pulanglah bersama suamimu. Kamu sudah berjanji akan pulang kalau suamimu menjemput, kan?" Kata Askara yang di jawab anggukan oleh Meshwa.

"Iya, Pakde. Aku akan ikut kemanapun suamiku membawaku." Jawab Meshwa.

Terpopuler

Comments

Mutiara Nisak

Mutiara Nisak

laiba itu anak nya siapa mak....kok dunianya sm.kakak nya si kembar,lupa2 ingat2 soal nya....

2026-03-06

1

syora

syora

mashallah calon biyung bnr" kokoh pndiriannya❤❤❤❤ samawa ya juna meshwa mski bth ksbran keteblan iman tuk mnmpuh klnjutan hidup dgn sgla mcm cobaan

2026-03-04

2

Elizabeth

Elizabeth

pertama baca bopo kembar br bbrp bab kata suruh baca di cintai mas kades ugal-ugalan lanjut bopo kembar lagi. trs lanjut Arjuna bopo istimewa lngsung bablas kesini👍👍🥰

2026-08-11

1

lihat semua
Episodes
1 1. Besarnya Kasih Sayang
2 2. Pernikahan Siri
3 3. Seperti Mimpi
4 4. Ledekan Maut
5 5. Tahta Baru
6 6. Bullyan Tiada Henti
7 7. Chef Couple
8 8 Balada Soto
9 9. Nyeri Tengah Malam
10 10. Mesin Jahit
11 11. Mobil Baru
12 12. Tasyakuran
13 13. Tak Sadar
14 14. Solusi
15 15. Kabar Bahagia
16 16. Tahta Tertinggi
17 17. Gadis Kecil yang Cemburu
18 18. Firasat
19 19. Kematian Beruntun
20 20. Kotoran
21 21. Tersangka
22 22. Hukuman
23 23. Menjalankan Hukuman
24 24. Rencana Melamar
25 25. Acara Dagelan
26 26. Kedatangan Dipta
27 27. Hari Baik
28 28. Ritual Bopo dan Biyung
29 29. Petir
30 30. Akhir Ritual
31 31. Unboxing
32 32. Kemasukan
33 33. Gagal Intimate Wedding
34 34. Pembicaraan Pria
35 35. Besarnya Tanggung Jawab
36 36. Ciloko
37 37. Pawang Selalu Benar
38 38. TerBopo - Bopo
39 39. Musibah
40 40. Hilang Ingatan
41 41. Sudah Sehat
42 42. Rencana Resign
43 43. Firasat Ibu
44 44. Masih Ragu
45 45. Panggilan Sayang Seumur Hidup
46 46. Satpam Kecil
47 47. Di Palak Satpam
48 48. Ngidam
49 49. Pernikahan Nala dan Mifta
50 50. Ngambek
51 51. Maafan
52 52. Limbah
53 53. Teluh
54 54. Tasyakuran Empat Bulanan
55 55. Si Pemilik Benang
56 56. Kecolongan
57 57. Mencoba Tegar
58 58. Ritual Duka
59 59. Keikhlasan
60 60. Balada Saat Ke Makam
61 61. Rencana Bulan Madu
62 62. Perjalanan Umrah
63 63. Kenangan Pahit Di Sudut Lain
64 64. Ziarah
65 65. Kembali ke Indonesia
66 66. Geger Di Bandara
67 67. Anak Kecil di Perusahaan
68 68. Drama Oli
69 69. Oli Hitam
70 70. Menang Telak
71 71. Mengantar Pulang
72 72. Perasaan
73 73. Pertimbangan
74 74. Rumah Sakit
75 75. Hukuman
76 76. Empat Kompor
77 77. Khawatir dan Was -Was
78 78. Tanggapan Keluarga
79 79. Masa Lalu
80 80. Kabar Bahagia
81 81. Keluhan si Bumil
82 82. Sensitif
83 83. Sambutan Hangat
84 84. Arjuna Selalu Salah
85 85. Mood Swing
86 86. Panggilan Lucu
87 87. Cinta dan Pengorbanan
88 88. Manusia Jahil
89 89. Tak Mau Pulang.
90 90. Si Paling Kompor
91 91. Masakan Suami
92 92. Janin
93 93. Pemutus Kesakitan
94 94. Memulai Pertarungan
95 95. Makhluk Menjijikkan
96 96. Perubahan Meshwa
97 97. Drama Arjuna
98 98. Bertemu Keluarga Kamelia
99 99. Melamar Pujaan Hati
100 100. Perut Kaku
101 101. Kabar Bahagia Bertubi - Tubi
102 102. Drama Rumah Tangga
103 103. Pelajaran Baik
104 104. Salah Paham
105 105. Dinner Romantis
106 106. Pernikahan Dipta dan Kamelia
107 107. Kakak Io
108 108. Tragedi
109 109. Robek
110 110. Adek
111 111. Doa Istri
112 112. Di Fitnah
113 113. Bukan Sebuah Mitos
114 114. Proses Ritual
115 115. Pasca Ritual
116 116. Kitab Para Bopo
117 117. Menjemput Satrio
118 118. Memancing
119 119. Petak Umpet
120 120. Terkagum - Kagum
121 121. Obrolan Santai
122 122. Keluarga Berisik
123 123. Drama Kepulangan Jilid Dua
124 124. Mengamuk
125 125. Energi Aneh
126 126. Menerawang Kejadian
127 127. Penyebab Kutukan
128 128. Emosian
129 129. Positif
130 130. Penghibur
131 131. Belanja
132 132. Drama Kamar Bayi
133 133. Arjuna vs Shima
134 134. Kontraksi Palsu
135 135. Besar atau Kecil
136 136. Kelahiran Bopo Kecil
137 137. Baby Aka
138 138. Tangan Kecil
139 139. Cobaan Malam Pertama
140 140. Ratu Drama
141 141. Keluhan Arjuna
142 142. Solusi
143 143. Mobil Baru
144 144. Tasyakuran
145 145. Kabar Bahagia Lagi
146 146. Kemampuan Pertama
147 147. Diajeng Sena
148 148. Pergerakan
149 149. Ibu Peri
150 150. Teman
151 151. Kontraksi Tiba - Tiba
152 152. Pak Ade Kesayangan
153 153. Keputusan Berat
154 154. Cinta dan Pengorbanan
155 155. Time Flies.
156 Kelanjutan Novel!
Episodes

Updated 156 Episodes

1
1. Besarnya Kasih Sayang
2
2. Pernikahan Siri
3
3. Seperti Mimpi
4
4. Ledekan Maut
5
5. Tahta Baru
6
6. Bullyan Tiada Henti
7
7. Chef Couple
8
8 Balada Soto
9
9. Nyeri Tengah Malam
10
10. Mesin Jahit
11
11. Mobil Baru
12
12. Tasyakuran
13
13. Tak Sadar
14
14. Solusi
15
15. Kabar Bahagia
16
16. Tahta Tertinggi
17
17. Gadis Kecil yang Cemburu
18
18. Firasat
19
19. Kematian Beruntun
20
20. Kotoran
21
21. Tersangka
22
22. Hukuman
23
23. Menjalankan Hukuman
24
24. Rencana Melamar
25
25. Acara Dagelan
26
26. Kedatangan Dipta
27
27. Hari Baik
28
28. Ritual Bopo dan Biyung
29
29. Petir
30
30. Akhir Ritual
31
31. Unboxing
32
32. Kemasukan
33
33. Gagal Intimate Wedding
34
34. Pembicaraan Pria
35
35. Besarnya Tanggung Jawab
36
36. Ciloko
37
37. Pawang Selalu Benar
38
38. TerBopo - Bopo
39
39. Musibah
40
40. Hilang Ingatan
41
41. Sudah Sehat
42
42. Rencana Resign
43
43. Firasat Ibu
44
44. Masih Ragu
45
45. Panggilan Sayang Seumur Hidup
46
46. Satpam Kecil
47
47. Di Palak Satpam
48
48. Ngidam
49
49. Pernikahan Nala dan Mifta
50
50. Ngambek
51
51. Maafan
52
52. Limbah
53
53. Teluh
54
54. Tasyakuran Empat Bulanan
55
55. Si Pemilik Benang
56
56. Kecolongan
57
57. Mencoba Tegar
58
58. Ritual Duka
59
59. Keikhlasan
60
60. Balada Saat Ke Makam
61
61. Rencana Bulan Madu
62
62. Perjalanan Umrah
63
63. Kenangan Pahit Di Sudut Lain
64
64. Ziarah
65
65. Kembali ke Indonesia
66
66. Geger Di Bandara
67
67. Anak Kecil di Perusahaan
68
68. Drama Oli
69
69. Oli Hitam
70
70. Menang Telak
71
71. Mengantar Pulang
72
72. Perasaan
73
73. Pertimbangan
74
74. Rumah Sakit
75
75. Hukuman
76
76. Empat Kompor
77
77. Khawatir dan Was -Was
78
78. Tanggapan Keluarga
79
79. Masa Lalu
80
80. Kabar Bahagia
81
81. Keluhan si Bumil
82
82. Sensitif
83
83. Sambutan Hangat
84
84. Arjuna Selalu Salah
85
85. Mood Swing
86
86. Panggilan Lucu
87
87. Cinta dan Pengorbanan
88
88. Manusia Jahil
89
89. Tak Mau Pulang.
90
90. Si Paling Kompor
91
91. Masakan Suami
92
92. Janin
93
93. Pemutus Kesakitan
94
94. Memulai Pertarungan
95
95. Makhluk Menjijikkan
96
96. Perubahan Meshwa
97
97. Drama Arjuna
98
98. Bertemu Keluarga Kamelia
99
99. Melamar Pujaan Hati
100
100. Perut Kaku
101
101. Kabar Bahagia Bertubi - Tubi
102
102. Drama Rumah Tangga
103
103. Pelajaran Baik
104
104. Salah Paham
105
105. Dinner Romantis
106
106. Pernikahan Dipta dan Kamelia
107
107. Kakak Io
108
108. Tragedi
109
109. Robek
110
110. Adek
111
111. Doa Istri
112
112. Di Fitnah
113
113. Bukan Sebuah Mitos
114
114. Proses Ritual
115
115. Pasca Ritual
116
116. Kitab Para Bopo
117
117. Menjemput Satrio
118
118. Memancing
119
119. Petak Umpet
120
120. Terkagum - Kagum
121
121. Obrolan Santai
122
122. Keluarga Berisik
123
123. Drama Kepulangan Jilid Dua
124
124. Mengamuk
125
125. Energi Aneh
126
126. Menerawang Kejadian
127
127. Penyebab Kutukan
128
128. Emosian
129
129. Positif
130
130. Penghibur
131
131. Belanja
132
132. Drama Kamar Bayi
133
133. Arjuna vs Shima
134
134. Kontraksi Palsu
135
135. Besar atau Kecil
136
136. Kelahiran Bopo Kecil
137
137. Baby Aka
138
138. Tangan Kecil
139
139. Cobaan Malam Pertama
140
140. Ratu Drama
141
141. Keluhan Arjuna
142
142. Solusi
143
143. Mobil Baru
144
144. Tasyakuran
145
145. Kabar Bahagia Lagi
146
146. Kemampuan Pertama
147
147. Diajeng Sena
148
148. Pergerakan
149
149. Ibu Peri
150
150. Teman
151
151. Kontraksi Tiba - Tiba
152
152. Pak Ade Kesayangan
153
153. Keputusan Berat
154
154. Cinta dan Pengorbanan
155
155. Time Flies.
156
Kelanjutan Novel!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!