Hawa dingin dari pendingin ruangan (AC) industrial di dalam Black Site itu terasa menusuk kulit, namun bagi dua puluh sosok yang kini terduduk di atas lantai beton, rasa dingin itu adalah sebuah sensasi yang sama sekali baru dan menakutkan.
Kloning-kloning "Angkatan Alpha" itu meringkuk, mencengkeram kepala dan dada mereka sendiri. Dada mereka naik-turun dengan ritme hiperventilasi yang tidak beraturan. Udara yang masuk ke dalam paru-paru mereka tidak lagi didikte oleh algoritma pernapasan tempur; mereka sedang bernapas menggunakan insting otonom untuk pertama kalinya sejak mereka dikeluarkan dari tabung inkubator. Ketiadaan program Id artifisial yang menjejalkan kebencian ke dalam korteks serebral mereka meninggalkan sebuah ruang kosong yang sangat masif.
Kala, sang Insan Kamil yang telah memutus siklus traumanya sendiri, berlutut di tengah-tengah mereka. Ia tidak menatap mereka sebagai pantulan mimpi buruknya, melainkan sebagai individu-individu yang sedang mengalami trauma kelahiran eksistensial.
Simone de Beauvoir mencatat bahwa seorang anak dilemparkan ke dalam alam semesta yang tidak ia ikut serta dalam pembangunannya, sebuah dunia yang dibentuk tanpa campur tangannya, dan tampil baginya sebagai sebuah kemutlakan yang hanya bisa ia patuhi. Kloning-kloning ini sedang mengalami nasib yang jauh lebih absurd: mereka dilemparkan ke dalam kebebasan radikal sebagai orang dewasa dengan tubuh mesin pembunuh, namun dengan pikiran yang kosong dari segala bentuk struktur atau moralitas.
Salah satu kloning, yang matanya membelalak dipenuhi oleh air mata kebingungan yang murni, menatap tangannya sendiri yang gemetar. Ia tidak mengerti mengapa ia memegang sebuah tongkat baja, dan ia tidak mengerti mengapa ia tadi mencoba memukul pria yang wajahnya persis seperti dirinya.
"Jangan mencoba memahami apa yang baru saja hilang dari kepala kalian," ucap Kala, suaranya mengalun dengan resonansi bariton yang sangat lembut, bertindak sebagai jangkar di tengah badai kepanikan mereka. "…
LABIRIN EGO: DIALEKTIKA DUA JIWA DI KOTA TAK BERNAMA (NOVEL VERSION)
BAB 106 BEBAN KEMERDEKAAN DAN BAYANGAN LEVIATHAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments