Chapter 3 - Pinjaman Cepat

Ge terlihat santai saat memergoki Tantri merokok. Dia bahkan merasa miris melihatnya. Apalagi rokok yang dibuang cewek itu belum dimatikan dan tidak dibuang ke tempat sampah.

"Gue mau bersihin toilet ini. Lagian kan tadi gue udah sempat tanya apa ada orang di dalam atau nggak. Harusnya lu jawab!" tukas Ge.

"Gue nggak dengar!" Tantri memperlihatkan headset yang terpasang di telinga. Setelah itu, dia hendak beranjak pergi.

Tantri sebenarnya heran pada Ge. Cowok itu terkesan biasa saja kepadanya. Padahal kebanyakan cowok saat berhadapan dengannya selalu tertarik bahkan ada yang langsung merayu. Mengingat Tantri punya paras sangat cantik.

"Woy! Jangan langsung pergi gitu aja. Buang dong rokok bekas lu itu ke tempat sampah!" tegur Ge.

Tantri semakin dibuat terperangah. "Eh, bukannya lu mau bersihin nih toilet? Ya elu lah yang bersihin!" balasnya.

"Bersihin atau lu mau gue laporin ke guru kalau tadi lu merokok?" ancam Ge.

Tantri seketika ciut. Dengan terpaksa dia buang rokok bekasnya ke bak sampah.

"Jangan lupa kalau mau buang rokok itu matikan dulu apinya!" kata Ge.

Tantri menurut dengan terpaksa. Di akhir, dia acungkan jari tengah ke wajah Ge.

Ge menggelengkan kepala. Dia heran kenapa cewek seperti Tantri bisa jadi primadona sekolah.

Setelah hampir dua jam membersihkan toilet, Ge akhirnya selesai. Dia segera menemui Bimo dan Taufik yang masih menunggu di parkiran.

"Lama banget sih lu! Udah jamuran kami nunggunya," keluh Taufik.

"Dih! Baru juga lima menit, udah jamuran," tanggap Ge santai.

Plak!

Ge langsung kena geplak di kepala oleh Bimo. "Lima menit pala lu!"

Ge terkekeh. Dia dan dua sahabatnya itu segera pergi ke tempat nongkrong seperti biasa. Mereka berkumpul di sebuah gedung terbengkalai untuk mencoba hal yang membuat mereka penasaran.

"Tada! Lihat guys!" ujar Bimo sambil memperlihatkan lem oplosan yang dibawanya.

"Anjir! Cepat pasang-pasang! Biar cepat terbang kita," sahut Taufik tak sabar.

"Kita ngapain sih gini-gini? Sebenarnya nggak ada gunanya loh," imbuh Ge.

"Terus lu nggak mau?" tanya Bimo.

"Enak aja. Mau lah!" jawab Ge langsung.

"Kampret! Sok-sokan ngingetin. Padahal dia yang paling parah di antara kita," ucap Taufik. Dia, Bimo, dan Ge langsung menghirup lem oplosan sambil duduk menyandar di dinding yang tampak penuh dengan coretan grafiti. Dalam sekejap, mereka mulai melayang.

"Ge... Fik... Kalian sadar nggak sih kalau ketek Elina itu bau?" celetuk Taufik. Dia mulai meracau. Tapi yang dibahasnya adalah fakta.

"Semua orang sadar kali... Tapi Elina-nya aja kayaknya belum sadar," sahut Bimo.

Ge tersenyum lebar dengan wajah mabuknya. "Sumpah ya, pas presentasi kemarin, gue rasanya ada di lembah ketek karena itu ketek Elina bau banget. Jengkol aja kayaknya nggak sebau itu..." racaunya. Bimo, Taufik, dan Ge lalu tertawa bersama.

"Harus ada sih seseorang yang kasih tahu Elina tentang bau keteknya," ungkap Taufik.

"Tapi kayaknya nggak ada yang tega deh, Fik. Elina kan cewek baik-baik. Terus dia pintar juga kan ya," kata Bimo.

"Gue punya ide!" cetus Ge. Taufik dan Bimo lantas menatap ke arahnya.

"Kalian tahu lagu Project Pop nggak? Yang lagunya gini, 'bau, bau, bau lu bau ketek. Bau, bau, bau lu bau ketek...' gitu," ujar Ge sambil bernyanyi.

"Terus? Lu mau suruh Elina dengar lagu itu?" tanya Bimo.

"Kalau bisa begitu." Ge mengangguk.

"Cih! Paling cuma bacot aja lu!" timpal Taufik.

"Lihat aja ya besok. Gue akan kasih lagu itu buat dia," sahut Ge.

Bimo dan Taufik tergelak bersama. Keduanya tahu betul kalau Ge tak pernah main-main dengan ucapannya. Bahkan saat sedang ngelem.

"Gue jadi nggak sabar nunggu besok," komentar Taufik.

"Anjing banget emang punya temen kayak lu, Ge!" tambah Bimo.

"Begitulah Ge. Preman sekolah yang suka bikin sekolah meledak sama kelakuannya," balas Taufik.

Reputasi Ge di sekolah memang sudah legendaris. Beberapa catatan pelanggarannya seperti, pernah membawa ayam ke kelas biologi, pernah mengganti suara bel sekolah dengan suara ayam, pernah jual gorengan di kelas saat ulangan, dan yang paling aneh, dia pernah debat sama guru sejarah satu jam soal strategi perang pakai lempar sandal.

Anehnya lagi, Ge sebenarnya lumayan pintar. Nilainya cukup untuk naik kelas. Cuma kelakuannya seperti tidak pernah ingin hidup damai.

Sore hari, Ge pulang dengan motor tuanya yang suaranya seperti petasan.

BRRAAAKKK!

Motor berhenti di depan rumah sederhana yang juga jadi tempat usaha.

Di depan rumah ada papan kecil, PINJAMAN CEPAT – TANPA RIBET.

Ge turun dari motor. Belum sempat masuk, seorang wanita paruh baya berbadan gemuk keluar dengan wajah kesal.

“GE!”

Ge langsung nyengir. “Kenapa, Mak?" tanggapnya.

“Ge! Kamu ya yang ambil duit Mamak?! Dasar anak kurang ajar!”

Ge menggaruk kepala. “Cuma pinjam.”

“PINJAM APANYA?!”

“Lah, kan Mamak kerjaannya kasih pinjaman, masa sama anak sendiri nggak dikasih pinjam?”

Mamaknya langsung mau melempar sandal. “BALIKIN Nggak?!”

Ge sudah menyalakan motor kembali. “Nanti aku bayar, Mak! Sekalian sama bunganya juga," balasnya.

“GE!”

Ge tertawa keras. “Makasih, Mak! Love yuhh!”

Motor langsung melaju.

BRRRRAAAAK!

Mamaknya berdiri sambil memegang sandal. “ANAK SETAN!”

Tetangga hanya menggeleng. Semua orang di lingkungan itu tahu Ge. Anak yang dibesarkan pasangan rentenir. Temannya preman. Kerjaannya bikin masalah.

Terpopuler

Comments

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

bukannya cuma jamuran tapi membusuk ya😅😂

2026-03-13

0

Jaka

Jaka

ntar dikutuk loh ge🤭

2026-05-12

0

Mamah Nissa

Mamah Nissa

mau pinjem ge

2026-07-09

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Sage Iskandar
2 Chapter 2 - Membersihkan Toilet
3 Chapter 3 - Pinjaman Cepat
4 Chapter 4 - Menagih Hutang
5 Chapter 5 - Reputasi Palsu
6 Chapter 6 - Tak Jadi Nongkrong
7 Chapter 7 - Belajar Biologi
8 Chapter 8 - Murid Baru
9 Chapter 9 - Bolos
10 Chapter 10 - Pria Asing
11 Chapter 11 - Membuktikan
12 Chapter 12 - Cerita Arif
13 Chapter 13 - Sampel DNA
14 Chapter 14 - Dihukum Lagi
15 Chapter 15 - Tentang Naya
16 Chapter 16 - Di Ajak Ngobrol Cewek Lagi
17 Chapter 17 - Permohonan Tantri Lagi
18 Chapter 18 - Hasil Tes DNA
19 Chapter 19 - Memberitahu
20 Chapter 20 - Seluruh Warisan Katanya
21 Chapter 21 - Ibu & Dua Saudara Tiri Spek Bidadari
22 Chapter 22 - Bersikap Baik
23 Chapter 23 - Keliling Mansion
24 Chapter 24 - Glow Up
25 Chapter 25 - Musuh Zara
26 Chapter 26 - Kembali Ke Mansion
27 Chapter 27 - Perasaan Aneh Ibu Tiri
28 Chapter 28 - Minta Maaf
29 Chapter 29 - Serangan
30 Chapter 30 - Kuasa Hukum Romy
31 Chapter 31 - Karma
32 Chapter 32 - Menyusul Bapak
33 Chapter 33 - Menerobos
34 Chapter 34 - Hidup Tak Bisa Ditebak
35 Chapter 35 - Kantor Polisi
36 Chapter 36 - Belum Pulang
37 Chapter 37 - Kolam Renang
38 Chapter 38 - Bantuan
39 Chapter 39 - Cuman Mimpi
40 Chapter 40 - Kembali Ke Sekolah
41 Chapter 41 - Idola Sekolah Baru
42 Chapter 42 - Berani
43 Chapter 43 - Rumah Baru Ge
44 Chapter 44 - Serangan Kevin
45 Chapter 45 - Tugas Ge
46 Chapter 46 - Kembali Dengan Motor
47 Chapter 47 - Gebetan Kevin
48 Chapter 48 - Salah Paham
49 Chapter 49 - Ancaman Hukuman
50 Chapter 50 - Hukuman Lain
51 Chapter 51 - Beda Level
52 Chapter 52 - Ketegasan Arif
53 Chapter 53 - Mau Tak Mau
54 Chapter 54 - Teman & Perempuan
55 Chapter 55 - Kabur
56 Chapter 56 - Saudara Tiri
57 Chapter 57 - Ungkapan Zara
58 Chater 58 - Ke Klub Malam
59 Chapter 59 - Gara-Gara Marni
60 Chapter 60 - Berkelahi
61 Chapter 61 - Bukan Bocah Biasa
62 Chapter 62 - Di Blacklist
63 Chapter 63 - Kepergok
64 Chapter 64 - Ada Kabar
65 Chapter 65 - Keadaan Tarno
66 Chapter 66 - Duka
67 Chapter 67 - Memulai Rencana
68 Chapter 68 - Tak Ada Petunjuk
69 Chapter 69 - Berbeda
70 Chater 70 - Cokelat Hangat
71 Chapter 71 - Masih Bertengkar
72 Chater 72 - Ke Kamar
73 Chapter 73 - Aneh
74 Chapter 74 - Hasil Otopsi
75 Chapter 75 - Hukuman
76 Chapter 76 - Dilepaskan
77 Chapter 77 - Permintaan Maaf Kosong
78 Chapter 78 - Pemakaman
79 Chater 79 - Menyusun Rencana
80 Chapter 80 - Pembalasan
81 Chapter 81 - Rencana Di Klub Malam
82 Chapter 82 - Tak Tahu
83 Chapter 83 - Tempat Rahasia
84 Chapter 84 - Rencana Penyusupan
85 Chapter 85 - Misi Bimo & Taufik
86 Chapter 86 - Rekaman CCTV
87 Chapter 87 - Dapat Bukti
88 Chapter 88 - Tidak Gegabah
89 Chapter 89 - Tersebar
90 Chapter 90 - Orang Gila
91 Chapter 91 - Mendapat Balasan
92 Chapter 92 - Lulus
93 Chapter 93 - Dendam
94 Chapter 94 - Saatnya Pergi
95 Chapter 95 - Kuliah
96 Chater 96 - Menolong Naya
97 Chapter 97 - Apartemen Ge
98 Chapter 98 - Terpesona
99 Chapter 99 - Gak Peka
100 Chapter 100 - Seranjang
101 Chapter 101 - Tak Bisa Tidur
102 Chapter 102 - Hanya Mimpi
103 Chapter 103 - Tak Sengaja
104 Chapter 104 - Membersihkan Jejak
105 Chapter 105 - Tak Peduli
106 Chapter 106 - Sekalian Saja
107 Chapter 107 - Dibawa Pergi
108 Chapter 108 - Emergency
109 Chapter 109 - Penemuan Koper
110 Chapter 110 - Pantas Mati
111 Chapter 111 - Ngopi
112 Chapter 112 - Tumbuh Dewasa
113 Chapter 113 - Ending
114 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Chapter 1 - Sage Iskandar
2
Chapter 2 - Membersihkan Toilet
3
Chapter 3 - Pinjaman Cepat
4
Chapter 4 - Menagih Hutang
5
Chapter 5 - Reputasi Palsu
6
Chapter 6 - Tak Jadi Nongkrong
7
Chapter 7 - Belajar Biologi
8
Chapter 8 - Murid Baru
9
Chapter 9 - Bolos
10
Chapter 10 - Pria Asing
11
Chapter 11 - Membuktikan
12
Chapter 12 - Cerita Arif
13
Chapter 13 - Sampel DNA
14
Chapter 14 - Dihukum Lagi
15
Chapter 15 - Tentang Naya
16
Chapter 16 - Di Ajak Ngobrol Cewek Lagi
17
Chapter 17 - Permohonan Tantri Lagi
18
Chapter 18 - Hasil Tes DNA
19
Chapter 19 - Memberitahu
20
Chapter 20 - Seluruh Warisan Katanya
21
Chapter 21 - Ibu & Dua Saudara Tiri Spek Bidadari
22
Chapter 22 - Bersikap Baik
23
Chapter 23 - Keliling Mansion
24
Chapter 24 - Glow Up
25
Chapter 25 - Musuh Zara
26
Chapter 26 - Kembali Ke Mansion
27
Chapter 27 - Perasaan Aneh Ibu Tiri
28
Chapter 28 - Minta Maaf
29
Chapter 29 - Serangan
30
Chapter 30 - Kuasa Hukum Romy
31
Chapter 31 - Karma
32
Chapter 32 - Menyusul Bapak
33
Chapter 33 - Menerobos
34
Chapter 34 - Hidup Tak Bisa Ditebak
35
Chapter 35 - Kantor Polisi
36
Chapter 36 - Belum Pulang
37
Chapter 37 - Kolam Renang
38
Chapter 38 - Bantuan
39
Chapter 39 - Cuman Mimpi
40
Chapter 40 - Kembali Ke Sekolah
41
Chapter 41 - Idola Sekolah Baru
42
Chapter 42 - Berani
43
Chapter 43 - Rumah Baru Ge
44
Chapter 44 - Serangan Kevin
45
Chapter 45 - Tugas Ge
46
Chapter 46 - Kembali Dengan Motor
47
Chapter 47 - Gebetan Kevin
48
Chapter 48 - Salah Paham
49
Chapter 49 - Ancaman Hukuman
50
Chapter 50 - Hukuman Lain
51
Chapter 51 - Beda Level
52
Chapter 52 - Ketegasan Arif
53
Chapter 53 - Mau Tak Mau
54
Chapter 54 - Teman & Perempuan
55
Chapter 55 - Kabur
56
Chapter 56 - Saudara Tiri
57
Chapter 57 - Ungkapan Zara
58
Chater 58 - Ke Klub Malam
59
Chapter 59 - Gara-Gara Marni
60
Chapter 60 - Berkelahi
61
Chapter 61 - Bukan Bocah Biasa
62
Chapter 62 - Di Blacklist
63
Chapter 63 - Kepergok
64
Chapter 64 - Ada Kabar
65
Chapter 65 - Keadaan Tarno
66
Chapter 66 - Duka
67
Chapter 67 - Memulai Rencana
68
Chapter 68 - Tak Ada Petunjuk
69
Chapter 69 - Berbeda
70
Chater 70 - Cokelat Hangat
71
Chapter 71 - Masih Bertengkar
72
Chater 72 - Ke Kamar
73
Chapter 73 - Aneh
74
Chapter 74 - Hasil Otopsi
75
Chapter 75 - Hukuman
76
Chapter 76 - Dilepaskan
77
Chapter 77 - Permintaan Maaf Kosong
78
Chapter 78 - Pemakaman
79
Chater 79 - Menyusun Rencana
80
Chapter 80 - Pembalasan
81
Chapter 81 - Rencana Di Klub Malam
82
Chapter 82 - Tak Tahu
83
Chapter 83 - Tempat Rahasia
84
Chapter 84 - Rencana Penyusupan
85
Chapter 85 - Misi Bimo & Taufik
86
Chapter 86 - Rekaman CCTV
87
Chapter 87 - Dapat Bukti
88
Chapter 88 - Tidak Gegabah
89
Chapter 89 - Tersebar
90
Chapter 90 - Orang Gila
91
Chapter 91 - Mendapat Balasan
92
Chapter 92 - Lulus
93
Chapter 93 - Dendam
94
Chapter 94 - Saatnya Pergi
95
Chapter 95 - Kuliah
96
Chater 96 - Menolong Naya
97
Chapter 97 - Apartemen Ge
98
Chapter 98 - Terpesona
99
Chapter 99 - Gak Peka
100
Chapter 100 - Seranjang
101
Chapter 101 - Tak Bisa Tidur
102
Chapter 102 - Hanya Mimpi
103
Chapter 103 - Tak Sengaja
104
Chapter 104 - Membersihkan Jejak
105
Chapter 105 - Tak Peduli
106
Chapter 106 - Sekalian Saja
107
Chapter 107 - Dibawa Pergi
108
Chapter 108 - Emergency
109
Chapter 109 - Penemuan Koper
110
Chapter 110 - Pantas Mati
111
Chapter 111 - Ngopi
112
Chapter 112 - Tumbuh Dewasa
113
Chapter 113 - Ending
114
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!