Business ° 03

...Harus memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin!!...

...- Tirtha Anreyasatria -...

Menahan dua insan di depan matanya saat ini adalah cara paling jahat yang di lakukan Tirtha. Pria itu kini malah mengajak Rama maupun Sella pindah tempat, untuk melanjutkan obrolan mereka setelah makan. Tanpa peduli akan keluhan dari Sella yang terus saja mengancam Tirtha, seperti 'aku tidak akan ingin m lagi bertemu dengan mu setelah ini' Tapi hal itu sangat mustahil. Karena, Tirtha akan mencari cara untuk menahan Sella agar tidak pergi jauh dari kehidupannya.

"Aku akan mengantar mu pulang, kau tidak perlu khawatir." Bujuk Tirtha pada Sella yang terus saja mengeluh karena tidak bisa mendapat bus malam ini karena Tirtha.

"Bagaimana kau akan mengantar ku pulang? Jika kau sendiri pun tidak membawa kendaraan mu." Sungut Sella tidak begitu cepat. Sekilas mengarahkan dagunya pada Tirtha yang tersenyum kecil, tanpa dosa.

"Jalan kaki. Aku akan mengantar mu dengan kaki ku." Tirtha memberi balasan dengan sudut bibir yang tersungging. Entah kenapa membuat pria itu malu sendiri. Tapi berbeda dengan Sella, perempuan itu malah semakin kesal. Dan Sella hanya bisa menipiskan bibirnya, untuk menahan emosi dalam sukmanya.

Sedangkan Rama yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, dengan senyumannya. Rasanya Rama juga ingin kembali ke rumahnya, tapi pria itu harus bertahan demi keinginan Tirtha. Jika pun rumah mereka saat ini sangat dekat, tapi entah kenapa Tirtha juga menahannya untuk tetap tinggal disini.

"Bagaimana, apa kalian masih juga menolak tawaran ku? Hemm?" Cetus Tirtha melihat kedua temannya itu secara bergantian.

"Jika kalian bergabung dengan ku itu akan memudahkan ku untuk menjalankan perusahaan." Sambung Tirtha dengan cepat, sembari membenarkan posisi duduknya. Tanpa mengalihkan sedikit pun pandangannya dari kedua temannya. Mengabaikan pesan yang masuk ke dalam handphonenya.

"Kenapa kau tidak membuka lowongan pekerjaan? Itu akan jauh lebih memudahkan mu." Rama menimpalkan perkataannya yang langsung mendapat anggukan kecil dari Sella.

"Benar apa yang Rama katakan. Kau bisa menemukan orang-orang yang memiliki pengalaman dari pada kita." Sambung Sella.

"Bukankah lebih baik menarik orang-orang yang kita kenal dulu, dari pada mendatangkan orang baru?" Spontan Tirtha memiringkan sedikit kepalanya. Karena merasa aneh sendiri mendengar perkataannya yang sangat ambigu.

Tidak lama Tirtha kembali pada posisinya, tanpa peduli akan perkataannya yang terdengar ambigu di telinga teman-temannya. "Kalian tidak memiliki pekerjaan bukan? Jadi apa alasannya kalian menolak tawaran ku? Bukankah itu sangat bagus?"

"Aku akan memikirkannya lagi. Dan aku juga harus mendiskusikannya dengan orang tua ku. Tidak mungkin jika aku pergi tanpa restu dari mereka." Cetus Sella tidak begitu cepat mengatakannya. Sella benar-benar ingin mengakhiri obrolannya malam ini bersama siapapun. Karena Sella harus pulang, ia tidak mau ketinggalan bus untuk kesekian kalinya.

Belum juga Tirtha memberi balasan untuk Sella. Kini pria itu melihat pesan yang baru saja dikirim oleh seseorang di seberang sana. Membuat Tirtha tersenyum sedikit miring. Hal itu langsung dimanfaatkan Sella, agar bisa enyah dari pandangan Tirtha.

"Kau ingin kemana?" Cetus Tirtha begitu spontan saat melihat Sella mulai menyimpan ponselnya ke dalam tas selempang wanita itu.

"Aku harus pulang. Aku tidak mau membuat orang rumah khawatir. Dan pastinya kau sudah puas melihat wajah ku." Balas Sella yang penuh harap pada Tirtha untuk tidak lagi menahannya untuk tetap tinggal.

"Sebentar lagi, lima menit. Temani aku sedikit lebih lama lagi." Pinta Tirtha yang memang harus menahan Sella. Karena Tirtha ingin sekali mempertemukan Sella dengan seseorang.

"Ada Rama disini. Dia bisa menemani mu sampai pagi." Balas Sella.

"Jika aku menerima tawaran Tirtha, apa kau juga akan menerimanya?" Suara Rama yang membuat kedua insan itu menatap Rama.

Entah kenapa pria itu ingin mencari topik obrolan, agar Sella diam di tempatnya saat ini. Karena tadi Rama tidak sengaja melihat isi pesan milik Tirtha. Hal itu membuat Rama tahu, kenapa Tirtha begitu kekeh menahan Sella.

Sedangkan seseorang yang baru saja menerima balasan dari Tirtha yang memberitahu di mana lokasinya saat ini. Membuat sang empu dengan cepat memutar steering wheel untuk memindahkan posisi mobilnya ke arah jalan raya. Karena dirinya saat ini benar-benar harus datang ke tempat Tirtha.

Bukan karena ia ingin membawa Tirtha pulang secepat mungkin. Hanya saja, pria itu ingin melihat seseorang yang sudah lama tidak menyapa pandangan matanya. Tapi di lain pemikiran, pria itu merasa ragu untuk menunjukkan kehadirannya kembali pada Sella.

Perlahan laju mobil itu semakin tinggi, tanpa rasa takut menyelinap benak sang pria. Karena isi kepalanya kini tengah mengingat masa lalunya. Di mana saat kaki jenjang itu mulai melangkah masuk kedalam luas sekolah menengah atas. Dan di tempat itu sang pria bertemu dengan Sella.

Diam sejenak,Tama berusaha mengatur napasnya yang entah kenapa memburu saat tiba di lokasi di mana Tirtha berada. "Kenapa teman itu harus dia?"

Huft--

Dengan keberanian yang ada, Tama melepas sabuk pengaman yang melekat tubuhnya. Sebelum keluar dari dalam mobil untuk melangkah masuk di mana tempat yang ternyata tidak begitu jauh dari rumahnya.

Saat berada di dalam tempat itu, Tama mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Tirtha yang kini spontan melambaikan sebentar tangan kanannya saat kedua matanya bertemu dengan milik Tama. Dan hal itu membuat Sella maupun Rama mengikuti arah pandang Tirtha.

"Ternyata tidak hanya Sella yang ada di sana." Gumam Tama, sekilas menunduk sembari mengusap ujung hidungnya dengan jari telunjuk kanannya.

Sebentar memainkan lidahnya di dalam mulut, dengan pandangan ke sembarang arah. Kini Tama melangkah mendekat dengan tampang datar, tanpa sedikit pun senyum di wajahnya.

"Seharusnya kau langsung pulang ke rumah. Bukannya datang ke tempat seperti ini." Gerutu Tama yang begitu rendah sembari duduk di kursi yang kosong. Dengan kedua mata berusaha untuk menghindarkan diri dari sapaan Sella.

"Tama, bagaimana dengan kabar mu?" Sangat hati-hati kalimat itu keluar dari mulut Sella. Karena Sella tahu, jika Tama tengah menjaga jarak dengannya. Tapi Sella tidak akan menciptakan suasana canggung antara dirinya dengan Tama.

"Oh__ Sella? Kau disini juga?" Senyum canggung Tama tampilkan, sembari membalas tatapan dari Sella. Padahal Tama ingin menghindari kontak mata dengan Sella. Tapi nyatanya itu tidak bisa Tama lakukan.

"Kau terlihat tidak menyukai ku disini? Apa kau marah padamu?" Cibir Sella yang entah kenapa merasa kesal sendiri melihat sikap dingin dari Tama.

"Aku tidak marah padamu. Dan aku juga tidak mengatakannya jika aku tidak menyukai mu." Cetus Tama, merasa tidak adil. Karena Sella senang sekali menyudutkannya dengan wajah cantiknya itu.

"Tapi sikap mu__" bukannya Sella tidak mampu untuk menuntaskan perkataannya. Hanya saja, mulut tipis milik Tama begitu senang menyelanya.

"Sikap ku? Ada apa dengan sikap ku?"

Tirtha dan Rama yang melihat itu hanya bisa membuang napas pasrah. Terutama Tirtha, pria itu sangat berharap Tama memanfaatkan kesempatan yang Tirtha beri. Tapi, temannya satu itu malah membuat suasananya perlahan menjadi kelam. Apalagi saat wajah Sella yang sedikit ditekuk. Itu benar-benar membuat Tirtha menyesal karena telah memberitahu Tama akan posisinya saat ini.

"Padahal harapku bukan seperti ini." Gumam Tirtha yang sangat rendah. Dan hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.

Terpopuler

Comments

Anyelir

Anyelir

semangat kak

2026-05-14

1

Kevin

Kevin

semangat trus kak

2026-04-28

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog ° Bussiness
2 Business ° 01
3 Business ° 02
4 Business ° 03
5 Business ° 04
6 Business ° 05
7 Business ° 06
8 Business ° 07
9 Business ° 08
10 Business ° 09
11 Business ° 10
12 Business ° 11
13 Business ° 12
14 Business ° 13
15 Business ° 14
16 Business ° 15
17 Business ° 16
18 Business ° 17
19 Business ° 18
20 Business ° 19
21 Business ° 20
22 Business ° 21
23 Business ° 22
24 Business ° 23
25 Business ° 24
26 Business ° 25
27 Business ° 26
28 Business ° 27
29 Business ° 28
30 Business ° 29
31 Business ° 30
32 Business ° 31
33 Business ° 32
34 Business ° 33
35 Business ° 34
36 Business ° 35
37 Business ° 36
38 Business ° 37
39 Business ° 38
40 Business ° 39
41 Business ° 40
42 Business ° 41
43 Business ° 42
44 Business ° 43
45 Business ° 44
46 Business ° 45
47 Business ° 46
48 Business ° 47
49 Business ° 48
50 Business ° 49
51 Business ° 50
52 Business ° 51
53 Business ° 52
54 Business ° 53
55 Business ° 54
56 Business ° 55
57 Business ° 56
58 Business ° 57
59 Business ° 58
60 Business ° 59
61 Business ° 60
62 Business ° 61
63 Business ° 62
64 Business ° 63
65 Business ° 64
66 Business ° 65
67 Business ° 66
68 Business ° 67
69 Business ° 68
70 Business ° 69
71 Business ° 70
72 Business ° 71
73 Business ° 72
74 Business ° 73
75 Business ° 74
76 Business ° 75
77 Business ° 76
78 Business ° 77
79 Business ° 78
80 Business ° 79
81 Business ° 80 [ Selesai ]
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Prolog ° Bussiness
2
Business ° 01
3
Business ° 02
4
Business ° 03
5
Business ° 04
6
Business ° 05
7
Business ° 06
8
Business ° 07
9
Business ° 08
10
Business ° 09
11
Business ° 10
12
Business ° 11
13
Business ° 12
14
Business ° 13
15
Business ° 14
16
Business ° 15
17
Business ° 16
18
Business ° 17
19
Business ° 18
20
Business ° 19
21
Business ° 20
22
Business ° 21
23
Business ° 22
24
Business ° 23
25
Business ° 24
26
Business ° 25
27
Business ° 26
28
Business ° 27
29
Business ° 28
30
Business ° 29
31
Business ° 30
32
Business ° 31
33
Business ° 32
34
Business ° 33
35
Business ° 34
36
Business ° 35
37
Business ° 36
38
Business ° 37
39
Business ° 38
40
Business ° 39
41
Business ° 40
42
Business ° 41
43
Business ° 42
44
Business ° 43
45
Business ° 44
46
Business ° 45
47
Business ° 46
48
Business ° 47
49
Business ° 48
50
Business ° 49
51
Business ° 50
52
Business ° 51
53
Business ° 52
54
Business ° 53
55
Business ° 54
56
Business ° 55
57
Business ° 56
58
Business ° 57
59
Business ° 58
60
Business ° 59
61
Business ° 60
62
Business ° 61
63
Business ° 62
64
Business ° 63
65
Business ° 64
66
Business ° 65
67
Business ° 66
68
Business ° 67
69
Business ° 68
70
Business ° 69
71
Business ° 70
72
Business ° 71
73
Business ° 72
74
Business ° 73
75
Business ° 74
76
Business ° 75
77
Business ° 76
78
Business ° 77
79
Business ° 78
80
Business ° 79
81
Business ° 80 [ Selesai ]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!