Business ° 04

... Tidak akan memaksa hal yang sudah ditetapkan~...

...- Tirtha Anreyasatria -...

Hanya bisa diam menyunggingkan senyumannya, sembari melambaikan sebentar tangan kanannya ke arah Sella yang berada di dalam bus. Kini melaju ke arah di mana tempat tinggal Sella.

Tirtha beralih pada seseorang yang sensasi tadi hanya menutup rapat mulutnya dengan pandangan melihat ke sembarang arah, sebelum sadar akan tatapan tajam penuh arti dari Tirtha. Kini Tama mengangguk kecil untuk menutupi kegugupannya saat kedua matanya bertemu dengan milik Tirtha.

"Berhentilah menatapku, itu membuat ku tidak nyaman." Rendah Tama. Sesekali mengalihkan pandangannya ke bawah. Dan Tama pun juga merasa bersalah karena tidak bisa menahan mulutnya saat berhadapan dengan Sella.

Dengan berani Tama kini membalas tatapan Tirtha senyum miringnya, sebelum membuka mulutnya kembali untuk bersuara. "Aku tidak bisa tanggung jawab, jika kau jatuh cinta padaku."

"Aku membenci mu, aku sangat membenci mu." Kesal Titha yang harus menahan tangannya agar tidak melayang menciptakan luka diwajah Tama. Dan kini Tirtha memilih untuk melangkah pergi dari hadapan Tama.

"Itu jauh lebih baik daripada kau menyimpan perasaan padaku." Seru Tama sebagai balasan. Tersenyum manis pada Rama yang mengangguk kecil. Dan dengan santainya Tama merangkul Rama untuk berjalan beriringan mengikuti kemana arah perginya Tirtha.

Dan perkataan Tama membuat Tirtha menghentikan langkahnya dengan napas berat. Sebelum membalikan tubuhnya melangkah mendekati Tama, refleks melangkah mundur diikuti oleh Rama yang terlihat bingung sendiri, melihat tingkah dua temannya.

"Kenapa kau tidak memanfaatkan kesempatan yang aku beri?" Geram Tirtha sembari berjalan ke arah Tama dan menunjukkan temannya itu dengan wajah kesalnya. Rasanya Tirtha ingin menonjok wajah Tama saat ini juga.

"Kenapa aku selalu membuang waktu di saat kau berhadapan dengannya langsung? Apa sesulit itu, kau bersikap sedikit lebih baik padanya?" Tirtha kembali membuka suaranya. Pria itu terlihat seperti orang yang tidak akan pernah memberi ruang untuk lawan bicara tuk menyuarakan pendapatnya.

"Mungkin itu akan mudah bagimu. Tapi bagiku itu sangat berat." ekspresi sedih itu terlihat jelas di wajah Tama yang merasa jika dewi fortuna tidak benar-benar senang melihatnya bahagia hidup di muka bumi ini.

"Bagaimana mungkin aku bisa berteman dengan orang yang jelas-jelas menolak ku." Tambah Tama yang mampu membuat Tirtha maupun Rama membuang napas prihatin, melihat keadaan Tama saat ini.

"Apalagi dia terlihat sangat nyaman saat bersama mu." Tanpa diduga kalimat itu keluar dari mulut Tama yang kembali membuat Tirtha geram.

"Kau ingin melihatnya lebih nyaman saat bersama ku?" Tantang Tirtha, mampu membuat Tama membuang napas berat, pandangan minat ke bawah.

"Tirtha hanya memberi tawaran untuk Sella. Kau tidak perlu khawatir, Tirtha tidak akan merebutnya darimu." Timpal Rama yang sejak tadi diam membisu, kini pria itu membuka suaranya untuk menenangkan Tama. Dan berusaha untuk menjadi penghalang, agar Tirtha tidak meluapkan emosinya lagi pada Tama.

"Jika dia egois, dia tidak akan perduli dengan mu. Tirtha pasti sudah mengajak Sella berumah tangga. Karena seorang wanita hanya butuh pembuktian tanpa omong kosong." Entah sebuah nasehat atau hanya ingin membuat Tama semakin overthinking, Rama melontarkannya. Tapi yang jelas Rama tidak ingin melihat Tirtha dan Tama bermusuhan hanya karena seorang perempuan.

"Memangnya tawaran apa yang kau berikan padanya?" Tanya Tama memilih untuk mengalihkan topik pembicaraan itu akan meredakan api amarah yang telah menguasi jiwa dan pikiran mereka.

"Kau tahu bukan, jika perusahaan itu akan aku kelola. Jadi aku butuh banyak orang untuk membantu ku. Dan aku memberi tawaran pada Sella, agar dia mah bergabung dengan perusahaan. Tidak hanya Sella, aku juga menawari Rama. Mungkin kau pun juga akan aku tarik ke perusahaan." Penjelasan singkat dari Tirtha membuat kepala Tama mengangguk kecil.

"Kenapa kau tidak membuka lowongan pekerjaan? Mungkin dengan hal itu kau akan cepat mendapat karyawan." Bukannya penasaran, Tama hanya ingin tahu. Kenapa Tirtha malah memilih mencari karyawan tanpa membuka lowongan pekerjaan.

Padahal jika Tirtha memberi kesempatan orang-orang yang tengah mencari pekerjaan. Kemungkinan Tirtha akan mendapat orang-orang yang kualitas. Tapi sayangnya Tama juga tidak bisa melarang keinginan Tirtha.

"Mungkin aku akan melakukannya, tapi tidak untuk sekarang." Tirtha memberi balasan. Diam sesaat, sebelum membuka mulutnya kembali untuk bersuara. "Karena aku ingin membantu teman-teman ku lebih dulu."

"Menarik orang-orang yang kita kenal untuk bekerja sama membangun bisnis bersama itu tidak akan mendatangkan kerugian sedikitpun. Kecuali jika sejak awal mereka sudah punya penyakit iri itu akan sulit untuk dihilangkan sebagai kebiasan." Kembali menyuarakan isi kepalanya. Dan langsung mendapat anggukkan kecil dari Tama maupun Rama yang sangat menyetujui perkataan dari Tirtha.

Tama mengangguk kecil, menelan ludahnya lebih dulu sebelum menanggapi apa yang di katakan Tirtha. "Terus, langkah seperti apa yang ingin kau lakukan?"

"Aku harus mengumpulkan orang-orang baik terlebih dahulu, setelah itu aku akan mengajak kalian berdiskusi di perusahaan." Sekilas Tirtha menunduk dengan ludah yang tertelan. Menatap kedua temannya itu penuh harap.

"Atau tidak, jika kalian bertemu dengan teman-teman yang lain. Mungkin kalian bisa mengajaknya." Meminta bantuan pada siapapun itu tidak akan membuat harga diri Tirtha merasa rendah. Melainkan, itu akan membuat lawan bicaranya merasa di hargai dan dapat di percaya.

Rama yang mengangguk paham mendengar perkataan dari Tirtha, kini pria itu melihat ke arah arloji di pergelangan tangan kanannya. Dan beralih pada Tirtha. "Sepertinya aku harus pergi saat ini, karena aku harus menjemput Yumna."

"Ohh__ kau bisa membawa mobil ku untuk menjemput Yumna." Tawar Tama begitu saja. Karena jarak tempat bimbel Yumna dengan posisi mereka saat ini benar-benar memakam banyak waktu.

"Tidak perlu!! Aku bisa naik bus. Dan Yumna juga tidak akan mau jika aku membawa mobil mu." Balas Rama yang menolak apa tawaran dari Tama.

"Kau bisa mengantarkannya, Yumna tidak akan menolak jika itu bersamamu." Cetus Tirtha tanpa berpikir dua kali. Karena Tirtha tahu seperti apa Yumna, saudara kandung dari Rama.

"Bagaimana?" Tanya Tama sembari menatap Rama yang terlihat tidak enak sendiri.

"Bagaimana dengan Tirtha? Kau datang kesini berniat menjemput Tirtha. Tapi kau malah pergi bersama ku." Tidak begitu cepat Rama memberi balasan. Kedua matanya sesekali melihat ke arah Tirtha.

"Kau tidak perlu khawatir. Jarak rumah dari sini juga tidak begitu jauh. Dan kau harus menjemput Yumna saat ini. Apa kau ingin melihatnya marah saat kau telat menjemputnya?" Ucap Tirtha, mendapat anggukkan dari Tama. Karena menyetujui apa yang dikatakan Tirtha.

"Pergilah bersama Tama." Pinta Tirtha yang melihat Rama masih diam di tempat.

"Kau hati-hati dijalan." Final Rama. Melangkah pergi bersama Tama ke arah dimana mobil Tana terpakir. Meninggalkan Tirtha sendiri yang tersenyum melihat mobil hitam milik Tama kini melaju melewatinya begitu saja dijalan raya.

Terpopuler

Comments

Anyelir

Anyelir

kak, suatu hubungan yang sebenarnya belum selesai itu bagaimana cara menyelesaikannya??

2026-05-28

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog ° Bussiness
2 Business ° 01
3 Business ° 02
4 Business ° 03
5 Business ° 04
6 Business ° 05
7 Business ° 06
8 Business ° 07
9 Business ° 08
10 Business ° 09
11 Business ° 10
12 Business ° 11
13 Business ° 12
14 Business ° 13
15 Business ° 14
16 Business ° 15
17 Business ° 16
18 Business ° 17
19 Business ° 18
20 Business ° 19
21 Business ° 20
22 Business ° 21
23 Business ° 22
24 Business ° 23
25 Business ° 24
26 Business ° 25
27 Business ° 26
28 Business ° 27
29 Business ° 28
30 Business ° 29
31 Business ° 30
32 Business ° 31
33 Business ° 32
34 Business ° 33
35 Business ° 34
36 Business ° 35
37 Business ° 36
38 Business ° 37
39 Business ° 38
40 Business ° 39
41 Business ° 40
42 Business ° 41
43 Business ° 42
44 Business ° 43
45 Business ° 44
46 Business ° 45
47 Business ° 46
48 Business ° 47
49 Business ° 48
50 Business ° 49
51 Business ° 50
52 Business ° 51
53 Business ° 52
54 Business ° 53
55 Business ° 54
56 Business ° 55
57 Business ° 56
58 Business ° 57
59 Business ° 58
60 Business ° 59
61 Business ° 60
62 Business ° 61
63 Business ° 62
64 Business ° 63
65 Business ° 64
66 Business ° 65
67 Business ° 66
68 Business ° 67
69 Business ° 68
70 Business ° 69
71 Business ° 70
72 Business ° 71
73 Business ° 72
74 Business ° 73
75 Business ° 74
76 Business ° 75
77 Business ° 76
78 Business ° 77
79 Business ° 78
80 Business ° 79
81 Business ° 80 [ Selesai ]
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Prolog ° Bussiness
2
Business ° 01
3
Business ° 02
4
Business ° 03
5
Business ° 04
6
Business ° 05
7
Business ° 06
8
Business ° 07
9
Business ° 08
10
Business ° 09
11
Business ° 10
12
Business ° 11
13
Business ° 12
14
Business ° 13
15
Business ° 14
16
Business ° 15
17
Business ° 16
18
Business ° 17
19
Business ° 18
20
Business ° 19
21
Business ° 20
22
Business ° 21
23
Business ° 22
24
Business ° 23
25
Business ° 24
26
Business ° 25
27
Business ° 26
28
Business ° 27
29
Business ° 28
30
Business ° 29
31
Business ° 30
32
Business ° 31
33
Business ° 32
34
Business ° 33
35
Business ° 34
36
Business ° 35
37
Business ° 36
38
Business ° 37
39
Business ° 38
40
Business ° 39
41
Business ° 40
42
Business ° 41
43
Business ° 42
44
Business ° 43
45
Business ° 44
46
Business ° 45
47
Business ° 46
48
Business ° 47
49
Business ° 48
50
Business ° 49
51
Business ° 50
52
Business ° 51
53
Business ° 52
54
Business ° 53
55
Business ° 54
56
Business ° 55
57
Business ° 56
58
Business ° 57
59
Business ° 58
60
Business ° 59
61
Business ° 60
62
Business ° 61
63
Business ° 62
64
Business ° 63
65
Business ° 64
66
Business ° 65
67
Business ° 66
68
Business ° 67
69
Business ° 68
70
Business ° 69
71
Business ° 70
72
Business ° 71
73
Business ° 72
74
Business ° 73
75
Business ° 74
76
Business ° 75
77
Business ° 76
78
Business ° 77
79
Business ° 78
80
Business ° 79
81
Business ° 80 [ Selesai ]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!