Bab 5. Kematian Mirasih

Duka besar menyelimuti keluarga Narti saat ini setelah mereka dapat memastikan bahwa yang meninggal dunia dengan cara sadis itu memang Mirasih anak gadis mereka, Narti sudah berulang kali pingsan karena dia tidak sanggup melihat sendiri bagaimana keadaan sang anak yang begitu brutal sekali mengalami kematian, bahkan mereka tidak tahu siapa yang sudah membunuh Mirasih.

Nanti nya juga akan sangat sulit ketika mereka harus mencari tahu siapa yang telah menjadi pelaku dalam kematian ini, tentu saja karena hukum membutuhkan uang juga untuk menindak lanjuti tegas dalam hal tersebut, sedangkan mereka sama sekali tidak memiliki uang untuk melakukan itu semua di kampung ini.

Jangan kan untuk membayar aparat kepolisian agar masalah tersebut bisa diurus dengan tuntas, untuk makan sehari-hari saja terkadang mereka begitu kesulitan sehingga jelas tidak mungkin kasus ini bisa diungkap dengan benar, banyak warga yang sudah menebak bahwa kasus tersebut akan mengambang di tengah jalan karena Narti yang tidak memiliki uang.

Mereka hanya bisa meratap ketika melihat sosok Mirasih seorang gadis cantik yang selama ini bisa dikatakan sebagai bunga desa di kampung mereka, namun sekarang dia harus mengalami nasib yang begitu tragis dan bahkan mereka tidak tahu kemana Jarwo pergi saat ini, karena sebenarnya mereka ingin bertanya kepada Jarwo tentang tragedi Mirasih tersebut.

Tapi banyak juga yang mengatakan bahwa Mirasih tidak pergi bersama dengan Jarwo ketika dia sedang menonton organ tunggal malam itu, beberapa teman menyebut bahwa Jarwo ada bersama dengan mereka dan minum alkohol bersama juga, namun mereka tidak melihat keberadaan Mirasih ada di sana sehingga jelas Jarwo tidak terlibat dalam hal ini.

Namun Narti sendiri kekeh mengatakan bahwa kematian Mirasih jelas ada sangkut paut dengan Jarwo itu, kalau bukan Jarwo yang sebagai pelaku namun pasti nanti Jarwo akan mengetahui juga bagaimana kejadian itu bisa berlangsung dan Mirasih mengalami hal buruk seperti ini, setidaknya dia sebagai kekasih tentu saja bisa melindungi Mirasih bila memang Jarwo mencintai gadis tersebut.

Tapi untuk meluruskan prasangka itu tentu saja tidak mudah karena keluarga Jarwo yang bisa di katakan kaya raya pasti tidak akan terima, bahkan selama ini saja sudah banyak desas-desus yang mengatakan bahwa keluarga Jarwo tidak pernah bisa menerima Mirasih sebagai calon menantu.

Jadi bagaimana mungkin ini Narti bisa mendesak keluarga Jarwo untuk mengakui bahwa ini semua ada sangkut paut dengan pemuda itu, sekarang baru mereka semua merasakan bahwa hidup menjadi orang miskin begitu menderita sekali karena mereka tidak memiliki hak untuk berbicara, semua orang memang memiliki hak untuk berbicara namun suara mereka akan di dengar bila memiliki uang.

"Anak kuuuuu.... ini semua pasti Jarwo yang sudah mengetahui tentang kematian Mirasih." Narti berteriak sambil memeluk jasad sang anak.

"Istigfar, jangan terlalu larut dalam sedih seperti ini." Hamdan sebenarnya juga sedih namun dia tidak tega melihat sang istri.

"Aku tidak mau kehilangan anak dengan cara seperti ini, Kenapa dia membunuh Mirasih dengan cara yang begitu keji?!" teriak Narti seperti orang gila.

"Aduh aku kasihan sekali melihat dia." Kinan dari desa sebelah juga datang melayat karena dia adalah teman Narti dekat.

"Kami sama sekali tidak menyangka juga kalau Mirasih akan mengalami nasib buruk seperti ini." sambung Puspita.

"Kok bisa ada orang yang begitu tega melakukan pembunuhan seperti ini." Kinan menahan rasa perih di dalam hati.

"Eh terlebih lagi saat dia masih tergantung di pohon kapuk itu, Ya Allah rasanya begitu ngeri membayangkan rasa sakit yang Mirasih alami." Puspita berkata dengan tubuh merinding.

Kinan menahan nafas karena dia juga merasa ngeri walau tadi dia hanya melihat sekali lewat tentang keadaan tubuh Mirasih, namun mendengar dari cerita mereka semua saja sudah cukup membuat hati ini berdebar kencang dan dia merasa tidak sanggup untuk berkata banyak tentang keadaan Mirasih saat ini, lebih ketika dia melihat Narti yang begitu histeris.

...****************...

Udara malam terasa begitu mencekam ketika tadi siang baru ada seorang gadis yang meninggal dunia dengan cara sadis, usai tahlilan dari rumah Narti maka seluruh warga tidak ada yang berani keluar dari rumah karena mereka merasa malam ini terasa ada yang berbeda dan lebih baik untuk mendekam saja di dalam rumah.

Padahal belum ada yang pernah melihat keberadaan hantu Mirasih namun mereka sudah memiliki firasat tersendiri, lagi pula walau dia menjadi hantu maka tidak mungkin dalam waktu yang begitu dekat karena baru tadi siang dia dikuburkan dan tidak mungkin dalam waktu begitu singkat dia langsung menjadi arwah gentayangan.

"Mas apa memang Mirasih meninggal karena disakiti Jarwo ya?" Laila bertanya kepada Arifin.

"Ya Mas juga tidak tahu dia meninggal karena apa, siapa pelaku dari kejadian ini pun masih belum bisa ditebak." Arifin berkata dengan nada pelan.

"Mirasih ini juga kadang keras kepala, Mbak Narti sudah sering ngomong sama aku kalau dia itu kadang pusing sekali memikirkan Mirasih." kesal Laila.

"Itu lah yang aku pusing juga, lagian dia kok ya bisa nekat tidak pulang." keluh Arifin.

"Salah Mirasih memang, udah tau orang tua susah malah bukannya membantu tapi justru membuat masalah semakin rumit saja." kesal Laila karena dia mengetahui bagaimana tabiat Mirasih.

"Anak zaman sekarang begitu sulit memahami orang tua, malah kadang justru semakin memaksa tanpa mengetahui bahwa orang tua mencari uang sampai jungkir balik." ucap Arifin.

"Iya, kadang aku juga tidak paham kenapa dia bisa bersikap demikian tanpa memahami kalau Mbak Narti itu tidak punya uang." rutuk Laila.

Mirasih memang tipe yang tidak tahu diri sehingga kadang orang lain yang melihat dia menjadi kesal bukan main, padahal dia juga bisa bekerja untuk membantu keluarga agar bisa mendapat tambahan uang, setidaknya bisa untuk membeli keperluan dia sendiri sebagai seorang gadis namun itu tidak pernah Mirasih lakukan selama ini.

"Jarwo banyak memberi dia uang sehingga dia malas untuk bekerja." timpal Laila.

"Eh jangan ngomong sembarangan seperti itu karena kita tidak tahu juga hubungan Mirasih dan Jarwo." Arifin menegur sang istri.

"Aku tidak berbicara sembarangan, saat Jarwo memberikan uang untuk Mirasih maka aku melihat kejadian itu." cetus Laila karena dia memang melihat.

Arifin menarik nafas panjang karena memang Laila tidak akan berbicara demikian bila dia tidak melihat dengan mata kepala dia sendiri, terlebih lagi Arifin pun mengenal bagaimana tabiat sang istri, Laila tidak akan berbicara sembarangan sebelum dia melihat secara langsung bagaimana kejadian itu telah terjadi dan ini juga menyangkut saudara mereka sendiri.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

Terpopuler

Comments

ρυтяσ kang'typo✨

ρυтяσ kang'typo✨

ya lah mana ada lelaki ngasih uang cuma" sama smgadis kalo g ada maksud tertentu... dan teryataaaaaa, kan setelah sudah banyak nagsih uang nagih yang berharga eeee setelah'y di buang bagaikan sampah😭😭🤧🤧jadi wanita emang harus kuat iman weeeeh, jangan mudah tergoda apa lagi menggoda... lelaki g di goda aja tergoda

2026-04-03

2

Dewi

Dewi

mirasih klo jdi hanti bunuh lah org" yg sudh membunuhmu untg mulut yg julid ckup di ksih pljran jgan kau bnuh jg..
nnti kmu klo bnuh org tk brdosa bkal brurusan sm mba pur

2026-04-16

0

Ela Jutek

Ela Jutek

kutunggu kau jadi kunti Sih, terus teror lah

2026-03-30

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mirasih
2 Bab 2. Belum pulang
3 Bab 3.Mayat tergantung
4 Bab 4. Arifin mengenali
5 Bab 5. Kematian Mirasih
6 Bab 6. Laila
7 Bab 7. Mayat Laila
8 Bab 8. Menuduh Mirasih
9 Bab 9. kesedihan Narti
10 Bab 10. Menggembala kambing
11 Bab 11. Kecemasan Sarmini
12 Bab 12. Iwan hilang
13 Bab 13. Mencari Iwan
14 Bab 14. Belum ketemu
15 Bab 15. Tekad Narti
16 Bab 16. Himbauan Pak Rt
17 Bab 17. korban lagi
18 Bab 18. Untung ada Mansur
19 Bab 19. Gosip dulu
20 Bab 20. Debat dengan Pak RT
21 Bab 21. Percakapan
22 Bab 22. Suara kambing
23 Bab 23. Di sesatkan
24 Bab 24. di rumah Purnama
25 Bab 25. Mansur ngompol
26 Bab 26. Kedatangan Purnama
27 Bab 27. Masih menyelidiki
28 Bab 28. Mencari dukun
29 Bab 29. Akan cari dukun
30 Bab 30. Dukun paten
31 Bab 31. memulai ritual
32 Bab 32. Iblis ratusan tahun
33 Bab 33. debat Sarmini
34 Bab 34. Narti mendengar
35 Bab 35. Purnama datang.
36 Bab 36. Rahasia
37 Bab 37. Jenderal perang
38 Bab 38. peringatan kematian
39 Bab 39. peringatan sungai darah
40 Bab 40. Kembali debat
41 Bab 41. Mirasih atau bukan
42 Bab 42. Nolan jadi tumbal
43 Bab 43. Menemukan
44 Bab 44. Bertarung
45 Bab 45. debat dengan Arifin
46 Bab 46. Di paksa pulang.
47 Bab 47. mukade
48 Bab 48. Jarwo tertekan
49 Bab 49. Bertemu Purnama.
50 Bab 50. Cerita Jarwo
51 Bab 51. Flashback
52 Bab 52. Flashback part 2
53 Bab 53. Flashback off
54 Bab 54. Sarmini
55 Bab 55. Saiyara keras kepala
56 Bab 56. Kuku Nana patah
57 Bab 57. Saiyara
58 Bab 58. Ketakutan tiga gadis
59 Bab 59. Memberi laporan
60 Bab 60. Narti kabur
61 Bab 61. Mencari Sarmini
62 Bab 62. Memberitahu Sagara
63 Bab 63. Sedih nya Sagara
64 Bab 64. Mengurus mayat Hamdan
65 Bab 65. Mengatur rencana
66 Bab 66. Menghajar Jarwo
67 Bab 67. Arya bergerak
68 Bab 68. Menangkap Mirasih
69 Bab 69. Arjuna
70 Bab 70. Korban lagi
71 Bab 71. Derita Nana
72 Bab 72. Perjuangan Sagara
73 Bab 73. Serangan bola api
74 Bab 74. Pengorbanan
75 Bab 75. Jarwo
76 Bab 76. Kembali
77 Bab 77. Mayat Jarwo
78 Bab 78. Duka Anita
79 Bab 79. Fitnah Arifin
80 Bab 80. Belum ada penawar
81 Bab 81. Rencana
82 Bab 82. Mendapat mangsa
83 Bab 83. Musnah nya Mirasih
84 Bab 84. Penyerangan
85 Bab 85. Pertempuran
86 Bab 86. Helm
87 Bab 87. Kekalahan
88 Bab 88. Menyiksa
89 Bab 89. Rasa bahagia Narti
90 Bab 90. Selesai
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 1. Mirasih
2
Bab 2. Belum pulang
3
Bab 3.Mayat tergantung
4
Bab 4. Arifin mengenali
5
Bab 5. Kematian Mirasih
6
Bab 6. Laila
7
Bab 7. Mayat Laila
8
Bab 8. Menuduh Mirasih
9
Bab 9. kesedihan Narti
10
Bab 10. Menggembala kambing
11
Bab 11. Kecemasan Sarmini
12
Bab 12. Iwan hilang
13
Bab 13. Mencari Iwan
14
Bab 14. Belum ketemu
15
Bab 15. Tekad Narti
16
Bab 16. Himbauan Pak Rt
17
Bab 17. korban lagi
18
Bab 18. Untung ada Mansur
19
Bab 19. Gosip dulu
20
Bab 20. Debat dengan Pak RT
21
Bab 21. Percakapan
22
Bab 22. Suara kambing
23
Bab 23. Di sesatkan
24
Bab 24. di rumah Purnama
25
Bab 25. Mansur ngompol
26
Bab 26. Kedatangan Purnama
27
Bab 27. Masih menyelidiki
28
Bab 28. Mencari dukun
29
Bab 29. Akan cari dukun
30
Bab 30. Dukun paten
31
Bab 31. memulai ritual
32
Bab 32. Iblis ratusan tahun
33
Bab 33. debat Sarmini
34
Bab 34. Narti mendengar
35
Bab 35. Purnama datang.
36
Bab 36. Rahasia
37
Bab 37. Jenderal perang
38
Bab 38. peringatan kematian
39
Bab 39. peringatan sungai darah
40
Bab 40. Kembali debat
41
Bab 41. Mirasih atau bukan
42
Bab 42. Nolan jadi tumbal
43
Bab 43. Menemukan
44
Bab 44. Bertarung
45
Bab 45. debat dengan Arifin
46
Bab 46. Di paksa pulang.
47
Bab 47. mukade
48
Bab 48. Jarwo tertekan
49
Bab 49. Bertemu Purnama.
50
Bab 50. Cerita Jarwo
51
Bab 51. Flashback
52
Bab 52. Flashback part 2
53
Bab 53. Flashback off
54
Bab 54. Sarmini
55
Bab 55. Saiyara keras kepala
56
Bab 56. Kuku Nana patah
57
Bab 57. Saiyara
58
Bab 58. Ketakutan tiga gadis
59
Bab 59. Memberi laporan
60
Bab 60. Narti kabur
61
Bab 61. Mencari Sarmini
62
Bab 62. Memberitahu Sagara
63
Bab 63. Sedih nya Sagara
64
Bab 64. Mengurus mayat Hamdan
65
Bab 65. Mengatur rencana
66
Bab 66. Menghajar Jarwo
67
Bab 67. Arya bergerak
68
Bab 68. Menangkap Mirasih
69
Bab 69. Arjuna
70
Bab 70. Korban lagi
71
Bab 71. Derita Nana
72
Bab 72. Perjuangan Sagara
73
Bab 73. Serangan bola api
74
Bab 74. Pengorbanan
75
Bab 75. Jarwo
76
Bab 76. Kembali
77
Bab 77. Mayat Jarwo
78
Bab 78. Duka Anita
79
Bab 79. Fitnah Arifin
80
Bab 80. Belum ada penawar
81
Bab 81. Rencana
82
Bab 82. Mendapat mangsa
83
Bab 83. Musnah nya Mirasih
84
Bab 84. Penyerangan
85
Bab 85. Pertempuran
86
Bab 86. Helm
87
Bab 87. Kekalahan
88
Bab 88. Menyiksa
89
Bab 89. Rasa bahagia Narti
90
Bab 90. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!