Pusat perbelanjaan elit di pusat kota biasanya menjadi tempat favorit bagi para sosialita untuk memamerkan tas Hermes terbaru mereka. Namun pagi ini, mall tersebut terasa seperti zona karantina. Arkan berjalan di tengah, diapit oleh Evelyn dan Lana, sementara dua pengawal pribadinya berjalan lima meter di belakang sambil membawa koper berisi masker N95 cadangan dan cairan pembersih udara portabel.
"Lana, aku sudah bilang, kita ke bagian furnitur saja. Aku perlu membeli sprei baru dengan kerapatan benang 2000 per inci agar kuman tidak bisa menyelip," keluh Arkan, wajahnya tertutup masker hitam yang sangat rapat.
Lana mendengus, ia menarik lengan daster Evelyn yang hari ini bermotif *semangka raksasa*. "Kak Arkan, sprei tidak akan membuat Kak Eve terlihat cantik. Kita ke butik Viper-Chic di lantai tiga. Ada koleksi jaket kulit terbaru!"
Evelyn hanya bisa pasrah ditarik ke sana kemari. "I-iya, Tuan Arkan... lagipula daster Eve yang gambar wortel kemarin sudah bolong digigit hantu martabak."
Arkan menyipitkan mata. Hantu martabak lagi? Gadis ini benar-benar konsisten dengan bualannya.
Sesampainya di butik mewah itu, Lana langsung beraksi. Ia mengambil sebuah gaun hitam backless yang sangat ketat dan sebuah jaket kulit motor dengan ritsleting perak yang tajam.
"Kak Eve, coba ini! Kak Arkan, Kakak tunggu di sini. Jangan semprotkan disinfektan ke pelayan butiknya, mereka sudah mandi tadi pagi!" pesan Lana sebelum mendorong Evelyn ke dalam ruang ganti.
Di dalam ruang ganti yang sempit, Evelyn segera mengubah ekspresinya. Ia tidak mencoba baju. Ia mengeluarkan sebuah alat pemindai frekuensi kecil dari balik bra-nya.
"Ed, dengar?" bisik Evelyn ke arah jam tangannya.
"Jelas, Queen. Arkan sedang berdiri di depan ruang ganti. Dia sedang... tunggu, dia sedang mengelap kursi tunggu dengan tisu alkohol. Dia sangat sibuk," lapor Edward dari markas.
"Bukan itu! Lacak sinyal dari ponsel Arkan. Samuel pasti sedang mengirimkan hasil restorasi wajah dari CCTV pasar malam. Aku harus menya…
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"
Bab 15:
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 47 Episodes
Comments