Matahari pagi di Zurich bersinar pucat, menembus kaca antipeluru di fasilitas pelatihan bawah tanah Knight Company. Ruangan itu adalah definisi dari obsesi Arkan: dinding beton yang dilapisi cat antibakteri, sirkulasi udara yang melewati tiga tahap filtrasi, dan lantai yang begitu bersih hingga pantulan lampu neon di atasnya tampak seperti garis tajam.
Arkan Alesandro Knight berdiri di tengah ruangan, mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung rapi hingga siku. Di hadapannya, sebuah meja baja tahan karat menyajikan deretan senjata api yang sudah dibongkar, dibersihkan dengan cairan ultrasonik, dan disusun berdasarkan kaliber.
"Tuan Arkan... kenapa kita ke sini? Eve lebih suka ke perpustakaan atau ke toko sabun," cicit Evelyn. Ia berdiri dengan bahu merosot, mengenakan hoodie kebesaran yang membuatnya tampak seperti remaja yang tersesat. Kacamata tebalnya (versi baru yang dikirim Arkan pagi ini) bertengger miring di hidungnya.
Arkan tidak menoleh. Ia sedang memasang magasin ke dalam sebuah Glock 17 perak. "Dunia ini tidak seaman perpustakaanmu, Evelyn. Kejadian semalam membuktikan bahwa kuman-kuman seperti Dmitri bisa datang kapan saja. Aku tidak bisa menjagamu 24 jam dalam radius satu meter."
Arkan berbalik, menatap mata Evelyn di balik lensa tebal. "Kau harus belajar cara menyingkirkan kotoran sebelum kotoran itu menyentuhmu."
Evelyn menelan ludah. Sial. Dia sedang mengujiku. Dia tahu aku bisa menembak, tapi dia ingin melihat bagaimana aku berpura-pura tidak bisa melakukannya di bawah tekanan.
"Sini," perintah Arkan.
Evelyn melangkah maju dengan ragu. Arkan mengambil sebuah pistol kecil, Walther PPK yang ringan dan elegan. Ia menyemprotkan sedikit antiseptik ke gagang senjata itu sebelum menyerahkannya pada Evelyn.
"Pegang ini. Gunakan kedua tanganmu," ucap Arkan.
Evelyn menerima senjata itu dengan tangan yang sengaja dibuat sedikit gemetar. Ia memegangnya seolah-olah sedang memegang tikus mati—jijik dan takut. "T-tuan, ini berat banget! Nanti kalau meledak gi…
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"
Bab 31
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 47 Episodes
Comments