Bab 29: Panggilan dari Menara Hitam

Panas dari liontin di dada Arga menjalar ke seluruh tubuhnya, membakar sisa-sisa kelumpuhan yang disebabkan oleh cahaya liontin bintang. Benang Emas di Dantian-nya berdenyut liar, merespons panggilan yang berasal dari menara batu hitam di kejauhan. Panggilan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa, tapi menggetarkan setiap serat jiwanya.

Tetua Abu masih berdiri dengan liontin bintang terangkat tinggi, cahaya keemasannya mendominasi lembah. Darmaji dan Sinta membeku di tempat, tubuh mereka kaku seperti patung. Hanya Arga yang bisa bergerak—perlahan, sangat perlahan, tapi pasti.

"Menarik." Tetua Abu menatapnya dengan mata menyipit. "Kau masih bisa bergerak. Darah Penjaga dalam dirimu lebih kuat dari yang kukira."

Arga tidak menjawab. Ia fokus pada panggilan dari menara. Suara itu bukan suara dalam arti sebenarnya—lebih seperti tarikan naluriah, seperti anak burung yang tahu persis ke mana harus terbang meski belum pernah melihat sarangnya. Liontin lingkaran di dadanya dan liontin bulan sabit di kotak logam Darmaji bergetar dengan frekuensi yang sama, menciptakan harmoni yang hanya bisa ia rasakan.

"Menara itu memanggilmu." Tetua Abu mengikuti arah pandangan Arga. "Aku juga merasakannya. Tapi aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas. Hanya keturunan Penjaga yang bisa." Ia menurunkan liontin bintangnya sedikit. "Apa yang dikatakannya?"

Arga tetap diam. Ia menutup mata dan membiarkan panggilan itu mengalir ke dalam dirinya.

"Datanglah..."

Suara itu. Bukan suara pria atau wanita. Suara yang seolah berasal dari masa lalu dan masa depan sekaligus.

"Datanglah, darah Penjaga. Bawa dua saudaranya. Satukan kami..."

Arga membuka matanya. "Menara itu ingin ketiga liontin disatukan."

Tetua Abu tersenyum lebar. "Persis seperti yang kuduga. Menara itu adalah kunci sebenarnya. Bukan gerbang di belakang kita." Ia menatap menara hitam dengan mata berkilat. "Di sanalah gerbang ke Langit Kesepuluh berada. Tersembunyi di dalam menara."

"Kau tidak akan bisa membukanya sendiri," kata Ar…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Mommy Dza

Mommy Dza

Nasib apa yg menunggunya 🥹

2026-04-11

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Runtuhnya Langit Kesembilan
2 Bab 2: Warisan Tubuh Sampah
3 Bab 3: Benang Perak dari Langit Kesepuluh
4 Bab 4: Liontin Darah Langit
5 Bab 5: Taring Pertama di Hutan Timur
6 Bab 6: Gua Bayangan dan Taring Batu
7 Bab 7: Langkah Bayangan di Bawah Bulan
8 Bab 8: Darah di Hutan Kabut
9 Bab 9: Menjelang Festival
10 Bab 10: Sang Bayangan yang Tak Terduga
11 Bab 11: Di Bawah Bayang-Bayang Surya
12 Bab 12: Kebangkitan di Atas Batu Hitam
13 Bab 13: Bayang-Bayang yang Mengintai
14 Bab 14: Bisikan dari Balik Luka
15 Bab 15: Panggilan dari Kedalaman
16 Bab 16: Pencurian di Lembah Abu
17 Bab 17: Gua dan Pemburu
18 Bab 18: Taring di Tepi Sungai
19 Bab 19: Benang Emas
20 Bab 20: Bayangan di Balik Jubah Merah
21 Bab 21: Benang-Benang Takdir
22 Bab 22: Latihan di Bawah Tanah
23 Bab 23: Misi Pertama
24 Bab 24: Guncangan di Lembah Batu Tujuh
25 Bab 25: Dua Pecahan
26 Bab 26: Jejak Bintang di Atas Perkamen
27 Bab 27: Di Balik Tirai Kabut
28 Bab 28: Tetua Abu dan Liontin Ketiga
29 Bab 29: Panggilan dari Menara Hitam
30 Bab 30: Tangga Menuju Keabadian
31 Bab 31: Pulang dengan Kemenangan
32 Bab 32: Benih yang Tumbuh dalam Diam
33 Bab 33: Jejak Menuju Selatan
34 Bab 34: Tanah Suci yang Terlupakan
35 Bab 35: Medan Pertempuran Kuno
36 Bab 36: Gema yang Terkubur
37 Bab 37: Lembah yang Menyimpan Waktu
38 Bab 38: Tahun yang Membentuk Kembali
39 Bab 39: Enam Bulan Kemudian
40 Bab 40: Jejak Menuju Utara
41 Bab 41: Dinding Menuju Pondasi
42 Bab 42: Jalur Tersembunyi Menuju Utara
43 Bab 43: Kuil di Puncak Kesedihan
44 Bab 44: Jiwa yang Tak Terkalahkan
45 Bab 45: Bisikan dalam Perjalanan Pulang
46 Bab 46: Pulang ke Tempat yang Berubah
47 Bab 47: Latihan Batin dan Bisikan yang Menguat
48 Bab 48: Perjalanan dengan Bayangan
49 Bab 49: Jejak yang Membayangi
50 Bab 50: Kitab dari Dalam Makam
51 Bab 51: Guncangan dalam Diam
52 Bab 52: Kembali ke Lembah yang Berubah
53 Bab 53: Awal dan Akhir Segalanya
54 Bab 54: Pilihan di Antara Dua Keabadian
55 Bab 55: Peta dari Masa Lalu
56 Bab 56: Danau yang Memantulkan Jiwa
57 Bab 57: Kenangan Pertama
58 Bab 58: Konfrontasi di Tepi Danau
59 Bab 59: Lembah Abu dan Bayangan Masa Lalu
60 Bab 60: Jejak Menuju Puncak Sunyi
61 Bab 61: Kembali ke Denyut Lembah
62 Bab 62: Di Bawah Kanopi Lupa
63 Bab 63: Pulau di Ujung Selatan
64 Bab 64: Aku Ada
65 Bab 65: Fajar yang Baru
66 Bab 66: Langkah Pertama ke Utara
67 Bab 67: Lonceng yang Berbisik
68 Bab 68: Bayangan dari Keheningan
69 Bab 69: Jejak di Langit Pertama
70 Bab 70: Tamu dari Atas
71 Bab 71: Langit Kelima
72 Bab 72: Langit Ketujuh yang Terluka
73 Bab 73: Terowongan Kenangan
74 Bab 74: Murid yang Tersesat
75 Bab 75: Gema dari Lembah Abu
76 Bab 76: Ruang Pemulihan
77 Bab 77: Benih Baru di Atas Reruntuhan
78 Bab 78: Menuju Langit Para Dewa
79 Bab 79: Ruang Para Dewa yang Sepi
80 Bab 80: Menara Kesaksian
81 Bab 81: Jalan yang Belum Ditempuh
82 Bab 82: Bisikan dari Sebelum Awal
83 Bab 83: Kembali ke Denyut Rumah
84 Bab 84: Tamu dari Lautan Atas
85 Bab 85: Arus yang Memanggil
86 Bab 86: Pusaran Tak Berujung
87 Bab 87: Kota di Dasar Kenangan
88 Bab 88: Bisikan dari Palung Sunyi
89 Bab 89: Menuju Kegelapan yang Hidup
90 Bab 90: Jatuh Menuju Diri Sendiri
91 Bab 91: Cahaya yang Kembali
92 Bab 92: Arsitektur Jiwa dan Tingkatan Kekuatan
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 1: Runtuhnya Langit Kesembilan
2
Bab 2: Warisan Tubuh Sampah
3
Bab 3: Benang Perak dari Langit Kesepuluh
4
Bab 4: Liontin Darah Langit
5
Bab 5: Taring Pertama di Hutan Timur
6
Bab 6: Gua Bayangan dan Taring Batu
7
Bab 7: Langkah Bayangan di Bawah Bulan
8
Bab 8: Darah di Hutan Kabut
9
Bab 9: Menjelang Festival
10
Bab 10: Sang Bayangan yang Tak Terduga
11
Bab 11: Di Bawah Bayang-Bayang Surya
12
Bab 12: Kebangkitan di Atas Batu Hitam
13
Bab 13: Bayang-Bayang yang Mengintai
14
Bab 14: Bisikan dari Balik Luka
15
Bab 15: Panggilan dari Kedalaman
16
Bab 16: Pencurian di Lembah Abu
17
Bab 17: Gua dan Pemburu
18
Bab 18: Taring di Tepi Sungai
19
Bab 19: Benang Emas
20
Bab 20: Bayangan di Balik Jubah Merah
21
Bab 21: Benang-Benang Takdir
22
Bab 22: Latihan di Bawah Tanah
23
Bab 23: Misi Pertama
24
Bab 24: Guncangan di Lembah Batu Tujuh
25
Bab 25: Dua Pecahan
26
Bab 26: Jejak Bintang di Atas Perkamen
27
Bab 27: Di Balik Tirai Kabut
28
Bab 28: Tetua Abu dan Liontin Ketiga
29
Bab 29: Panggilan dari Menara Hitam
30
Bab 30: Tangga Menuju Keabadian
31
Bab 31: Pulang dengan Kemenangan
32
Bab 32: Benih yang Tumbuh dalam Diam
33
Bab 33: Jejak Menuju Selatan
34
Bab 34: Tanah Suci yang Terlupakan
35
Bab 35: Medan Pertempuran Kuno
36
Bab 36: Gema yang Terkubur
37
Bab 37: Lembah yang Menyimpan Waktu
38
Bab 38: Tahun yang Membentuk Kembali
39
Bab 39: Enam Bulan Kemudian
40
Bab 40: Jejak Menuju Utara
41
Bab 41: Dinding Menuju Pondasi
42
Bab 42: Jalur Tersembunyi Menuju Utara
43
Bab 43: Kuil di Puncak Kesedihan
44
Bab 44: Jiwa yang Tak Terkalahkan
45
Bab 45: Bisikan dalam Perjalanan Pulang
46
Bab 46: Pulang ke Tempat yang Berubah
47
Bab 47: Latihan Batin dan Bisikan yang Menguat
48
Bab 48: Perjalanan dengan Bayangan
49
Bab 49: Jejak yang Membayangi
50
Bab 50: Kitab dari Dalam Makam
51
Bab 51: Guncangan dalam Diam
52
Bab 52: Kembali ke Lembah yang Berubah
53
Bab 53: Awal dan Akhir Segalanya
54
Bab 54: Pilihan di Antara Dua Keabadian
55
Bab 55: Peta dari Masa Lalu
56
Bab 56: Danau yang Memantulkan Jiwa
57
Bab 57: Kenangan Pertama
58
Bab 58: Konfrontasi di Tepi Danau
59
Bab 59: Lembah Abu dan Bayangan Masa Lalu
60
Bab 60: Jejak Menuju Puncak Sunyi
61
Bab 61: Kembali ke Denyut Lembah
62
Bab 62: Di Bawah Kanopi Lupa
63
Bab 63: Pulau di Ujung Selatan
64
Bab 64: Aku Ada
65
Bab 65: Fajar yang Baru
66
Bab 66: Langkah Pertama ke Utara
67
Bab 67: Lonceng yang Berbisik
68
Bab 68: Bayangan dari Keheningan
69
Bab 69: Jejak di Langit Pertama
70
Bab 70: Tamu dari Atas
71
Bab 71: Langit Kelima
72
Bab 72: Langit Ketujuh yang Terluka
73
Bab 73: Terowongan Kenangan
74
Bab 74: Murid yang Tersesat
75
Bab 75: Gema dari Lembah Abu
76
Bab 76: Ruang Pemulihan
77
Bab 77: Benih Baru di Atas Reruntuhan
78
Bab 78: Menuju Langit Para Dewa
79
Bab 79: Ruang Para Dewa yang Sepi
80
Bab 80: Menara Kesaksian
81
Bab 81: Jalan yang Belum Ditempuh
82
Bab 82: Bisikan dari Sebelum Awal
83
Bab 83: Kembali ke Denyut Rumah
84
Bab 84: Tamu dari Lautan Atas
85
Bab 85: Arus yang Memanggil
86
Bab 86: Pusaran Tak Berujung
87
Bab 87: Kota di Dasar Kenangan
88
Bab 88: Bisikan dari Palung Sunyi
89
Bab 89: Menuju Kegelapan yang Hidup
90
Bab 90: Jatuh Menuju Diri Sendiri
91
Bab 91: Cahaya yang Kembali
92
Bab 92: Arsitektur Jiwa dan Tingkatan Kekuatan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!