Panas dari liontin di dada Arga menjalar ke seluruh tubuhnya, membakar sisa-sisa kelumpuhan yang disebabkan oleh cahaya liontin bintang. Benang Emas di Dantian-nya berdenyut liar, merespons panggilan yang berasal dari menara batu hitam di kejauhan. Panggilan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa, tapi menggetarkan setiap serat jiwanya.
Tetua Abu masih berdiri dengan liontin bintang terangkat tinggi, cahaya keemasannya mendominasi lembah. Darmaji dan Sinta membeku di tempat, tubuh mereka kaku seperti patung. Hanya Arga yang bisa bergerak—perlahan, sangat perlahan, tapi pasti.
"Menarik." Tetua Abu menatapnya dengan mata menyipit. "Kau masih bisa bergerak. Darah Penjaga dalam dirimu lebih kuat dari yang kukira."
Arga tidak menjawab. Ia fokus pada panggilan dari menara. Suara itu bukan suara dalam arti sebenarnya—lebih seperti tarikan naluriah, seperti anak burung yang tahu persis ke mana harus terbang meski belum pernah melihat sarangnya. Liontin lingkaran di dadanya dan liontin bulan sabit di kotak logam Darmaji bergetar dengan frekuensi yang sama, menciptakan harmoni yang hanya bisa ia rasakan.
"Menara itu memanggilmu." Tetua Abu mengikuti arah pandangan Arga. "Aku juga merasakannya. Tapi aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas. Hanya keturunan Penjaga yang bisa." Ia menurunkan liontin bintangnya sedikit. "Apa yang dikatakannya?"
Arga tetap diam. Ia menutup mata dan membiarkan panggilan itu mengalir ke dalam dirinya.
"Datanglah..."
Suara itu. Bukan suara pria atau wanita. Suara yang seolah berasal dari masa lalu dan masa depan sekaligus.
"Datanglah, darah Penjaga. Bawa dua saudaranya. Satukan kami..."
Arga membuka matanya. "Menara itu ingin ketiga liontin disatukan."
Tetua Abu tersenyum lebar. "Persis seperti yang kuduga. Menara itu adalah kunci sebenarnya. Bukan gerbang di belakang kita." Ia menatap menara hitam dengan mata berkilat. "Di sanalah gerbang ke Langit Kesepuluh berada. Tersembunyi di dalam menara."
"Kau tidak akan bisa membukanya sendiri," kata Ar…
Sang Kaisar Abadi Yang Terlahir Kembali
Bab 29: Panggilan dari Menara Hitam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
Mommy Dza
Nasib apa yg menunggunya 🥹
2026-04-11
2