Pasir di bawah kaki Arga terasa panas, menusuk telapak kakinya yang hanya beralaskan sandal kulit tipis. Langit merah di atasnya membentang tanpa matahari, tanpa bulan, tanpa bintang—hanya warna darah yang membeku, seolah langit itu sendiri pernah terluka dan tidak pernah sembuh. Angin kering berembus, membawa butiran pasir yang menusuk kulit dan bau besi berkarat—bau darah yang telah mengering selama ribuan tahun.
Di kejauhan, bayangan-bayangan mulai bergerak.
Awalnya hanya titik-titik gelap di cakrawala. Tapi semakin dekat, semakin jelas bentuknya. Mereka bukan manusia. Tubuh mereka terbuat dari kegelapan yang berasap, dengan mata merah menyala seperti bara. Beberapa berjalan dengan dua kaki, membawa pedang dan tombak yang juga terbuat dari kegelapan. Yang lain merangkak dengan empat kaki, berbentuk seperti serigala raksasa tanpa bulu, rahang mereka menganga memperlihatkan taring-taring asap.
Gema musuh para Penjaga.
Arga mengatur napas. Benang Emas di Dantian-nya berdenyut lebih cepat, mengalirkan energi ke seluruh tubuhnya. Liontin tiga bentuk di dadanya memanas, seolah memberinya peringatan sekaligus dukungan. Ia mencabut pisau berkarat dari pinggangnya—senjata yang sama yang telah menemaninya sejak awal. Di tempat ini, pisau itu terasa berbeda. Lebih berat. Seolah medan pertempuran kuno ini memberinya bobot yang tidak ia miliki di dunia nyata.
"Temukan gema para Penjaga," suara Larasati bergema di ingatannya. "Mereka akan membantumu."
Tapi di padang pasir luas ini, ia tidak melihat tanda-tanda sekutu. Hanya musuh. Puluhan, mungkin ratusan, bergerak mendekat dari segala arah.
Bertahan dulu. Mencari nanti.
Bayangan pertama mencapai jarak serang. Sebuah sosok humanoid dengan pedang asap mengayunkan senjatanya ke arah kepala Arga. Gerakannya cepat, tapi masih dalam batas yang bisa diikuti mata Arga.
Langkah Bayangan Bulan.
Arga bergerak ke samping, pedang asap itu meleset beberapa senti dari bahunya. Tanpa membuang waktu, ia membalas dengan Cakaran Naga Penghancur…
Sang Kaisar Abadi Yang Terlahir Kembali
Bab 35: Medan Pertempuran Kuno
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
Mommy Dza
Arga mau dimangsa 🥹 haddehh
hancurkan dia Arga
2026-04-11
2