Izin Diberikan

Xu Qung memejamkan mata sejenak. Dadanya naik turun pelan menahan rasa kesal yang bercampur pasrah. Di hadapannya, Lan Suya masih duduk dengan wajah tenang seolah tak baru saja melempar ancaman halus.

Tetua Agung itu akhirnya membuka mata. Tatapannya tajam namun nada suaranya jauh lebih berat dari sebelumnya.

“Ya’er… kau memang tidak pernah berubah.”

Lan Suya tersenyum kecil. Namun kali ini senyumnya tak lagi penuh godaan. Ia justru tampak sedikit lebih serius.

“Aku tahu kau mengkhawatirkan Gao Rui.”

Xu Qung mendengus pelan.

“Kalau kau tahu… kenapa masih memaksanya pergi?”

Lan Suya tidak langsung menjawab. Ia menatap Xu Qung beberapa saat lalu perlahan meletakkan cangkir tehnya.

“Aku memang menggertakmu tadi.” katanya terus terang. “Tapi… alasan utamaku bukan itu.”

Xu Qung sedikit mengernyit. Lan Suya menarik napas pelan. Sorot matanya kini berubah lebih dalam.

“Aku hanya menjalankan amanat gurunya, Boqin Changing..”

Mendengar nama itu ekspresi Xu Qung langsung berubah. Ia menatap Lan Suya lebih serius.

“Boqin Changing?”

Lan Suya mengangguk.

“Dia menitipkan pesan.”

Ruangan mendadak sunyi.

“Ia berkata selain mewariskan jalan kultivasinya kepada Gao Rui, ia juga ingin anak itu mengenal dunia luar. Mengenal bagaimana dunia ini bergerak… bukan hanya lewat pedang, tapi juga lewat akal, relasi, dan kekuatan yang tersembunyi di balik layar.”

Xu Qung diam.

Lan Suya melanjutkan… suaranya tenang.

“Kelompok Dagang Harta Langitku… juga dia titipkan pada Gao Rui.”

Tatapan Xu Qung sedikit bergetar.

“Hmmm....”

Lan Suya mengangguk mantap.

“Boqin Changing berkata… cepat atau lambat, Gao Rui akan memikul lebih banyak hal dari yang kita bayangkan. Karena itu… ia memintaku membimbing Gao Rui juga di urusan kelompok dagang.”

Xu Qung tak langsung menjawab. Ia terdiam cukup lama mencerna setiap kata.

Ia tahu betul siapa Boqin Changing. Orang itu memang terlihat santai, sangat tenang. Namun jika sudah menyangkut Gao Rui tak mungkin ia berbicara sembarangan. Jika Boqin Changing sampai menitipkan Kelompok Dagang Harta Langit berarti ia benar-benar telah memikirkan masa depan muridnya jauh ke depan.

Xu Qung perlahan menghela napas. Pada akhirnya wajah kerasnya sedikit melunak.

“Jadi… ini alasan sebenarnya.”

Lan Suya tersenyum tipis.

“Ya.”

Xu Qung memejamkan mata sesaat. Lalu dengan nada berat, ia akhirnya berkata,

“Baiklah.”

Lan Suya mengangkat alis.

“Kau mengizinkan?”

Xu Qung membuka mata. Tatapannya tetap tajam.

“Jangan salah paham. Aku bukan luluh karena ancamanmu soal istriku.”

Lan Suya menahan tawa.

“Aku tahu.”

Xu Qung mendengus.

“Aku mengizinkan… karena ini pesan Boqin Changing. Dan karena Gao Rui memang tak bisa selamanya dikurung di dalam sekte.”

Lan Suya tersenyum lega.

“Kakak ipar memang orang yang bijak.”

Xu Qung melotot tipis.

“Jangan menjilat.”

Lan Suya tertawa kecil.

Namun Xu Qung belum selesai. Wajahnya kembali serius.

“Tapi ada satu hal.”

Lan Suya menatapnya.

“Apa?”

Xu Qung bersandar sedikit lalu berkata pelan namun tegas,

“Bagaimana kau menjamin keselamatan Gao Rui selama perjalanan?”

Ruangan kembali hening.

Xu Qung menatap Lan Suya lurus-lurus.

“Kau tahu sendiri.. nama Gao Rui sudah terlalu besar sekarang. Dunia persilatan sedang kacau. Bisa jadi para pendekar aliran hitam akan mengincarnya.”

Lan Suya tersenyum tenang.

“Kalau itu… serahkan padaku.”

Xu Qung mengernyit.

“Hanya begitu?”

Lan Suya mengangkat dagu sedikit.

“Aku sendiri sudah cukup kuat untuk melindunginya.”

Xu Qung langsung mengerutkan kening. Ia tentu tahu kekuatan Lan Suya. Wanita itu bukan hanya pemimpin kelompok dagang tapi juga seorang pendekar suci dengan tujuh gerbang terbuka. Di dunia persilatan, kemampuan Lan Suya cukup tinggi.

Namun tetap saja, di mata Xu Qung, Gao Rui bukan murid biasa. Anak itu terlalu berharga.

“Hanya mengandalkan dirimu saja… masih belum cukup membuatku tenang,” ujar Xu Qung pelan.

Lan Suya menatapnya lalu tiba-tiba tertawa.

Xu Qung mengangkat alis.

“Apa yang lucu?”

Lan Suya menutup mulutnya masih menahan senyum.

“Kakak ipar… wajahmu barusan lucu sekali.”

Xu Qung mendengus.

“Jangan main-main.”

Lan Suya akhirnya menggeleng sambil tersenyum.

“Aku tadi hanya bercanda.”

Xu Qung menyipit.

Lan Suya lalu melanjutkan dengan tenang,

“Aku tidak akan pergi hanya berdua dengan Gao Rui.”

Tatapan Xu Qung sedikit berubah.

“Aku sudah menyiapkan pengawal.”

Lan Suya menyandarkan tubuhnya santai.

“Mereka semua pendekar kuat lama yang bergabung dengan Kelompok Dagang Harta Langit. Orang-orang yang bukan hanya setia… tapi juga sudah menempuh banyak badai bersamaku.”

Xu Qung diam mendengar itu. Lan Suya menatapnya mantap.

“Ada dua orang pendekar kuat yang akan ikut. Masing-masing cukup kuat untuk menjadi tetua di sekte. Ditambah aku sendiri… perjalanan ini akan aman.”

Xu Qung akhirnya mengangguk pelan. Untuk pertama kalinya sejak percakapan ini dimulai hatinya sedikit tenang.

Ia lalu bertanya,

“Kapan kau berangkat?”

Lan Suya menjawab tanpa ragu,

“Besok pagi.”

Xu Qung langsung menatapnya.

“Besok?”

Lan Suya tertawa kecil.

“Kenapa? Terlalu mendadak?”

Xu Qung mendengus.

“Tentu saja mendadak.”

Lan Suya tersenyum manis, sorot matanya penuh kelicikan yang akrab.

“Kalau terlalu lama kutunda… aku takut kau berubah pikiran.”

Xu Qung terdiam sesaat… lalu tak bisa menahan diri untuk menggeleng sambil tersenyum pahit.

“Kau benar-benar menyebalkan.”

Lan Suya berdiri anggun dari kursinya.

“Tapi tetap adik iparmu.....”

Xu Qung mendecak.

“Cepat pergi sebelum aku benar-benar berubah pikiran.”

Lan Suya tertawa renyah. Ia melangkah ke pintu lalu berhenti sebentar. Menoleh dengan senyum yang lebih lembut.

“Tenang saja, Kakak Ipar.”

Nada suaranya kali ini sungguh-sungguh.

“Aku akan membawa Gao Rui pergi… dan mengembalikannya dengan selamat.”

Xu Qung menatapnya. Beberapa saat, ia hanya mengangguk pelan.

Lan Suya pun akhirnya pergi. Pintu ruang tamu tertutup perlahan. Suasana kembali hening. Xu Qung duduk diam cukup lama. Menatap cangkir teh yang kini sudah dingin. Ia lalu menghela napas panjang.

“Bocah itu… takdirnya sepertinya cukup rumit.”

Tatapannya menembus jendela, menuju puncak gunung di kejauhan. Entah kenapa di balik rasa khawatirnya ada firasat samar. Bahwa perjalanan Gao Rui kali ini mungkin akan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.

...******...

Selepas keluar dari kediaman Xu Qung, langkah Lan Suya tidak langsung menuju rumahnya. Wanita itu justru berbelok ke jalan kecil yang mengarah ke rumah sederhana milik Gao Rui.

Di tangannya, ada sebuah kotak bekal kayu berukir halus. Dari sela tutupnya, samar tercium aroma daging panggang madu, sup jamur pegunungan, dan kue manis khas restoran miliknya.

Lan Suya tersenyum kecil.

“Bocah itu pasti belum makan enak hari ini…”

Angin siang berembus lembut. Langit mulai berwarna putih kebiruan ketika ia akhirnya tiba di halaman rumah Gao Rui.

Dari kejauhan, ia melihat seorang bocah duduk santai di teras kayu rumahnya. Gao Rui duduk tenang. Satu lututnya terangkat, tangan kirinya bersandar di paha, sementara matanya memandang langit syang perlahan berubah warna. Wajahnya terlihat damai, namun tetap membawa ketenangan khas seseorang yang jauh lebih dewasa dari usianya.

Lan Suya berhenti sejenak. Sorot matanya melembut. Entah kenapa, setiap kali melihat Gao Rui, ia selalu teringat sosok gurunya. Ada ketenangan yang sama, ada sorot mata yang sama seolah anak ini memang dilahirkan untuk berjalan di jalan yang luar biasa.

Ia pun melangkah mendekat.

“Rui’er…”

Suara lembut itu membuat Gao Rui menoleh. Begitu melihat siapa yang datang, wajahnya langsung sedikit terkejut. Namun kemudian senyum hormat muncul di bibirnya.

“Bibi Ya?”

Lan Suya tertawa kecil mendengar sapaan itu.

“Kenapa? Kau tak senang melihatku?”

Gao Rui buru-buru menggeleng.

“Tentu tidak. Aku hanya sedikit terkejut.”

Lan Suya naik ke teras, lalu tanpa basa-basi menyodorkan kotak bekal kayu di tangannya.

“Aku mampir untuk mengantarkan ini.”

Gao Rui menatap kotak itu, lalu aroma makanan yang hangat segera menyentuh hidungnya. Mata pemuda itu sedikit membesar.

“Ini…”

Lan Suya tersenyum bangga.

“Makanan dari restoranku. Aku tahu kau habis latihan.”

Gao Rui tersenyum tipis. Ia menerima kotak bekal itu dengan kedua tangan.

“Terima kasih, Bibi Ya.”

Nada suaranya tulus.

Lan Suya mengangguk puas, lalu tanpa sungkan duduk di samping Gao Rui di teras.

Suasana siang itu terasa tenang. Angin gunung bertiup lembut membawa aroma tanah dan pepohonan. Beberapa saat, keduanya hanya duduk diam. Gao Rui membuka kotak bekal itu perlahan. Aroma makanan langsung menyebar semakin kuat.

Lan Suya meliriknya lalu tersenyum geli.

“Lihat wajahmu. Baru mencium aromanya saja… matamu sudah berbinar.”

Gao Rui tertawa kecil. Ia merasa nyaman berbincang santai seperti ini.

Lan Suya menatap wajah bocah itu beberapa saat. Lalu dengan nada yang jauh lebih lembut dari biasanya, ia berkata,

“Rui’er…”

Gao Rui menoleh.

“Besok… aku akan pergi ke ibukota.”

Angin seolah berhenti sesaat. Tatapan Gao Rui sedikit berubah. Ia menatap Lan Suya dengan tenang. Lan Suya tersenyum tipis lalu melanjutkan,

“Aku ada urusan kelompok dagang di sana. Banyak hal yang harus kuurus.”

Ia menatap lurus ke depan ke arah pegunungan yang mulai gelap.

“Dunia di luar sana sangat luas. Jauh lebih luas daripada yang bisa kau lihat dari sekte ini.”

Lan Suya lalu menoleh pada Gao Rui. Matanya lembut namun penuh makna.

“Jadi… bagaimana?”

Ia tersenyum tipis.

“Besok… apakah kau mau ikut denganku ke ibukota?”

Terpopuler

Comments

Nanik S

Nanik S

Rui ...masih terlalu polos dan jangan sampai terjebak kelicikan Bibi ya . apalagi jangan sampai mau dijodohkan dg LAN Hua. jadilah seperti Gurumu

2026-04-11

1

cahya wisnu

cahya wisnu

thanks thor untuk updatenya. Sedikit Gopay untuk mood booster.

2026-04-11

1

Nanik S

Nanik S

Rui... tidak perlu ikut dan harusnya latihan sendiri

2026-04-11

0

lihat semua
Episodes
1 Gao Rui Pendekar Naga Bintang
2 Berlatih Kembali di Sekte Bukit Bintang
3 Ingin Mengajak Gao Rui Keluar
4 Izin Diberikan
5 Meyakinkan Gao Rui
6 Meninggalkan Sekte
7 Kelompok Harta Langit
8 Hari Pertama Perjalanan
9 Tambang Bijih Besi
10 Membuktikan Ucapan
11 Kemarahan Lan Suya
12 Berkunjung ke Toko Pakaian
13 Ada Pencuri
14 Memberi Pelajaran
15 Penginapan Teratai Emas
16 Mencoba Gaya Lan Suya
17 Beraninya Menyebutku Penipu
18 Tuan Muda Harta Langit
19 Hanya Gao Rui yang Bisa
20 Menyegarkan Suasana
21 Tingkatan Beladiri
22 Tantangan yang Tidak Disengaja
23 Berlatih Tanding
24 Mengambil Hadiah
25 Istana Permata Naga
26 Pesta Keluarga Shou
27 Pemimpin Rumah Dagang Naga Emas
28 Ulang Tahun Nyonya An Ra
29 Di Antara Harta Langit dan Naga Emas
30 Hadiah Pertama Gao Rui
31 Hadiah Kedua Gao Rui
32 Berebut Memperkenalkan Diri
33 Keputusan Ini Kami Batalkan
34 Pesta Akhirnya Berakhir
35 Aku Ingin Kau Bergabung Denganku
36 Menolak Penawaran
37 Meninggalkan Kota
38 Menuju Tambang Emas
39 Mengganggu Kawasan Mereka
40 Sampai di Tempat yang Dituju
41 Cadangan Logam yang Melimpah
42 Pasukan Harimau Darah
43 Gao Rui Pemanah Handal
44 Terus Memberikan Kejutan
45 Gerbang Kota Luohe
46 Ketimpangan yang Nyata
47 Kelompok Anak Muda Kota Luohe
48 Upaya Merundung Gao Rui
49 Gao Rui vs Lingkaran Pewaris Atas
50 Gao Rui vs Dua Pendekar Raja
51 Gao Rui vs Semuanya
52 Berniat Membawanya
53 Dia Tuan Muda Harta Langit
54 Balasan dari Bai Kai
55 Jangan Meremehkan Dunia Ini
56 Rencana Kerjasama
57 Tarik Ulur di Meja Pertemuan
58 Hari yang Melelahkan
59 Fakta yang Mengejutkan
60 Saling Merendahkan Diri
61 Dunia yang Baru untuk Gao Rui
62 Toko Buku Tua
63 Legenda Hidup Kekaisaran Zhou
64 Pertemuan Dua Juara di Masa yang Berbeda
65 Keinginan untuk Kembali
66 Kesepakatan Dua Juara
67 Benda Asing yang Dijual di Toko
68 Kesibukan Sebelum Penandatanganan Kerjasama
69 Masalah Muncul
70 Menenangkan Lan Suya
71 Apa Kau Tidak Keberatan?
72 Bergabung dengan Harta Langit
73 Bantuan Lain
74 Menuju Perkebunan Teh Harta Langit
75 Batalkan Kesepakatan Itu
76 Dalang Utama
77 Keluar dari Persembunyian
78 Hakim Langit Yuang Dao
79 Cara Mengakhiri Ini Semua
80 Ia Layak Mati
81 Kembali ke Kota Luohe
82 Hari Penandatanganan Kerjasama
83 Tuan Muda Harta Langit Tiba
84 Panggung Harta Langit dan Kayu Mawar
85 Kerjasama Terjalin
86 Aku Kembali
87 Pergi Bersamanya
88 Kelompok Angin Malam
89 Diijinkan Bertarung
90 Sisi Dingin Gao Rui
91 Aku Tidak Membunuh Sembarangan
92 Mencari Seruling Itu
93 Menemukannya
94 Dari Mana Saja Kalian?
95 Kekuatan Ditempa Dalam Kereta Kuda
96 Keadaan Desa yang Aneh
97 Menara Bintang Darah
98 Tekad Orang-Orang Harta Langit
99 Menuju Sarang Pencuri
100 Waktunya Berburu
101 Gao Rui Ketahuan
102 Melawan Menara Bintang Darah
103 Musuh Datang Lebih Banyak
104 Pendekar Naga Bintang vs Harimau Hitam
105 Saatnya Menghabisinya
106 Melawan Pendekar Suci
107 Gao Rui Terluka
108 Pertarungan Sengit
109 Seruling Suara Neraka
110 Lantunan Nada Seruling Suara Neraka
111 Mencari Gao Rui
112 Keterkejutan Orang-Orang Harta Langit
113 Kembali ke Desa
114 Roh Seruling Suara Neraka
115 Penjelasan Gao Rui
116 Sampai di Tujuan Akhir
117 Bertemu Kenalan Lama
118 Keributan Kecil
119 Permohonan Maaf
120 Ayo Main ke Rumahku
121 Kaisar Zhou Ren
122 Pertemuan dengan Kaisar
123 Seseorang Ingin Bertemu Dengan Gurumu
124 Harta Langit Disegel
125 Semua Karena Ulahku
126 Tidak Ada yang Bisa Membantu
127 Seperti Inilah Dunia Bekerja
128 Naiknya Kualitas Tulang Gao Rui
129 Rencana Dijalankan
130 Pertemuan dengan Patriak Keluarga Can
131 Aku Datang Untuk Menyelamatkanmu
132 Ancaman Gao Rui
133 Usaha Lan Suya Masih Belum Berhasil
134 Harta Langit Dapat Dibuka Kembali
135 Rumor Beredar
136 Kuda Besar yang Memilih Tunduk
137 Berburu Bersama Pangeran Hong
138 Kemampuan Memanah Gao Rui
139 Dikepung di Hutan
140 Biarkan Orang Tua Ini Bergerak
141 Kekuatan Hakim Langit Yuang Dao
142 Kejutan Untuk Gao Rui
143 Keinginan Untuk Berpetualang
144 Pengumuman
145 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Gao Rui Pendekar Naga Bintang
2
Berlatih Kembali di Sekte Bukit Bintang
3
Ingin Mengajak Gao Rui Keluar
4
Izin Diberikan
5
Meyakinkan Gao Rui
6
Meninggalkan Sekte
7
Kelompok Harta Langit
8
Hari Pertama Perjalanan
9
Tambang Bijih Besi
10
Membuktikan Ucapan
11
Kemarahan Lan Suya
12
Berkunjung ke Toko Pakaian
13
Ada Pencuri
14
Memberi Pelajaran
15
Penginapan Teratai Emas
16
Mencoba Gaya Lan Suya
17
Beraninya Menyebutku Penipu
18
Tuan Muda Harta Langit
19
Hanya Gao Rui yang Bisa
20
Menyegarkan Suasana
21
Tingkatan Beladiri
22
Tantangan yang Tidak Disengaja
23
Berlatih Tanding
24
Mengambil Hadiah
25
Istana Permata Naga
26
Pesta Keluarga Shou
27
Pemimpin Rumah Dagang Naga Emas
28
Ulang Tahun Nyonya An Ra
29
Di Antara Harta Langit dan Naga Emas
30
Hadiah Pertama Gao Rui
31
Hadiah Kedua Gao Rui
32
Berebut Memperkenalkan Diri
33
Keputusan Ini Kami Batalkan
34
Pesta Akhirnya Berakhir
35
Aku Ingin Kau Bergabung Denganku
36
Menolak Penawaran
37
Meninggalkan Kota
38
Menuju Tambang Emas
39
Mengganggu Kawasan Mereka
40
Sampai di Tempat yang Dituju
41
Cadangan Logam yang Melimpah
42
Pasukan Harimau Darah
43
Gao Rui Pemanah Handal
44
Terus Memberikan Kejutan
45
Gerbang Kota Luohe
46
Ketimpangan yang Nyata
47
Kelompok Anak Muda Kota Luohe
48
Upaya Merundung Gao Rui
49
Gao Rui vs Lingkaran Pewaris Atas
50
Gao Rui vs Dua Pendekar Raja
51
Gao Rui vs Semuanya
52
Berniat Membawanya
53
Dia Tuan Muda Harta Langit
54
Balasan dari Bai Kai
55
Jangan Meremehkan Dunia Ini
56
Rencana Kerjasama
57
Tarik Ulur di Meja Pertemuan
58
Hari yang Melelahkan
59
Fakta yang Mengejutkan
60
Saling Merendahkan Diri
61
Dunia yang Baru untuk Gao Rui
62
Toko Buku Tua
63
Legenda Hidup Kekaisaran Zhou
64
Pertemuan Dua Juara di Masa yang Berbeda
65
Keinginan untuk Kembali
66
Kesepakatan Dua Juara
67
Benda Asing yang Dijual di Toko
68
Kesibukan Sebelum Penandatanganan Kerjasama
69
Masalah Muncul
70
Menenangkan Lan Suya
71
Apa Kau Tidak Keberatan?
72
Bergabung dengan Harta Langit
73
Bantuan Lain
74
Menuju Perkebunan Teh Harta Langit
75
Batalkan Kesepakatan Itu
76
Dalang Utama
77
Keluar dari Persembunyian
78
Hakim Langit Yuang Dao
79
Cara Mengakhiri Ini Semua
80
Ia Layak Mati
81
Kembali ke Kota Luohe
82
Hari Penandatanganan Kerjasama
83
Tuan Muda Harta Langit Tiba
84
Panggung Harta Langit dan Kayu Mawar
85
Kerjasama Terjalin
86
Aku Kembali
87
Pergi Bersamanya
88
Kelompok Angin Malam
89
Diijinkan Bertarung
90
Sisi Dingin Gao Rui
91
Aku Tidak Membunuh Sembarangan
92
Mencari Seruling Itu
93
Menemukannya
94
Dari Mana Saja Kalian?
95
Kekuatan Ditempa Dalam Kereta Kuda
96
Keadaan Desa yang Aneh
97
Menara Bintang Darah
98
Tekad Orang-Orang Harta Langit
99
Menuju Sarang Pencuri
100
Waktunya Berburu
101
Gao Rui Ketahuan
102
Melawan Menara Bintang Darah
103
Musuh Datang Lebih Banyak
104
Pendekar Naga Bintang vs Harimau Hitam
105
Saatnya Menghabisinya
106
Melawan Pendekar Suci
107
Gao Rui Terluka
108
Pertarungan Sengit
109
Seruling Suara Neraka
110
Lantunan Nada Seruling Suara Neraka
111
Mencari Gao Rui
112
Keterkejutan Orang-Orang Harta Langit
113
Kembali ke Desa
114
Roh Seruling Suara Neraka
115
Penjelasan Gao Rui
116
Sampai di Tujuan Akhir
117
Bertemu Kenalan Lama
118
Keributan Kecil
119
Permohonan Maaf
120
Ayo Main ke Rumahku
121
Kaisar Zhou Ren
122
Pertemuan dengan Kaisar
123
Seseorang Ingin Bertemu Dengan Gurumu
124
Harta Langit Disegel
125
Semua Karena Ulahku
126
Tidak Ada yang Bisa Membantu
127
Seperti Inilah Dunia Bekerja
128
Naiknya Kualitas Tulang Gao Rui
129
Rencana Dijalankan
130
Pertemuan dengan Patriak Keluarga Can
131
Aku Datang Untuk Menyelamatkanmu
132
Ancaman Gao Rui
133
Usaha Lan Suya Masih Belum Berhasil
134
Harta Langit Dapat Dibuka Kembali
135
Rumor Beredar
136
Kuda Besar yang Memilih Tunduk
137
Berburu Bersama Pangeran Hong
138
Kemampuan Memanah Gao Rui
139
Dikepung di Hutan
140
Biarkan Orang Tua Ini Bergerak
141
Kekuatan Hakim Langit Yuang Dao
142
Kejutan Untuk Gao Rui
143
Keinginan Untuk Berpetualang
144
Pengumuman
145
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!