02. Vincent Louis Oliver

Malam menjelang, di depan sebuah restoran mewah di tengah kota.

"No... no...! Wait! Alicia, tunggu!" Laki laki itu menarik tangan wanita dengan dress hitam itu.

"Vincent, stop!! Please, stop! Jangan tahan tahan aku lagi!" ucap wanita bernama Alicia itu seraya mencoba menghempaskan tangan Vincent.

"Alicia, come on! Jangan bercanda, sayang! Ini nggak lucu!" Vincent kembali meraih telapak tangan sang tunangan dan meremasnya. Namun lagi-lagi Alicia menghempaskannya.

"Siapa yang bercanda? Aku nggak bercanda, Vincent. Aku serius!" jawab Alicia tegas.

"Keputusan aku udah bulat. Aku mau kita putus! Aku nggak mau ngelanjutin hubungan ini lagi!"

Vincent memejamkan matanya, seolah begitu frustasi menghadapi sang tunangan yang tiba-tiba minta putus.

"Alicia, kita udah tunangan. Kita sebentar lagi akan menikah. Aku sudah mempersiapkan semuanya. Kamu..."

"Ya, aku nggak peduli!" Alicia memotong ucapan Vincent.

Vincent menarik nafas panjang.

"Kamu tuh kenapa, sih? Aku udah minta maaf! Aku janji aku akan perbaiki lagi semuanya!"

"Telat!" Sahut Alicia dengan cepat.

"Asal kamu tahu, ya. Aku tuh udah capek ngadepin kamu! Kamu terlalu sibuk sama pekerjaan dan bisnis-bisnis keluarga kamu! Kamu nggak pernah ada waktu buat aku!"

"Aku kerja juga demi kamu!"

"Itu demi ambisi keluarga kamu!" sahut Alicia lagi. "Bertahun-tahun kita pacaran, kamu tuh jarang ada waktu buat aku. Kamu jarang ngajak aku pergi, ngabisin waktu berdua sama aku. Kamu selalu sibuk dengan kantor, bisnis, dan laptop kamu itu! Sekalinya ada waktu, keluarga kamu selalu ngerecokin waktu kita! Keluarga kamu tuh emang nggak suka sama kedekatan kita!"

Vincent tak mampu menjawab. Pria itu meraih telapak tangan Alicia, mencoba untuk menenangkan gadis itu, namun lagi-lagi Alicia menghempaskannya.

"Kita emang nggak cocok, Vincent! Aku nggak bisa terus-terusan sabar mendampingi kamu dengan segala kesibukan dan aturan dari keluarga kamu itu!" Alicia nampak hilang kesabaran. "Udah! Aku rasa semua ini memang nggak bisa lagi dilanjutkan."

Vincent menggelengkan kepalanya samar. Alicia melepaskan sebuah cincin emas di jari manisnya. Diraihnya tangan Vincent, lalu meletakkan cincin di telapak tangan sang pria.

"Aku minta maaf. Aku tidak sekuat itu untuk bisa bertahan sama kamu dan keluarga kamu. Aku pergi. Aku sudah menemukan laki-laki lain yang bisa mengerti keinginanku. Yang masih ada waktu buat aku meskipun dia juga seorang pekerja keras," ucap Alicia dengan suara yang lebih pelan. "Simpan baik-baik cincin ini. Dan berikan pada wanita lain yang siap menerima kamu nantinya. Jangan cari-cari aku lagi. Kita selesai!"

Wanita itu berbalik badan. Ia tak menghiraukan Vincent yang masih berusaha mengejarnya sambil terus memanggil namanya. Wanita itu setengah berlari menghampiri sebuah mobil hitam mewah yang menunggu di seberang jalan. Ia masuk ke dalam kendaraan yang rupanya sudah ada seorang pria di dalamnya.

Vincent menghentikan langkahnya. Ia hanya bisa menatap nanar ke arah mobil yang kini melaju pergi meninggalkannya. Membawa wanita yang sangat ia cintai pergi bersama pria lain.

Remuk hati dan perasaan Vincent. Pria dua puluh delapan tahun. Gagah, tampan, kaya raya, unggul dalam segala hal, rupanya harus mengalami patah hati di penghujung tahun ini. Gadis yang ia pacari sejak kuliah pergi meninggalkannya dengan alasan kurang perhatian. Sesuatu yang sebenarnya sudah sering Alicia keluhkan sejak lama. Vincent kira wanita itu tidak akan menyerah. Namun rupanya ia salah. Alicia menyerah juga.

Vincent Louis Oliver adalah seorang putra tunggal keluarga Oliver. Keluarga konglomerat dengan berbagai bisnis keluarga yang sukses. Keluarganya adalah keluarga yang sangat perfeksionis dan pekerja keras. Bisnis dan bekerja adalah hal yang terpenting di keluarga ini. Sang ayah, James Oliver, sebenarnya memang tidak terlalu menyukai Alicia sejak pertama kali sang putra memperkenalkannya pada keluarga besar Oliver. Di mata James, Alicia hanyalah seorang gadis manja dan boros yang yang akan mengganggu kehidupan kerja Vincent nantinya.

Kini, Alicia benar-benar pergi. Ia memilih untuk menyerah dan mencari pengganti Vincent. Laki-laki itu hancur. Ia patah hati. Ia sudah merancang masa depan bersama Alicia dengan matang. Tapi di tengah jalan, di penghujung tahun, Alicia justru memilih untuk mengubur mimpi mereka. Mencari pria lain yang bisa memberikan perhatian lebih untuknya.

Vincent frustasi. Ia mengusap wajahnya kasar lalu mengayunkan kakinya menendang udara. Pria itu kemudian pergi menuju mobilnya dan melesat cepat meninggalkan tempat tersebut.

.......

Sementara itu di tempat terpisah.

Alina mengikat rambutnya sambil berjalan menuju ruang tamu. Rumah sudah rapi. Semua pekerjaannya sudah selesai. Ia juga sudah mandi sejak tadi. Tinggal menunggu kedatangan sang majikan sesuai arahan dari Pak Supri. Katanya, wajib menunggu kedatangan majikan. Jangan sampai majikan belum pulang pembantunya sudah tidur duluan. Sedangkan Pak Supri saat ini sedang berada di kamarnya. Sepertinya pria paruh baya itu sedang tidak enak badan.

Alina melongok menatap jam dinding. Sudah setengah sebelas malam, tapi tanda-tanda kedatangan Tuan Vincent belum juga muncul. Alina menghela nafas panjang. Padahal ia sudah mengantuk. Ia juga lelah. Ia hanya beristirahat sebentar saja sore tadi. Biasanya kalau di kampung ia sudah tidur jam segini .

Alina mendudukkan tubuhnya di atas sofa panjang itu. Sebelah tangannya tergerak menutup mulutnya yang menguap. Rasa kantuk dan lelah bercampur jadi satu. Gadis cantik itu lantas merebahkan tubuhnya di sofa empuk tersebut sembari membuka ponselnya. Menuju sebuah aplikasi guna memutar drama kesukaannya. Yah, sembari menunggu Tuan Vincent pulang, pikirnya.

Waktu terus berjalan. Jarum jam terus berputar. Satu jam sudah Alina menunggu sang majikan di ruangan itu, namun Vincent tak kunjung datang. Rasa kantuk itu terus menyerang. Perlahan-lahan mata itu mulai terpejam tanpa permisi. Genggaman tangan atas ponsel yang masih menyala itu perlahan mulai melemah. Alina pun akhirnya tertidur dalam posisi duduk di sofa ruang tengah rumah mewah tersebut.

........

01:30

Hawa dingin dari AC yang terus menyala itu seolah menina bobokan Alina. Tidurnya semakin nyaman. Dengkuran halus bahkan mulai keluar dari bibirnya yang tipis. Hingga tiba-tiba....

Tidurnya terusik. Sesuatu yang lembut dan basah terasa seperti berjalan di lehernya. Dengan cepat ia membuka matanya. Dan....

"T-Tuan Vincent?"

Terpopuler

Comments

Radya Arynda

Radya Arynda

ya alloh kasih banget,,,,vincent pasti mabok nih

2026-04-12

1

Desyi Alawiyah

Desyi Alawiyah

Apa?? Jangan bilang Vincent.... 😯

2026-04-12

1

Don't Call Me Mbak💅

Don't Call Me Mbak💅

hmm....

2026-04-20

1

lihat semua
Episodes
1 01. Pembantu Baru
2 02. Vincent Louis Oliver
3 03. Mabuk
4 04. Janji dan Kesepakatan
5 05. Makan Malam
6 06. Finding You, Alicia
7 07. Tragedi Kedua
8 08. Menyesal
9 09. Jangan-jangan?
10 10. Positif!
11 11. Pamit
12 12. Hancur Dan Terusir
13 13. Sang Perenggut Mahkota
14 14. Berjanji
15 15. Menepati Janji
16 16. Apartemen
17 17. Sepi
18 18. Larangan!
19 19. Ayam Bumbu Bali
20 20. Minta Maaf
21 21. Jalan-jalan Pagi
22 22. Pizza
23 23. Mabuk Lagi
24 24. Orang Asing
25 25. Larangan Lagi!
26 26. Makanan Gratis
27 27. Nonton Film
28 28. Sakit Perut
29 29. Baikan
30 30. Janjian
31 31. Insiden
32 32. Takut Salah Paham
33 33. Tentang Yuda
34 34. Mandi
35 35. Sate Kambing
36 36. Alina, Vincent, Dion, dan Alicia
37 37. Nyonya Theressa
38 38. Nyonya Theressa 2
39 39. Jalan-jalan
40 40. Kamu Punya Aku
41 41. Pulang Kampung
42 42. Sumpah
43 43. Kembali Pulang
44 44. Ketegangan
45 45. Kembalinya Sang Mantan
46 46. Dia Tetap Putri Kita
47 47. Menemui Pak Herman
48 48. Pemuda Tongkrongan
49 49. Nikahi Putriku!
50 50. Saya Berjanji
51 51. Malam Yang Dingin
52 52. Cinta Dan Air Mata Di Tempat Yang Berbeda
53 53. Satu Lawan Tujuh
54 54. Ma lam Perta ma
55 55. Ma lam Per tama 2
56 56. Kembali Ke Apartemen
57 57. Alicia Lagi
58 58. Kembali Ke Kantor
59 59. Dendam Dan Masa Lalu
60 60. Maaf Dari Mantan
Episodes

Updated 60 Episodes

1
01. Pembantu Baru
2
02. Vincent Louis Oliver
3
03. Mabuk
4
04. Janji dan Kesepakatan
5
05. Makan Malam
6
06. Finding You, Alicia
7
07. Tragedi Kedua
8
08. Menyesal
9
09. Jangan-jangan?
10
10. Positif!
11
11. Pamit
12
12. Hancur Dan Terusir
13
13. Sang Perenggut Mahkota
14
14. Berjanji
15
15. Menepati Janji
16
16. Apartemen
17
17. Sepi
18
18. Larangan!
19
19. Ayam Bumbu Bali
20
20. Minta Maaf
21
21. Jalan-jalan Pagi
22
22. Pizza
23
23. Mabuk Lagi
24
24. Orang Asing
25
25. Larangan Lagi!
26
26. Makanan Gratis
27
27. Nonton Film
28
28. Sakit Perut
29
29. Baikan
30
30. Janjian
31
31. Insiden
32
32. Takut Salah Paham
33
33. Tentang Yuda
34
34. Mandi
35
35. Sate Kambing
36
36. Alina, Vincent, Dion, dan Alicia
37
37. Nyonya Theressa
38
38. Nyonya Theressa 2
39
39. Jalan-jalan
40
40. Kamu Punya Aku
41
41. Pulang Kampung
42
42. Sumpah
43
43. Kembali Pulang
44
44. Ketegangan
45
45. Kembalinya Sang Mantan
46
46. Dia Tetap Putri Kita
47
47. Menemui Pak Herman
48
48. Pemuda Tongkrongan
49
49. Nikahi Putriku!
50
50. Saya Berjanji
51
51. Malam Yang Dingin
52
52. Cinta Dan Air Mata Di Tempat Yang Berbeda
53
53. Satu Lawan Tujuh
54
54. Ma lam Perta ma
55
55. Ma lam Per tama 2
56
56. Kembali Ke Apartemen
57
57. Alicia Lagi
58
58. Kembali Ke Kantor
59
59. Dendam Dan Masa Lalu
60
60. Maaf Dari Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!