05. Makan Malam

Malam menjelang. Di dalam kamar pribadi Vincent Louis Oliver. Laki-laki itu menatap tajam layar ponselnya. Dadanya naik turun. Wajahnya terlihat tegang pertanda tengah menahan amarah.

"Kau benar-benar ingin berpisah dariku, Alicia?" ucapnya sambil menatap layar ponsel yang berisi ratusan pesan tak terkirim yang ia tujukan untuk Alicia kemarin. "Bahkan kau mulai memblokir nomorku."

Vincent menghela nafas panjang. Ia kemudian beralih ke daftar kontak, lalu mulai menghubungi seseorang di sana.

Tuut... tuut...

"Halo!" suara yang terdengar berat terdengar dari seberang sana.

"Dion," ucap Vincent.

"Ada apa, bro? Suara Lo lemes banget," ucap Dion, sahabat baik Vincent.

Vincent menghela nafas panjang sembari menjatuhkan kepalanya di sandaran kursi kerja miliknya.

"Gue butuh bantuan Lo," ucapnya.

"Bantuan apa?" tanya Dion.

Vincent diam sejenak. "Alicia mutusin gue," jawabnya kemudian.

Tak ada suara untuk beberapa detik.

"What?! Are you serious?" jawab Dion terdengar kaget.

"Yah..." jawab Vincent sambil membuang nafas. "Dia pergi dengan alasan nggak bisa nerima gue, perlakuan keluarga gue, dan kesibukan gue. Dia merasa kesepian selama berada di samping gue."

Suara hening lagi.

"O-Oke. Terus?" tanya Dion.

"Dia pergi sama seorang laki-laki. Gue nggak tahu laki-laki itu siapa. Dan sekarang Alicia pun juga nggak bisa dihubungi. Nomor gue udah diblok sama dia," ucapnya.

"Jadi?" tanya Dion menunggu inti dari pembicaraan itu.

"Gue butuh bantuan Lo. Gue mau lu cari tahu di mana keberadaan Alicia. Dan gue juga mau lu cari tahu, siapa laki-laki yang bersama Alicia sekarang."

Dion diam lagi.

"Lu bisa, kan?" tanya Vincent lagi.

"Gue harus mulai dari mana? Walaupun kita dulu satu sekolah, tapi gue nggak terlalu akrab juga sama Alicia," ucap Dion.

"Ck! Ayolah, bro! Bukannya Lo handal dalam hal kayak gini? Lo nggak perlu kenal Alicia lebih jauh untuk tahu dimana keberadaan dia sekarang! Lagian kan kita sama-sama teman seangkatan di SMA. Lu pasti tau lah mesti gimana," ucap Vincent yang mengenal Dion cukup dekat. Ia tahu, Dion ahli dalam hal selidik.

Dion menghela nafas di seberang sana. "Oke! Demi lo, gue akan coba lacak keberadaan Alicia dan laki-laki yang Lo maksud. Tapi gue nggak janjiin bisa, ya," ucapnya.

Vincent mengangkat satu sudut bibirnya. "Gue tahu lo bisa diandalkan. Thanks!" ucapnya.

Sambungan telepon antara kedua pria itupun terputus. Vincent meletakkan benda pipih miliknya di atas meja, lalu menggenggam kedua tangannya di depan dada.

"Aku akan menemukanmu, Alicia. Aku tahu kau hanya marah sesaat. Aku akan menjemputmu pulang ke rumah yang seharusnya," ucap pria itu yakin. Untuk sesaat Vincent larut dalam pemikirannya. Hingga tiba-tiba...

Tok... tok... tok...

Pintu kamar diketuk dari luar.

"Siapa?" tanya Vincent.

"Ini saya, Tuan," jawab seorang wanita dari balik pintu yang tertutup itu. "Saya hanya mau bilang, makan malam Tuan sudah siap," imbuh Alina.

"Oh, oke! Nanti saya turun!"

"Baik, Tuan. Permisi."

Suara itu menghilang. Alina sudah pergi meninggalkan kamar itu. Vincent kemudian bangkit. Ia kemudian keluar dari ruangan itu dan menuju meja makan di lantai dasar.

Sesampainya di lantai dasar. Dilihatnya di sana menu santap malam sudah tersaji. Itu adalah menu makanan favoritnya. Mungkin pembantu baru itu tahu makanan kesukaannya dari Murni.

Vincent menarik satu kursi di sana. Sedangkan Alina mendekat, menuangkan segelas air putih dan meletakkannya di samping piring Vincent. Tiba-tiba...

Seett...

Vincent reflek menyentuh ujung bibir Alina yang masih terlihat lebam dan membiru. Hal itu membuat Alina kaget dan reflek memundurkan tubuhnya. Hal itu membuat air putih dalam gelas yang berada di tangannya sebagian tumpah ke meja.

"Oh, sorry!" ucap Vincent.

Alina menunduk.

"Saya nggak tahu kalau gerakan saya membuat kamu kaget," ucap Vincent.

Alina tersenyum tipis nyaris tak terlihat.

"Masih sakit?" tanya Vincent sembari sedikit memiringkan kepalanya mencoba melihat luka di wajah Alina yang tertunduk.

"Sedikit, Tuan," ucapnya.

Vincent mengangguk. "Minta tolong sama Pak Supri. Suruh dia belikan obat biar lukamu cepat membaik!" ucapnya seraya mendudukkan tubuhnya di atas kursi kosong itu.

"Iya, Tuan," jawab Alina yang kemudian berbalik badan hendak pergi meninggalkan tempat itu.

"Tunggu!"

Alina menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke arah Vincent yang berucap tanpa menoleh.

"Mungkin Murni lupa memberitahumu. Saya tidak suka makan sendiri. Tetaplah di ruangan ini sampai saya selesai makan!"

Alina diam sejenak. "Baik, Tuan," ucapnya kemudian. Wanita itu lantas maju dua langkah mendekati Vincent dan berdiri di samping sang majikan guna menemani laki-laki itu menyantap makan malamnya.

"Enak juga masakan pembantu ini. Lebih enak dari masakan Murni," batin Vincent sembari melahap santap malamnya.

Terpopuler

Comments

Milla

Milla

Ntar aja kamu pasti ketagihan sama segala yang ada pada Alina percaya deh 🤗🥺

2026-05-02

1

Cicitaa🤡

Cicitaa🤡

ya udah sih lupain aja. situ kan tajir

2026-04-29

1

Georgia🤑

Georgia🤑

Sedikit sebel sma karakyer alina

2026-04-20

1

lihat semua
Episodes
1 01. Pembantu Baru
2 02. Vincent Louis Oliver
3 03. Mabuk
4 04. Janji dan Kesepakatan
5 05. Makan Malam
6 06. Finding You, Alicia
7 07. Tragedi Kedua
8 08. Menyesal
9 09. Jangan-jangan?
10 10. Positif!
11 11. Pamit
12 12. Hancur Dan Terusir
13 13. Sang Perenggut Mahkota
14 14. Berjanji
15 15. Menepati Janji
16 16. Apartemen
17 17. Sepi
18 18. Larangan!
19 19. Ayam Bumbu Bali
20 20. Minta Maaf
21 21. Jalan-jalan Pagi
22 22. Pizza
23 23. Mabuk Lagi
24 24. Orang Asing
25 25. Larangan Lagi!
26 26. Makanan Gratis
27 27. Nonton Film
28 28. Sakit Perut
29 29. Baikan
30 30. Janjian
31 31. Insiden
32 32. Takut Salah Paham
33 33. Tentang Yuda
34 34. Mandi
35 35. Sate Kambing
36 36. Alina, Vincent, Dion, dan Alicia
37 37. Nyonya Theressa
38 38. Nyonya Theressa 2
39 39. Jalan-jalan
40 40. Kamu Punya Aku
41 41. Pulang Kampung
42 42. Sumpah
43 43. Kembali Pulang
44 44. Ketegangan
45 45. Kembalinya Sang Mantan
46 46. Dia Tetap Putri Kita
47 47. Menemui Pak Herman
48 48. Pemuda Tongkrongan
49 49. Nikahi Putriku!
50 50. Saya Berjanji
51 51. Malam Yang Dingin
52 52. Cinta Dan Air Mata Di Tempat Yang Berbeda
53 53. Satu Lawan Tujuh
54 54. Ma lam Perta ma
55 55. Ma lam Per tama 2
56 56. Kembali Ke Apartemen
57 57. Alicia Lagi
58 58. Kembali Ke Kantor
59 59. Dendam Dan Masa Lalu
60 60. Maaf Dari Mantan
Episodes

Updated 60 Episodes

1
01. Pembantu Baru
2
02. Vincent Louis Oliver
3
03. Mabuk
4
04. Janji dan Kesepakatan
5
05. Makan Malam
6
06. Finding You, Alicia
7
07. Tragedi Kedua
8
08. Menyesal
9
09. Jangan-jangan?
10
10. Positif!
11
11. Pamit
12
12. Hancur Dan Terusir
13
13. Sang Perenggut Mahkota
14
14. Berjanji
15
15. Menepati Janji
16
16. Apartemen
17
17. Sepi
18
18. Larangan!
19
19. Ayam Bumbu Bali
20
20. Minta Maaf
21
21. Jalan-jalan Pagi
22
22. Pizza
23
23. Mabuk Lagi
24
24. Orang Asing
25
25. Larangan Lagi!
26
26. Makanan Gratis
27
27. Nonton Film
28
28. Sakit Perut
29
29. Baikan
30
30. Janjian
31
31. Insiden
32
32. Takut Salah Paham
33
33. Tentang Yuda
34
34. Mandi
35
35. Sate Kambing
36
36. Alina, Vincent, Dion, dan Alicia
37
37. Nyonya Theressa
38
38. Nyonya Theressa 2
39
39. Jalan-jalan
40
40. Kamu Punya Aku
41
41. Pulang Kampung
42
42. Sumpah
43
43. Kembali Pulang
44
44. Ketegangan
45
45. Kembalinya Sang Mantan
46
46. Dia Tetap Putri Kita
47
47. Menemui Pak Herman
48
48. Pemuda Tongkrongan
49
49. Nikahi Putriku!
50
50. Saya Berjanji
51
51. Malam Yang Dingin
52
52. Cinta Dan Air Mata Di Tempat Yang Berbeda
53
53. Satu Lawan Tujuh
54
54. Ma lam Perta ma
55
55. Ma lam Per tama 2
56
56. Kembali Ke Apartemen
57
57. Alicia Lagi
58
58. Kembali Ke Kantor
59
59. Dendam Dan Masa Lalu
60
60. Maaf Dari Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!