BAB 4: TAMPARAN TANPA TANGAN

Suara denting sendok yang beradu dengan piring porselen di restoran La Luna mendadak sunyi bagi Siska dan Rendy. Mereka berdua melongo, menatap sosok pria yang berdiri tegak di samping meja mereka. Jas navy yang melekat di tubuh pria itu memancarkan kilau mewah yang hanya bisa dihasilkan oleh bahan wol kualitas tertinggi. Jam tangan di pergelangan tangannya menangkap cahaya lampu kristal restoran, memantulkan binar yang menyilaukan mata.

Siska mengerjapkan matanya berkali-kali. Dia mengenali wajah itu—tulang pipi yang tegas, hidung mancung, dan mata hitam yang tajam—tapi aura yang terpancar sangatlah asing. Ini bukan Arka yang dua hari lalu bersimpuh di depannya sambil kehujanan. Ini bukan Arka yang bau keringat dan selalu minta maaf karena motornya mogok.

"Ar... Arka?" suara Siska bergetar, antara ragu dan tidak percaya.

Rendy, yang tadi baru saja mau meminum wine-nya, tersedak sampai wajahnya merah padam. Dia meletakkan gelasnya dengan kasar, mencoba menguasai keadaan. "Halah! Pake kostum apaan lu, Ka? Nyewa di mana lu? Jangan bilang lu habis ngerampok bank atau jadi figuran film di depan?"

Arka tidak langsung menyahut. Dia malah menarik sebuah kursi kosong di meja sebelah dengan gerakan yang sangat tenang, lalu duduk dengan menyilangkan kaki. Gerakannya begitu santai, seolah dia adalah pemilik tempat ini.

"Rendy, Rendy... dari dulu mulut kamu nggak pernah sekolah ya," ucap Arka sambil menatap ujung sepatunya yang mengkilap. "Kamu bilang jas ini sewaan? Coba kamu liat baik-baik jahitannya. Kamu kan sering pamer tahu barang branded, masa bedain barang asli sama barang sewaan aja nggak bisa?"

Rendy mendengus sinis, meski dalam hati dia mulai gemetar. Dia tahu persis merek Vangogh Heritage. Jas itu harganya setara dengan uang muka mobil BMW yang dia pamerkan di meja.

"Alah, paling dapet minjem atau dapet nipu orang!" seru Rendy keras-keras, mencoba menarik perhatian pengunjung lain supaya Arka malu. "Eh semuanya! Liat nih! Ada kurir ojek online lagi nyamar jadi bos! Lucu banget kan?"

Beberapa pengunjung menoleh, tapi bukannya tertawa, mereka malah menatap Rendy dengan pandangan aneh. Pasalnya, Arka terlihat jauh lebih berkelas daripada Rendy yang suaranya cempreng dan norak.

Siska mulai merasa tidak nyaman. Dia menatap Arka dengan tatapan yang sulit diartikan—ada sedikit rasa menyesal, tapi lebih banyak rasa penasaran. "Ka, kamu dapet uang dari mana? Jangan bilang kamu beneran terjebak jalan yang salah cuma gara-gara aku putusin?"

Arka menatap Siska. Dulu, tatapan wanita ini adalah dunianya. Sekarang? Dia hanya melihat seorang wanita dangkal yang matanya penuh dengan angka-angka.

"Jalan yang salah? Enggak, Siska. Justru setelah kamu pergi, pandanganku jadi lebih jernih," jawab Arka tenang. "Aku baru sadar kalau selama ini aku cuma buang-buang waktu buat orang yang bahkan nggak bisa liat nilai di balik penampilan."

Tepat saat itu, seorang pelayan restoran datang menghampiri meja mereka. Pelayan itu membungkuk sopan, tapi bukan kepada Rendy, melainkan kepada Arka.

"Mohon maaf, Tuan. Anda sudah memesan meja sebelumnya?" tanya pelayan itu dengan sangat hormat.

"Belum. Tapi saya mau pesan menu paling mahal di sini untuk dibawa pulang. Dan oh ya, bayarkan juga tagihan meja ini," ucap Arka sambil menunjuk meja Rendy dan Siska.

Rendy langsung berdiri dari kursinya. "Eh, nggak usah belagu lu! Gua punya duit! Gua nggak butuh lu bayarin! Pelayan, ini kartu gua, gesek sekarang!" Rendy menyodorkan kartu kredit Gold miliknya dengan tangan gemetar.

Pelayan itu menerima kartu Rendy dengan ragu, lalu mencobanya di mesin EDC yang dia bawa.

Tet-tet! Bunyi penolakan mesin itu terdengar nyaring di telinga Rendy.

"Maaf, Pak. Kartu Anda ditolak karena limit sudah habis," ucap pelayan itu dengan wajah datar.

Muka Rendy langsung berubah jadi ungu kebiruan. "Nggak mungkin! Coba lagi! Mesin lu tuh yang rusak!"

"Sudah tiga kali dicoba, Pak. Hasilnya tetap sama."

Siska mulai merasa malu. Orang-orang di meja sekitar mulai berbisik sambil tertawa kecil. Rendy yang tadinya sombong sekarang terlihat seperti badut.

Arka mendesah pelan, seolah merasa kasihan. "Sudah, jangan dipaksa. Bayar cicilan mobil itu memang berat, Ren. Apalagi kalau cuma ngandelin jatah bulanan dari bokap."

Arka kemudian mengeluarkan kartu debit hitam miliknya. "Pake ini aja. Tanpa limit."

Pelayan itu menerima kartu Arka dengan mata berbinar. Begitu digesek, transaksi langsung berhasil. "Terima kasih, Tuan. Tagihannya sudah lunas, termasuk pesanan Truffle Steak Anda yang sedang disiapkan."

Arka berdiri, merapikan jasnya. "Siska, makasih ya buat keputusannya kemarin. Kalau kamu nggak putusin aku, mungkin aku masih jadi orang bodoh yang berusaha nyenengin kamu pake uang recehan. Sekarang, aku sadar kalau aku pantes dapet yang jauh lebih baik."

Siska terpaku. Dia ingin bicara, ingin menahan Arka, tapi lidahnya kelu. Dia melihat Arka berjalan pergi dengan langkah yang sangat berwibawa.

Baru saja Arka sampai di pintu keluar restoran, sebuah mobil mewah Rolls-Royce berwarna putih berhenti tepat di depan lobi mal. Seorang sopir berseragam turun dan membukakan pintu.

Dari dalam mobil, keluar seorang wanita cantik dengan gaun kerja yang sangat elegan. Clarissa.

Orang-orang di mal itu langsung heboh. "Itu kan Clarissa, ratu perhiasan kota ini!" bisik mereka.

Clarissa berjalan masuk dengan terburu-buru, tapi langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok Arka. Dia tersenyum lebar—sebuah pemandangan langka yang bikin semua orang melongo.

"Arka! Ternyata kamu beneran di sini," ucap Clarissa sambil mendekat. Dia secara alami menggandeng lengan Arka, membuat Arka sendiri sedikit terkejut. "Aku baru mau telepon kamu. Papa mau ketemu. Dia sangat terkesan dengan giok yang kamu temukan tadi siang. Kamu ada waktu buat makan malam bareng keluarga aku?"

Rendy dan Siska, yang kebetulan baru saja keluar dari restoran dengan wajah lesu, menyaksikan pemandangan itu secara langsung. Mereka berdua seperti disambar petir di siang bolong.

Rendy hampir menjatuhkan kunci BMW-nya. Dia tahu siapa Clarissa. Keluarga Clarissa adalah penguasa bisnis perhiasan yang bahkan bisa membeli seluruh dealer mobil ayahnya dalam satu malam. Dan sekarang, wanita itu... menggandeng lengan Arka? Kurir miskin yang dia hina?

"Cl-Clarissa? Lu kenal sama dia?" gumam Rendy dengan suara yang hampir habis.

Clarissa menoleh ke arah Rendy dan Siska dengan tatapan dingin. "Oh, kalian teman Arka? Sayang sekali, Arka sekarang sangat sibuk. Dia adalah konsultan ahli untuk perusahaan kami sekarang. Ayo, Arka, Papa sudah menunggu."

Arka menoleh sebentar ke arah Siska. Dia melihat wajah mantan pacarnya itu penuh dengan rasa sesal yang luar biasa. Siska menatapnya seolah ingin memohon kesempatan kedua, tapi Arka hanya memberikan anggukan kecil yang formal, lalu masuk ke dalam Rolls-Royce bersama Clarissa.

Di dalam mobil yang sangat tenang itu, bau parfum mahal Clarissa memenuhi ruangan. Arka menyandarkan punggungnya di kursi kulit yang sangat empuk.

"Makasih bantuannya, Nona Clarissa. Kamu datang di waktu yang sangat tepat," ucap Arka.

Clarissa terkekeh pelan. "Tadi itu murni kebetulan, tapi aku senang bisa bantu 'menampar' orang-orang kecil seperti mereka. Tapi soal Papa mau ketemu... itu bukan bohong. Dia beneran penasaran sama kamu."

Arka menatap ke luar jendela, melihat gedung-gedung tinggi yang kini seolah berada di bawah kakinya. Matanya kembali berdenyut hangat. Dia melihat ke arah gedung pusat kota, dan di sana, dia melihat aliran aura emas yang sangat besar. Ada harta karun lain yang menunggu.

"Ini baru hari pertama," batin Arka. "Dan aku sudah merasa dunia ini terlalu kecil untuk mataku."

Sementara itu, di depan mal, Siska menangis sesenggukan. Rendy hanya bisa diam mematung, menyadari bahwa dia baru saja menghina naga yang baru saja terbangun dari tidurnya.

#urbanfantasi #harem #romance #komedi #mata #sakti

Terpopuler

Comments

Firapu Roki

Firapu Roki

kacyan siska. ...itulah kalau terlalu cepat menilai buku dari sampulnya

2026-06-11

1

Aman Wijaya

Aman Wijaya

jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus Thor

2026-05-01

0

Mamat Stone

Mamat Stone

/Casual/

2026-05-07

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1: PENGHINAAN DI HARI HUJAN
2 BAB 2: EMAS DI BALIK KERIKIL
3 BAB 3: GANTI KULIT
4 BAB 4: TAMPARAN TANPA TANGAN
5 BAB 5: MATA YANG MELIHAT SEGALANYA
6 BAB 6: DUEL DUA MATA SAKTI
7 BAB 7: MULUT BUSUK SANG TUAN MUDA
8 BAB 8: HARGA SEBUAH PENGLIHATAN
9 BAB 9: SISA AMARAH DAN DARAH YANG MENDIDIH
10 BAB 10: TARIAN GAGAK DI ATAS SENG
11 BAB 11: GERBANG NERAKA TERBUKA
12 BAB 12: JATUHNYA SANG RAJA BISNIS
13 BAB 13: SISA ABU DAN PELUKAN YANG HANGAT
14 BAB 14: DARAH DI ATAS CATUR
15 BAB 15: MATA DEWA DI ATAS BATU SAMPAH
16 BAB 16: TARING MACAN VS MATA DEWA
17 BAB 17: DI BALIK TIRAI HUJAN
18 BAB 18: SURAT UNDANGAN DARI NERAKA
19 BAB 19: DI HADAPAN SANG RAJA MACAN
20 BAB 20: PASAR HANTU DAN HARGA SEBUAH NYAWA
21 BAB 21: DARAH DIBAYAR DARAH, NYAWA DIBAYAR NYAWA
22 JATUHNYA SANG PANGERAN KLAN MAHESA
23 PESAN BERDARAH UNTUK KONSORSIUM
24 GEMPA DI BALIK MEJA PERJAMUAN
25 TARIAN IBLIS DI LORONG SUNYI
26 GEMURUH LANGIT DAN DARAH TUA
27 SISI GELAP MATA SAKTI
28 Pengadilan Para Pecundang
29 Bisikan di Antara Retakan Langit
30 SUJUD SANG PEMIMPIN
31 ARSITEK TAKDIR DAN DARAH YANG MEMBEKU
32 PASAR HANTU DAN HARGA SEBUAH NYAWA
33 PENGKHIANATAN DI BAWAH BULAN BERDARAH
34 SISA ABU DAN MAHKOTA BERDUR
35 PERJAMUAN BANGKAI DAN CAHAYA MERAH
36 PERJAMUAN DI UJUNG BELATI
37 MONUMEN DAGING DAN DEBU
38 RITUAL DI ATAS DEBU
39 MEJA PERJUDIAN NYAWA
40 PERJAMUAN PARA SERIGALA
41 DARAH DI ATAS AWAN
42 PERJAMUAN NYAWA DI SENTOSA COVE
43 PECAHNYA CAKRAWALA
44 JANIN YANG MENETAS
45 SISA ABU DAN RAHASIA YANG MENGGIGIL
46 BRANKAS GENESIS DAN DARAH YANG BERTERIAK
47 DEWI YANG MEMINJAM RAGA
48 KUTUKAN YANG TERBUANG
49 HARGA SEBUAH KEBANGKITAN
50 PERJUDIAN DI ATAS DARAH DAN DEBU
51 PERJAMUAN DARAH ADIWANGSA
52 PERJAMUAN MAUT DI LANGIT JAKARTA
53 PESAN DARI KUBURAN
54 BENTURAN DUA JIWA DAN KEMATIAN DARI LANGIT
55 DEBU SURGA DAN JANJI YANG TERSISA
56 RERUNTUHAN ISTANA PASIR DAN SURAT DARI KEMATIAN
57 SINGGASANA DI ATAS LUMPUR
58 TARIAN GAGAK BUTA
59 AMIS DARAH DI PELABUHAN MATI
60 GERHANA NYAWA DI ATAS DEK NAGA HITAM
61 RATAPAN GIOK DAN AMUK SANG PENYALIB DEWA
62 SISA DEBU DAN JANJI DARAH
63 MONOLOG DI ATAS NYAWA YANG TERCECER
64 CAKRAWALA PEMBALASAN DAN KUTUKAN MATA DEWA
65 SISA ABU DAN EMBUN PEMULIHAN
66 PERJAMUAN PENGKHIANATAN DI ATAS ALTAR KACA
67 NYANYIAN DARAH DI JAYAGIRI
68 SALJU DI ATAS BETON BERDARAH
69 PERJAMUAN BANGKAI DI CAKRAWALA
70 FRAGMEN JIWA YANG PECAH
71 REQUIEM DI ATAS PUING CAKRAWALA
72 LITANI DEBU DAN DETAK TERAKHIR
73 TARIAN JAGAL DI ATAS SALJU HITAM
74 PERJAMUAN NISAN DI CAKRAWALA JAKARTA
75 KEJATUHAN SANG ARSITEK TAKDIR
76 RAHIM KEBENCIAN DAN NADI BUMI
77 DISSECTION OF REALITY (PEMBEDAHAN REALITA)
78 KANIBALISME CAHAYA DAN PERJAMUAN TERAKHIR
79 PERJAMUAN DEBU DAN MAHKOTA GERHANA
80 PINTU GEHENNA DAN RITUAL PEMBANTAIAN DEWA
81 SISA DEBU DI UJUNG JARI
82 AMUK SANG KAISAR DI NEGERI JIRAN
83 PERJAMUAN TERAKHIR DI ALPEN DAN MEMORI YANG BERDARAH
84 HUJAN ABU DI JAKARTA DAN BISIKAN PERAK
85 GUGURNYA KESADARAN DAN KEDATANGAN SANG GURU
86 Bayangan di Bawah Tanah
87 Litani Pecahnya Cangkang Fana
88 Pemusnahan di Bawah Langit yang Pucat
89 Elegi Runtuhnya Pilar Langit
90 Fragmen Sukma yang Tercecer
91 Jalan Menuju Kubah Bisu
92 Mata yang Membuka Realitas
93 KURSI KOSONG DI MEJA DEWA
94 ENTROPY YANG MENGGERAT
95 KULMINASI DARI KEPUTUSASAAN
96 gema dari kegelapan
97 Ruang Antara Dua Titik Akhir
98 Turun ke Batas yang Hidup
99 Kesadaran yang Berkeringat
100 Titik Balik dari Kesadaran
101 KESADARAN GELAP
102 GERBANG KEHANCURAN
103 AKAR YANG BERDETAK
104 PERTAMA KALI BERNAFAS
105 TITIK JERAT
106 GRAVITASI EGO PERTAMA
107 RETAKNYA KONSENSUS ALAM
108 TRAGEDI DI KOTA TANPA NAMA
109 BEBAN MERAH SANG DEWA
110 TITIK DIDIH KONFLIK BARU
111 KESUNYIAN PASCA-PERANG
112 ARTEFAK DARI AWAL
113 PENGUMPULAN KEMBALI
114 PERJALANAN KE DALAM
115 HARMONI YANG MENGGIGIT
116 HARGA DARI NADA
117 GRAVITASI KEDUA
118 KEHENINGAN YANG BERBOBOT
119 WARISAN DI DALAM KEHENINGAN
120 SUARA DARI DALAM POHON
121 PENYAKIT YANG INDAH
122 PERJANJIAN DI TEPI ABYSS
123 KETIKA SEGALANYA BERUBAH
124 PERTEMPURAN DI TEPI KEABADIAN
125 KETIKA LAGU TIDAK PERNAH BERAKHIR
126 PENGUMUMAN SPRESIAL: AKHIRNYA ZEUS KEMBALI! (Wajib Baca, Bro!)
127 pengumuman buat pembaca setia mata sakti mohon mampir ke naskah kedua ya
128 pengumuman
Episodes

Updated 128 Episodes

1
BAB 1: PENGHINAAN DI HARI HUJAN
2
BAB 2: EMAS DI BALIK KERIKIL
3
BAB 3: GANTI KULIT
4
BAB 4: TAMPARAN TANPA TANGAN
5
BAB 5: MATA YANG MELIHAT SEGALANYA
6
BAB 6: DUEL DUA MATA SAKTI
7
BAB 7: MULUT BUSUK SANG TUAN MUDA
8
BAB 8: HARGA SEBUAH PENGLIHATAN
9
BAB 9: SISA AMARAH DAN DARAH YANG MENDIDIH
10
BAB 10: TARIAN GAGAK DI ATAS SENG
11
BAB 11: GERBANG NERAKA TERBUKA
12
BAB 12: JATUHNYA SANG RAJA BISNIS
13
BAB 13: SISA ABU DAN PELUKAN YANG HANGAT
14
BAB 14: DARAH DI ATAS CATUR
15
BAB 15: MATA DEWA DI ATAS BATU SAMPAH
16
BAB 16: TARING MACAN VS MATA DEWA
17
BAB 17: DI BALIK TIRAI HUJAN
18
BAB 18: SURAT UNDANGAN DARI NERAKA
19
BAB 19: DI HADAPAN SANG RAJA MACAN
20
BAB 20: PASAR HANTU DAN HARGA SEBUAH NYAWA
21
BAB 21: DARAH DIBAYAR DARAH, NYAWA DIBAYAR NYAWA
22
JATUHNYA SANG PANGERAN KLAN MAHESA
23
PESAN BERDARAH UNTUK KONSORSIUM
24
GEMPA DI BALIK MEJA PERJAMUAN
25
TARIAN IBLIS DI LORONG SUNYI
26
GEMURUH LANGIT DAN DARAH TUA
27
SISI GELAP MATA SAKTI
28
Pengadilan Para Pecundang
29
Bisikan di Antara Retakan Langit
30
SUJUD SANG PEMIMPIN
31
ARSITEK TAKDIR DAN DARAH YANG MEMBEKU
32
PASAR HANTU DAN HARGA SEBUAH NYAWA
33
PENGKHIANATAN DI BAWAH BULAN BERDARAH
34
SISA ABU DAN MAHKOTA BERDUR
35
PERJAMUAN BANGKAI DAN CAHAYA MERAH
36
PERJAMUAN DI UJUNG BELATI
37
MONUMEN DAGING DAN DEBU
38
RITUAL DI ATAS DEBU
39
MEJA PERJUDIAN NYAWA
40
PERJAMUAN PARA SERIGALA
41
DARAH DI ATAS AWAN
42
PERJAMUAN NYAWA DI SENTOSA COVE
43
PECAHNYA CAKRAWALA
44
JANIN YANG MENETAS
45
SISA ABU DAN RAHASIA YANG MENGGIGIL
46
BRANKAS GENESIS DAN DARAH YANG BERTERIAK
47
DEWI YANG MEMINJAM RAGA
48
KUTUKAN YANG TERBUANG
49
HARGA SEBUAH KEBANGKITAN
50
PERJUDIAN DI ATAS DARAH DAN DEBU
51
PERJAMUAN DARAH ADIWANGSA
52
PERJAMUAN MAUT DI LANGIT JAKARTA
53
PESAN DARI KUBURAN
54
BENTURAN DUA JIWA DAN KEMATIAN DARI LANGIT
55
DEBU SURGA DAN JANJI YANG TERSISA
56
RERUNTUHAN ISTANA PASIR DAN SURAT DARI KEMATIAN
57
SINGGASANA DI ATAS LUMPUR
58
TARIAN GAGAK BUTA
59
AMIS DARAH DI PELABUHAN MATI
60
GERHANA NYAWA DI ATAS DEK NAGA HITAM
61
RATAPAN GIOK DAN AMUK SANG PENYALIB DEWA
62
SISA DEBU DAN JANJI DARAH
63
MONOLOG DI ATAS NYAWA YANG TERCECER
64
CAKRAWALA PEMBALASAN DAN KUTUKAN MATA DEWA
65
SISA ABU DAN EMBUN PEMULIHAN
66
PERJAMUAN PENGKHIANATAN DI ATAS ALTAR KACA
67
NYANYIAN DARAH DI JAYAGIRI
68
SALJU DI ATAS BETON BERDARAH
69
PERJAMUAN BANGKAI DI CAKRAWALA
70
FRAGMEN JIWA YANG PECAH
71
REQUIEM DI ATAS PUING CAKRAWALA
72
LITANI DEBU DAN DETAK TERAKHIR
73
TARIAN JAGAL DI ATAS SALJU HITAM
74
PERJAMUAN NISAN DI CAKRAWALA JAKARTA
75
KEJATUHAN SANG ARSITEK TAKDIR
76
RAHIM KEBENCIAN DAN NADI BUMI
77
DISSECTION OF REALITY (PEMBEDAHAN REALITA)
78
KANIBALISME CAHAYA DAN PERJAMUAN TERAKHIR
79
PERJAMUAN DEBU DAN MAHKOTA GERHANA
80
PINTU GEHENNA DAN RITUAL PEMBANTAIAN DEWA
81
SISA DEBU DI UJUNG JARI
82
AMUK SANG KAISAR DI NEGERI JIRAN
83
PERJAMUAN TERAKHIR DI ALPEN DAN MEMORI YANG BERDARAH
84
HUJAN ABU DI JAKARTA DAN BISIKAN PERAK
85
GUGURNYA KESADARAN DAN KEDATANGAN SANG GURU
86
Bayangan di Bawah Tanah
87
Litani Pecahnya Cangkang Fana
88
Pemusnahan di Bawah Langit yang Pucat
89
Elegi Runtuhnya Pilar Langit
90
Fragmen Sukma yang Tercecer
91
Jalan Menuju Kubah Bisu
92
Mata yang Membuka Realitas
93
KURSI KOSONG DI MEJA DEWA
94
ENTROPY YANG MENGGERAT
95
KULMINASI DARI KEPUTUSASAAN
96
gema dari kegelapan
97
Ruang Antara Dua Titik Akhir
98
Turun ke Batas yang Hidup
99
Kesadaran yang Berkeringat
100
Titik Balik dari Kesadaran
101
KESADARAN GELAP
102
GERBANG KEHANCURAN
103
AKAR YANG BERDETAK
104
PERTAMA KALI BERNAFAS
105
TITIK JERAT
106
GRAVITASI EGO PERTAMA
107
RETAKNYA KONSENSUS ALAM
108
TRAGEDI DI KOTA TANPA NAMA
109
BEBAN MERAH SANG DEWA
110
TITIK DIDIH KONFLIK BARU
111
KESUNYIAN PASCA-PERANG
112
ARTEFAK DARI AWAL
113
PENGUMPULAN KEMBALI
114
PERJALANAN KE DALAM
115
HARMONI YANG MENGGIGIT
116
HARGA DARI NADA
117
GRAVITASI KEDUA
118
KEHENINGAN YANG BERBOBOT
119
WARISAN DI DALAM KEHENINGAN
120
SUARA DARI DALAM POHON
121
PENYAKIT YANG INDAH
122
PERJANJIAN DI TEPI ABYSS
123
KETIKA SEGALANYA BERUBAH
124
PERTEMPURAN DI TEPI KEABADIAN
125
KETIKA LAGU TIDAK PERNAH BERAKHIR
126
PENGUMUMAN SPRESIAL: AKHIRNYA ZEUS KEMBALI! (Wajib Baca, Bro!)
127
pengumuman buat pembaca setia mata sakti mohon mampir ke naskah kedua ya
128
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!