Penguasa Agung

Penguasa Agung

Ch 1 — Apakah ini Takdir? [Revisi]

Kota Huzhou bukanlah kota besar namun dapat menampung belasan ribu jiwa.

Kota ini berada di ujung selatan benua Diluo dan bersebelahan langsung dengan pegunungan Tianlei, pegunungan terbesar kedua di Kekaisaran Fenlai.

Pagi itu disetiap lapangan latihan Keluarga Qin sudah bergetar oleh suara hantaman tinju dan teriakan semangat para anggota keluarga muda dari usia 14 hingga 20 tahun.

Aroma keringat dan debu memenuhi udara, menjadi saksi bisu bagi ambisi para pemuda-pemudi yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Di sudut paling terpencil, jauh dari kerumunan lapangan umum maupun lapangan utama, seorang pemuda berusia lima belas tahun sedang menghantam samsak pasir yang sudah mulai robek.

Nama dia Qin Mu. Rambut hitam legamnya tergerai panjang melewati bahu, sorot matanya tajam berwarna hitam kebiruan.

Napasnya memburu. Keringat membasahi pakaian katunnya yang lusuh hingga menempel erat di kulit. Setiap pukulan yang ia lancarkan terdengar solid, namun ada gurat frustrasi yang mendalam di wajahnya yang tegas.

Sudah tepat satu tahun. Satu tahun penuh Qin Mu menghabiskan waktu, tenaga, dan mentalnya hanya untuk satu tujuan: melewati tahap pertama Pembentukan Fondasi.

Menurut standar umum di Kota Huzhou, para praktisi muda mulai berlatih sejak usia 14 tahun.

Seorang pemuda-pemudi dari garis keturunan biasa biasanya menempa tubuh mereka selama 6 bulan dan hanya membutuhkan waktu lima hingga enam bulan untuk membuka 9 Meridian Utama dan melangkah ke tahap kedua Pembentukan Fondasi...

Dan bagi keturunan keluarga terhormat dengan bantuan sumber daya berkelimpahan, mereka seharusnya mampu meraihnya setidaknya dua kali lebih cepat daripada pemuda-pemudi garis keturunan biasa.

Namun bagi Qin Mu, sembilan meridian di dalam tubuhnya seolah-olah terbuat dari besi dingin yang membeku.

Tidak peduli seberapa keras dia melatih fisiknya, tidak peduli seberapa banyak cara, seberapa banyak ramuan penguat tulang maupun seberapa tinggi kualitas pil yang diberikan ayahnya...

Pintu menuju tahap kedua Pembentukan Fondasi dalam 4 Tahap Khusus Pembentukan Fondasi tetap tertutup rapat.

"Lihat itu, Tuan Muda kita masih bermain dengan pasir," sebuah suara bernada mengejek memecah konsentrasi Qin Mu.

Qin Mu menghentikan pukulannya. Tanpa menoleh pun, dia tahu siapa yang datang.

Qin Feng berusia 15 tahun, sepupunya yang telah menembus tahap Pengumpulan Spiritual, Tahap Ketiga dalam Pembentukan Fondasi. Di belakangnya, beberapa pengikut setianya tertawa merendahkan dan menghinanya secara terang-terangan.

"Hanya Tahap Penempaan Tubuh selama satu tahun? Qin Mu, jika aku jadi kau, aku akan berhenti membuang-buang sumber daya keluarga dan pergi menjadi pedagang di pasar," ujar Qin Feng sambil berjalan mendekat dengan gaya angkuh.

"Latihanku bukan urusanmu," jawab Qin Mu dingin. Matanya tetap menatap samsak di depannya, mencoba mengabaikan denyut nyeri di kepalan tangannya yang mulai berdarah.

"Tentu saja ini urusanku! Kau adalah putra tunggal Paman Qin Feiyan! Karena ketidakmampuanmu, nama Keluarga Besar Qin yang hebat di Kota Huzhou menjadi bahan tertawaan."

"Orang-orang bilang, Harimau melahirkan seekor kucing lumpuh. Tidakkah kau kasihan pada paman?"

"Haha." Tawa dua pengikut Qin Feng sambil bertepuk tangan.

Kata-kata itu menghujam tepat di ulu hati Qin Mu. Dia bisa menahan cemoohan tentang dirinya sendiri, tetapi menyebut nama ayahnya adalah batas terakhir.

"Pergi kalian!" desis Qin Mu, suaranya rendah namun penuh penekanan.

"Oh? Kau berani memerintahku? Dengan kekuatan fisik tanpa energi spiritual?" Qin Feng tertawa geli. Ia tiba-tiba menggerakkan tangannya.

Dab!

Qin Chen melangkah cepat, ia mendekati Qin Mu.

Wush!

Buahh!

Sebuah hembusan angin kencang tercipta dari gerakan tangan Qin Feng, sederhana namun cukup kuat.

Bugh!

Qin Chen melanjutkan. Ia meninju ulu hati Qin Mu.

"Ughh"

Qin Mu sudah berusaha bertahan, namun serangan itu terlalu kuat baginya yang hanya praktisi Pembentukan Fondasi tahap penempaan tubuh.

"Ingat posisimu, Qin Mu."

"Bulan depan adalah Upacara Uji Spiritual Tahunan. Jika kau tidak meraih Pembentukan Fondasi tahap kedua, bahkan paman patriark tidak akan bisa mencegahmu dibuang keluar dari keluarga ini," ancam Qin Feng sebelum berbalik pergi bersama kawan-kawannya, meninggalkan tawa yang menggema di lapangan.

"Hahaha... benar-benar tuan muda lemah."

...

Qin Mu terduduk di tanah, mengepalkan tinjunya. Dia menatap langit biru yang luas, merasakan kekosongan yang menyesakkan di dalam dadanya.

'Apakah...'

'Apakah aku...'

'Benar-benar ditakdirkan hanya menjadi sampah di dunia yang mengagungkan kekuatan ini?'

Matahari mulai meninggi, membakar kulit Qin Mu yang sudah memerah.

Setelah kepergian Qin Feng, pemuda itu tidak berhenti. Ia justru semakin gila dalam melayangkan tinjuannya.

Jika satu pukulan tidak cukup, ia akan melakukan seratus. Jika seratus tidak cukup, ia akan melakukan seribu.

Namun, di dalam hatinya, sebuah teka-teki besar terus menghantui.

Kenapa?

Kenapa aku tidak bisa membuka meridian utama 'jalur kultivasi' di setiap inti tulang?

Secara logika, ramuan dan pil tingkat tinggi yang diberikan ayahnya sudah lebih dari cukup untuk membilas sumsum tulang dan menghancurkan sumbatan di 9 jalur meridian utamanya.

Apalagi dengan bantuan Paman Futian...

Seharusnya, membuka 9 meridian utama adalah hal yang sepele bagi seseorang yang mendapatkan asupan sumber daya berkelimpahan...

Namun, setiap kali energi obat mengalir ke dalam tubuhnya, energi itu seolah-olah ditelan oleh jurang tanpa dasar di dalam tubuhnya, menghilang tanpa jejak sebelum sempat menyentuh gerbang meridian utama.

"Hah... hah..." Qin Mu bersandar pada pohon Ginkgo besar di pinggir lapangan. Nafasnya berat, keringat menetes dari ujung hidungnya ke tanah.

"Mu’ge, kau memaksakan dirimu lagi."

Sebuah suara lembut, sejernih denting lonceng perak, memecah kesunyian.

Qin Mu mendongak dan seketika ketajaman di matanya melunak.

Seorang gadis berjalan mendekat. Ia mengenakan jubah berwarna biru langit khas yang melambai ditiup angin sore.

Wajahnya cantik jelita, dengan kulit seputih porselen dan sepasang mata yang memancarkan kecerdasan sekaligus kehangatan. Dia adalah Qin Lian, salah satu permata paling berharga dari Keluarga Qin.

Jika Qin Mu adalah simbol kegagalan, maka Qin Lian adalah simbol keajaiban.

Di usianya yang baru lima belas tahun itu, ia telah mencapai Tahap Kesempurnaan Pembentukan Fondasi. Ia adalah seorang praktisi beladiri sejati dalam ambang menuju kultivator yang sudah bisa menyimpan energi spiritual di pusar bawahnya.

"Lian’er," sapa Qin Mu sambil menyeka keringatnya dengan lengan baju yang kotor. Ia merasa sedikit canggung berdiri di depan gadis sesempurna Qin Lian dengan kondisi yang berantakan.

Qin Lian tidak peduli. Ia mengeluarkan sapu tangan putih bersih dan tanpa ragu menyeka sisa debu di pipi Qin Mu.

"Qin Feng pasti menghina Mu’ge lagi. Jangan masukkan kata-katanya ke dalam hati. Dia hanya iri karena meskipun dia punya bakat, dia tidak punya keteguhan hati seperti milikmu."

Qin Mu tersenyum pahit. Perkataan Qin Lian begitu menenangkan namun juga membuatnya berpikir...

Bakat ya?

"Keteguhan hati tanpa kekuatan hanya akan dianggap sebagai keras kepala, Lian'er... Dunia tidak melihat seberapa keras aku berusaha, mereka hanya melihat apakah aku sudah membuka meridian atau belum..." balas Qin Mu pelan.

Gadis itu terdiam sejenak, perkataan Qin Mu begitu matang selayaknya perkataan orang dewasa.

Tatapan Qin Lian melembut penuh simpati. Ia duduk di akar pohon besar itu, mengisyaratkan Qin Mu untuk duduk di sampingnya.

"Mu'ge ingat saat kita kecil? Kau selalu melindungiku dari anjing-anjing liar di hutan belakang meskipun kau sendiri gemetar ketakutan," kenang Qin Lian dengan tawa kecil.

"Bagiku, kau tetap kakak yang hebat. Bakat... terkadang langit hanya ingin menguji kita sedikit lebih lama."

"Tapi ujian ini terasa seperti tidak ada akhirnya," bisik Qin Mu. Ia menoleh menatap gadis itu.

"Bulan depan adalah Upacara Uji Spiritual. Jika aku gagal... aku mungkin akan dikirim ke cabang keluarga di pinggiran untuk mengurus pembukuan atau tambang. Kita tidak akan bisa mengobrol seperti ini lagi."

Mendengar itu, ekspresi Qin Lian berubah serius. Ada gurat kecemasan yang tidak bisa ia sembunyikan di matanya yang indah.

Sebagai jenius keluarga, ia tahu betapa kejamnya aturan keluarga. Tanpa bakat, Qin Mu akan dianggap sebagai beban bagi garis 'keturunan utama'.

"Aku akan bicara pada Paman Patriark," ujar Qin Lian tegas sambil menggenggam tangan Qin Mu.

"Dan aku akan membantumu. Aku punya beberapa Pil Pengumpul Spiritual yang aku dapat dari aula pengobatan..."

"Jangan," potong Qin Mu dengan lembut namun tegas. Ia melepaskan genggaman tangan Qin Lian.

"Kau membutuhkan pil-pil itu untuk menembus Ranah Spiritual Mendalam. Jangan sia-siakan pada lubang tanpa dasar sepertiku. Jika aku benar-benar harus pergi bulan depan, setidaknya aku ingin pergi dengan melihatmu mencapai puncak itu."

"Mu'ge..."

Qin Lian menggigit bibir bawahnya, matanya mulai berkaca-kaca. Ia benci melihat Qin Mu yang selalu mengalah dan berkorban demi orang lain, bahkan di saat posisinya sendiri di ujung tanduk.

Di bawah bayangan pohon Ginkgo yang mulai menggugurkan daun emasnya, kedua remaja itu terdiam. Yang satu berada di puncak kemuliaan, yang lain berada di titik jurang kehinaan. Namun, di antara mereka, ada ikatan yang tidak bisa diputus oleh tingkatan kultivasi mana pun.

Melihat suasana yang mendadak canggung dan mata Qin Lian yang mulai berkaca-kaca, Qin Mu segera berdeham keras. Ia tidak ingin gadis di sampingnya ini ikut menanggung beban pikirannya.

"Sudahlah, Lian’er. Jangan pasang wajah seperti itu," ujar Qin Mu sambil tiba-tiba berdiri dan berpose layaknya seorang pahlawan besar di panggung sandiwara.

"Lagipula, pikirkan sisi positifnya. Jika aku benar-benar dikirim ke tambang atau menjadi pedagang, aku akan menjadi pedagang paling tampan di seluruh Provinsi Nanlai! Siapa tahu, karena ketampananku ini, para pelanggan akan mengantre panjang dan aku berakhir lebih kaya daripada Keluarga Qin!"

Qin Lian tersentak, lalu tawa kecil keluar dari bibirnya.

"Mu’ge, kau ini percaya diri sekali. Memangnya ketampanan bisa dimakan?"

"Tentu saja! Di pasar, satu senyuman maut dariku mungkin bisa ditukar dengan dua butir telur atau sepiring bakpao," balas Qin Mu sambil mengedipkan sebelah matanya dengan gaya jenaka.

"Dan bayangkan, saat kau sudah menjadi Kultivator Agung yang bisa terbang di langit, kau bisa turun ke pasar dan berteriak, 'Berikan aku diskon, atau aku akan menghancurkan tokomu!', lalu aku akan keluar dan berkata, 'Tenang Tuan Putri, khusus untukmu, beli satu gratis cinta!'"

"Pffft! Hahaha!" Qin Lian tertawa lepas, menutupi mulutnya dengan tangan.

"Berhenti bicara omong kosong! Kau benar-benar tidak tahu malu." ucap Qin Lian dengan pipi merah merona.

Melihat tawa tulus itu, beban di pundak Qin Mu terasa sedikit terangkat. Setidaknya untuk sesaat, mereka bukan lagi Si Sampah dan Si Jenius, melainkan hanya dua sahabat yang tumbuh bersama.

Malam harinya. Di dalam kamar sederhananya yang tertata rapi, Qin Mu duduk di tepi ranjang.

Lampu minyak di sudut ruangan bergoyang pelan, memantulkan bayangan dirinya yang tampak lesu.

Candaannya sore tadi hanyalah topeng. Kenyataannya, hatinya terasa sangat perih.

la mengambil sebuah botol giok kecil dari bawah bantalnya, botol terakhir berisi cairan pembersih sumsum yang diberikan ayahnya minggu lalu. la tahu ayahnya harus berdebat sengit dengan dewan tetua di Aula Pertemuan hanya untuk mendapatkan botol ini.

"Ayah... maafkan anakmu yang tidak berguna ini," bisiknya pelan, meminum cairan pembersih sumsum.

la tidak ingin menyerah. Meskipun ia tahu bahwa melakukan meditasi bagi seseorang di tahap Penempaan Tubuh adalah hal yang dianggap sia-sia oleh banyak orang, ia tetap melakukannya setiap malam.

Bermeditasi untuk ketenangan batin. Bukan bermeditasi untuk menyerap energi alam.

Qin Mu menyilangkan kakinya, meletakkan tangan di atas lutut, dan mulai mengatur napasnya.

Hirup... Hembuskan...

Seperti biasa, begitu ia memejamkan mata, hanya ada kegelapan pekat. la mencoba merasakan energi alam di sekitarnya, namun tubuhnya terasa seperti tembok batu yang tidak memiliki celah sedikit pun. Satu menit, sepuluh menit, satu jam berlalu, kemudian tidak terhitung berapa lama waktu telah berlalu dalam keheningan.

Namun, tepat saat ia hendak merebahkan tubuhnya untuk tidur, sebuah fenomena aneh terjadi.

Zzap!

Sebuah kilatan putih kebiruan tiba-tiba melesat di dalam pandangan gelapnya. Itu bukanlah imajinasi buatanya. Kilatan itu menyerupai sambaran petir kecil yang membelah keheningan batinnya.

"Apa itu?" batin Qin Mu terkejut.

Terpopuler

Comments

🔴༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐

🔴༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐

Awal cerita sudah bagus 👍👍

2026-07-22

3

Haryo pambayun

Haryo pambayun

cek saound doeloe.. syapa tao bagoes ceritanya...

2026-08-06

0

ѕ⍣⃝✰☠️⃝𝐑𝐢𝐨𝐧

ѕ⍣⃝✰☠️⃝𝐑𝐢𝐨𝐧

Utk awlan udh ckp bgs👍

2026-08-21

0

lihat semua
Episodes
1 Ch 1 — Apakah ini Takdir? [Revisi]
2 Ch 2 — Terkejut
3 Ch 3 — Manual Kultivasi
4 Ch 4 — Pil Pengumpul Spiritual
5 Ch 5 — Topeng Tersembunyi
6 Ch 6 — Batangan Besi Meteor
7 Ch 7 — Pegunungan Tianlei
8 Ch 8 — Harta Pertama
9 Ch 9 — Tamu Misterius
10 Ch 10 — Upacara Uji Spiritual
11 Ch. 11 — Upacara Uji Spiritual bg. 2
12 Ch. 12 — Upacara Uji Spiritual bg. 3
13 Ch. 13 — Upacara Uji Spiritual bg. 4
14 Ch 14 — Upacara Uji Spiritual bg. 5
15 Ch 15 — Duel
16 Ch 16 — Di luar Perkiraan Qin Mu
17 Ch 17 — Hancurnya Masa Depan
18 Ch 18 — Gelombang Pertarungan
19 Ch 19 — Kembali Bertemu
20 Ch 20 — Romantisme
21 Ch 21 — Kenangan Masa Lalu
22 Ch 22 — Pembantaian
23 Ch 23 — Sesuai Dugaan Qin Mu
24 Ch 24 — Harga Diri dan Cinta
25 Ch 25 — Cahaya Harapan
26 Ch 26 — Kondisi Patriark Qin Feiyan
27 Ch 27 — Kondisi Patriark Qin Feiyan bg. 2
28 Ch 28 — Sedikit Lelucon Setelah Hari yang Panjang
29 Ch 29 — Sedikit Lelucon Setelah Hari yang Panjang bg. 2
30 Ch 30 — Pil Penghancur Meridian Sejati
31 Ch 31 — Tulang yang Keras
32 Ch 32 — Rune?
33 Ch 33 — Mata Biru Safir
34 Ch 34 — Tua Bangka Sialan
35 Ch 35 — Latihan Singkat
36 Ch 36 — Telapak Api
37 Ch 37 — Tanda Tanya
38 Ch 38 — Berlatih Alkimia
39 Ch 39 — Segera Meninggalkan Keluarga Qin
40 Ch. 40 — Tiba di Koloseum
41 Ch. 41 — Perselisihan Sepihak di Area Vip
42 Ch. 42 — Kompetisi Tahunan Kota Huzhou
43 Ch. 43 — Huzhou Meiji
44 Ch. 44 — Maaf Pak
45 Ch. 45 — Cahaya Merah Pada Monumen Batu
46 Ch. 46 — Kehebohan di Arena Koloseum
47 Ch. 47 — Pilihan Qin Mu
48 Ch. 48 — Meninggalkan Kompetisi Tahunan
49 Ch. 49 — Dunia yang Luas
50 Ch. 50 — Guru
51 Ch. 51 — Bertarung Melawan 5 Harimau Bumi
52 Ch. 52 — Predator bagi Hewan Buas
53 Ch. 53 — Formasi Alami
54 Ch. 54 — Teratai Seratus Kemurnian
55 Ch. 55 — Ular Bersisik Berlian
56 Ch. 56 — Formasi Tersembunyi Berlapis
57 Ch. 57 — Kitab Bumi Pusaran Roh
58 Ch. 58 — Menjadi Lebih Kuat
59 Ch. 59 — Kebencian dan Dendam
60 Ch. 60 — Petuah Seorang Guru
61 Ch. 61 — Perjalanan Panjang
62 Ch. 62 — Gerbang Megah Sekte Dishi
63 Ch. 63 — Instruktur Bu Yan
64 Ch. 64 — Instruktur Bu Yan bg. 2
65 Ch. 65 — Niat Pertarungan
66 Ch. 66 — Niat Pertarungan bg. 2
67 Ch. 67 — Niat Pertarungan bg. 3
68 Ch. 68 — Kehadiran yang Tidak Terduga
69 Ch. 69 — Puncak Utama, Gunung Dishi Pertama
70 Ch. 70 — Ketenangan
71 Ch. 71 — Ini Begitu Menjengkelkan!
72 Ch. 72 — Mengambil Misi
73 Ch. 73 — Ular Memburu Naga
74 Ch. 74 — Tidak Ada Apa-apanya
75 Ch. 75 — Kalian yang Memulai, Maka Jangan Salahkan Aku
76 Ch. 76 — Penerobosan
77 Ch. 77 — Dua Benih Pohon Spiritual
78 Ch. 78 — Salah Paham
79 Ch. 79 — Salah Paham bg. 2
80 Ch. 80 — Salah Paham bg. 3
81 Ch. 81 — Perburuan Harimau Bumi Tua
82 Ch. 82 — Penjaga Teratai Sepuluh Kemurnian
83 Ch. 83 — Penjaga Teratai Sepuluh Kemurnian bg. 2
84 Ch. 84 — Penjaga Teratai Sepuluh Kemurnian bg. 3
85 Ch. 85 — Akhir dari Sang Raja Hutan
86 Ch. 86 — Ada Hal yang Harus Kulakukan
87 Ch. 87 — Prasangka Tetua Luar Qiumei
88 Ch. 88 — Spekulasi Garis Keras Tetua Luar Qiumei
89 Ch. 89 — Membeli Informasi
90 Ch. 90 — Menuju Pavilun Harta
91 Ch. 91 — Qin Mu adalah Rivalku!
92 Ch. 92 — Bagaimana Kalau Kita Berlatih Tanding?
93 Ch. 93 — Panggung yang Tidak Terduga
94 Ch. 94 — Duel Niat Pertarungan Tingkat 1
95 Ch. 95 — Rivalitas dan Kerinduan
96 Ch. 96 — Pertaruhan Harta
97 Ch. 97 — Tawa yang Jarang
98 Ch. 98 — Beban dari Sebuah Ucapan
99 Ch. 99 — Metode Hantaman Jiwa
100 Ch. 100 — Tujuan yang Sama
101 Ch. 101 — Ini... Bagaimana Mungkin?!
102 Ch. 102 — Pria Raksasa di Alam Bawah Sadar
103 Ch. 103 — Pria Raksasa di Alam Bawah Sadar bg. 2
104 Ch. 104 — ​Pria Raksasa di Alam Bawah Sadar bg. 3
105 Ch. 105 — Meditasi Lautan Roh
106 Ch. 106 — Perbedaan Waktu
107 Ch. 107 — Persinggungan dan Persamaan Waktu
108 Ch. 108 — Menjadi Murid Dalam
109 Ch. 109 — Informasi dari Aoya
110 Ch. 110 — Aktivitas Sebelum Hari Seleksi
111 Ch. 111 — Pertarungan di Area Lapangan Utama, Dimulai!
112 Ch. 112 — Gelombang Pertarungan Seleksi Akbar
113 Ch. 113 — Gelombang Pertarungan Seleksi Akbar bg. 2
114 Ch. 114 — Gelombang Pertarungan Seleksi Akbar bg. 3
115 Ch. 115 — Gelombang Pertarungan Seleksi Akbar bg. 4
116 Ch. 116 — Rumor yang Kembali Teringat
117 Ch. 117 — Rumor yang Kembali Teringat bg. 2
118 Ch. 118 — Rumor yang Kembali Teringat bg. 3
119 Ch. 119 — Perhatian dari Seorang Permaisuri Pedang Hitam
120 Ch. 120 — Menuju Babak Ketiga Seleksi Akbar
121 Ch. 121 — Babak Ketiga Seleksi Akbar Dimulai!
122 Ch 122 — Babak Ketiga Seleksi Akbar
123 Ch. 123 — Babak Ketiga Seleksi Akbar bg. 2
124 Ch. 124 — Babak Ketiga Seleksi Akbar bg. 3
125 Ch. 125 — Turunnya Para Tetua
126 Ch. 126 — Ujian Sang Penguasa
127 Ch. 127 — Tiga Monster
128 Ch. 128— Kita Adalah Saudara
129 Ch. 129 — Dunia ini Sangatlah Luas
130 Ch. 130 — Misteri Tubuh Langka
131 Ch. 131 — Perintah Misi Rahasia
132 Ch. 132 — Tiga Kekuatan Besar
133 Ch. 133 — Terbukanya Alam Rahasia
134 Ch. 134 — Tidak ada Matahari
135 Ch. 135 — Dunia Kultivasi yang Sebenarnya
136 Ch. 136 — Bunga Iblis Penelan Lahar
137 Ch. 137 — Mencuri Herbal
138 Ch. 138 — Membantu Rekan Satu Faksi
139 Ch. 139 — Penerobosan Kultivasi
140 Ch. 140 — Perebutan Harta
141 Ch. 141 — Ini Hanyalah Pemanasan
142 Ch. 142 — Rencana Meminjam Pisau
143 Ch. 143 — Reuni Berdarah
144 Ch. 144 — Reuni Berdarah bg. 2
145 Ch. 145 — Reuni Berdarah bg. 3
146 Ch. 146 — Pertarungan Sengit
147 Ch. 147 — Dehidrasi Energi Spiritual
148 Ch. 148 — Pelajaran Nyata dari Kesombongan
149 Ch. 149 — Maniak Gila Pertarungan dan Pencerahan
150 Ch. 150 — Rencana Nie Zhisan
151 Ch. 151 — Meraih Ranah Lautan Spiritual
152 Ch. 152 — Istana Pangeran Api
153 Ch. 153 — Tiga Golem Magma
154 Ch. 154 — Buah Api Kuno Sejati
155 Ch. 155 — 100 Anak Tangga Tekanan Gravitasi
156 Ch. 156 — Kehancuran Dantian
157 Ch. 157 — Altar Pewarisan
158 Ch. 158 — Ujian Pangeran Api
159 Ch. 159 — Api Surgawi
160 Ch. 160 — Berakhirnya Penjelajahan Alam Rahasia Pangeran Api
161 Ch. 161 — Hancurnya Harga Diri
162 Ch. 162 — Bentrokan Dua Tetua
163 Ch. 163 — Hak Istimewa
164 Ch. 164 — Kebenaran Sang Pangeran Api
165 Ch. 165 — Api Surgawi Peringkat 9
166 Ch. 166 — Tinju Dua Monster
167 Ch. 167 — Sang Penguasa Baru
168 Ch.168 — Bukan Tubuh Langka, Melainkan...
169 Ch. 169 — Perbincangan di Gunung Dishi Pertama
170 Ch. 170 — Kondisi Meditasi Abadi
171 Ch. 171 — Kejutan untuk Sang Alkemis
172 Ch. 172 — Paviliun Perpustakaan Gorila Langit
173 Ch. 173 — Tiga Alam Kecil, Gunung Dishi Kedua
174 Ch. 174 — Pelatihan Tertutup
175 Ch. 175 — Pelatihan Tertutup bg. 2
176 Ch. 176 — Pelatihan Tertutup bg. 3
177 Ch. 177 — Hantaman Sang Tinju Penghancur
178 Ch. 178 — Latihan Dewa Kematian
179 Pengumuman Musim 1 Berakhir: Tetap Lanjut di Sini
180 S2. Ch. 1 — Langkah Pertama Qin Mu
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Ch 1 — Apakah ini Takdir? [Revisi]
2
Ch 2 — Terkejut
3
Ch 3 — Manual Kultivasi
4
Ch 4 — Pil Pengumpul Spiritual
5
Ch 5 — Topeng Tersembunyi
6
Ch 6 — Batangan Besi Meteor
7
Ch 7 — Pegunungan Tianlei
8
Ch 8 — Harta Pertama
9
Ch 9 — Tamu Misterius
10
Ch 10 — Upacara Uji Spiritual
11
Ch. 11 — Upacara Uji Spiritual bg. 2
12
Ch. 12 — Upacara Uji Spiritual bg. 3
13
Ch. 13 — Upacara Uji Spiritual bg. 4
14
Ch 14 — Upacara Uji Spiritual bg. 5
15
Ch 15 — Duel
16
Ch 16 — Di luar Perkiraan Qin Mu
17
Ch 17 — Hancurnya Masa Depan
18
Ch 18 — Gelombang Pertarungan
19
Ch 19 — Kembali Bertemu
20
Ch 20 — Romantisme
21
Ch 21 — Kenangan Masa Lalu
22
Ch 22 — Pembantaian
23
Ch 23 — Sesuai Dugaan Qin Mu
24
Ch 24 — Harga Diri dan Cinta
25
Ch 25 — Cahaya Harapan
26
Ch 26 — Kondisi Patriark Qin Feiyan
27
Ch 27 — Kondisi Patriark Qin Feiyan bg. 2
28
Ch 28 — Sedikit Lelucon Setelah Hari yang Panjang
29
Ch 29 — Sedikit Lelucon Setelah Hari yang Panjang bg. 2
30
Ch 30 — Pil Penghancur Meridian Sejati
31
Ch 31 — Tulang yang Keras
32
Ch 32 — Rune?
33
Ch 33 — Mata Biru Safir
34
Ch 34 — Tua Bangka Sialan
35
Ch 35 — Latihan Singkat
36
Ch 36 — Telapak Api
37
Ch 37 — Tanda Tanya
38
Ch 38 — Berlatih Alkimia
39
Ch 39 — Segera Meninggalkan Keluarga Qin
40
Ch. 40 — Tiba di Koloseum
41
Ch. 41 — Perselisihan Sepihak di Area Vip
42
Ch. 42 — Kompetisi Tahunan Kota Huzhou
43
Ch. 43 — Huzhou Meiji
44
Ch. 44 — Maaf Pak
45
Ch. 45 — Cahaya Merah Pada Monumen Batu
46
Ch. 46 — Kehebohan di Arena Koloseum
47
Ch. 47 — Pilihan Qin Mu
48
Ch. 48 — Meninggalkan Kompetisi Tahunan
49
Ch. 49 — Dunia yang Luas
50
Ch. 50 — Guru
51
Ch. 51 — Bertarung Melawan 5 Harimau Bumi
52
Ch. 52 — Predator bagi Hewan Buas
53
Ch. 53 — Formasi Alami
54
Ch. 54 — Teratai Seratus Kemurnian
55
Ch. 55 — Ular Bersisik Berlian
56
Ch. 56 — Formasi Tersembunyi Berlapis
57
Ch. 57 — Kitab Bumi Pusaran Roh
58
Ch. 58 — Menjadi Lebih Kuat
59
Ch. 59 — Kebencian dan Dendam
60
Ch. 60 — Petuah Seorang Guru
61
Ch. 61 — Perjalanan Panjang
62
Ch. 62 — Gerbang Megah Sekte Dishi
63
Ch. 63 — Instruktur Bu Yan
64
Ch. 64 — Instruktur Bu Yan bg. 2
65
Ch. 65 — Niat Pertarungan
66
Ch. 66 — Niat Pertarungan bg. 2
67
Ch. 67 — Niat Pertarungan bg. 3
68
Ch. 68 — Kehadiran yang Tidak Terduga
69
Ch. 69 — Puncak Utama, Gunung Dishi Pertama
70
Ch. 70 — Ketenangan
71
Ch. 71 — Ini Begitu Menjengkelkan!
72
Ch. 72 — Mengambil Misi
73
Ch. 73 — Ular Memburu Naga
74
Ch. 74 — Tidak Ada Apa-apanya
75
Ch. 75 — Kalian yang Memulai, Maka Jangan Salahkan Aku
76
Ch. 76 — Penerobosan
77
Ch. 77 — Dua Benih Pohon Spiritual
78
Ch. 78 — Salah Paham
79
Ch. 79 — Salah Paham bg. 2
80
Ch. 80 — Salah Paham bg. 3
81
Ch. 81 — Perburuan Harimau Bumi Tua
82
Ch. 82 — Penjaga Teratai Sepuluh Kemurnian
83
Ch. 83 — Penjaga Teratai Sepuluh Kemurnian bg. 2
84
Ch. 84 — Penjaga Teratai Sepuluh Kemurnian bg. 3
85
Ch. 85 — Akhir dari Sang Raja Hutan
86
Ch. 86 — Ada Hal yang Harus Kulakukan
87
Ch. 87 — Prasangka Tetua Luar Qiumei
88
Ch. 88 — Spekulasi Garis Keras Tetua Luar Qiumei
89
Ch. 89 — Membeli Informasi
90
Ch. 90 — Menuju Pavilun Harta
91
Ch. 91 — Qin Mu adalah Rivalku!
92
Ch. 92 — Bagaimana Kalau Kita Berlatih Tanding?
93
Ch. 93 — Panggung yang Tidak Terduga
94
Ch. 94 — Duel Niat Pertarungan Tingkat 1
95
Ch. 95 — Rivalitas dan Kerinduan
96
Ch. 96 — Pertaruhan Harta
97
Ch. 97 — Tawa yang Jarang
98
Ch. 98 — Beban dari Sebuah Ucapan
99
Ch. 99 — Metode Hantaman Jiwa
100
Ch. 100 — Tujuan yang Sama
101
Ch. 101 — Ini... Bagaimana Mungkin?!
102
Ch. 102 — Pria Raksasa di Alam Bawah Sadar
103
Ch. 103 — Pria Raksasa di Alam Bawah Sadar bg. 2
104
Ch. 104 — ​Pria Raksasa di Alam Bawah Sadar bg. 3
105
Ch. 105 — Meditasi Lautan Roh
106
Ch. 106 — Perbedaan Waktu
107
Ch. 107 — Persinggungan dan Persamaan Waktu
108
Ch. 108 — Menjadi Murid Dalam
109
Ch. 109 — Informasi dari Aoya
110
Ch. 110 — Aktivitas Sebelum Hari Seleksi
111
Ch. 111 — Pertarungan di Area Lapangan Utama, Dimulai!
112
Ch. 112 — Gelombang Pertarungan Seleksi Akbar
113
Ch. 113 — Gelombang Pertarungan Seleksi Akbar bg. 2
114
Ch. 114 — Gelombang Pertarungan Seleksi Akbar bg. 3
115
Ch. 115 — Gelombang Pertarungan Seleksi Akbar bg. 4
116
Ch. 116 — Rumor yang Kembali Teringat
117
Ch. 117 — Rumor yang Kembali Teringat bg. 2
118
Ch. 118 — Rumor yang Kembali Teringat bg. 3
119
Ch. 119 — Perhatian dari Seorang Permaisuri Pedang Hitam
120
Ch. 120 — Menuju Babak Ketiga Seleksi Akbar
121
Ch. 121 — Babak Ketiga Seleksi Akbar Dimulai!
122
Ch 122 — Babak Ketiga Seleksi Akbar
123
Ch. 123 — Babak Ketiga Seleksi Akbar bg. 2
124
Ch. 124 — Babak Ketiga Seleksi Akbar bg. 3
125
Ch. 125 — Turunnya Para Tetua
126
Ch. 126 — Ujian Sang Penguasa
127
Ch. 127 — Tiga Monster
128
Ch. 128— Kita Adalah Saudara
129
Ch. 129 — Dunia ini Sangatlah Luas
130
Ch. 130 — Misteri Tubuh Langka
131
Ch. 131 — Perintah Misi Rahasia
132
Ch. 132 — Tiga Kekuatan Besar
133
Ch. 133 — Terbukanya Alam Rahasia
134
Ch. 134 — Tidak ada Matahari
135
Ch. 135 — Dunia Kultivasi yang Sebenarnya
136
Ch. 136 — Bunga Iblis Penelan Lahar
137
Ch. 137 — Mencuri Herbal
138
Ch. 138 — Membantu Rekan Satu Faksi
139
Ch. 139 — Penerobosan Kultivasi
140
Ch. 140 — Perebutan Harta
141
Ch. 141 — Ini Hanyalah Pemanasan
142
Ch. 142 — Rencana Meminjam Pisau
143
Ch. 143 — Reuni Berdarah
144
Ch. 144 — Reuni Berdarah bg. 2
145
Ch. 145 — Reuni Berdarah bg. 3
146
Ch. 146 — Pertarungan Sengit
147
Ch. 147 — Dehidrasi Energi Spiritual
148
Ch. 148 — Pelajaran Nyata dari Kesombongan
149
Ch. 149 — Maniak Gila Pertarungan dan Pencerahan
150
Ch. 150 — Rencana Nie Zhisan
151
Ch. 151 — Meraih Ranah Lautan Spiritual
152
Ch. 152 — Istana Pangeran Api
153
Ch. 153 — Tiga Golem Magma
154
Ch. 154 — Buah Api Kuno Sejati
155
Ch. 155 — 100 Anak Tangga Tekanan Gravitasi
156
Ch. 156 — Kehancuran Dantian
157
Ch. 157 — Altar Pewarisan
158
Ch. 158 — Ujian Pangeran Api
159
Ch. 159 — Api Surgawi
160
Ch. 160 — Berakhirnya Penjelajahan Alam Rahasia Pangeran Api
161
Ch. 161 — Hancurnya Harga Diri
162
Ch. 162 — Bentrokan Dua Tetua
163
Ch. 163 — Hak Istimewa
164
Ch. 164 — Kebenaran Sang Pangeran Api
165
Ch. 165 — Api Surgawi Peringkat 9
166
Ch. 166 — Tinju Dua Monster
167
Ch. 167 — Sang Penguasa Baru
168
Ch.168 — Bukan Tubuh Langka, Melainkan...
169
Ch. 169 — Perbincangan di Gunung Dishi Pertama
170
Ch. 170 — Kondisi Meditasi Abadi
171
Ch. 171 — Kejutan untuk Sang Alkemis
172
Ch. 172 — Paviliun Perpustakaan Gorila Langit
173
Ch. 173 — Tiga Alam Kecil, Gunung Dishi Kedua
174
Ch. 174 — Pelatihan Tertutup
175
Ch. 175 — Pelatihan Tertutup bg. 2
176
Ch. 176 — Pelatihan Tertutup bg. 3
177
Ch. 177 — Hantaman Sang Tinju Penghancur
178
Ch. 178 — Latihan Dewa Kematian
179
Pengumuman Musim 1 Berakhir: Tetap Lanjut di Sini
180
S2. Ch. 1 — Langkah Pertama Qin Mu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!