Pagi itu suasana rumah besar milik Arsaka terasa jauh lebih hangat dibanding biasanya. Sinar matahari masuk lembut melalui jendela besar ruang keluarga. Aroma kopi dan roti panggang masih samar tercium setelah mereka selesai sarapan bersama.
Di tengah sofa besar berwarna krem, Arsaka duduk santai sambil menggendong baby El yang kini sudah berusia satu setengah bulan. Bayi kecil itu mengenakan baju biru muda dengan kaus kaki kecil berbentuk beruang yang membuatnya terlihat makin menggemaskan.
Sementara Hana berdiri di dekat meja sambil merapikan botol susu dan beberapa perlengkapan bayi.
“Pagi, Bos kecil,” ujar Arsaka. “Hari ini ganteng banget. Mirip Daddy-nya, ya?”
Baby El malah menguap kecil. Han langsung terkekeh pelan. “Baby El kayaknya protes, Pak.”
Arsaka melirik sekilas. “Protes apa?”
“Katanya jangan terlalu percaya diri.”
“Enak aja.” Arsaka kembali menatap putranya serius. “El, kamu jangan dengar kata-kata Om Han. Dia iri karena belum ada yang manggil Daddy.”
Han yang baru saja mendekat langsung melotot tak terima. “Loh, kok saya jadi diserang pagi-pagi begini?”
Arsaka santai menyandarkan tubuh ke sofa. “Fakta.”
“Fitnah.”
Baby El tiba-tiba menggerakkan tangan kecilnya asal hingga mengenai dagu Arsaka. Mata pria itu langsung berbinar seolah baru mendapat hadiah besar.
“Han! Lihat! Anak saya mukul saya!”
Han mengangguk serius. “Iya, Pak. Naluri.”
“Naluri apa?”
“Pengen nyuruh bapaknya diam.”
Hana langsung menutup mulut menahan tawa. Sementara Arsaka menatap tajam asistennya itu. “Kamu pagi-pagi memang cari masalah?”
Han malah duduk santai di sofa sebelah. “Saya hanya menyampaikan isi hati baby El.”
Arsaka mendecih pelan sebelum kembali fokus pada putranya. “El,” ucapnya penuh semangat sambil menggoyangkan kaki bayi kecil itu perlahan. “Nanti kalau udah besar jangan terlalu dekat sama Om Han.”
Han langsung mengernyit curiga. “Nah kan mulai lagi.”
“Nanti ketularan jomblonya,” lanjut Arsaka santai. “Udah karatan belum juga punya pasangan.”
Hana yang berdiri di samp…
Diceraikan Karena Mandul, Dihamili CEO Dingin
Bab Enam Puluh Empat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments
Eonnie Nurul
kamu masih mending di kirim pesan pedagang bunga, aku kalau mau lebaran qurban selalu dikirim pesan pedagang kambing atau video kambing gara2 aku pernah beli dagangan nya 🤣🤣
2026-05-24
1
Sugiharti Rusli
apalagi sekarang mereka sudah dikaruniai seorang putra, yang bagi Arsaka bahkan lebih berharga dari bisnisnya, meski tetap saja anak usia 1,5 bulan diajak bicara macam" oleh ayahnya yah😁😁😁
2026-05-24
0
fatmawati (pipit)
kasihan assisten han yg masih betah jomblo,
disini hana tidak mempunyai keluarga atau sahabat sejak sekolah,masih penasaran sama kehidupan hana sebelum menikah dengan farhan
2026-05-24
0