PERSIAPAN PERNIKAHAN

💌 PERNIKAHAN SANG MAFIA 💌

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Pintu ruang makan tertutup rapat, menyisakan Elara yang masih terpaku di kursinya. Suara langkah kaki Dante yang menjauh perlahan menghilang, digantikan oleh keheningan yang kembali menyergap. Napas Elara terasa sesak, dadanya naik turun menahan amarah dan rasa frustasi yang memuncak. Piring berisi sarapan di hadapannya masih utuh, terlihat menggiurkan bagi orang lain, namun baginya saat ini, itu terasa seperti racun yang menyengat tenggorokannya.

"Apakah semuanya sudah sesuai selera Anda, Nona?"

Suara halus namun tiba-tiba membuat Elara tersentak. Ia mendongak dan melihat Bianca berdiri di sisi meja dengan nampan di tangan, wajahnya tetap datar tanpa ekspresi, seolah tidak terjadi apa-apa.

Elara menghela napas kasar, lalu mendorong kursinya hingga bergesekan dengan lantai menghasilkan suara berisik. Ia berdiri dengan tangan terkepal erat di sisi tubuhnya.

"Selera makan? Bagaimana mungkin aku punya selera makan setelah mendengar semua kata-kata tajam Tuan Besimu itu?" ucap Elara dengan nada suara yang sedikit meninggi, matanya menatap tajam ke arah Bianca. "Apa semua orang di rumah ini sudah mati perasaannya? Kalian bergerak, bicara, dan hidup seolah hanya menjadi boneka yang digerakkan oleh tali kendali Dante Valtieri."

Bianca tidak menjawab langsung. Ia hanya menundukkan pandangannya sedikit, menyembunyikan ekspresi wajahnya yang sulit diartikan.

"Nona, tolong kendalikan suara Anda. Jika Tuan Valtieri sampai mendengar Anda berbicara seperti itu, konsekuensinya tidak akan ringan," jawab Bianca dengan nada peringatan yang lembut namun tegas. "Dan satu hal lagi, Tuan Valtieri bertindak seperti itu bukan semata-mata karena ia kejam atau suka memerintah. Di dunia yang kami tinggali, kelemahan sekecil apa pun bisa menjadi celah bagi musuh untuk masuk dan menghancurkan segalanya. Termasuk Anda, Nona."

Elara terdiam sejenak, menatap Bianca dengan tatapan ragu. Apakah benar apa yang dikatakan wanita paruh baya itu? Atau itu hanya alasan klise yang dijadikan tameng bagi Dante untuk menutupi sifat otoriternya?

"Sekarang, silakan kembali ke kamar Anda. Tim penjahit dan penata rias akan tiba sebentar lagi. Mereka akan menyiapkan segala keperluan untuk upacara besok. Tuan Valtieri memerintahkan agar Anda bersikap kooperatif," tambah Bianca kemudian, lalu memberi isyarat tangan mempersilakan agar Elara pergi.

Dengan langkah gontai, Elara berjalan keluar dari ruang makan dan kembali menuju kamarnya. Di sepanjang lorong, ia bertemu dengan beberapa staf rumah tangga yang sibuk mondar-mandir membawa kotak-kotak perhiasan, kain-kain sutra, dan perlengkapan pesta. Persiapan untuk pernikahan besok tampak sudah berjalan sangat sibuk dan matang. Semua orang bekerja dengan sigap dan teratur, seolah sebuah mesin raksasa yang bergerak sempurna. Namun bagi Elara, semua kemegahan itu terasa seperti hiasan di atas penjara emas.

Sesampainya di kamar, Elara duduk di tepi tempat tidur, membiarkan tubuhnya terkulai lemas. Belum lama ia duduk, pintu kamar terbuka kembali dan masuklah sekelompok orang yang berpakaian rapi dan terlihat profesional. Mereka adalah tim penjahit dan penata rias yang dikirim khusus untuk menyiapkan Elara.

"Selamat pagi, Nona Sterling. Kami datang atas perintah Tuan Valtieri untuk menyiapkan segala kebutuhan pernikahan Anda," ucap seorang wanita paruh baya yang tampaknya menjadi pemimpin tim itu dengan nada sopan namun kaku. Ia lalu memberi isyarat kepada anggotanya untuk mulai bekerja.

Tanpa banyak bicara, mereka mulai sibuk mengukur ukuran tubuh Elara, memeriksa gaun pengantin yang sudah disiapkan, serta membawa berbagai kotak kosmetik dan perhiasan. Elara hanya diam membiarkan tubuhnya diatur sedemikian rupa oleh orang-orang asing itu. Ia merasa seperti manekin di toko pakaian, yang bisa dipindah, diukur, dan dihias sesuka hati orang lain.

Gaun pengantin itu ternyata sudah dipilihkan oleh Dante. Saat dibuka dari kotaknya, Elara tertegun sejenak. Gaun itu terbuat dari bahan sutra dan renda impor berkualitas tinggi, berwarna putih gading dengan potongan yang elegan namun tetap tertutup. Detail bordir benang emas tipis di bagian pinggang dan bahunya menambah kesan mewah dan berkelas. Namun, meskipun terlihat sangat indah dan mahal, Elara tahu bahwa gaun itu bukan dipilihkan karena keinginannya atau untuk menyenangkan hatinya, melainkan demi gengsi dan citra Dante di mata orang-orang.

"Gaun ini sangat indah, Nona. Pilihan Tuan Valtieri benar-benar seleranya tinggi," puji salah satu penjahit itu sambil memeriksa jahitan gaun itu. "Tuan Valtieri juga memerintahkan agar kami memastikan semuanya pas sempurna di tubuh Anda, tidak ada yang kurang sedikit pun."

Elara hanya tersenyum kecut mendengarnya. "Tentu saja. Segala sesuatu di sini harus sempurna menurut standarnya, bukan?" gumamnya pelan, sehingga tidak terdengar oleh orang-orang di sekitarnya.

Berjam-jam berlalu dengan penuh kesibukan. Mulai dari mengukur ukuran tubuh, mencocokkan aksesori, hingga mendiskusikan model tata rias dan tata rambut yang cocok. Semuanya harus disesuaikan dengan selera Dante yang terbilang sangat tinggi dan ketat. Bahkan untuk urusan perhiasan, cincin kawin yang disiapkan pun ternyata sudah dipilihkan dengan desain yang sederhana namun terbuat dari berlian dan emas murni dengan kualitas terbaik, melambangkan kekayaan dan kekuasaan keluarga Valtieri.

Siang berganti menjadi sore, dan perlahan tim itu mulai meninggalkan kamar Elara setelah menyelesaikan tugas mereka. Bianca masuk kembali ke kamar untuk memastikan semuanya berjalan lancar.

"Besok pagi, jam lima pagi, tim penata rias akan datang kembali untuk mempersiapkan Anda. Upacara akan dimulai tepat pukul sepuluh pagi di kapel pribadi di sayap timur gedung ini. Hanya tamu undangan tertentu yang akan hadir, kebanyakan adalah rekan bisnis dan kolega Tuan Valtieri," jelas Bianca sambil merapikan sisa-sisa peralatan yang berserakan.

Elara duduk di depan cermin meja rias, menatap bayangannya sendiri di kaca. Wajahnya terlihat pucat dan lelah, matanya sedikit bengkak karena kurang tidur semalam.

"Apakah ayahku akan datang?" tanyanya tiba-tiba, memecah keheningan. Ia sadar, setelah upacara besok, ia mungkin tidak akan bisa bertemu dengan ayahnya sesuka hati lagi.

Bianca berhenti sejenak, lalu menoleh ke arah Elara. "Tuan Sterling diundang, Nona. Tapi saya dengar, setelah upacara selesai, beliau harus segera kembali ke negaranya untuk mengurus beberapa urusan penting. Itu pun atas izin Tuan Valtieri."

Hati Elara terasa semakin perih mendengarnya. Bahkan kebebasan ayahnya untuk pergi dan datang pun sekarang tergantung pada ketersediaan hati Dante. Benar-benar posisi yang menyedihkan.

Malam pun tiba. Kamar Elara diterangi oleh lampu gantung yang redup. Ia berbaring di atas tempat tidur yang empuk namun terasa dingin. Pikirannya kembali melayang pada sosok Dante. Pria itu benar-benar misterius dan sulit ditebak. Di satu sisi, ia terlihat sangat tampan, berwibawa, dan memiliki kekuasaan yang luar biasa. Namun di sisi lain, ia terlihat sangat dingin, kejam, dan tidak memiliki perasaan.

Elara bertanya-tanya dalam hati, apakah Dante pernah merasakan cinta atau kasih sayang dalam hidupnya? Apakah di balik topeng dingin itu, tersembunyi luka mendalam yang membuatnya menjadi sosok seperti sekarang?

Namun seketika Elara menggelengkan kepalanya pelan, menepis pikiran itu. Tidak peduli apa alasan masa lalunya, fakta tetaplah fakta. Dante adalah orang yang mengambil kebebasannya, orang yang memaksanya terjebak dalam pernikahan tanpa cinta ini. Dan selama ia di sini, Elara berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membiarkan dirinya terbawa perasaan atau jatuh hati pada pria sekejam itu.

Besok, saat matahari terbit, ia akan resmi menjadi Nyonya Valtieri. Dan babak baru dalam hidupnya yang penuh tantangan dan bahaya itu akan segera dimulai.

BERSAMBUNG

^_^

Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini novel ke 14 aku 😍

Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

^_^

Terpopuler

Comments

Victoria Genevieve

Victoria Genevieve

cara mafia terkaya, semua dipersiapkan dengan matang. kapelnya aja ada book

2026-04-23

0

Sofhia Magdalena

Sofhia Magdalena

jalan ceritanya gak bertele-tele 😘 menarik sekali

2026-04-23

0

Gretchen Paula

Gretchen Paula

uda gak sabar menunggu kelanjutan nya Thor 😍😊

2026-04-22

0

lihat semua
Episodes
1 PERTEMUAN TAK DIINGINKAN
2 ATURAN DALAM BAYANGAN
3 PERSIAPAN PERNIKAHAN
4 JANJI DI BAWAH ALTAR
5 MALAM PERTAMA YANG DINGIN
6 DIBALIK PINTU RUANG KERJA
7 JEJAK MASA LALU
8 BAYANGAN PENGKHIANAT
9 KEPUTUSAN BERESIKO
10 BISIKAN BAHAYA
11 IDENTITAS PENGKHIANAT
12 KABAR BURUK
13 PENYELAMATAN DI HUTAN
14 KEPUTUSAN BARU
15 MISTERI INFORMAN
16 KONSEKUENSI
17 PERTEMUAN RAHASIA
18 PERTEMUAN RAHASIA
19 PENGKHIANAT DIAMANKAN
20 BERTEMU UNCLE ANDREAS
21 JEJAK ABU-ABU
22 BERDONASI
23 LANGKAH BERANI
24 UJIAN BERAT
25 TERJADI LEDAKAN
26 TIDAK MENYERAH
27 BAHAYA YANG LEBIH BESAR
28 PERMAINAN DI BALIK LAYAR
29 ANTARA PERCAYA DAN CURIGA
30 KETEGANGAN YANG MEMUNCAK
31 DIAMBANG KEHANCURAN
32 PERTARUNGAN BESAR
33 KEBENARAN YANG TERKUAK
34 PERTARUNGAN TERAKHIR
35 ELARA SAKIT
36 ELARA SAKIT PART 2
37 JARING LABA-LABA
38 STRATEGI TERAKHIR
39 MEMBAGI RASA HANGAT
40 MEMBERIKAN CINTA
41 MENENANGKANNYA
42 JEJAK DI BALIK LAYAR
43 BAYANG-BAYANG DI CABANG TIMUR
44 JEJAK DIGITAL
45 RAPAT EVALUASI RUTIN
46 JERAT DI GUDANG GELAP
47 WAJAH DI BALIK TOPENG
48 MENGUNCI PINTU GERBANG
49 KABAR BURUK DI GERBANG DEPAN
50 JEJAK DIGITAL YANG TERPUTUS
51 JEBAK DI UJUNG TANDUK
52 BENTENG DARI KEBENARAN
53 ALIANSI DI UJUNG TANDUK
54 AKU MENUNGGUMU
55 MALAM PANJANG
56 JERAT DIPLOMATIK
57 UJI MENTAL DI PERSIDANGAN.
58 BISIK-BISIK DI BALIK LAYAR
59 KEDIAMAN VALTTIERI
60 PEMBURUAN BAYANG-BAYANG
61 KEMARAHAN ELARA
62 PENGADILAN PENUH SESAK
63 SIDANG LANJUTAN
64 SELALU PULANG PADAMU
65 MENIKMATI WAKTU BERDUA
66 MASIH DI VILA VALTTIERI
67 KEMENANGAN
68 FONDASI YANG KOKOH
69 MENATAP CAKRAWALA BARU
70 STRATEGI DI BALIK LAYAR
71 TAKDIR TERINDAH
72 TATAPAN PENUH KASIH
73 RASA SAYANG
74 TAK TERGOYAHKAN
75 SAATNYA BERTATAP MUKA
76 PERTEMUAN DUA PIHAK
77 ARUS YANG KUAT
78 UJIAN YANG TAK TERDUGA
79 TITIK TEMU DI TENGAH PERBEDAAN
80 MERANCANG STRATEGI BARU
81 KESUKSESAN MENARIK PERHATIAN
82 JALAN YANG SELARAS
83 MEMBANGUN KEPEMPIMPINAN BARU
84 DIANTARA OMBAK DAN TAWA
Episodes

Updated 84 Episodes

1
PERTEMUAN TAK DIINGINKAN
2
ATURAN DALAM BAYANGAN
3
PERSIAPAN PERNIKAHAN
4
JANJI DI BAWAH ALTAR
5
MALAM PERTAMA YANG DINGIN
6
DIBALIK PINTU RUANG KERJA
7
JEJAK MASA LALU
8
BAYANGAN PENGKHIANAT
9
KEPUTUSAN BERESIKO
10
BISIKAN BAHAYA
11
IDENTITAS PENGKHIANAT
12
KABAR BURUK
13
PENYELAMATAN DI HUTAN
14
KEPUTUSAN BARU
15
MISTERI INFORMAN
16
KONSEKUENSI
17
PERTEMUAN RAHASIA
18
PERTEMUAN RAHASIA
19
PENGKHIANAT DIAMANKAN
20
BERTEMU UNCLE ANDREAS
21
JEJAK ABU-ABU
22
BERDONASI
23
LANGKAH BERANI
24
UJIAN BERAT
25
TERJADI LEDAKAN
26
TIDAK MENYERAH
27
BAHAYA YANG LEBIH BESAR
28
PERMAINAN DI BALIK LAYAR
29
ANTARA PERCAYA DAN CURIGA
30
KETEGANGAN YANG MEMUNCAK
31
DIAMBANG KEHANCURAN
32
PERTARUNGAN BESAR
33
KEBENARAN YANG TERKUAK
34
PERTARUNGAN TERAKHIR
35
ELARA SAKIT
36
ELARA SAKIT PART 2
37
JARING LABA-LABA
38
STRATEGI TERAKHIR
39
MEMBAGI RASA HANGAT
40
MEMBERIKAN CINTA
41
MENENANGKANNYA
42
JEJAK DI BALIK LAYAR
43
BAYANG-BAYANG DI CABANG TIMUR
44
JEJAK DIGITAL
45
RAPAT EVALUASI RUTIN
46
JERAT DI GUDANG GELAP
47
WAJAH DI BALIK TOPENG
48
MENGUNCI PINTU GERBANG
49
KABAR BURUK DI GERBANG DEPAN
50
JEJAK DIGITAL YANG TERPUTUS
51
JEBAK DI UJUNG TANDUK
52
BENTENG DARI KEBENARAN
53
ALIANSI DI UJUNG TANDUK
54
AKU MENUNGGUMU
55
MALAM PANJANG
56
JERAT DIPLOMATIK
57
UJI MENTAL DI PERSIDANGAN.
58
BISIK-BISIK DI BALIK LAYAR
59
KEDIAMAN VALTTIERI
60
PEMBURUAN BAYANG-BAYANG
61
KEMARAHAN ELARA
62
PENGADILAN PENUH SESAK
63
SIDANG LANJUTAN
64
SELALU PULANG PADAMU
65
MENIKMATI WAKTU BERDUA
66
MASIH DI VILA VALTTIERI
67
KEMENANGAN
68
FONDASI YANG KOKOH
69
MENATAP CAKRAWALA BARU
70
STRATEGI DI BALIK LAYAR
71
TAKDIR TERINDAH
72
TATAPAN PENUH KASIH
73
RASA SAYANG
74
TAK TERGOYAHKAN
75
SAATNYA BERTATAP MUKA
76
PERTEMUAN DUA PIHAK
77
ARUS YANG KUAT
78
UJIAN YANG TAK TERDUGA
79
TITIK TEMU DI TENGAH PERBEDAAN
80
MERANCANG STRATEGI BARU
81
KESUKSESAN MENARIK PERHATIAN
82
JALAN YANG SELARAS
83
MEMBANGUN KEPEMPIMPINAN BARU
84
DIANTARA OMBAK DAN TAWA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!