BAB 87

Lampu sorot menyilaukan mata.

Gudang Nomor 17 yang semula gelap kini berubah terang benderang.

Puluhan sinar laser merah menempel tepat di dada Elara dan Adrian.

Suara logam senapan yang dikokang bergema dari segala arah.

Klik... klik...

Sedikitnya tiga puluh pria bertopeng muncul dari balik kontainer, balkon besi, dan atap gudang.

Mereka mengenakan seragam hitam tanpa identitas.

Satu-satunya tanda yang sama...

adalah lambang seekor burung gagak berwarna perak di lengan kiri mereka.

Raven.

Adrian perlahan mengangkat kedua tangannya.

Namun matanya terus mengamati setiap sudut gudang.

Dua penembak jitu di balkon.

Empat orang di sisi kiri.

Enam orang di belakang kontainer.

Sisanya membentuk lingkaran.

"Jangan bergerak."

bisiknya kepada Elara.

"Mereka sudah menyiapkan posisi tembak."

Elara mengepalkan tangan.

"Aku tidak datang untuk bertarung."

"Masalahnya..."

gumam Adrian.

"...mereka belum tentu berpikir sama."

Suara langkah kaki terdengar dari lantai dua gudang.

Tok... tok... tok...

Semua anak buah Raven langsung menundukkan kepala.

Seolah seseorang yang sangat mereka hormati sedang datang.

Dari balik bayangan...

muncul seorang pria mengenakan mantel panjang hitam.

Wajahnya tertutup topeng logam berwarna putih.

Tak seorang pun dapat melihat wajah aslinya.

Hanya matanya yang tampak tajam.

"Selamat datang..."

ucap pria itu tenang.

"...Nona Elara Vasiliev."

Elara menatap lurus ke arahnya.

"Kau pemimpin Raven?"

Pria itu tersenyum kecil.

"Aku hanya seseorang..."

"...yang ingin berbicara."

"Aku tidak datang untuk berbicara."

jawab Elara dingin.

"Aku datang mengambil Damian."

Pria bertopeng tertawa pelan.

"Langsung pada inti persoalan."

"Aku menyukai itu."

Ia menjentikkan jarinya.

Tak!

Pintu baja besar di sisi kanan gudang perlahan terbuka.

Suara rantai besi bergesekan memenuhi ruangan.

Semua mata tertuju ke arah pintu itu.

Langkah kaki terdengar dari dalam.

Pelan.

Berat.

Semakin mendekat.

Jantung Elara berdegup kencang.

Sampai akhirnya...

sebuah sosok keluar dari balik pintu.

Pria itu mengenakan pakaian hitam sederhana.

Lengan kirinya masih dibalut perban.

Wajahnya sedikit pucat.

Namun tatapan matanya tetap tajam.

"Damian..."

bisik Elara.

Matanya membesar.

Damian benar-benar masih hidup.

Namun...

sesuatu terasa berbeda.

Damian berjalan dengan tenang.

Tidak ada rantai.

Tidak ada borgol.

Tidak ada senjata yang diarahkan kepadanya.

Ia berhenti tepat di samping pemimpin Raven.

Seolah...

ia memang berada di pihak mereka.

Elara menggeleng pelan.

"Damian..."

"Apa yang mereka lakukan padamu?"

Damian menatap Elara.

Sorot matanya sulit dibaca.

"Aku baik-baik saja."

"Kalau begitu kemarilah."

Damian tidak bergerak.

Elara kembali memanggil.

"Damian!"

Pria itu tetap diam.

Hanya memandang Elara dari kejauhan.

Pemimpin Raven tersenyum puas.

"Kelihatannya..."

"...dia tidak ingin pergi."

Adrian mulai menyadari sesuatu.

Tatapan Damian...

terlalu tenang.

Bukan tatapan seorang sandera.

Namun juga...

bukan tatapan seorang pengkhianat.

Seolah ada pesan yang sedang disembunyikannya.

"Tuan Damian."

ucap pemimpin Raven.

"Menurutmu..."

"...apa yang harus kita lakukan terhadap tamu kita?"

Seluruh gudang menjadi sunyi.

Semua orang menunggu jawaban Damian.

Elara memandangnya penuh harap.

Damian menarik napas pelan.

Lalu berkata datar,

"Turunkan senjata."

Seluruh anak buah Raven saling berpandangan.

Pemimpin Raven mengangkat alis.

"Kau yakin?"

Damian mengangguk.

"Mereka tidak akan menyerang."

Pemimpin Raven tersenyum tipis.

"Baik."

Ia mengangkat tangan.

Puluhan senjata perlahan diturunkan.

Meski demikian...

tak seorang pun benar-benar lengah.

Elara memanfaatkan kesempatan itu.

Ia melangkah maju.

"Damian."

Namun baru dua langkah...

Damian mengangkat tangannya.

"Berhenti."

Suara itu begitu dingin.

Elara langsung terdiam.

"Jangan mendekat."

Kalimat itu menusuk hati Elara.

"Kenapa?"

Damian tidak menjawab.

Ia hanya menatapnya.

Tatapan itu membuat E…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 Gadis yang Selalu Menunduk
2 Bab 2 Kalung Berlian yang Hilang
3 Bab 3 – Tuduhan di Depan Semua Orang
4 Tamparan Madam Seraphina
5 Damian Hanya Diam
6 Diusir Malam Itu Juga
7 Gerbang yang Tertutup
8 Iring-Iringan Mobil Hitam
9 Kedatangan Tuan Octavian
10 Semua Orang Membeku
11 Nama Asli Elara Vasiliev
12 Pewaris yang Dicari Bertahun-Tahun
13 Seraphina Mulai Panik
14 Damian Menyesal Terlambat
15 Elara Pergi Tanpa Menoleh
16 Rumah Besar Keluarga Vasiliev
17 Kalung yang Ternyata Palsu
18 Bukti Kamera CCTV
19 Pelayan Lama Membocorkan Rahasia
20 Moretti Jadi Bahan Tertawaan
21 BAB 21 Elara Belajar Memimpin
22 BAB 22 Dewan Direksi Meragukan Dia
23 BAB 23 Rapat Pertama yang Mengejutkan
24 BAB 24 Damian Datang Meminta Maaf
25 BAB 25 Pintu Ditutup di Wajahnya
26 BAB 26 Seraphina Kehilangan Investor
27 BAB 27 Selene Menyusun Fitnah Baru
28 BAB 28 Undangan Gala Tahunan
29 BAB 29.Elara Muncul dengan Identitas Baru
30 BAB 30 Semua Mata Menatapnya
31 BAB 31 Damian Tak Bisa Berkata-kata
32 BAB 32 Seraphina Dipermalukan Publik
33 BAB 33 Selene Menuduh Elara Palsu
34 BAB 34 Tes DNA di Tengah Acara
35 BAB 35 Hasil yang Membungkam Semua
36 BAB 36 Saham Moretti Turun Drastis
37 BAB 37 Damian Mulai Melawan Ibunya
38 BAB 38 Elara Menolak Masa Lalu
39 BAB 39 Tuan Octavian Jatuh Sakit
40 BAB 40 Musuh Menyerang Perusahaan
41 BAB 41 Sabotase di Pabrik Utama
42 BAB 42 Elara Turun Tangan Sendiri
43 BAB 43 Direktur Pengkhianat Terbongkar
44 BAB 44 DAMIAN MENOLONG DIAM-DIAM
45 BAB 45 Elara Tidak Percaya Lagi
46 BAB 46 SELENE BERSEKUTU DENGAN RIVAL
47 BAB 47 Adrian Volkov Muncul
48 BAB 48 Investor Muda yang Berbahaya
49 BAB 49 Tawaran Pernikahan Politik
50 BAB 50 Octavian Memaksa Elara Memilih
51 BAB 51 DAMIAN CEMBURU TERLAMBAT
52 BAB 52 Moretti Hampir Bangkrut
53 BAB 53 Seraphina Menjual Aset Rahasia
54 BAB 54 Elara Membeli Semuanya
55 BAB 55 Rumah Moretti Disita Bank
56 BAB 56 Damian Tinggal Sendiri
57 BAB 57 – Selene Kabur Membawa Uang
58 BAB 58 – Adrian Mendekati Elara
59 BAB 59 Ciuman yang Disalahartikan
60 BAB 60 Damian Menyaksikan Sendiri
61 BAB 61 Elara Menjaga Jarak
62 BAB 62 Damian Mengejar Tanpa Henti
63 BAB 63 Masa Lalu Elara Terbuka
64 BAB 64 Ia Pernah Diselamatkan Damian
65 BAB 65 Tapi Damian Memilih Diam
66 BAB 66 Seraphina Meminta Maaf Palsu
67 BAB 67 Elara Menolak Air Matanya
68 BAB 68 Selene Kembali dengan Bukti Palsu
69 BAB 69 Skandal Elara Viral
70 BAB 70 Saham Vasiliev Anjlok
71 BAB 69 Skandal Elara Viral
72 BAB 70 Saham Vasiliev Anjlok
73 BAB 71 Adrian Menolong Terlalu Cepat
74 BAB 72 Elara Curiga
75 BAB 73 Damian Menemukan Dalang Sebenarnya
76 BAB 74. Selene Menjadi Umpan
77 BAB 75 Rekaman Rahasia Bocor
78 BAB 76 Elara Membalikkan Permainan
79 BAB 77 Damian Terluka Melindunginya
80 BAB 78 Elara Tak Bisa Mengabaikannya Lagi
81 BAB 78 Octavian Melarang Elara
82 BAB 80 Rumah Sakit Tidak Lagi Aman
83 Bab 81
84 BAB 82
85 BAB 83
86 BAB 84
87 BAB 85
88 bab 86
89 BAB 87
90 BAB 88
91 BAB 89
92 BAB 90
93 BAB 91 Racun di Gelas Anggur
94 BAB 92 Semua Menuduh Elara
95 BAB 93 Damian Membelanya di Publik
96 BAB 94 Elara Ditahan Polisi
97 BAB 95 Bukti Mengarah k Casian
98 BAB 96 Cassian Menghilang
99 BAB 97 Damian Menjual Perusahaannya
100 BAB 98 – Damian Menukar Segalanya Demi Elara
101 BAB 99. Cassian Meninggalkan Petunjuk Terakhir
102 BAB 100. Elara Menangis untuk Pertama Kalinya
103 BAB 101 Elara dan Damian Berperang Bersama
104 BAB 102 – SELENE DIKHIANATI CASSIAN
105 BAB 103 – SERAPHINA KEHILANGAN SEGALANYA
106 BAB 104. Rumah Besar Vasiliev Dilelang
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Gadis yang Selalu Menunduk
2
Bab 2 Kalung Berlian yang Hilang
3
Bab 3 – Tuduhan di Depan Semua Orang
4
Tamparan Madam Seraphina
5
Damian Hanya Diam
6
Diusir Malam Itu Juga
7
Gerbang yang Tertutup
8
Iring-Iringan Mobil Hitam
9
Kedatangan Tuan Octavian
10
Semua Orang Membeku
11
Nama Asli Elara Vasiliev
12
Pewaris yang Dicari Bertahun-Tahun
13
Seraphina Mulai Panik
14
Damian Menyesal Terlambat
15
Elara Pergi Tanpa Menoleh
16
Rumah Besar Keluarga Vasiliev
17
Kalung yang Ternyata Palsu
18
Bukti Kamera CCTV
19
Pelayan Lama Membocorkan Rahasia
20
Moretti Jadi Bahan Tertawaan
21
BAB 21 Elara Belajar Memimpin
22
BAB 22 Dewan Direksi Meragukan Dia
23
BAB 23 Rapat Pertama yang Mengejutkan
24
BAB 24 Damian Datang Meminta Maaf
25
BAB 25 Pintu Ditutup di Wajahnya
26
BAB 26 Seraphina Kehilangan Investor
27
BAB 27 Selene Menyusun Fitnah Baru
28
BAB 28 Undangan Gala Tahunan
29
BAB 29.Elara Muncul dengan Identitas Baru
30
BAB 30 Semua Mata Menatapnya
31
BAB 31 Damian Tak Bisa Berkata-kata
32
BAB 32 Seraphina Dipermalukan Publik
33
BAB 33 Selene Menuduh Elara Palsu
34
BAB 34 Tes DNA di Tengah Acara
35
BAB 35 Hasil yang Membungkam Semua
36
BAB 36 Saham Moretti Turun Drastis
37
BAB 37 Damian Mulai Melawan Ibunya
38
BAB 38 Elara Menolak Masa Lalu
39
BAB 39 Tuan Octavian Jatuh Sakit
40
BAB 40 Musuh Menyerang Perusahaan
41
BAB 41 Sabotase di Pabrik Utama
42
BAB 42 Elara Turun Tangan Sendiri
43
BAB 43 Direktur Pengkhianat Terbongkar
44
BAB 44 DAMIAN MENOLONG DIAM-DIAM
45
BAB 45 Elara Tidak Percaya Lagi
46
BAB 46 SELENE BERSEKUTU DENGAN RIVAL
47
BAB 47 Adrian Volkov Muncul
48
BAB 48 Investor Muda yang Berbahaya
49
BAB 49 Tawaran Pernikahan Politik
50
BAB 50 Octavian Memaksa Elara Memilih
51
BAB 51 DAMIAN CEMBURU TERLAMBAT
52
BAB 52 Moretti Hampir Bangkrut
53
BAB 53 Seraphina Menjual Aset Rahasia
54
BAB 54 Elara Membeli Semuanya
55
BAB 55 Rumah Moretti Disita Bank
56
BAB 56 Damian Tinggal Sendiri
57
BAB 57 – Selene Kabur Membawa Uang
58
BAB 58 – Adrian Mendekati Elara
59
BAB 59 Ciuman yang Disalahartikan
60
BAB 60 Damian Menyaksikan Sendiri
61
BAB 61 Elara Menjaga Jarak
62
BAB 62 Damian Mengejar Tanpa Henti
63
BAB 63 Masa Lalu Elara Terbuka
64
BAB 64 Ia Pernah Diselamatkan Damian
65
BAB 65 Tapi Damian Memilih Diam
66
BAB 66 Seraphina Meminta Maaf Palsu
67
BAB 67 Elara Menolak Air Matanya
68
BAB 68 Selene Kembali dengan Bukti Palsu
69
BAB 69 Skandal Elara Viral
70
BAB 70 Saham Vasiliev Anjlok
71
BAB 69 Skandal Elara Viral
72
BAB 70 Saham Vasiliev Anjlok
73
BAB 71 Adrian Menolong Terlalu Cepat
74
BAB 72 Elara Curiga
75
BAB 73 Damian Menemukan Dalang Sebenarnya
76
BAB 74. Selene Menjadi Umpan
77
BAB 75 Rekaman Rahasia Bocor
78
BAB 76 Elara Membalikkan Permainan
79
BAB 77 Damian Terluka Melindunginya
80
BAB 78 Elara Tak Bisa Mengabaikannya Lagi
81
BAB 78 Octavian Melarang Elara
82
BAB 80 Rumah Sakit Tidak Lagi Aman
83
Bab 81
84
BAB 82
85
BAB 83
86
BAB 84
87
BAB 85
88
bab 86
89
BAB 87
90
BAB 88
91
BAB 89
92
BAB 90
93
BAB 91 Racun di Gelas Anggur
94
BAB 92 Semua Menuduh Elara
95
BAB 93 Damian Membelanya di Publik
96
BAB 94 Elara Ditahan Polisi
97
BAB 95 Bukti Mengarah k Casian
98
BAB 96 Cassian Menghilang
99
BAB 97 Damian Menjual Perusahaannya
100
BAB 98 – Damian Menukar Segalanya Demi Elara
101
BAB 99. Cassian Meninggalkan Petunjuk Terakhir
102
BAB 100. Elara Menangis untuk Pertama Kalinya
103
BAB 101 Elara dan Damian Berperang Bersama
104
BAB 102 – SELENE DIKHIANATI CASSIAN
105
BAB 103 – SERAPHINA KEHILANGAN SEGALANYA
106
BAB 104. Rumah Besar Vasiliev Dilelang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!