Malam Yang Panjang

Elvano mulai mencium pundak Ashela yang terbuka, memberikan kecupan-kecupan kecil yang membuat Ashela memejamkan mata rapat-rapat. Seluruh tubuh Ashela terasa dialiri arus listrik yang asing namun memabukkan.

Di bawah kungkungan tubuh kekar Elvano, Ashela merasa dunianya yang kecil dan penuh beban seolah menghilang, digantikan oleh sensasi panas yang menuntut lebih.

Mereka berada di ambang batas. Elvano sudah tidak lagi peduli siapa dirinya atau siapa gadis di bawahnya.

Yang ia tahu, ia membutuhkan Ashela untuk memadamkan api yang membakar jiwanya. Dan Ashela, dalam kepasrahan dan ketidaktahuannya, mulai membalas sentuhan pria itu, menyerahkan dirinya pada badai yang sebentar lagi akan mencapai puncaknya.

Udara di dalam kamar suite nomor 1802 terasa semakin berat dan menyesakkan. Suara detak jam dinding yang elegan seolah kalah oleh deru napas yang bersahutan. Cahaya lampu kota yang menembus jendela kaca besar memberikan siluet artistik pada dua tubuh yang kini saling mengunci di atas ranjang king size tersebut. Elvano, dengan sisa kesadaran yang terkikis habis oleh pengaruh obat, tidak lagi mampu membendung insting primalnya. Baginya saat ini, Ashela adalah satu-satunya air yang bisa memadamkan api yang membakar setiap sel sarafnya.

Elvano kembali merunduk, menekan tubuh Ashela lebih dalam ke atas sprei sutra. Tangannya yang besar dan kuat mulai menanggalkan satu per satu penghalang yang tersisa.

Seragam pelayan yang sebelumnya melambangkan batasan kelas sosial antara mereka, kini tergeletak tak berdaya di lantai.

Saat kulit mereka bertemu tanpa perantara, Ashela merasakan sensasi panas yang luar biasa. Tubuh Elvano terasa seperti logam panas yang membara, sementara tubuh Ashela yang dingin memberikan reaksi yang kontras.

"Tuan... kumohon..." Ashela berbisik lirih, namun suaranya tenggelam saat Elvano kembali mengunci bibirnya.

Ciuman itu kini lebih dari sekadar sentuhan tapi itu adalah perebutan napas. Elvano mencium Ashela dengan lapar, lidahnya menelusuri setiap sudut rongga mulut gadis itu, seolah ingin mengh*sap seluruh nyawa Ashela ke dalam dirinya.

Tangan Elvano mulai menjelajahi setiap inci kulit mulus Ashela dari lekuk leher, turun ke pundak, hingga meremas lembut pinggang yang mungil. Setiap sentuhan itu meninggalkan jejak panas yang membuat Ashela menggeliat tak berdaya.

Ashela merasakan sensasi asing yang menyerang seluruh indranya. Sebagai gadis yang selama ini menutup diri dari pergaulan bebas demi menjaga kehormatan, apa yang terjadi malam ini adalah sebuah ledakan yang tak pernah ia bayangkan. G*irah yang dipicu oleh sentuhan ahli Elvano mulai mengaburkan logika Ashela. Rasa takutnya perlahan terkikis, digantikan oleh gelombang hasrat yang menuntut penyatuan.

Elvano melepaskan ciumannya, lalu turun ke bawah, menciumi setiap inci kulit perut Ashela. Napas panasnya yang memburu mengenai kulit sensitif gadis itu, menciptakan efek kejut yang membuat Ashela melengkungkan punggungnya.

Pria itu benar-benar kehilangan kontrol diri. Obat yang mengalir di darahnya memaksa otaknya untuk terus mencari kepuasan yang lebih tinggi, lebih dalam, dan lebih intens.

Saat Elvano mulai melakukan penyatuan, sebuah rintihan pedih tertahan di tenggorokan Ashela.

Air mata kecil menetes di sudut matanya saat ia merasakan kesucian yang selama ini dijaganya pecah oleh pria yang bahkan tidak ia kenal namanya dengan lengkap. Namun, rasa sakit itu hanya berlangsung sesaat, karena segera setelah itu, Elvano kembali menghujani bibirnya dengan ciuman yang memabukkan, seolah ingin meminta maaf lewat cumbuan yang tak henti.

G*mpuran g*irah pun dimulai. Elvano bergerak dengan ritme yang penuh tenaga, mencerminkan kekuatan fisiknya yang terlatih.

Setiap huj*man yang ia berikan terasa begitu dalam dan menuntut. Di bawah kungkungan tubuh kekar Elvano, Ashela merasa seolah-olah ia sedang diterjang badai di tengah samudera. Ia hanya bisa pasrah, tangannya meremas sprei dengan kuat, sementara kakinya melingkar di pinggang pria itu, mencoba mencari pegangan di tengah guncangan hasrat yang luar biasa.

"Hah... hah... Ashela..." Elvano menggeram rendah, suaranya terdengar seperti bisikan iblis yang menggoda.

Keringat bercucuran dari dahi Elvano, menetes mengenai dada Ashela, menciptakan suasana yang semakin int*m dan liar.

Ruangan itu dipenuhi oleh suara kulit yang beradu dan erangan yang tak lagi bisa disembunyikan.

Elvano tidak berhenti. Baginya, satu kali saja tidak cukup untuk memadamkan efek obat yang masih bekerja kuat di tubuhnya. Ia menggempur Ashela berkali-kali, mengubah posisi mereka untuk mencari s*nsasi yang lebih panas.

H*srat satu malam ini benar-benar menjadi ajang pelampiasan bagi Elvano, sementara bagi Ashela, ini adalah penyerahan total yang mengubah jati dirinya.

Cumbuan Elvano tidak pernah putus. Bahkan saat tubuhnya sedang bekerja keras memberikan g*mpuran, bibirnya tetap sibuk menjelajahi leher dan dada Ashela, memberikan tanda-tanda merah yang akan menjadi saksi bisu kejadian malam ini.

Ashela, yang sudah terbawa suasana, mulai mengeluarkan suara-suara kecil yang semakin memicu adrenalin Elvano. Ia tidak lagi memikirkan hutang ayahnya, tidak lagi memikirkan kemiskinannya tapi di dalam kamar ini, ia merasa menjadi wanita yang diinginkan seutuhnya oleh seorang pria yang begitu perkasa.

Puncak dari g*irah itu akhirnya tiba. Elvano meng*rang keras saat ia merasakan gelombang kepuasan yang luar biasa menghantam seluruh kesadarannya.

Ia menghujamkan dirinya sedalam mungkin, memberikan seluruh miliknya ke dalam rahim Ashela. Cairan kehidupan yang hangat mengalir deras, menandakan berakhirnya ronde pertama yang penuh perjuangan.

Elvano ambruk di atas tubuh Ashela, napasnya tersengal-sengal, sementara jantungnya masih berdetak seperti genderang perang.

Namun, jeda itu tidak berlangsung lama. Pengaruh obat itu rupanya belum sepenuhnya hilang.

Setelah beberapa saat beristirahat dan mengatur napas, Elvano kembali merasakan panas yang menjalar. Ia menatap wajah Ashela yang tampak sayu dan cantik di bawah temaram lampu.

Tanpa kata, ia kembali memulai cumbuannya. Ia membalikkan tubuh Ashela, menciumi punggung gadis itu dari tengkuk hingga ke tulang ekor, menciptakan sensasi baru yang membuat Ashela kembali berg*irah.

Malam itu seolah tidak memiliki akhir, malam yang begitu panjang. G*mpuran demi g*mpuran kembali terjadi, lebih intens dan lebih penuh g*irah dari sebelumnya.

Elvano seperti mesin yang tak kenal lelah, terus mencari kepuasan di setiap inci tubuh Ashela.

Cairan yang terus mengalir menjadi bukti nyata betapa liarnya malam itu bagi mereka berdua.

Ashela sudah kehilangan hitungan berapa kali Elvano membawanya ke puncak, ia hanya tahu bahwa tubuhnya terasa sangat lemas namun sekaligus penuh dengan perasaan yang aneh.

Di tengah-tengah pergulatan panas itu, Elvano sesekali membisikkan kata-kata yang tidak jelas, seolah ia sedang berhalusinasi.

"Jangan pergi... tetaplah di sini..." bisiknya saat ia kembali memberikan hujaman yang kuat.

Ashela hanya bisa membalas dengan pelukan yang tak kalah erat, membenamkan wajahnya di leher Elvano yang harum maskulin bercampur aroma keringat yang sensual.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

Terpopuler

Comments

Mita Paramita

Mita Paramita

mantap Thor ceritanya 🔥🔥🔥😘😘😘

2026-05-02

1

lihat semua
Episodes
1 Gadis Yang Tangguh
2 Tamu Paling Berpengaruh
3 Kau Sangat Dingin
4 Malam Yang Panjang
5 Bagaimana Jika Ia Hamil?
6 Rusak?
7 Maafkan Aku
8 Tegas Dan Dingin
9 Di Mana Kau?
10 Dua Garis Merah
11 Rumah Baru
12 Ngidam?
13 Beban Fisik Yang Nyata
14 Waktunya Telah Tiba
15 Salinan Sempurna
16 Dewa Bedah Tanpa Hati
17 Dana Hibah
18 Satu-satunya Jalan
19 Semua Demi Sang Anak
20 Komunikasi Sunyi
21 Firasat Buruk
22 Ketakutan Yang Mencekik
23 Mirip Sekali
24 Dukungan Emosional
25 Pria Paling Bodoh di Dunia
26 Pertaruhan Nyawa Berlangsung
27 Perhatian Kecil
28 Hari Yang Dinantikan Tiba
29 Replika Sempurna
30 Menolak Kemungkinan Itu
31 Korban Tabrak Lari
32 Malaikat Penolong
33 Sensasi Panas Yang Menjalar
34 Leo Hebat
35 Jauh Dari Kata Layak
36 Sebuah Keajaiban
37 Maut Kembali Mengintai
38 Jangan Biarkan Dia Pergi
39 KAMU TIDAK BOLEH!
40 Permohonan Ampun Kepada Tuhan
41 Anak Kita Selamat
42 Kabar Menggembirakan
43 Rasa Nyaman Yang Luar Biasa
44 Pengakuan Hati
45 Bukan Banyak Orang Besar Itu
46 Menikahlah Denganku
47 Aku Tidak Akan Lari
48 Pahlawan Yang Sebenarnya
49 Wanita Adalah Ratunya
50 Aku Menerima Lamaranmu
51 Aku Ingin Pulang
52 Leo punya Papa!
53 Instruksi Rahasia
54 Kita Sampai Sayang
55 Aku Merindukan Kalian
56 Kangen Papa
57 Nilai Tambah
58 Jauh Lebih Berharga
59 Pamit
60 Sedikit Asing
61 Kau Sangat Cantik
62 Pulang Ke Rumah Yang Sebenarnya
63 Jadilah Dirimu Sendiri
64 Permintaan Yang Tidak Biasa
65 Menikah
66 Malam Kalian
67 Puncak Kenikmatan
68 Leher Mama Kenapa?
69 Jangan Terlalu Lelah
70 Dua Kubu
71 Ketegangan Yang Mulai Terbangun
72 Domba Kecil Yang Tersesat
73 Ambisi Bisnis Orang Tua Kita
74 Benar-benar Memabukkan
75 Makan Siang
76 Elvano Sudah Kenyang
77 Hanya Formalitas Bisnis
78 Menerima Tanggung Jawab
79 Terlalu Mempesona
80 Aku Akan Mencoba
81 Gagal lagi, Nona Mayka?
82 Berjuang Dengan Kematian
83 Singa Yang Terluka
84 Terima Kasih Karena Tetap Bertahan
85 Sedikit Lebih Ringan
86 Pulang
87 Sudah Berakhir
88 Merasa Lebih Tenang
89 Satu Hal Yang Belum Selesai
90 Pergilah
91 Garis Merah Yang Tidak Boleh Dilewati
92 Aku Ingin Bernapas Sejenak
93 Liburan
94 Leo Butuh Seorang Adik
95 New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
96 Lampu Hijau
97 Rekreasi Terbaik
98 Perasaan Aneh
99 Ashela Adalah Kelemahannya
100 Ancaman Langsung
101 Salah Memilih Lawan
102 Atmosfer Ketegangan
103 Topeng Misterius Telah Hancur
104 Langkah Terakhir
105 Kemenangan Mutlak
106 Semuanya Sudah Benar-benar Berakhir
107 Kebiasaan Kecil Yang Sangat Ia Sukai
108 Wanita Asing
109 Sebuah Serangan Terbuka
110 Mode Siaga Penuh
111 Pembukaan Studio
112 Reaksi Yang Sesungguhnya
113 Jangan mendekat
114 Pohon Mangga Harumanis
115 Satu Permintaan
116 Perubahan Emosi
117 Menangis Saja
118 Nasihat Mama Zoya
119 Dua Garis Merah
120 Luar Biasa Protektif
121 Kabar Yang Menggembirakan
122 Dia Ada Di Sana
123 Demi Keselamatan Anak Kita
124 Drama Penyambutan
125 Selama Kau Bahagia
126 Pertanyaan Aneh
127 Kehebohan Elvano
128 Ini Yang Pertama!
129 Kontraksi Palsu
130 Mitoni
131 Laki-laki Atau Perempuan, Aku Tidak Peduli
132 Sudah Lebih Baik?
133 Aku Takut
134 Selamat
135 Kapten Leo Akan Membuka Jalan!"
136 Pusat Semestaku
137 New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Gadis Yang Tangguh
2
Tamu Paling Berpengaruh
3
Kau Sangat Dingin
4
Malam Yang Panjang
5
Bagaimana Jika Ia Hamil?
6
Rusak?
7
Maafkan Aku
8
Tegas Dan Dingin
9
Di Mana Kau?
10
Dua Garis Merah
11
Rumah Baru
12
Ngidam?
13
Beban Fisik Yang Nyata
14
Waktunya Telah Tiba
15
Salinan Sempurna
16
Dewa Bedah Tanpa Hati
17
Dana Hibah
18
Satu-satunya Jalan
19
Semua Demi Sang Anak
20
Komunikasi Sunyi
21
Firasat Buruk
22
Ketakutan Yang Mencekik
23
Mirip Sekali
24
Dukungan Emosional
25
Pria Paling Bodoh di Dunia
26
Pertaruhan Nyawa Berlangsung
27
Perhatian Kecil
28
Hari Yang Dinantikan Tiba
29
Replika Sempurna
30
Menolak Kemungkinan Itu
31
Korban Tabrak Lari
32
Malaikat Penolong
33
Sensasi Panas Yang Menjalar
34
Leo Hebat
35
Jauh Dari Kata Layak
36
Sebuah Keajaiban
37
Maut Kembali Mengintai
38
Jangan Biarkan Dia Pergi
39
KAMU TIDAK BOLEH!
40
Permohonan Ampun Kepada Tuhan
41
Anak Kita Selamat
42
Kabar Menggembirakan
43
Rasa Nyaman Yang Luar Biasa
44
Pengakuan Hati
45
Bukan Banyak Orang Besar Itu
46
Menikahlah Denganku
47
Aku Tidak Akan Lari
48
Pahlawan Yang Sebenarnya
49
Wanita Adalah Ratunya
50
Aku Menerima Lamaranmu
51
Aku Ingin Pulang
52
Leo punya Papa!
53
Instruksi Rahasia
54
Kita Sampai Sayang
55
Aku Merindukan Kalian
56
Kangen Papa
57
Nilai Tambah
58
Jauh Lebih Berharga
59
Pamit
60
Sedikit Asing
61
Kau Sangat Cantik
62
Pulang Ke Rumah Yang Sebenarnya
63
Jadilah Dirimu Sendiri
64
Permintaan Yang Tidak Biasa
65
Menikah
66
Malam Kalian
67
Puncak Kenikmatan
68
Leher Mama Kenapa?
69
Jangan Terlalu Lelah
70
Dua Kubu
71
Ketegangan Yang Mulai Terbangun
72
Domba Kecil Yang Tersesat
73
Ambisi Bisnis Orang Tua Kita
74
Benar-benar Memabukkan
75
Makan Siang
76
Elvano Sudah Kenyang
77
Hanya Formalitas Bisnis
78
Menerima Tanggung Jawab
79
Terlalu Mempesona
80
Aku Akan Mencoba
81
Gagal lagi, Nona Mayka?
82
Berjuang Dengan Kematian
83
Singa Yang Terluka
84
Terima Kasih Karena Tetap Bertahan
85
Sedikit Lebih Ringan
86
Pulang
87
Sudah Berakhir
88
Merasa Lebih Tenang
89
Satu Hal Yang Belum Selesai
90
Pergilah
91
Garis Merah Yang Tidak Boleh Dilewati
92
Aku Ingin Bernapas Sejenak
93
Liburan
94
Leo Butuh Seorang Adik
95
New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
96
Lampu Hijau
97
Rekreasi Terbaik
98
Perasaan Aneh
99
Ashela Adalah Kelemahannya
100
Ancaman Langsung
101
Salah Memilih Lawan
102
Atmosfer Ketegangan
103
Topeng Misterius Telah Hancur
104
Langkah Terakhir
105
Kemenangan Mutlak
106
Semuanya Sudah Benar-benar Berakhir
107
Kebiasaan Kecil Yang Sangat Ia Sukai
108
Wanita Asing
109
Sebuah Serangan Terbuka
110
Mode Siaga Penuh
111
Pembukaan Studio
112
Reaksi Yang Sesungguhnya
113
Jangan mendekat
114
Pohon Mangga Harumanis
115
Satu Permintaan
116
Perubahan Emosi
117
Menangis Saja
118
Nasihat Mama Zoya
119
Dua Garis Merah
120
Luar Biasa Protektif
121
Kabar Yang Menggembirakan
122
Dia Ada Di Sana
123
Demi Keselamatan Anak Kita
124
Drama Penyambutan
125
Selama Kau Bahagia
126
Pertanyaan Aneh
127
Kehebohan Elvano
128
Ini Yang Pertama!
129
Kontraksi Palsu
130
Mitoni
131
Laki-laki Atau Perempuan, Aku Tidak Peduli
132
Sudah Lebih Baik?
133
Aku Takut
134
Selamat
135
Kapten Leo Akan Membuka Jalan!"
136
Pusat Semestaku
137
New Story: Istri Figuran Sang Pewaris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!