Bagaimana Jika Ia Hamil?

Hingga jam menunjukkan pukul tiga pagi, aktivitas di atas ranjang itu masih belum benar-benar berhenti.

Elvano seolah ingin menghabiskan seluruh tenaganya malam ini. Setiap inci tubuh Ashela telah ia jelajahi, setiap lekuk telah ia cumbui dengan penuh hasrat. Mereka berdua terperangkap dalam lingkaran setan yang diciptakan oleh obat dan ketidaksengajaan.

Di bawah selimut yang kini sudah berantakan, Ashela menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong di sela-sela guncangan tubuh Elvano. Ia tahu bahwa mulai besok, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Kesucian yang ia jaga selama 22 tahun kini telah ia berikan pada pria asing yang sedang bergerak di atasnya. Namun, anehnya, tidak ada penyesalan yang ia rasakan saat ini. Yang ada hanyalah rasa lelah yang luar biasa dan sensasi panas yang terus mengalir di dalam dirinya seiring dengan setiap gerakan Elvano.

Malam yang panjang itu terus berlanjut dengan ritme yang konsisten yaitu ciuman, c*mbuan, dan gempuran yang seolah ingin merubuhkan pertahanan terakhir mereka.

Mereka adalah dua jiwa yang dipertemukan oleh nasib yang kejam di bawah naungan kemewahan hotel yang dingin.

Di luar sana, dunia mungkin masih tetap sama, namun di dalam kamar 1802, sebuah takdir baru sedang ditulis dengan tinta gairah dan air mata yang tersembunyi.

Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden sutra yang tidak tertutup sempurna, menciptakan garis emas yang tajam di atas hamparan sprei abu-abu yang kini tampak seperti medan perang.

Ashela Safira mengerjapkan matanya yang terasa sangat berat. Hal pertama yang ia rasakan adalah sakit kepala yang menghantam luar biasa, diikuti oleh aroma maskulin yang kuat yaitu perpaduan antara kayu cendana, keringat, dan sisa-sisa gairah semalam yang masih tertinggal di udara.

Ashela mencoba menggerakkan tubuhnya, namun ia langsung meringis kesakitan. Seluruh persendiannya terasa seperti dilepas paksa.

Pinggangnya kaku, dan ada rasa perih yang nyata di antara kedua pahanya adalah pengingat brutal bahwa ia baru saja kehilangan hal paling berharga dalam hidupnya.

Ia menoleh ke samping. Di sana, seorang pria tertidur dengan posisi tengkurap. Punggung lebar Elvano yang kokoh terpampang jelas, sebagian tertutup selimut yang melilit pinggangnya.

Dalam keadaan tidur pun, pria itu masih memancarkan aura dominasi yang kuat. Rambut hitamnya berantakan di atas bantal, dan napasnya terdengar teratur, sangat kontras dengan badai yang ia ciptakan beberapa jam lalu.

Ingatan-ingatan tentang malam tadi berputar seperti film di otak Ashela. Ciuman yang menuntut, bisikan parau yang memanggil namanya, hingga gempuran berkali-kali yang membuatnya tak berdaya. Ashela menutup wajahnya dengan kedua tangan, menahan isak tangis yang nyaris pecah.

"Apa yang sudah kulakukan?" bisiknya dengan suara serak.

Ketakutan mulai merayap di hatinya. Ia melihat jam digital di atas nakas: pukul 06.15 pagi. Ia harus pergi. Pria di sampingnya ini bukan orang sembarangan. Jas mahal yang tergeletak di lantai, jam tangan mewah yang diletakkan di nakas, dan luasnya kamar suite ini membuktikan bahwa mereka berasal dari dunia yang berbeda.

Jika pria ini bangun, apa yang akan dikatakannya? Apakah ia akan menghinanya? Atau lebih buruk lagi, apakah ia akan menganggap Ashela hanyalah pelayan murahan yang bisa dibeli?

Dengan sisa tenaga yang ada, Ashela menyeret tubuhnya turun dari ranjang.

Kakinya gemetar saat menyentuh lantai yang dingin. Ia hampir jatuh jika tidak berpegangan pada pinggiran tempat tidur.

Dengan gerakan secepat mungkin meski tubuhnya remuk, ia memungut satu per satu pakaiannya yang berserakan.

Kemeja putihnya sudah kusut, dan beberapa kancingnya hilang mungkin karena tarikan tangan Elvano yang tidak sabar semalam.

Ashela masuk ke kamar mandi hanya untuk membasuh wajahnya. Ia melihat pantulan dirinya di cermin besar yang mewah itu.

Leher dan dadanya dipenuhi bercak merah keunguan, jejak kepemilikan yang ditinggalkan Elvano. Air mata akhirnya luruh juga. Ia segera menghapusnya dengan kasar.

"Asha, bangun. Kamu harus pergi," perintahnya pada diri sendiri.

Ia mengenakan kembali seragam pelayannya, mencoba menata rambutnya sebisa mungkin meski hatinya hancur. Ia tidak berani mandi; ia hanya ingin keluar dari sana secepat mungkin.

Sebelum melangkah keluar, ia menatap Elvano untuk terakhir kalinya. Ada rasa sakit yang aneh di dadanya.

Pria itu telah mengambil segalanya darinya, namun pria itu bahkan tidak akan mengingat wajahnya karena pengaruh obat semalam.

Ashela keluar dari kamar 1802 dengan langkah yang sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara. Beruntung, lorong hotel masih sepi. Ia tidak menggunakan lift tamu, melainkan mencari tangga darurat atau lift staf untuk menghindari kamera pengawas dan kerumunan orang.

Perjalanan pulang terasa seperti mimpi buruk yang tidak ada habisnya. Ashela duduk di pojok angkutan umum yang mulai padat oleh pekerja pagi. Ia terus mengeratkan jaketnya ke leher, berusaha menyembunyikan tanda-tanda merah di kulitnya dari mata orang lain.

Setiap guncangan angkot membuat tubuhnya yang sakit menjerit, namun rasa sakit fisik itu tidak sebanding dengan kekosongan di jiwanya.

Sesampainya di kawasan pemukiman kumuh tempat ia tinggal, Ashela berjalan menunduk melewati gang-gang sempit yang becek. Ia tidak ingin menyapa tetangga. Ia hanya ingin masuk ke kamarnya dan mengunci pintu.

Begitu pintu kamar kosnya yang reyot tertutup, Ashela langsung merosot di balik pintu. Ia memeluk lututnya dan menangis sejadi-jadinya.

Di kamar sempit yang hanya berisi satu kasur tipis dan lemari kayu kecil ini, kenyataan pahit kembali menghujamnya.

Ia adalah Ashela, gadis miskin pemikul hutang, yang baru saja menyerahkan dirinya pada seorang asing karena sebuah kesalahan.

"Maafkan aku, Ibu... Ayah..." tangisnya pecah.

Ia merasa sangat kotor. Ia merasa pengorbanannya selama ini untuk menjaga diri demi pria yang ia cintai suatu hari nanti, kini hancur hanya dalam satu malam penuh nafsu. Ia segera bangkit dan menuju kamar mandi luar yang kecil. Ia menyalakan keran air, lalu dengan sabun batangan yang murah, ia menggosok kulitnya dengan kasar. Ia menggosok lehernya, dadanya, dan lengannya hingga memerah, seolah-olah ia bisa menghapus jejak tangan Elvano yang seolah masih terasa membakar di sana.

Namun, semakin ia menggosok, memori tentang malam itu justru semakin kuat. Ia masih bisa merasakan berat tubuh Elvano, hangat napasnya, dan bagaimana pria itu memandangnya dengan tatapan haus. C*iran putih yang mengering di pahanya menjadi saksi nyata betapa banyaknya benih yang ditanamkan pria itu di dalam rahimnya semalam. Sebuah pikiran mengerikan terlintas 'bagaimana jika ia hamil?'

Ashela menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Tidak, tidak mungkin secepat itu. Hanya satu malam. Tuhan tidak akan sekejam itu padaku."

.

.

Cerita Belum Selesai.....

Terpopuler

Comments

4_amiraa_ Tadzkiyaa_

4_amiraa_ Tadzkiyaa_

duh Ashilla sangat mungkin dong... apalagi berkali-kali... semagat terus thor seru kisahnyaaa👍🙏💪

2026-05-03

1

lihat semua
Episodes
1 Gadis Yang Tangguh
2 Tamu Paling Berpengaruh
3 Kau Sangat Dingin
4 Malam Yang Panjang
5 Bagaimana Jika Ia Hamil?
6 Rusak?
7 Maafkan Aku
8 Tegas Dan Dingin
9 Di Mana Kau?
10 Dua Garis Merah
11 Rumah Baru
12 Ngidam?
13 Beban Fisik Yang Nyata
14 Waktunya Telah Tiba
15 Salinan Sempurna
16 Dewa Bedah Tanpa Hati
17 Dana Hibah
18 Satu-satunya Jalan
19 Semua Demi Sang Anak
20 Komunikasi Sunyi
21 Firasat Buruk
22 Ketakutan Yang Mencekik
23 Mirip Sekali
24 Dukungan Emosional
25 Pria Paling Bodoh di Dunia
26 Pertaruhan Nyawa Berlangsung
27 Perhatian Kecil
28 Hari Yang Dinantikan Tiba
29 Replika Sempurna
30 Menolak Kemungkinan Itu
31 Korban Tabrak Lari
32 Malaikat Penolong
33 Sensasi Panas Yang Menjalar
34 Leo Hebat
35 Jauh Dari Kata Layak
36 Sebuah Keajaiban
37 Maut Kembali Mengintai
38 Jangan Biarkan Dia Pergi
39 KAMU TIDAK BOLEH!
40 Permohonan Ampun Kepada Tuhan
41 Anak Kita Selamat
42 Kabar Menggembirakan
43 Rasa Nyaman Yang Luar Biasa
44 Pengakuan Hati
45 Bukan Banyak Orang Besar Itu
46 Menikahlah Denganku
47 Aku Tidak Akan Lari
48 Pahlawan Yang Sebenarnya
49 Wanita Adalah Ratunya
50 Aku Menerima Lamaranmu
51 Aku Ingin Pulang
52 Leo punya Papa!
53 Instruksi Rahasia
54 Kita Sampai Sayang
55 Aku Merindukan Kalian
56 Kangen Papa
57 Nilai Tambah
58 Jauh Lebih Berharga
59 Pamit
60 Sedikit Asing
61 Kau Sangat Cantik
62 Pulang Ke Rumah Yang Sebenarnya
63 Jadilah Dirimu Sendiri
64 Permintaan Yang Tidak Biasa
65 Menikah
66 Malam Kalian
67 Puncak Kenikmatan
68 Leher Mama Kenapa?
69 Jangan Terlalu Lelah
70 Dua Kubu
71 Ketegangan Yang Mulai Terbangun
72 Domba Kecil Yang Tersesat
73 Ambisi Bisnis Orang Tua Kita
74 Benar-benar Memabukkan
75 Makan Siang
76 Elvano Sudah Kenyang
77 Hanya Formalitas Bisnis
78 Menerima Tanggung Jawab
79 Terlalu Mempesona
80 Aku Akan Mencoba
81 Gagal lagi, Nona Mayka?
82 Berjuang Dengan Kematian
83 Singa Yang Terluka
84 Terima Kasih Karena Tetap Bertahan
85 Sedikit Lebih Ringan
86 Pulang
87 Sudah Berakhir
88 Merasa Lebih Tenang
89 Satu Hal Yang Belum Selesai
90 Pergilah
91 Garis Merah Yang Tidak Boleh Dilewati
92 Aku Ingin Bernapas Sejenak
93 Liburan
94 Leo Butuh Seorang Adik
95 New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
96 Lampu Hijau
97 Rekreasi Terbaik
98 Perasaan Aneh
99 Ashela Adalah Kelemahannya
100 Ancaman Langsung
101 Salah Memilih Lawan
102 Atmosfer Ketegangan
103 Topeng Misterius Telah Hancur
104 Langkah Terakhir
105 Kemenangan Mutlak
106 Semuanya Sudah Benar-benar Berakhir
107 Kebiasaan Kecil Yang Sangat Ia Sukai
108 Wanita Asing
109 Sebuah Serangan Terbuka
110 Mode Siaga Penuh
111 Pembukaan Studio
112 Reaksi Yang Sesungguhnya
113 Jangan mendekat
114 Pohon Mangga Harumanis
115 Satu Permintaan
116 Perubahan Emosi
117 Menangis Saja
118 Nasihat Mama Zoya
119 Dua Garis Merah
120 Luar Biasa Protektif
121 Kabar Yang Menggembirakan
122 Dia Ada Di Sana
123 Demi Keselamatan Anak Kita
124 Drama Penyambutan
125 Selama Kau Bahagia
126 Pertanyaan Aneh
127 Kehebohan Elvano
128 Ini Yang Pertama!
129 Kontraksi Palsu
130 Mitoni
131 Laki-laki Atau Perempuan, Aku Tidak Peduli
132 Sudah Lebih Baik?
133 Aku Takut
134 Selamat
135 Kapten Leo Akan Membuka Jalan!"
136 Pusat Semestaku
137 New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Gadis Yang Tangguh
2
Tamu Paling Berpengaruh
3
Kau Sangat Dingin
4
Malam Yang Panjang
5
Bagaimana Jika Ia Hamil?
6
Rusak?
7
Maafkan Aku
8
Tegas Dan Dingin
9
Di Mana Kau?
10
Dua Garis Merah
11
Rumah Baru
12
Ngidam?
13
Beban Fisik Yang Nyata
14
Waktunya Telah Tiba
15
Salinan Sempurna
16
Dewa Bedah Tanpa Hati
17
Dana Hibah
18
Satu-satunya Jalan
19
Semua Demi Sang Anak
20
Komunikasi Sunyi
21
Firasat Buruk
22
Ketakutan Yang Mencekik
23
Mirip Sekali
24
Dukungan Emosional
25
Pria Paling Bodoh di Dunia
26
Pertaruhan Nyawa Berlangsung
27
Perhatian Kecil
28
Hari Yang Dinantikan Tiba
29
Replika Sempurna
30
Menolak Kemungkinan Itu
31
Korban Tabrak Lari
32
Malaikat Penolong
33
Sensasi Panas Yang Menjalar
34
Leo Hebat
35
Jauh Dari Kata Layak
36
Sebuah Keajaiban
37
Maut Kembali Mengintai
38
Jangan Biarkan Dia Pergi
39
KAMU TIDAK BOLEH!
40
Permohonan Ampun Kepada Tuhan
41
Anak Kita Selamat
42
Kabar Menggembirakan
43
Rasa Nyaman Yang Luar Biasa
44
Pengakuan Hati
45
Bukan Banyak Orang Besar Itu
46
Menikahlah Denganku
47
Aku Tidak Akan Lari
48
Pahlawan Yang Sebenarnya
49
Wanita Adalah Ratunya
50
Aku Menerima Lamaranmu
51
Aku Ingin Pulang
52
Leo punya Papa!
53
Instruksi Rahasia
54
Kita Sampai Sayang
55
Aku Merindukan Kalian
56
Kangen Papa
57
Nilai Tambah
58
Jauh Lebih Berharga
59
Pamit
60
Sedikit Asing
61
Kau Sangat Cantik
62
Pulang Ke Rumah Yang Sebenarnya
63
Jadilah Dirimu Sendiri
64
Permintaan Yang Tidak Biasa
65
Menikah
66
Malam Kalian
67
Puncak Kenikmatan
68
Leher Mama Kenapa?
69
Jangan Terlalu Lelah
70
Dua Kubu
71
Ketegangan Yang Mulai Terbangun
72
Domba Kecil Yang Tersesat
73
Ambisi Bisnis Orang Tua Kita
74
Benar-benar Memabukkan
75
Makan Siang
76
Elvano Sudah Kenyang
77
Hanya Formalitas Bisnis
78
Menerima Tanggung Jawab
79
Terlalu Mempesona
80
Aku Akan Mencoba
81
Gagal lagi, Nona Mayka?
82
Berjuang Dengan Kematian
83
Singa Yang Terluka
84
Terima Kasih Karena Tetap Bertahan
85
Sedikit Lebih Ringan
86
Pulang
87
Sudah Berakhir
88
Merasa Lebih Tenang
89
Satu Hal Yang Belum Selesai
90
Pergilah
91
Garis Merah Yang Tidak Boleh Dilewati
92
Aku Ingin Bernapas Sejenak
93
Liburan
94
Leo Butuh Seorang Adik
95
New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
96
Lampu Hijau
97
Rekreasi Terbaik
98
Perasaan Aneh
99
Ashela Adalah Kelemahannya
100
Ancaman Langsung
101
Salah Memilih Lawan
102
Atmosfer Ketegangan
103
Topeng Misterius Telah Hancur
104
Langkah Terakhir
105
Kemenangan Mutlak
106
Semuanya Sudah Benar-benar Berakhir
107
Kebiasaan Kecil Yang Sangat Ia Sukai
108
Wanita Asing
109
Sebuah Serangan Terbuka
110
Mode Siaga Penuh
111
Pembukaan Studio
112
Reaksi Yang Sesungguhnya
113
Jangan mendekat
114
Pohon Mangga Harumanis
115
Satu Permintaan
116
Perubahan Emosi
117
Menangis Saja
118
Nasihat Mama Zoya
119
Dua Garis Merah
120
Luar Biasa Protektif
121
Kabar Yang Menggembirakan
122
Dia Ada Di Sana
123
Demi Keselamatan Anak Kita
124
Drama Penyambutan
125
Selama Kau Bahagia
126
Pertanyaan Aneh
127
Kehebohan Elvano
128
Ini Yang Pertama!
129
Kontraksi Palsu
130
Mitoni
131
Laki-laki Atau Perempuan, Aku Tidak Peduli
132
Sudah Lebih Baik?
133
Aku Takut
134
Selamat
135
Kapten Leo Akan Membuka Jalan!"
136
Pusat Semestaku
137
New Story: Istri Figuran Sang Pewaris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!