SMA Harapan Bangsa

SMA Harapan Bangsa , sekolah elit dimana tempat Sheeva menimba ilmu saat ini. Sekolah yang kebanyakan siswanya adalah anak dari pembisnis dan kaum elit di negeri ini. Hanya sedikit siswa yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Itupun mereka bisa masuk karena beasiswa, termasuk dengan Sheeva.

JIka siswa lain harus berjuang cukup keras demi bisa mendapat beasiswa tersebut, lain halnya dengan seorang Sheeva. Sheeva justru beruntung karena dialah yang di pinang oleh Harapan bangsa ketika dia bahkan masih duduk di bangku kelas 8 menengah atas.

Bukan tanpa alaan Sheeva mendapat kesempatan luar biasa itu. Prestasi Sheeva lah yang membuat sekolah unggulan itu begitu tertarik dengan seorang Sheeva. Sheeva pun tidak menyia-nyiakan kesempatan luar biasa itu.

Sheeva bahkan langsung masuk kelas unggulan. Bahkan kini dia menjabat sebagai wakil ketua osis. Seharusnya dia mendapat mandat menjabat ketua osis, akan tetapi Sheeva tolak dengan halus. Maka mau tak mau dia harus menjabat sebagai wakil ketua osis. Padahal dia sebenarnya enggan ikut berorganisasi begini.

Kalau di tanya soal popularitas seorang Sheeva di Harapan Bangsa jangan di ragukan lagi. Sedari awal masuk saja dia sangat mencuri perhatian. Tubuhnya yang mungil dengan rambut hitam legam sebahu yang selalu dia tata dengan rapi, walau sesekali dia urai. Belum lagi parasnya yang begitu cantik dan senyumnya yang sedikit irit membuat orang penasaran ingin mengenal lebih dekat dirinya.

Sayang Sheeva seolah menarik diri dari riuhnya pergaulan. Sheeva terkenal teramat pendiam cenderung dingin. Dia seolah menghindari percakapan dengan siswa lain terlebih jika tidak ada hubungannya dengan urusan sekolah.

Hanya Nindi gadis manja dan cenderung berisik yang mampu membuat seorang Sheeva mencair. Maklum mereka sudah berteman sejak sekolah dasar. Jadi hanya Nindi juga yang ambung bertahan dengan keacuhan Sheeva.

Selain Nindi ada juga Bisma yang juga akan sedikit di tanggapi ketika mengajak Sheeva berbicara. Itupun kalau ada hubungannya dengan kegiatan osis, karena Bisma adalah ketua osis Harapan bangsa membuat Sheeva mau tak mau ering berurusan dengan Bisma. Itu saja sangat terlihat Bisma lah yang mendominasi percakapan.

Hari senin seperti ini Sheeva selalu melakukan tugasnya berdiri di dekat gerbang sekolah memastikan kerapian seluruh siswa yang hadir. Dia tak sendiri, ada 2 anggota osis perempuan dan dua angota osis laki-laki yang ikut bertugas. Seharusnya ada Bisma pula sebagai ketua osis, sayang hari ini BIsma pagi-pagi sudah di minta menghadap kepala sekolah.

" Pagi Sheevaku yang cantik jelita tiada tara !" suara melengking Nindi yang masih nangkring di atas motor pacarnya membuat Sheeva mendesah malas.

" Tumben pagi-pagi sudah di depan gerbang, mau menyambut tuan putrimu ini ya ?" goda Nindi dengan gaya centilnya.

" Pelankan suaramu Nin, ini bukan hutan " Nindi terbahak, dia senang bisa memancing Sheeva.

Sheeva memeriksa kerapian Nindi, mulai dari atribut sampai kerapian rambut.

" Aman kan ?" Ucap Nindi setelah Sheeva selesai memeriksa.

" Jangan lupa ikat rambut kamu saat pelajaran kalau nggak mau di potong paksa sama bu Marta " NIndi memanyunkan bibirnya.

" Udah sana masuk ke dalam barisan "

" Ay-ay kapten " Ucap Nindi sembari ngacir menuju lapangan tempat para siswa dan guru akan melaksanakan upacara rutin.

" Sheev bisa bantu bagian siswa nggak, kita kuwalah ini. " Sheeva mengangguk, terlebih sebentar lagi akan memasuki jam masuk mereka.

" Maaf ijin saya periksa " Ucap Sheeva

" Silahkan ..!" Sheeva mendongak merasa familiar dengan suara itu. Sesuai dugaannya yang kini berdiri di hadapannya adalah most wantednya Harapan bangsa.

" Bajunya bisa tolong di masukan dan jas nya tolong dikenakan " Semua meoleh kearah Sheeva. Bukan hanya keberanian seorang Sheeva yang membuat semua orang terkejut. Akan tetapi jawaban dari seorang Zalindra kay Aditama lah yang membuat semua orang menganga tak percaya.

" Oke !" tanpa perintah untuk kedua kalinya Kay menuruti kemauan Sheeva. Ini rekor, seorang kay mau menuruti perintah seseorang, perempuan lagi.

" Kedepannya tolong lebih tertib saat memasuki lingkungan sekolah " Imbuh Sheeva. Dan di anguki oleh seorang Kay.

Sheeva melanjutkan tugasnya hanya tinggal beberapa siswa saja.

" Hari ini ada lima pelanggaran sekaligus, silahkan jam istirahat nanti menemui sei kesiswaan " Ucap Sheeva tegas. Mendengar itu Kay yng sedang sibuk merapikan bajunya tersenyum. Ini yang dia suka, sifat tegas Sheeva.

Sayang telinganya harus mendengar sikap tak sopan siswa yang sedang d perika oleh Sheeva.

" Kejam amat sih loe. Loe nggak takut pa gue laporin bokap gue. Hangus bisa-bisa bea siswa andalan loe itu " Kay hendak bertindak tapi, urung begitu melihat Sheeva terlihat tenan.

" Laporkan saja, maka jika beliau datang kemari. Akan aku tunjukan rentetan cacatan pelanggaran kamu " ucap Sheeva tak kalah tegas.

" Lihat penampilan kamu. Ini sekolah berkelas tapi penampilan kamu sungguh tidak mencerminkan itu. Baju tidak dimasukkan, atribut tidak lengkap, mulut bau asap rokok, sepatu berwarna merah dan rambut kamu sudah saatnya dirapikan. Jika kamu tidak mau mengikuti peraturan Harapan bangsa, silahkan cari sekolah yang bisa kamu permainkan peraturannya. Harapan bangsa hanya untuk siswa yang patuh pada aturan bukan untuk orang yang mengandalkan nama orang tua seperti kamu "

" Cacat saja toh nanti juga bakalan di hapus BK."

" Dan saya akan pastikan itu tidak terjadi. Sekolah ini memiliki martabat dan tidak akan tunduk pada orang tua yang siswanya tidak tau aturan semacam kamu "

" masuk kedalam barisan seelah tiang bendera seperti yang lain. Jangan membuat keributan atau konsekuensi yang akan kamu terima bisa lebih dari ini "

Sheeva memang begitu tegas jika menyangkut peraturan. Dia tak mau ada siswa yang seenaknya sendiri.

Dari jauh Kay menatap Sheeva dengan kebangaan. Sejauh dia mengamati Sheeva memang memegang teguh tugasnya. Tidak akan yang luput jika Sheeva yang bertugas di depan gerbang.

Sementara para guru pun juga sama. Meski terkenal pendiam Sheeva selalu mengemban tugasnya dengan baik. Tak ada yang pernah minus jika sudah ada di tangan Sheeva. Itulah kenapa kepala sekolah sempat merekomendasikan dia menjadi ketua osis. Sayang Sheeva tak berkenan. Dan lebih menerima jabatan sebagai seorang wakil ketua osis. Itupun dia terpaksa karena kepala sekolah mengacam akan meng hapus beasiswanya. Padalah itu hanya agar Sheeva mau menerima mandat tersebut.

Terpopuler

Comments

𝐈𝐬𝐭𝐲

𝐈𝐬𝐭𝐲

bagus sheeva jgn takut ma orang kek modelan begitu cuma ngadalin orang tua doank

2026-05-03

3

lihat semua
Episodes
1 Luka itu belum juga sembuh
2 SMA Harapan Bangsa
3 Kenapa dia harus pindah kesini ?
4 Kenapa masih sesakit ini bun ?
5 Zalindra Kay Aditama
6 Tak mau hilang kesempatan.
7 Rejeki di sore hari
8 Markas the King
9 Jangan macam-macam Kay
10 Duduk bersama
11 Jangan ganggu kenyamanan Sheeva
12 Huru-hara
13 Tak nyaman
14 Dia bukan anak pelakor
15 Gue keluar
16 Bakti sosial jilid 1
17 Bakti sosial part 2
18 Belanja kebutuhan toko
19 Anggap saja aku sudah mati
20 Jangan lagi ganggu Sheeva
21 Sheeva koma ?
22 Siapa dia son ?
23 Cepatlah bangun Sweety
24 Sheeva siuman
25 Aku bikin repot ya ?
26 Nggak nafsu daddy sama dia
27 Beginikah di peluk seorang ayah ?
28 Maukah mendengar cerita hidupku ?
29 Cerita Sheeva
30 Entah aku anak kandugnya atau bukan
31 Ciuman
32 Mulut orang cantik jangan buat bicara buruk
33 Jasmine kembali berulah
34 Di panggil BK
35 Kalian jadian aja
36 Bala bantuan
37 Jangan paksa dirimu
38 Eldrick syailendra
39 kapan aku bisa memeluknya dengan erat ?
40 Calon mantu tante
41 Maafin aku abang
42 Sheeva di culik
43 Beraninya kalian melukai cucuku
44 Kamu Yakin ?
45 Aku lelah bunda
46 Biar nggak di modusin
47 Maafin mama ya opa
48 Aku tidak akan kecewa
49 Memberi pelajaran
50 Berdamai dengan takdir
51 Jalan-jalan yuk
52 Rumah baru untuk Widya
53 Sheeva sama aku
54 Apa ada yang aku tidak tau opa ?
55 Mungkin ini karmaku
56 Teman ngobrol
57 Pandu kecelakaan
58 Mulai terkuak
59 Kemana kamu Sheev ?
60 Aku anak siapa ?
61 Sheeva butuh kita
62 Aku pulang kak
63 Maaf aku kekanak-kanakan
64 Erlangga Wijaya
65 Aku pikir abang paling memahaminya
66 Siapa yang membawa dia kesana ?
67 Wasana Warsa
68 Dad, tolong lamar Sheeva untukku
69 Andai aku tak egois
70 Makan malam dadakan
71 Aku pikir kamu ngambek
72 Balapan
73 Anda pikir ruko saya yayasan sosial
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Luka itu belum juga sembuh
2
SMA Harapan Bangsa
3
Kenapa dia harus pindah kesini ?
4
Kenapa masih sesakit ini bun ?
5
Zalindra Kay Aditama
6
Tak mau hilang kesempatan.
7
Rejeki di sore hari
8
Markas the King
9
Jangan macam-macam Kay
10
Duduk bersama
11
Jangan ganggu kenyamanan Sheeva
12
Huru-hara
13
Tak nyaman
14
Dia bukan anak pelakor
15
Gue keluar
16
Bakti sosial jilid 1
17
Bakti sosial part 2
18
Belanja kebutuhan toko
19
Anggap saja aku sudah mati
20
Jangan lagi ganggu Sheeva
21
Sheeva koma ?
22
Siapa dia son ?
23
Cepatlah bangun Sweety
24
Sheeva siuman
25
Aku bikin repot ya ?
26
Nggak nafsu daddy sama dia
27
Beginikah di peluk seorang ayah ?
28
Maukah mendengar cerita hidupku ?
29
Cerita Sheeva
30
Entah aku anak kandugnya atau bukan
31
Ciuman
32
Mulut orang cantik jangan buat bicara buruk
33
Jasmine kembali berulah
34
Di panggil BK
35
Kalian jadian aja
36
Bala bantuan
37
Jangan paksa dirimu
38
Eldrick syailendra
39
kapan aku bisa memeluknya dengan erat ?
40
Calon mantu tante
41
Maafin aku abang
42
Sheeva di culik
43
Beraninya kalian melukai cucuku
44
Kamu Yakin ?
45
Aku lelah bunda
46
Biar nggak di modusin
47
Maafin mama ya opa
48
Aku tidak akan kecewa
49
Memberi pelajaran
50
Berdamai dengan takdir
51
Jalan-jalan yuk
52
Rumah baru untuk Widya
53
Sheeva sama aku
54
Apa ada yang aku tidak tau opa ?
55
Mungkin ini karmaku
56
Teman ngobrol
57
Pandu kecelakaan
58
Mulai terkuak
59
Kemana kamu Sheev ?
60
Aku anak siapa ?
61
Sheeva butuh kita
62
Aku pulang kak
63
Maaf aku kekanak-kanakan
64
Erlangga Wijaya
65
Aku pikir abang paling memahaminya
66
Siapa yang membawa dia kesana ?
67
Wasana Warsa
68
Dad, tolong lamar Sheeva untukku
69
Andai aku tak egois
70
Makan malam dadakan
71
Aku pikir kamu ngambek
72
Balapan
73
Anda pikir ruko saya yayasan sosial

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!