Bab 16 - Anak Kecil di Parkiran Rumah Sakit
Pagi setelah ciuman itu, Alya dan Damar bersikap sangat sopan.
Terlalu sopan.
Tante Nadia yang sedang menuang teh di ruang makan menatap mereka bergantian.
"Kalian bertengkar?"
Alya hampir tersedak.
Damar meletakkan cangkir.
"Tidak, Ma."
"Kalau tidak bertengkar, kenapa kaku sekali?"
"Kami kurang tidur," jawab Alya cepat.
Tante Nadia tersenyum aneh.
Damar menatap Alya.
Alya menatap piring.
Sarapan itu terasa lebih sulit daripada operasi kecil.
Setelah makan, mereka kembali ke rumah sakit. Eyang sudah membuka mata sebentar, meski belum bisa bicara jelas. Tante Nadia menangis bahagia. Om Bima berkali-kali mengucap syukur.
Alya membantu menjelaskan kondisi medis Eyang kepada keluarga. Damar berdiri di sampingnya. Mereka kompak dalam urusan itu, seolah tidak ada kejadian semalam yang membuat keduanya nyaris lupa bernapas.
Menjelang siang, Alya turun ke minimarket rumah sakit untuk membeli air mineral dan bubur untuk Tante Nadia. Damar masih bersama dokter neurologi.
Lobi rumah sakit ramai. Keluarga pasien duduk di kursi panjang. Anak-anak berlarian di dekat mesin minuman. Seorang petugas keamanan menegur pelan, tapi tidak ada yang benar-benar mendengar.
Alya baru keluar dari minimarket ketika melihat seorang anak perempuan kecil menangis di dekat pintu parkir.
Usianya mungkin lima tahun. Rambutnya dikuncir dua, memakai kaus kuning bergambar kelinci. Di tangan kirinya ada gelang pasien anak.
Di sebelahnya berdiri seorang pria bertopi, menggenggam pergelangan tangannya terlalu kuat.
"Ayo, Mama nunggu di mobil," kata pria itu.
Anak itu menggeleng sambil menangis. "Bukan. Aku mau Mama."
Langkah Alya berhenti.
Pria itu menunduk, suaranya berubah lebih tajam.
"Jangan rewel."
Alya mendekat.
"Maaf, Pak. Ada apa?"
Pria itu menoleh. Wajahnya biasa. Terlalu biasa. Tapi matanya langsung menghitung.
"Anak saya rewel."
Alya menatap anak itu.
"Namanya siapa, Sayang?"
Anak itu terisak. "Naya."
"Naya, ini Papa?"
Mata anak itu membesar.
Pria itu…
Istri Pengganti Sang Komandan
Episode 16
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments
Eni Luthfia Ardiani
duuuh ulat bulu kepanasan nieee
2026-07-08
3
Amalia 3
ulet bulu ngintai mulu dah.. coba taro dipojokan aja kak.. wkwkwk
2026-08-02
0
George Isaac
Siska .. biarkan Damar dengan dokter Alya merajut kasih 😍
2026-08-02
0