Pindahkan Semangka dari Game ke Dunia Nyata buat Dijual!

Di Kabupaten Jatiroso, jalur kulakan semangka biasanya cuma ada dua. Yang pertama, pergi ke pasar induk grosir buah yang lokasinya ada di kawasan logistik ujung kabupaten, lumayan jauh jarak tempuhnya. Yang kedua, harus mau capek dikit blusukan ke desa-desa sekitar buat nebas langsung dari petani.

Jadi, dengan harga grosir yang sama-sama Rp 6.000 sekilo, tapi kualitas semangka jauh lebih enak dan free ongkir sampai depan warung, mustahil nggak ada yang mau beli.

Begitu pesan promo Bima terkirim, tiga orang di grup langsung nyahut.

"Oalah, ternyata Mas Bima."

"Mas Bima sekarang banting setir jadi agen grosir toh?"

"Wah, boleh lah aku ikut ngeramein."

Bima kenal betul dengan tiga orang yang membalas pesan itu. Kebetulan lapak mereka juga berada di sekitar jalanan pasar.

Melihat grup kembali sepi, Bima pun janjian dengan ketiganya untuk bertemu di warungnya.

Saat itu, Bima menyadari layar antarmuka game di benaknya memunculkan notifikasi. Bibit yang baru ditanamnya butuh disiram air untuk pertama kalinya.

Lewat kendali pikirannya, ia segera mengarahkan karakter gamenya masuk ke gudang perkakas, mengambil gembor air, mengisinya di tepi sungai, lalu menyiram seluruh bibit tersebut.

Tak lama berselang, ketiga orang dari grup WhatsApp tadi tiba dengan mengendarai motor masing-masing. Dua orang bapak-bapak, Pak Darjo dan Pak Hasan, serta satu ibu-ibu bernama Bu Ningsih.

Baru saja melangkah masuk, Darjo langsung nyerocos, "Bim, mana semangkamu? Coba liat!"

Bima menunjuk tumpukan semangka di lantai, "Pak Darjo, Pak Hasan, Bu Ningsih, monggo dicek dulu semangkanya."

Ketiganya langsung mendekat dan menginspeksi. Sebagai pemain lama di bisnis buah, mereka tentu tahu cara membedakan mana barang bagus dan mana barang abal-abal.

Corak garisnya tajam dan warnanya kontras... Tangkainya masih hijau segar, tanda baru dipetik. Pas ditepuk bunyinya nyaring memantul. Dilihat dari sudut mana pun, ini jelas semangka kualitas super.

"Kelihatannya mantap bener nih," puji Darjo sambil tersenyum. Pak Hasan dan Bu Ningsih ikut mengangguk setuju.

Tapi, zaman sekarang banyak tengkulak dan petani bodong yang suka main curang. Biar afdal, buahnya tetap harus dibelah buat dicicipi.

Bima tentu paham kode tersebut. Ia mempersilakan mereka, "Monggo, silakan pilih aja satu buat dibelah."

"Bim, yang ini aja!" Darjo menunjuk salah satu semangka secara acak.

Bima mengangguk. Ia mengangkat semangka itu dan langsung membelahnya jadi dua. Daging buah berwarna merah segar yang menggugah selera langsung terekspos.

Bima memotong semangka itu menjadi irisan-irisan kecil, lalu menawarkannya, "Pak Darjo, Pak Hasan, Bu Ningsih, monggo diicipi!"

Ketiganya tidak sungkan. Mereka masing-masing mengambil sepotong dan mulai melahapnya.

"Guk! Guk!"

Terdengar lagi suara gonggongan anjing hitam dekil tadi. Sepertinya ia melihat Bima sedang bagi-bagi semangka, makanya ia kembali nongkrong di depan pintu warung dengan langkah pelan penuh harap.

Asu, beneran ngelunjak nih anjing. Melihat tingkahnya, Bima dengan santai melempar satu irisan lagi ke arah anjing tersebut.

Anjing itu kalau kebanyakan makan semangka biasanya bakal mencret. Biarin aja dia ngerasain kejamnya dunia, biar tahu rasa kalau makanan ini nggak cocok buat perutnya dan kapok mampir ke mari lagi.

Berkat buff atribut Lezat +1, Manis +1, Tekstur +1, Darjo dan kawan-kawan baru mengunyah dua gigitan saja matanya sudah berbinar terang.

"Iki baru semangka jos! Rasanya jauh lebih mantap dibanding stokku yang kemarin-kemarin."

"Beneran, jian manis pol, airnya juga luber."

"Bim, kowe beneran mau ngirim free ongkir sampai warung?"

Ketiganya serempak menatap Bima. Semangka dengan visual menggoda dan rasa kualitas dewa ini harganya sama dengan harga tengkulak biasa, masih ditambah gratis ongkos kirim pula. Bener-bener nggak ada alasan buat nggak kulakan.

"Ya jelas dong, Pak. Pasti saya antar sampai depan lapak," jawab Bima meyakinkan.

Ketiga bos warung itu mengangguk mantap. Mereka langsung memutuskan untuk mengambil masing-masing 30 buah sebagai permulaan, menyisakan beberapa buah untuk stok warung Bima sendiri.

Jarak lapak mereka lumayan dekat. Bima juga tidak menagih uang muka (DP). Transaksi disepakati dengan sistem COD, bayar di tempat saat semangka tiba.

Bima sengaja repot-repot nawarin free ongkir murni demi menjaga rahasia. Memang warungnya tidak dipasangi CCTV, tapi jalanan pasar ini CCTV-nya ada di mana-mana.

Kalau dia terus-terusan ngeluarin ratusan semangka dari warung mungilnya ini secara gaib, sekali dua kali mungkin nggak masalah, tapi kalau keseringan pasti bakal memancing curiga. Gila aja, tiap hari nggak pernah kelihatan truk datang loading barang, tapi bisa terus-terusan jual semangka dalam partai besar? Kalau sampai ada yang kepo dan ngelapor, bisa berabe urusannya.

Makanya, ke depannya dia mutlak harus mencari markas yang lebih tersembunyi.

Setelah rombongan Darjo pamit undur diri, Bima melirik sekilas ke arah anjing hitam yang masih asyik mengunyah kulit semangka di luar. Ia masa bodoh, lalu menutup dan menggembok rolling door warungnya. Bima berjalan menuju area dalam parkiran pasar, menghampiri sebuah motor roda tiga niaga (Tossa) butut yang besi pegangannya sudah karatan parah. Dijual sejuta aja mungkin rongsokan pun nolak.

Tapi asal bannya nggak meledak, motor Tossa butut ini masih lumayan badak buat ngangkut muatan sampai satu ton.

Bima menyetir Tossa itu ke depan warungnya. Ia memindahkan seluruh pesanan semangka ke atas bak, mengunci kembali warungnya, lalu tancap gas mengantar pesanan Darjo dan kawan-kawan.

Lapak Darjo adalah yang paling dekat, sama-sama berada di jalanan pasar, cuma perlu melintasi beberapa blok. Nama lapaknya Warung Buah Darjo Jaya.

Darjo terlihat sedang mengobrol dengan seorang pria pembeli semangka di depan warungnya. Begitu melihat motor roda tiga Bima merapat, ia langsung menarik pria itu dan mempromosikan barangnya, "Mas Topik, sini liat semangka yang baru di-drop ini. Fresh dari kebun, kualitas sultan! Sini pilih satu, tak belahin buat tester."

"Boleh, Pak Darjo," angguk Mas Topik sambil mendekat ke bak motor dan mulai memilih-milih.

Darjo menjelaskan pada Bima, "Bim, Mas Topik ini tetangga atas ruko sekaligus pelanggan setiaku. Dia emang doyan banget makan semangka, sekali beli pasti borong banyak. Nanti hitungannya digabung aja."

"Siap, Pak," Bima mengangguk.

Mas Topik dengan cepat memungut satu semangka jumbo dari bak motor Bima dan menyerahkannya ke Darjo untuk ditimbang.

"Bim, ini beratnya 5,5 kilo." Sehabis menimbang, Darjo menaruhnya di talenan, membelahnya, dan memberikan seiris kecil kepada Mas Topik.

Karena sudah langganan, Mas Topik menerimanya tanpa sungkan dan langsung menggigitnya. Sedetik kemudian, ia berseru kaget, "Wah, Pak Darjo, iki beneran manis pol! Teksturnya juga krenyes-krenyes seger, jauh lebih enak dari semangka yang kemaren-kemaren! Harganya piro, Pak?"

Darjo tersenyum sumringah. "Harganya tetep sama kok, delapan ribu sekilo. Mau ambil berapa?"

"Kalau gitu aku ambil 4 buah aja deh, Pak. Nanti sampeyan minta tolong anterin ke atas ya," ucap Mas Topik sambil mencomot 4 buah semangka dari bak motor Bima untuk ditimbang. Keempat buah itu semuanya berukuran raksasa di atas 5 kilogram. Total beratnya mencapai 23,5 Kilogram.

Darjo menghitung, "23,5 kilo, jadinya Rp 188.000, Mas. Tolong ditandain dulu yang punya sampeyan, nanti kalau udah selo tak anter."

"Alah, nggak usah ditandain segala, aku percaya sama Sampeyan. Duitnya udah tak transfer pakai QRIS ya, Pak," Mas Topik melambaikan tangan sambil memamerkan bukti transfer di ponselnya.

Begitu tetangganya itu pergi, Darjo kembali menyapa Bima. "Bim, semangka dari kebun saudaramu ini bener-bener sakti. Mas Topik itu aslinya rewel banget lho kalau urusan rasa semangka."

Bima tentu saja ikut gembira. Ia mengambil keranjang bambu dari warung Darjo dan mulai mengangkut sisa pesanan. Darjo berhasil menjual 4 buah semangka, yang artinya ikut menyumbang pemasukan segar lebih dari seratus ribu rupiah ke kantong Bima.

Bima menurunkan sisa 26 buah semangka. Total berat 26 buah itu adalah 143,5 kg. Jika digabung dengan pesanan Mas Topik seberat 23,5 kg, total keseluruhannya mencapai 167 Kilogram. Dikalikan harga grosir Rp 6.000, tagihannya genap Rp 1.002.000.

Darjo dengan sigap mentransfer uang tersebut ke rekening Bima. Bima juga tak lupa menulis nota kuitansi untuk Darjo, mengingat dokumen ini penting untuk pelaporan pajak UMKM perorangan.

"Pak Darjo, kalau stoknya nipis langsung kabari aja ya. Saya pamit ngirim jatah ke Pak Hasan sama Bu Ningsih dulu," ucap Bima dengan senyum lebar hingga ke telinga. Satu transaksi ini saja profitnya sudah jauh melibas keuntungan warungnya seharian full!

Rute selanjutnya, Bima mengirimkan masing-masing 30 buah semangka ke lapak Hasan dan Bu Ningsih.

Timbangan di lapak Hasan menyentuh 180 Kg, menghasilkan tagihan Rp 1.080.000. Sementara di lapak Bu Ningsih tercatat 164 Kg, menghasilkan tagihan Rp 984.000. Jika ditotal dengan setoran Darjo tadi, 90 buah semangka ajaib ini sukses menyumbang cuan bersih sebesar Rp 3.066.000.

Setibanya di warungnya sendiri, Bima terheran-heran melihat anjing hitam itu masih asyik rebahan santai di teras. Sama sekali tidak ada tanda-tanda mencret atau sakit perut. Lah, kok bisa?

Menjelang matahari terbenam, sisa semangka yang ditinggal di warungnya berhasil laku eceran sebanyak 4 buah. Ditambah dengan penjualan eceran pagi tadi, laci kasir warungnya bertambah tebal dengan uang tunai sekitar Rp 350.000. Secara keseluruhan, total omzet bersih yang ia keruk dari semangka gaib hari ini nyaris menyentuh angka tiga setengah juta rupiah!

Bima mengepalkan tangan menahan keinginan untuk berteriak heboh. Kalau dia bisa konsisten meraup tiga setengah juta rupiah sehari, omzet bulanannya bakal tembus di atas seratus juta rupiah! Di kabupaten sekecil Jatiroso, ini jelas kasta penghasilan level sultan!

Di tengah euforianya, layar antarmuka di kepalanya tiba-tiba memunculkan tanda peringatan. Ladangnya mulai ditumbuhi rumput liar. Ia harus segera menyianginya sebelum bibit semangka barunya layu berebut nutrisi.

Setelah urusan bersih-bersih lahan gaibnya selesai, Bima melirik jam dinding. Langit sudah gelap gulita. Ia mengemasi barang-barangnya, menyisihkan beberapa sayuran sisa jualan untuk dibawa pulang, menarik rolling door, lalu berjalan ke area parkir untuk memacu Tossa bututnya pulang ke rumah.

Normalnya, setiap subuh ia harus memakai Tossa reyot ini untuk kulakan sayur di pasar induk. Tapi mulai besok, fungsi Tossa ini bakal di-upgrade eksklusif cuma buat ngangkut semangka gaibnya.

Dengan omzet jutaan per hari, jualan sayur eceran receh sudah nggak level lagi buat dipusingin. Tunggu beberapa minggu, tumpukan utang ratusan juta peninggalan ayahnya pasti lunas tanpa sisa.

Tossa Bima merapat di sebuah kompleks perumahan susun yang sudah terlihat kusam dimakan usia. Sejak rumah asli mereka terpaksa dijual, Bima dan ibunya menyewa unit dua kamar tidur sederhana yang harga sewanya paling bersahabat di sini.

Begitu melangkah masuk ke unit rusun di lantai 3, ia mendapati ibunya, Bu Laras, sedang sibuk menyiapkan makan malam.

Walaupun statusnya apartemen dua kamar, aslinya ukurannya sangat sempit karena cuma hasil sekat partisi triplek. Ditambah tumpukan kardus dan barang rongsok di sana-sini, suasananya terasa makin pengap dan suram. Yah, mau bagaimana lagi. Dengan kondisi ekonomi yang minus dan utang mencekik leher, tempat berteduh bocor pun sudah patut disyukuri.

"Ibu ki lho, kan Bima udah bilang ntar makanannya Bima aja yang masak pas pulang," tegur Bima lembut begitu masuk.

"Halah, fisik Ibu emang lagi gampang drop, tapi kan bukan berarti Ibu lumpuh. Wis, cepet cuci tangan terus makan!" balas Bu Laras ngeyel. Meski wajahnya pucat pasi, nada bicaranya tetap tak mau kalah. Sebagai wanita pekerja keras seumur hidup, disuruh nganggur duduk manis di rumah justru terasa seperti siksaan batin baginya.

"Iya, iya, Ibu..." Bima cuma bisa mendesah pasrah sambil memasukkan sisa sayuran bawaannya ke dalam kulkas.

Bu Laras menyodorkan sepiring nasi hangat pada putranya dan bertanya, "Gimana jualan di warung hari ini, Le? Rame?"

"Wah, jauh lebih gacor dari kemarin-kemarin, Bu. Dan ke depannya dijamin bakal makin gila lagi." Teringat mukjizat yang dialaminya seharian ini, nada bicara Bima memancarkan aura keyakinan yang luar biasa tebal.

Mendengar jawaban super optimis khas Bima, Bu Laras malah menghela napas panjang merana. "Bim... Ibu sama mendiang Bapakmu bener-bener minta maaf ya, Le. Liat temen-temen seumuranmu, mereka pada enak dibantuin orang tuanya modalin biaya nikah, DP KPR rumah... Lha kowe? Malah diwarisi utang bejibun sama Bapak-Ibumu."

"Ya Allah, Ibu ki ngomong apa to? Ibu sama Bapak udah ngelahirin Bima utuh tanpa cacat, ngerawat sampai gede, terus nyekolahin Bima sampai sarjana. Itu aja udah utang budi yang nggak bakal bisa Bima bayar seumur idup!" Bima tak pernah sedikit pun menaruh dendam pada orang tuanya. Dibesarkan dengan limpahan kasih sayang penuh, itu jauh lebih berharga dibanding warisan harta miliaran bagi Bima.

Makin bijak Bima membalas, makin hancur perasaan Bu Laras merasa gagal jadi orang tua. Ia kembali mendesah pelan, "Bim, hubunganmu sama Dinda gimana? Kowe jangan pernah benci sama mertuamu lho, ya. Dinda itu anak wedok yang suangat baik. Orang tuanya juga udah mentok ngebantu kita... Mereka rela nggak minta uang mahar seserahan, nggak minta dibeliin mobil, murni cuma minta jaminan DP KPR rumah petak kecil aja buat kalian tinggal berdua. Tapi gimanapun juga, uang segitu pun keluarga kita nggak sanggup ngeluarin. Ini murni murni salahnya kondisi kita."

"Jalanin aja dulu hubunganmu sama Dinda pelan-pelan. Nanti kalau fisik Ibu udah mendingan, biar Ibu yang jaga warung. Kowe cari kerja kantoran aja yang jenjang karirnya jelas. Kita banting tulang bareng-bareng demi ngumpulin duit DP rumah itu. Tapi ya... andaikan takdir berkata lain dan kowe gagal nikahin Dinda, kowe harus ikhlas, Le!"

Gerakan tangan Bima yang sedang menyendok nasi seketika terhenti mengambang di udara.

Sosok Dinda Saraswati memang kelewat perfect di matanya. Mereka dulu satu angkatan di SMA, beda kelas bersebelahan. Lucunya, selama tiga tahun pakai seragam putih abu-abu, mereka mentok cuma tatap-tatapan pas papasan di lorong tanpa pernah nyapa sekalipun. Eh, takdir malah menyatukan mereka karena sama-sama keterima di kampus negeri yang sama, lalu duduk berdampingan di gerbong kereta yang sama saat merantau. Dari obrolan canggung di kereta itulah, benih-benih asmara mulai mekar. Fix, jalur jodoh emang misterius.

Dan jujur, Bima sadar seribu persen kalau dia nggak punya hak buat marah sama orang tua Dinda. Di zaman realistis sekarang ini, orang tua mana coba yang ikhlas ngelepas putri kesayangannya dinikahi sama cowok kere nggak punya mobil, rumah ngontrak, plus digelayuti utang ratusan juta? Kalau posisinya dibalik, Bima sendiri juga bakal nabok cowok macem itu.

Apalagi calon mertuanya itu aslinya udah sangat pengertian. Bebas mahar fantastis, bebas tuntutan roda empat, dan mentok cuma minta jaminan DP rumah KPR tipe 36 doang biar putrinya nggak luntang-lantung ngontrak. Syarat itu jauh, jauh lebih manusiawi dibanding mertua-mertua di luar sana yang matrenya naudzubillah. Kalau syarat sepele itu aja nggak bisa dipenuhi, ya itu mutlak aib pihak cowok. Kalau maksa komplain, namanya nggak tahu diri.

“Ibu tenang aja, rumah KPR itu pasti kebeli bentar lagi. Dinda juga pasti resmi jadi mantunya Ibu.”

Bima tersenyum tipis, tapi matanya tidak ikut.

Ia menyelesaikan makannya lebih cepat dari biasanya, lalu berdiri tanpa banyak bicara. Ibunya hanya mengangguk, tidak menyadari bahwa kalimat barusan… bukan sekadar janji.

Pintu kamar tertutup.

Kunci diputar.

Sunyi.

Bima membuka lemari, menggeser tumpukan pakaian, lalu menarik keluar sebuah map cokelat yang disembunyikan di bagian paling dalam.

Tangannya berhenti sejenak sebelum membuka isinya.

Seolah masih berharap… semuanya tidak nyata.

Dua buku nikah.

Merah dan hijau.

Nama Suami: Bima Saputra

Nama Istri: Dinda Saraswati

Cap resmi dari Kantor Urusan Agama tertera jelas. Tanda tangan. Nomor register. Tidak ada celah untuk menyangkal.

Pernikahan itu sah.

Sepenuhnya sah.

Dan justru itu yang membuatnya terasa lebih berat.

Ayah Dinda tidak pernah benar-benar menolak.

Pria itu hanya diam lama saat Bima datang, duduk berhadapan di ruang tamu dengan tangan dingin dan suara yang hampir gemetar.

“Aku serius, Om. Aku mau tanggung jawab.”

Kalimat itu sederhana. Tapi cukup.

Ayah Dinda menghela napas panjang, lalu berkata pelan, “Asal kamu berani nikahin dia secara benar… saya jadi walinya.”

Tidak ada pelukan. Tidak ada restu hangat.

Hanya izin yang diberikan… dengan berat hati.

Yang tidak pernah mereka dapatkan—

adalah restu ibunya.

“Ibu nggak akan pernah setuju,” bisik Dinda malam itu, suaranya bergetar. “Kalau Ibu tahu, semuanya bakal hancur sebelum mulai.”

Dan untuk pertama kalinya, Bima melihat sesuatu di mata Dinda.

Bukan sekadar cinta.

Tapi ketakutan… yang hampir berubah jadi nekat.

Mereka tetap menjalani proses di Kantor Urusan Agama seperti pasangan lain.

Daftar.

Verifikasi.

Menunggu hari akad.

Hari itu datang tanpa kemeriahan.

Tanpa keluarga besar.

Tanpa ibu dari pihak mempelai wanita.

Ayah Dinda hadir.

Duduk kaku.

Tatapannya berat saat mengucapkan ijab, seolah setiap kata yang keluar adalah beban yang harus ia tanggung sendiri.

Bima menjawab dengan suara mantap.

Sah.

Dalam satu tarikan napas status mereka berubah.

Setelah itu, semuanya kembali… seperti tidak terjadi apa-apa.

Dinda pulang ke rumahnya.

Bima kembali ke rumahnya.

Dan dunia tetap berjalan seolah mereka belum terikat apa-apa.

Hanya saja

sekarang ada sesuatu yang harus disembunyikan dari satu orang.

Orang yang paling tidak boleh tahu.

Bima menutup buku nikah itu perlahan.

Ia teringat tatapan ayah Dinda hari itu.

Bukan marah.

Bukan juga sepenuhnya ikhlas.

Lebih seperti… seseorang yang tahu ia baru saja mengkhianati rumahnya sendiri, demi anak yang tidak ingin ia kehilangan.

Dan ibu Dinda?

Jika wanita itu tahu—

ini bukan sekadar kemarahan.

Ini bisa jadi akhir dari segalanya.

Bima menyandarkan punggung ke lemari.

Matanya terpejam.

Untuk pertama kalinya sejak hari itu, ia benar-benar merasa—

mereka tidak sedang menyembunyikan hubungan.

Mereka sedang menunda… ledakan.

Di tengah lamunan melankolisnya, layar sistem di kepalanya tiba-tiba berkedip memberi sinyal. Bima buru-buru menaruh kembali map cokelat tersebut, mengunci lemari, lalu memfokuskan pandangannya ke dalam layar antarmuka.

Di petak ladang tersebut, bibit-bibit semangka sudah menjalar membentuk sulur lebat. Besok pagi pasti sudah matang dan siap panen. Tapi sialnya, di antara dedaunan rimbun itu muncul ulat-ulat hama yang berkedip menyebalkan. Hama ini harus segera dibasmi, kalau tidak durasi panennya bakal molor dan jumlah produksinya bisa kena nerf.

Hanya dengan menjentikkan niat di otak, Bima mengendalikan karakternya untuk mengeluarkan jaring serangga kecil dan membasmi hama ulat tersebut satu per satu.

Terpopuler

Comments

Mak Gemoy

Mak Gemoy

walaupun ide cerita sama dgn yg novel china, tapi ini bahasa jowo.. mantaap gan

2026-06-23

0

Mak Gemoy

Mak Gemoy

jadi pengen punya ruang angkasa. nanam trus jual😍😍

2026-06-23

0

.

.

☕ mluncur Thor, awakmu wong Semarang PO Thor, bahasane campur jowo jebule 🤭

2026-05-14

2

lihat semua
Episodes
1 Tiba-Tiba Bisa Masuk ke Dalam Game!
2 Pindahkan Semangka dari Game ke Dunia Nyata buat Dijual!
3 Jalan Ninja Menuju Kaya Raya Murni Lewat Game Ini!
4 Sehari Langsung Tembus Belasan Juta!
5 Sensasi Makan Semangka Rasa Hidangan Bintang Lima!
6 Perluas Saluran Penjualan! Siapa Juga yang Peduli Sama Pemandangan Malam?
7 Naik Level! Buka Lahan Tingkat 2!
8 OTW Omzet Miliaran Sebulan!
9 Definisi Bucin Jalur Anjing! Beneran Ini Stroberi?
10 Yang Harga Ratusan Ribu Kalah Telak Sama yang Puluhan Ribu!
11 Okra Kualitas 2, Anugerah Terindah Buat Para Pria!
12 Pria Mana Pun yang Pernah Coba Pasti Bilang Mantap! Satpol PP Datang Nangkap Anjing!
13 Adopsi Si Hitam! Manajer Cipto Rela Keluar Modal Gede!
14 Fitur Baru! Ikan Liar Kualitas 2!
15 Semuanya Tangkapan Liar Jumbo! Khasiat yang Mengejutkan!
16 Ikan Raksasa Langka yang Nggak Bisa Dibeli Orang Lain, Tinggal Makan Kapan Aja!
17 Bayar Pajak Pertama Dalam Hidupnya! Sampai Kiamat Pun Dia Nggak Bakal Percaya!
18 Hadiah dari Si Kurcaci!
19 Ikan Hias Mahal! Mendadak Jadi Miliarder dalam Sekejap!
20 Sebuah Vila! Level Naik Lagi!
21 Vila di Tangan! Lautan Bunga Bugenvil!
22 Lahan Tingkat 3! Bugenvil Hias 7 Warna!
23 Karyawan Vila! Butuh 15.000 Pohon Bugenvil!
24 Bunga Bugenvil Ini Pasti Mahal Banget, Kan? Waktunya Lunasi Utang!
25 Lunas Utang Hati pun Tenang! Kekhawatiran Bu Laras!
26 Kejutan untuk sang istri
27 Kualitas 3 yang Sempurna! Ini Mah Fix Bakal Meledak!
28 Susah Dibeli Walau Punya Duit 400 Juta! Keajaiban Efek 'Harmoni Ekosistem +3'!
29 Emang Cuma Butuh 'Sedikit' Pengorbanan Kok!
30 Wanita yang Terlalu Percaya Diri!
31 Catat Ya, Guys! Sama-Sama Ngerti Aja!
32 Mana Mungkin Bima yang Buka! Taktik Penjualan Baru Dimulai!
33 Dinda yang Melongo Kaget!
34 Cipokan Ditonton Tupai! Pelanggan Pertama Tiba!
35 Pengunjung Pertama Dibuat Takjub! Ternyata Lokasinya Ada di Kampung Halamanku!
36 Berasa Kayak Makan Hidangan Terapi Medis Ratusan Juta!
37 Berasa Paling Bener Modal Kamera HP?! Tuh Liat, Banyak Mata yang Nyaksiin Kelakuan Minusmu!
38 Kesempatan Emas Buat Promosi! Pantang Ngasih Ampun Kalau Disenggol!
39 Penggiringan Opini! Netizen Hanyalah Bidak Catur!
40 Kena Karma Kan Lu! Tamat Sudah Riwayatnya!
41 Ekseperimen Budidaya Benih Game! Vila Dima Beneran Meledak Viral!
42 Orang Lain Nggak Bisa Makan, Aku Malah Nggak Habis-Habis!
43 Pak Candra Balik Lagi! Sumpah, Tempat Ini Punya Barang Pusaka!
44 Ternyata Aku yang Terlalu Dangkal! Bener-Bener Bikin Jantungan!
45 Omzet Harian Tembus 300 Juta! Minta Jalur Damai Nih Ye!
46 Jalur Damai? Ngimpi!
47 Level Karakter Naik Lagi! Beras Upeti Gunung Kidul!
48 Nanti Bakal Ada Beras Upeti Bima? Orang Dinas Pariwisata Datang!
49 Rejeki Nomplok! Vitamin VPP! Anti-Penuaan?!
50 Bos Bima, Anda Kena Tipu! Nggak Mungkin Ada Barang Asli Sebanyak Ini!
51 Banyak Duit Tapi Goblok! Ternyata Kitalah Badutnya!
52 Bima Ternyata Bos Vilanya!
53 Orang dengan IQ dan EQ Jongkok Itu Ngeri Banget!
54 Ibu Mertua yang Mulutnya Pedas Tapi Hatinya Lembut!
55 Pemanasan Hidup Bareng? Rukun Nikah Harus Jelas!
56 Bu Laras Kegirangan! Pusat Oleh-Oleh Akhirnya Rampung!
57 Benih Semangka dari Game Mulai Bertunas!
58 Produk Game, Madu Hutan Liar yang Gaib!
59 Bukannya Nggak Mampu Beli, Tapi Nggak Ada Barang Aslinya!
60 Orang Itu Datang Bawa Duit
61 Uji Coba Tanam Benih Beras Upeti Gunung Kidul! Kapasitas Pengunjung Vila Mencapai Batas Maksimal!
62 Tembus Angka Rp 250.000.000! Terpaksa Batasi Pengunjung Biar Nggak Membeludak!
63 Anjing Aja Doyan, Apalagi Manusia!
64 Lumayan Punya Status Sosial! Tumbuhnya Semangka Cepet Banget!
65 Potensi Harga Nilai Produk Game Harus Dimaksimalkan!
66 Mau Beli Beras Kayak Gini Puluhan Kilo? Mimpi!
67 Promosi Seduhan Madu Medis! Minuman Harga Sultan?
68 Dampak Vila Bagi Jatiroso! Seduhan Madu Medis Beneran Manjur!
69 Jangan Saling Sikut! Pak Aris Dibuat Melongo!
70 Bedanya Maruk Sendirian Sama Jadi Pemimpin Pionir! Permintaan Pak Aris!
71 Baru Mulai Udah Kelar! Pak Aris Dibuat Melongo!
72 Belum Sempat Bereaksi! Batasi Pembelian!
73 Dana Pinjaman Cair!
74 Keajaiban Sosial: Menikah Harus Punya Rumah!
75 Bab 76
76 Seseorang Tak Boleh Membuat Dirinya Terlihat Murahan!
77 Anggur Herbal Dima!
78 Sinetron Itu Semuanya Bohong! Nggak Ada Akhlak!
79 Identitas Pak Prasetyo! Tambang Mata Air
80 Batu Tulis Misterius! Teknologi Resep Rahasia Saus Tomat Khusus!
81 Produk Pertama yang Bisa Dipasarkan Secara Massal!
82 Ini Adalah Kisah yang Sangat Menyedihkan!
83 Ini Namanya Uang Rp 2 Miliar Berjalan!
84 Produk Pertama dari Brand Dima!
85 Produk Sendiri Lebih Bagus dari Produk Luar Negeri!
86 Lidah Ndak Bakal Bohong! Awal yang Manis!
87 Bertemu Bos Tirto Lagi! Waktu Sesingkat Ini, Terlalu Cepat Kan?
88 Prospek Bisnis yang Sangat Cerah! Mendadak Diserang Berita Hoaks!
89 Dunia Maya Itu Penuh Muslihat! Sang Pemburu Hoaks Mendadak Kena Mental!
90 Barang Langka yang Sangat Diburu! Sayang Kapasitas Ndak Mumpuni!
91 Kritikus Makanan dari Kota Mineral!
92 Buku Panduan Koki: Pengolahan Ikan Tingkat Dewa!
93 Mulai Unjuk Gigi Jadi Koki? Sayang Banget Anggur Ini Dibuka Pas Umur 5 Tahun!
94 Menciptakan Sendiri Atribut +3! Bos Bima Memang Orang Ajaib!
95 Budi Daya Pot Bugenvil Sukses! Resep Kualitas 1 dari Luar!
96 Suvenir Wisata Eksklusif! Harus Pegang Erat-Erat Peluang dari Vila Dima!
97 Udah Bisa Dikirim Surat Somasi! Upgrade Alat Pancing!
98 Akhirnya Bisa Mancing Ikan Hias! Bikin Akuarium Kayaknya Boleh Juga!
99 Turut Bangga! Membawa Pancing Tembaga Keluar untuk Memancing!
100 Mancing Apa Kulakan di Waduk Sih?!
101 Skill Tingkat Dewa!
102 Dapet Monster Air Liar Asli! Posisi Gak Boleh Kalah Saing Sama yang Lain!
103 Bener-Bener Orang yang Ndak Punya Bakat Makan Enak!
104 Kalau Cuma Ngomong Ngawur, Siapa Sih yang Ndak Bisa?
105 Orang Macam Gini Emang Pantes Sukses! Upgrade Level Lagi!
106 Buah Pohon Kekuatan!
107 Keong Sawah yang Bikin Ngiler!
108 Kurcaci Arnie Datang Lagi!
109 Tupai Hedon! Dasar Turis Kurang Piknik, Minus Akhlak!
110 Tupai Kok Dendaman Gitu!
111 Ekspansi Pabrik Besar-besaran! Nambang Dapet Batu Emerald!
112 Liontin dan Gelang dari _Game_!
113 Nusuk Nggak Tuh? Pola Pikir Anak Sekolah Zaman Sekarang Seganas Ini?
114 Anak Muda yang Datang Bawa Peluang!
115 Tupai Vila Dima _Upgrade_ Level?!
116 Hadiah! Harmonisnya Hubungan Dua Keluarga
117 Rumah Tupai! Menjinakkan Tupai Liar Secara Total!
118 Belut Sawah Segede Ular! Bara Emang Pinter Banget!
119 Pemburu Seringkali Muncul Menyamar Sebagai Mangsa!
120 Semangka Kualitas 3! Buset, Gedenya Nggak Ngotak!
121 Semangka Kok Bisa Masuk FYP Sih?!
122 Kulit Semangkanya Juga Secandu Ini! Beneran Bikin Gagal \*Move On\*!
123 Gambar Desain Perhiasan dari Dunia Nyata Bisa Dibawa ke _Game_?!
124 Realita Emang Absurd! Anggur Herbal Punya Atribut Rasa +2!
125 Kalau Terus Gini Bisa Dihukum Sujud di Keyboard! Eh, Kok Ada yang Aneh!
126 Vila Dima Bikin Bangga Warga Kampung Halaman!
127 Paket Istimewa! Semangka di Dunia Nyata Sudah Matang!
128 Pasar Semangka Itu Gede Banget! Padahal Kabin Alam Itu Proyek Beneran Lho!
129 Seseorang Mau Beli Seporsi Makanan Seharga Rp 120 Juta?! Sultan Emang pada Gila!
130 Kelewat Peluang Emas! Pecah Banget!
131 Pengaruh Bos Vila Dima Emang Ngeri! Ada yang Menang _Gacha_ Lagi!
132 _Pay to Win_ Itu Nyata! Fitur Baru: Mesin Pengolah!
133 Botol Anggur Antik Kualitas 1! Sumpah Jangan Asal Diucap!
134 Inilah yang Namanya Kenikmatan Ala Sultan! Main Cewek Juga Harus Pakai Kode Etik!
135 Anggur Herbal Dima Melegenda! Beras Upeti Sekadar Jadi Lauk Pendamping!
136 Mutasi Genetik! Ini Adalah Berkah bagi Kabupaten Jatiroso!
137 Ternyata Ada Anggur dalam Botol Perak Antik?
138 Nama Besar Menentukan Semuanya! Bukan Orang Sembarangan!
139 Pemuda Ini Orang Besar dari Mana?
140 Punya Uang Pun Tak Bisa Beli! Ginseng Liar!
141 Ginseng Liar Kualitas 3
142 Anggur Usia 30 Tahun! Siapa yang Tak Kenal Anggur Herbal Dima?
143 Nyampein Ambeien! Apa Ini Nggak Keterlaluan Mewahnya?
144 Minuman Kualitas 3! Pembibitan Semangka Gagal!
145 Keluarga Prasetyo! Fitur Baru - Penebangan Pohon!
146 Kayu Rosewood Kualitas 2! Emang Aman Majang Papan Nama Miliaran Rupiah di Depan Pintu?
147 Kelas Profesional Memang Beda! Om Kresna yang Absurd!
148 Orang Dalam Harus Dimanfaatkan! Gimana Kalau Beras Upeti Gunung Kidul Dibuat Arak?
149 Sepuluh Pria, Sembilan Ambeien! Pada _Nggak_ Jujur Ya!
150 Memutarbalikkan Fakta! Hari Baik untuk Pasang Papan Nama!
151 Khusus untuk Kaisar! Dupa Gaharu Qinan!
152 Dupa Ajaib! Mau Pakai Hadiah Apa Buat Acara Peresmian Papan Nama?
153 Hari Ini Kita Kasih Kejutan Gratis! Bos Candra dan Mahendra Tercengang!
154 Ada Hal yang Tak Bisa Dibeli Cuma Pakai Uang!
155 Masih Punya Berapa Banyak Keahlian Tersembunyi? Kadang Pria Memang Harus Pasrah pada Nasib!
156 Masalah Besar! Tapi Cara Menyelesaikannya Juga Gampang!
157 Kenapa Bisa Begini? Tulisan Ini Beneran Aku yang Buat?
158 Jalur Kaya Mendadak: Maling Papan Nama Vila Dima!
159 Fitur Baru Game: Belanja Online via TV!
160 Belanja TV Bisa Beli Barang dari Versi Lain?
161 Naik Level Lagi! Ladang Memenuhi Syarat Dibuka!
162 Bangunan Peternakan Pertama! Rencana Baru Area Peternakan!
163 Belum Pernah Nemu yang Kayak Gini! Telur Bebek Kok Segede Ini?
164 Telur Awet Muda! Gila, Ini Beneran Bebek?
165 Terpaksa Naik Kasta! Mata Lele Daun Willow!
166 Skenario Ini Tersusun dengan Sangat Rapi!
167 Bos, Sampeyan Yakin Ini Bebek?
168 Borong 5.000 Are Lahan Tambahan! Bibit Game Berhasil Dibudidayakan!
169 Gaji Ini Terlalu Gila! Gulungan 'Festival Musik'!
170 Pesta Akhir Tahun! Gulungan Festival Musik Mau Dipakai di Dunia Nyata?
171 Item Spesial yang Ajaib!
172 Item Spesial: Gema Hutan!
173 Pohon Ternyata Bisa Bermain Musik! Beringin 500 Tahun Hidup Kembali!
174 Gila, Skenario Buat Pak Manto Udah Disiapin? Mana Mungkin!
175 Wah, Siapa Sangka Bakal Gini? Selamat, Dapet Tanah Ajaib!
176 Tingkat Bertahan Hidup +2, Peluang Memperbaiki Genetik +1!
177 Mustahil Bibit Padi Ini Bisa Tumbuh di Sini!
178 Saling Lempar Kesalahan! Penanaman Perdana Beras Upeti Gunung Kidul!
179 Kawanan Ikan Kualitas 2 yang Spektakuler! Vila Dima Punya Pemandangan Seindah Ini?
180 Ini Beneran Vila Dima! Ternyata Cowok Emang Brengsek Semua?
181 Pertarungan Raja Bebek! Rekor Guinness Hilang Begitu Saja!
182 Masih Bisa Main Jurus Konyol Kayak Gini?
183 Tamu VIP Vila! Khasiat Telur Kecantikan Ini Benar-benar Gila!
184 Saling Sikut Antar Pengunjung! Telur Ini Lebih Ampuh dari Suntik Botox 20 Juta!
185 Sama-Sama Hancur! Otak Bos Bima Sebenarnya Terbuat dari Apa?
186 Tata Krama Sosial! Godaan Telur Ini Terlalu Besar!
187 _Skill_ Interaksi Hewan yang Konyol!
188 Tupai Ini Pinter Banget! Dulu Pernah Sombong Kayak Gini?
189 Masuk Perangkap Sendiri? Kekurangan Energi Vital Butuh Ginseng Ratusan Tahun?
190 Anggur Herbal Dima! Khasiat Macam Apa Ini?!
191 Dokter Dibuat Melongo! Nilai Obat Ini Terlalu Fenomenal!
192 Rencana Satwa! Dua Jenis Biji Semangka!
193 Rencana Bima! Ini Harus Dijelasin Pakai Cara Apa Coba?
194 Sumpah Tadi Kulo Cuma Ngibul! Eh, Ada Masalah Datang!
195 Langsung Kicep! Kok Vila Dima Malah Nanam Semangka?
196 Semangka Ini Kelewat Sinting! Anggur Herbal Dima 40 Tahun!
197 Bangun Laboratorium! Resep Rahasia Baru: Teh Relaksasi!
198 TAMAT
Episodes

Updated 198 Episodes

1
Tiba-Tiba Bisa Masuk ke Dalam Game!
2
Pindahkan Semangka dari Game ke Dunia Nyata buat Dijual!
3
Jalan Ninja Menuju Kaya Raya Murni Lewat Game Ini!
4
Sehari Langsung Tembus Belasan Juta!
5
Sensasi Makan Semangka Rasa Hidangan Bintang Lima!
6
Perluas Saluran Penjualan! Siapa Juga yang Peduli Sama Pemandangan Malam?
7
Naik Level! Buka Lahan Tingkat 2!
8
OTW Omzet Miliaran Sebulan!
9
Definisi Bucin Jalur Anjing! Beneran Ini Stroberi?
10
Yang Harga Ratusan Ribu Kalah Telak Sama yang Puluhan Ribu!
11
Okra Kualitas 2, Anugerah Terindah Buat Para Pria!
12
Pria Mana Pun yang Pernah Coba Pasti Bilang Mantap! Satpol PP Datang Nangkap Anjing!
13
Adopsi Si Hitam! Manajer Cipto Rela Keluar Modal Gede!
14
Fitur Baru! Ikan Liar Kualitas 2!
15
Semuanya Tangkapan Liar Jumbo! Khasiat yang Mengejutkan!
16
Ikan Raksasa Langka yang Nggak Bisa Dibeli Orang Lain, Tinggal Makan Kapan Aja!
17
Bayar Pajak Pertama Dalam Hidupnya! Sampai Kiamat Pun Dia Nggak Bakal Percaya!
18
Hadiah dari Si Kurcaci!
19
Ikan Hias Mahal! Mendadak Jadi Miliarder dalam Sekejap!
20
Sebuah Vila! Level Naik Lagi!
21
Vila di Tangan! Lautan Bunga Bugenvil!
22
Lahan Tingkat 3! Bugenvil Hias 7 Warna!
23
Karyawan Vila! Butuh 15.000 Pohon Bugenvil!
24
Bunga Bugenvil Ini Pasti Mahal Banget, Kan? Waktunya Lunasi Utang!
25
Lunas Utang Hati pun Tenang! Kekhawatiran Bu Laras!
26
Kejutan untuk sang istri
27
Kualitas 3 yang Sempurna! Ini Mah Fix Bakal Meledak!
28
Susah Dibeli Walau Punya Duit 400 Juta! Keajaiban Efek 'Harmoni Ekosistem +3'!
29
Emang Cuma Butuh 'Sedikit' Pengorbanan Kok!
30
Wanita yang Terlalu Percaya Diri!
31
Catat Ya, Guys! Sama-Sama Ngerti Aja!
32
Mana Mungkin Bima yang Buka! Taktik Penjualan Baru Dimulai!
33
Dinda yang Melongo Kaget!
34
Cipokan Ditonton Tupai! Pelanggan Pertama Tiba!
35
Pengunjung Pertama Dibuat Takjub! Ternyata Lokasinya Ada di Kampung Halamanku!
36
Berasa Kayak Makan Hidangan Terapi Medis Ratusan Juta!
37
Berasa Paling Bener Modal Kamera HP?! Tuh Liat, Banyak Mata yang Nyaksiin Kelakuan Minusmu!
38
Kesempatan Emas Buat Promosi! Pantang Ngasih Ampun Kalau Disenggol!
39
Penggiringan Opini! Netizen Hanyalah Bidak Catur!
40
Kena Karma Kan Lu! Tamat Sudah Riwayatnya!
41
Ekseperimen Budidaya Benih Game! Vila Dima Beneran Meledak Viral!
42
Orang Lain Nggak Bisa Makan, Aku Malah Nggak Habis-Habis!
43
Pak Candra Balik Lagi! Sumpah, Tempat Ini Punya Barang Pusaka!
44
Ternyata Aku yang Terlalu Dangkal! Bener-Bener Bikin Jantungan!
45
Omzet Harian Tembus 300 Juta! Minta Jalur Damai Nih Ye!
46
Jalur Damai? Ngimpi!
47
Level Karakter Naik Lagi! Beras Upeti Gunung Kidul!
48
Nanti Bakal Ada Beras Upeti Bima? Orang Dinas Pariwisata Datang!
49
Rejeki Nomplok! Vitamin VPP! Anti-Penuaan?!
50
Bos Bima, Anda Kena Tipu! Nggak Mungkin Ada Barang Asli Sebanyak Ini!
51
Banyak Duit Tapi Goblok! Ternyata Kitalah Badutnya!
52
Bima Ternyata Bos Vilanya!
53
Orang dengan IQ dan EQ Jongkok Itu Ngeri Banget!
54
Ibu Mertua yang Mulutnya Pedas Tapi Hatinya Lembut!
55
Pemanasan Hidup Bareng? Rukun Nikah Harus Jelas!
56
Bu Laras Kegirangan! Pusat Oleh-Oleh Akhirnya Rampung!
57
Benih Semangka dari Game Mulai Bertunas!
58
Produk Game, Madu Hutan Liar yang Gaib!
59
Bukannya Nggak Mampu Beli, Tapi Nggak Ada Barang Aslinya!
60
Orang Itu Datang Bawa Duit
61
Uji Coba Tanam Benih Beras Upeti Gunung Kidul! Kapasitas Pengunjung Vila Mencapai Batas Maksimal!
62
Tembus Angka Rp 250.000.000! Terpaksa Batasi Pengunjung Biar Nggak Membeludak!
63
Anjing Aja Doyan, Apalagi Manusia!
64
Lumayan Punya Status Sosial! Tumbuhnya Semangka Cepet Banget!
65
Potensi Harga Nilai Produk Game Harus Dimaksimalkan!
66
Mau Beli Beras Kayak Gini Puluhan Kilo? Mimpi!
67
Promosi Seduhan Madu Medis! Minuman Harga Sultan?
68
Dampak Vila Bagi Jatiroso! Seduhan Madu Medis Beneran Manjur!
69
Jangan Saling Sikut! Pak Aris Dibuat Melongo!
70
Bedanya Maruk Sendirian Sama Jadi Pemimpin Pionir! Permintaan Pak Aris!
71
Baru Mulai Udah Kelar! Pak Aris Dibuat Melongo!
72
Belum Sempat Bereaksi! Batasi Pembelian!
73
Dana Pinjaman Cair!
74
Keajaiban Sosial: Menikah Harus Punya Rumah!
75
Bab 76
76
Seseorang Tak Boleh Membuat Dirinya Terlihat Murahan!
77
Anggur Herbal Dima!
78
Sinetron Itu Semuanya Bohong! Nggak Ada Akhlak!
79
Identitas Pak Prasetyo! Tambang Mata Air
80
Batu Tulis Misterius! Teknologi Resep Rahasia Saus Tomat Khusus!
81
Produk Pertama yang Bisa Dipasarkan Secara Massal!
82
Ini Adalah Kisah yang Sangat Menyedihkan!
83
Ini Namanya Uang Rp 2 Miliar Berjalan!
84
Produk Pertama dari Brand Dima!
85
Produk Sendiri Lebih Bagus dari Produk Luar Negeri!
86
Lidah Ndak Bakal Bohong! Awal yang Manis!
87
Bertemu Bos Tirto Lagi! Waktu Sesingkat Ini, Terlalu Cepat Kan?
88
Prospek Bisnis yang Sangat Cerah! Mendadak Diserang Berita Hoaks!
89
Dunia Maya Itu Penuh Muslihat! Sang Pemburu Hoaks Mendadak Kena Mental!
90
Barang Langka yang Sangat Diburu! Sayang Kapasitas Ndak Mumpuni!
91
Kritikus Makanan dari Kota Mineral!
92
Buku Panduan Koki: Pengolahan Ikan Tingkat Dewa!
93
Mulai Unjuk Gigi Jadi Koki? Sayang Banget Anggur Ini Dibuka Pas Umur 5 Tahun!
94
Menciptakan Sendiri Atribut +3! Bos Bima Memang Orang Ajaib!
95
Budi Daya Pot Bugenvil Sukses! Resep Kualitas 1 dari Luar!
96
Suvenir Wisata Eksklusif! Harus Pegang Erat-Erat Peluang dari Vila Dima!
97
Udah Bisa Dikirim Surat Somasi! Upgrade Alat Pancing!
98
Akhirnya Bisa Mancing Ikan Hias! Bikin Akuarium Kayaknya Boleh Juga!
99
Turut Bangga! Membawa Pancing Tembaga Keluar untuk Memancing!
100
Mancing Apa Kulakan di Waduk Sih?!
101
Skill Tingkat Dewa!
102
Dapet Monster Air Liar Asli! Posisi Gak Boleh Kalah Saing Sama yang Lain!
103
Bener-Bener Orang yang Ndak Punya Bakat Makan Enak!
104
Kalau Cuma Ngomong Ngawur, Siapa Sih yang Ndak Bisa?
105
Orang Macam Gini Emang Pantes Sukses! Upgrade Level Lagi!
106
Buah Pohon Kekuatan!
107
Keong Sawah yang Bikin Ngiler!
108
Kurcaci Arnie Datang Lagi!
109
Tupai Hedon! Dasar Turis Kurang Piknik, Minus Akhlak!
110
Tupai Kok Dendaman Gitu!
111
Ekspansi Pabrik Besar-besaran! Nambang Dapet Batu Emerald!
112
Liontin dan Gelang dari _Game_!
113
Nusuk Nggak Tuh? Pola Pikir Anak Sekolah Zaman Sekarang Seganas Ini?
114
Anak Muda yang Datang Bawa Peluang!
115
Tupai Vila Dima _Upgrade_ Level?!
116
Hadiah! Harmonisnya Hubungan Dua Keluarga
117
Rumah Tupai! Menjinakkan Tupai Liar Secara Total!
118
Belut Sawah Segede Ular! Bara Emang Pinter Banget!
119
Pemburu Seringkali Muncul Menyamar Sebagai Mangsa!
120
Semangka Kualitas 3! Buset, Gedenya Nggak Ngotak!
121
Semangka Kok Bisa Masuk FYP Sih?!
122
Kulit Semangkanya Juga Secandu Ini! Beneran Bikin Gagal \*Move On\*!
123
Gambar Desain Perhiasan dari Dunia Nyata Bisa Dibawa ke _Game_?!
124
Realita Emang Absurd! Anggur Herbal Punya Atribut Rasa +2!
125
Kalau Terus Gini Bisa Dihukum Sujud di Keyboard! Eh, Kok Ada yang Aneh!
126
Vila Dima Bikin Bangga Warga Kampung Halaman!
127
Paket Istimewa! Semangka di Dunia Nyata Sudah Matang!
128
Pasar Semangka Itu Gede Banget! Padahal Kabin Alam Itu Proyek Beneran Lho!
129
Seseorang Mau Beli Seporsi Makanan Seharga Rp 120 Juta?! Sultan Emang pada Gila!
130
Kelewat Peluang Emas! Pecah Banget!
131
Pengaruh Bos Vila Dima Emang Ngeri! Ada yang Menang _Gacha_ Lagi!
132
_Pay to Win_ Itu Nyata! Fitur Baru: Mesin Pengolah!
133
Botol Anggur Antik Kualitas 1! Sumpah Jangan Asal Diucap!
134
Inilah yang Namanya Kenikmatan Ala Sultan! Main Cewek Juga Harus Pakai Kode Etik!
135
Anggur Herbal Dima Melegenda! Beras Upeti Sekadar Jadi Lauk Pendamping!
136
Mutasi Genetik! Ini Adalah Berkah bagi Kabupaten Jatiroso!
137
Ternyata Ada Anggur dalam Botol Perak Antik?
138
Nama Besar Menentukan Semuanya! Bukan Orang Sembarangan!
139
Pemuda Ini Orang Besar dari Mana?
140
Punya Uang Pun Tak Bisa Beli! Ginseng Liar!
141
Ginseng Liar Kualitas 3
142
Anggur Usia 30 Tahun! Siapa yang Tak Kenal Anggur Herbal Dima?
143
Nyampein Ambeien! Apa Ini Nggak Keterlaluan Mewahnya?
144
Minuman Kualitas 3! Pembibitan Semangka Gagal!
145
Keluarga Prasetyo! Fitur Baru - Penebangan Pohon!
146
Kayu Rosewood Kualitas 2! Emang Aman Majang Papan Nama Miliaran Rupiah di Depan Pintu?
147
Kelas Profesional Memang Beda! Om Kresna yang Absurd!
148
Orang Dalam Harus Dimanfaatkan! Gimana Kalau Beras Upeti Gunung Kidul Dibuat Arak?
149
Sepuluh Pria, Sembilan Ambeien! Pada _Nggak_ Jujur Ya!
150
Memutarbalikkan Fakta! Hari Baik untuk Pasang Papan Nama!
151
Khusus untuk Kaisar! Dupa Gaharu Qinan!
152
Dupa Ajaib! Mau Pakai Hadiah Apa Buat Acara Peresmian Papan Nama?
153
Hari Ini Kita Kasih Kejutan Gratis! Bos Candra dan Mahendra Tercengang!
154
Ada Hal yang Tak Bisa Dibeli Cuma Pakai Uang!
155
Masih Punya Berapa Banyak Keahlian Tersembunyi? Kadang Pria Memang Harus Pasrah pada Nasib!
156
Masalah Besar! Tapi Cara Menyelesaikannya Juga Gampang!
157
Kenapa Bisa Begini? Tulisan Ini Beneran Aku yang Buat?
158
Jalur Kaya Mendadak: Maling Papan Nama Vila Dima!
159
Fitur Baru Game: Belanja Online via TV!
160
Belanja TV Bisa Beli Barang dari Versi Lain?
161
Naik Level Lagi! Ladang Memenuhi Syarat Dibuka!
162
Bangunan Peternakan Pertama! Rencana Baru Area Peternakan!
163
Belum Pernah Nemu yang Kayak Gini! Telur Bebek Kok Segede Ini?
164
Telur Awet Muda! Gila, Ini Beneran Bebek?
165
Terpaksa Naik Kasta! Mata Lele Daun Willow!
166
Skenario Ini Tersusun dengan Sangat Rapi!
167
Bos, Sampeyan Yakin Ini Bebek?
168
Borong 5.000 Are Lahan Tambahan! Bibit Game Berhasil Dibudidayakan!
169
Gaji Ini Terlalu Gila! Gulungan 'Festival Musik'!
170
Pesta Akhir Tahun! Gulungan Festival Musik Mau Dipakai di Dunia Nyata?
171
Item Spesial yang Ajaib!
172
Item Spesial: Gema Hutan!
173
Pohon Ternyata Bisa Bermain Musik! Beringin 500 Tahun Hidup Kembali!
174
Gila, Skenario Buat Pak Manto Udah Disiapin? Mana Mungkin!
175
Wah, Siapa Sangka Bakal Gini? Selamat, Dapet Tanah Ajaib!
176
Tingkat Bertahan Hidup +2, Peluang Memperbaiki Genetik +1!
177
Mustahil Bibit Padi Ini Bisa Tumbuh di Sini!
178
Saling Lempar Kesalahan! Penanaman Perdana Beras Upeti Gunung Kidul!
179
Kawanan Ikan Kualitas 2 yang Spektakuler! Vila Dima Punya Pemandangan Seindah Ini?
180
Ini Beneran Vila Dima! Ternyata Cowok Emang Brengsek Semua?
181
Pertarungan Raja Bebek! Rekor Guinness Hilang Begitu Saja!
182
Masih Bisa Main Jurus Konyol Kayak Gini?
183
Tamu VIP Vila! Khasiat Telur Kecantikan Ini Benar-benar Gila!
184
Saling Sikut Antar Pengunjung! Telur Ini Lebih Ampuh dari Suntik Botox 20 Juta!
185
Sama-Sama Hancur! Otak Bos Bima Sebenarnya Terbuat dari Apa?
186
Tata Krama Sosial! Godaan Telur Ini Terlalu Besar!
187
_Skill_ Interaksi Hewan yang Konyol!
188
Tupai Ini Pinter Banget! Dulu Pernah Sombong Kayak Gini?
189
Masuk Perangkap Sendiri? Kekurangan Energi Vital Butuh Ginseng Ratusan Tahun?
190
Anggur Herbal Dima! Khasiat Macam Apa Ini?!
191
Dokter Dibuat Melongo! Nilai Obat Ini Terlalu Fenomenal!
192
Rencana Satwa! Dua Jenis Biji Semangka!
193
Rencana Bima! Ini Harus Dijelasin Pakai Cara Apa Coba?
194
Sumpah Tadi Kulo Cuma Ngibul! Eh, Ada Masalah Datang!
195
Langsung Kicep! Kok Vila Dima Malah Nanam Semangka?
196
Semangka Ini Kelewat Sinting! Anggur Herbal Dima 40 Tahun!
197
Bangun Laboratorium! Resep Rahasia Baru: Teh Relaksasi!
198
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!