Bab 39: Akun Misterius dan Kecurigaan Juna

Hari-hari di ruang pemulihan terasa lebih ringan bagi Aurora. Katup mekanis di jantungnya berdenyut stabil, memberikan kehidupan baru pada raga yang selama bertahun-tahun meredup. Namun, ada satu rutinitas yang kini menjadi penyangga jiwanya: ponsel Oppo yang selalu berada di samping bantal.

Aurora kini bisa duduk lebih lama. Waktunya ia habiskan dengan mengobrol lewat pesan teks dengan klien anonimnya. Topiknya sederhana—mulai dari warna cat air favorit, musik klasik yang menenangkan, hingga cerita-cerita tentang dunia luar yang belum pernah ia jelajahi. Setiap kali ponselnya bergetar, ada rona merah tipis di pipi tirusnya, sebuah pemandangan yang membuat para abangnya merasa sangat bersyukur sekaligus merasa sangat asing.

Di sudut ruangan, Juna duduk dengan laptopnya yang terbuka lebar. Sebagai orang yang memiliki kemampuan analitis tertinggi di antara kelima bersaudara Tenggara, Juna sebenarnya tidak pernah benar-benar beristirahat. Ia terus mengawasi sistem keamanan rumah sakit dan memantau trafik data di area tersebut agar tidak ada ancaman eksternal yang mendekat.

Namun, perhatian Juna sering kali teralih kan ke arah Aurora yang tampak tersenyum ke arah layar ponsel.

"Dia selalu tersenyum setiap kali klien itu mengirim pesan," gumam Juna dalam hati.

Rasa penasaran yang bercampur naluri melindungi membuatnya melakukan sesuatu yang sebenarnya melanggar privasi adiknya. Dengan jemari yang menari di atas keyboard super cepat, Juna mencoba melacak jejak digital dari akun "Klien_Anonim" yang menghubungi Aurora.

Juna mengerutkan kening. "Ini aneh."

Ia mengamati log lalu lintas data yang melintas di jaringan nirkabel rumah sakit. Setiap kali Aurora menerima pesan, Juna mendeteksi adanya packet loss yang sangat spesifik dari server lokal rumah sakit. Bukan dari luar, tapi dari jaringan internal lantai VIP ini sendiri.

"Siapa yang menggunakan akun anonim dari dalam rumah sakit?" Juna bergumam, matanya menyipit di balik lensa kacamatanya yang memantulkan deretan kode bin…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 Ruang Makan yang Membeku
2 Poin yang Terenggut
3 Luka yang Tersembunyi
4 Sarapan Sisa
5 bab 5
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12:
13 Bab 13:
14 Bab 14: Catatan yang Tertinggal
15 Bab 15: Pelarian di Ujung Nadir
16 Bab 16: Denyut yang Dipinjam
17 Bab 17: Hukuman Bernama Lupa
18 Bab 18: Pulang ke Neraka
19 Bab 19: Pesta di Atas Luka
20 Bab 20: Lima Menit Tanpa Cahaya
21 Bab 21: Ruang Steril dan Kebenaran yang Terlambat
22 Bab 22: Penyesalan di Sisi Ranjang dan Badai yang Berbalik
23 Bab 23: Taruhan di Atas Meja Steril
24 Bab 24: Hukum Tabur Tuai
25 Bab 25: Gelap yang Menatap Balik
26 Bab 26: Sentuhan yang Dikenali
27 Bab 27: Pengkhianatan di Balik Dinding Marmer
28 Bab 28: Pecahnya Dinasti Tenggara dan Kepulangan yang Terlambat
29 Bab 29: Dilema Hemodialisis
30 Bab 30: Detoksifikasi dan Memori yang Retak
31 Bab 31: Benteng Trauma
32 Bab 32: Klien Anonim dari Masa Lalu
33 Bab 33: Sketsa Pertama dan Detak yang Melemah
34 Bab 34: Surat Persetujuan Berdarah
35 Bab 35: Tiga Jam di Ambang Maut
36 Bab 36: Gema di Batas Nadir
37 Bab 37: Aroma Masakan Pertama
38 Bab 38: Suapan Kedamaian
39 Bab 39: Akun Misterius dan Kecurigaan Juna
40 Bab 40: Konfrontasi di Balik Layar
41 Bab 41: Menuju Perbukitan Utara
42 Bab 42: Barikade di Jalur Gunung
43 Bab 43: Gerbang Vila dan Senyum yang Hilang
44 Bab 44: Rahasia yang Terbakar
45 Bab 45: Sketsa yang Menangis
46 Bab 46: Cahaya di Balik Jendela
47 Bab 47: Ulang Tahun yang Terlambat
48 Retakan pada Jantung yang Bahagia
49 ....
50 Pertaruhan di Tengah Malam
51 Langkah Pertama di Taman Lavender
52 Impian yang Tertunda
53 Persiapan di Balik Layar
54 Hari Pembukaan Galeri
55 Kebenaran di Batas Usia
56 Runtuhnya Benteng Ilusi
57 Lembar Baru yang Rapuh
58 Daftar Keinginan Kecil
59 Aroma Tepung di Dapur Bawah
60 Surat dari Balik Jeruji Besi
61 Kepulangan ke Rumah Utama
62 Permintaan Terakhir untuk Sang Ayah
63 Air Mata di Atas Kain Kafan
64 Keinginan Kedua: Menuju Pantai Sunyi
65 Di Bawah Cahaya Rembulan
66 Detak yang Melambat
67 Pesan Malam yang Tak Terbalas
68 Fajar yang Menanti
69 Senyum Terakhir di Kamar Vila
70 Setelah Fajar Berlalu
71 [SPECIAL] Ruang Kenangan & Tabur Bunga
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Ruang Makan yang Membeku
2
Poin yang Terenggut
3
Luka yang Tersembunyi
4
Sarapan Sisa
5
bab 5
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12:
13
Bab 13:
14
Bab 14: Catatan yang Tertinggal
15
Bab 15: Pelarian di Ujung Nadir
16
Bab 16: Denyut yang Dipinjam
17
Bab 17: Hukuman Bernama Lupa
18
Bab 18: Pulang ke Neraka
19
Bab 19: Pesta di Atas Luka
20
Bab 20: Lima Menit Tanpa Cahaya
21
Bab 21: Ruang Steril dan Kebenaran yang Terlambat
22
Bab 22: Penyesalan di Sisi Ranjang dan Badai yang Berbalik
23
Bab 23: Taruhan di Atas Meja Steril
24
Bab 24: Hukum Tabur Tuai
25
Bab 25: Gelap yang Menatap Balik
26
Bab 26: Sentuhan yang Dikenali
27
Bab 27: Pengkhianatan di Balik Dinding Marmer
28
Bab 28: Pecahnya Dinasti Tenggara dan Kepulangan yang Terlambat
29
Bab 29: Dilema Hemodialisis
30
Bab 30: Detoksifikasi dan Memori yang Retak
31
Bab 31: Benteng Trauma
32
Bab 32: Klien Anonim dari Masa Lalu
33
Bab 33: Sketsa Pertama dan Detak yang Melemah
34
Bab 34: Surat Persetujuan Berdarah
35
Bab 35: Tiga Jam di Ambang Maut
36
Bab 36: Gema di Batas Nadir
37
Bab 37: Aroma Masakan Pertama
38
Bab 38: Suapan Kedamaian
39
Bab 39: Akun Misterius dan Kecurigaan Juna
40
Bab 40: Konfrontasi di Balik Layar
41
Bab 41: Menuju Perbukitan Utara
42
Bab 42: Barikade di Jalur Gunung
43
Bab 43: Gerbang Vila dan Senyum yang Hilang
44
Bab 44: Rahasia yang Terbakar
45
Bab 45: Sketsa yang Menangis
46
Bab 46: Cahaya di Balik Jendela
47
Bab 47: Ulang Tahun yang Terlambat
48
Retakan pada Jantung yang Bahagia
49
....
50
Pertaruhan di Tengah Malam
51
Langkah Pertama di Taman Lavender
52
Impian yang Tertunda
53
Persiapan di Balik Layar
54
Hari Pembukaan Galeri
55
Kebenaran di Batas Usia
56
Runtuhnya Benteng Ilusi
57
Lembar Baru yang Rapuh
58
Daftar Keinginan Kecil
59
Aroma Tepung di Dapur Bawah
60
Surat dari Balik Jeruji Besi
61
Kepulangan ke Rumah Utama
62
Permintaan Terakhir untuk Sang Ayah
63
Air Mata di Atas Kain Kafan
64
Keinginan Kedua: Menuju Pantai Sunyi
65
Di Bawah Cahaya Rembulan
66
Detak yang Melambat
67
Pesan Malam yang Tak Terbalas
68
Fajar yang Menanti
69
Senyum Terakhir di Kamar Vila
70
Setelah Fajar Berlalu
71
[SPECIAL] Ruang Kenangan & Tabur Bunga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!