Chapter 3

Aroma ruangan rumah sakit yang khas tidak mengurangi kehangatan yang tercipta di dalam kamar rawat kelas tiga itu. Dokter Daniel Lee baru saja selesai memeriksa perkembangan kondisi fisik Bu Siti. Sambil mencatat sesuatu di papan klip medisnya, ia mendengarkan dengan saksama penuturan wanita tua di hadapannya.

Entah mengapa, Daniel selalu merasa betah berlama-lama di kamar ini. Ia sangat kagum mendengar kisah ketegaran hidup Bu Siti dan cucunya, Shanum. Di saat badai musibah datang menghantam silih berganti, dimana wanita kehilangan bayi, dikhianati suami, hingga penyakit jantung yang mendadak, wanita muda bernama Shanum itu masih sanggup bangkit berjuang demi kesembuhan sang nenek. Keteguhan hati seperti itu adalah hal yang sangat langka di mata Daniel.

Bu Siti yang melihat gurat keramahan di wajah sang dokter pun memberanikan diri untuk berbicara.

"Dokter, sebenarnya cucu saya ingin sekali bertemu dengan Dokter untuk mengucapkan terima kasih secara langsung. Tapi setiap sore ke sini, selalu saja tidak pas waktunya. Bisakah hari ini Dokter bertemu dengan cucu saya, Shanum?" tanya Bu Siti penuh harap.

Dokter Daniel melirik jam tangannya sejenak, lalu beralih menatap Bu Siti. Sebuah senyuman lebar yang tulus terukir di wajahnya yang tampan.

"Sepertinya bisa, Bu. Kebetulan sore ini saya tidak ada jadwal praktik di tempat lain maupun jadwal operasi darurat. Ya sudah, saya tunggu cucu Ibu di sini," jawab Daniel dengan nada suara yang tenang namun penuh wibawa.

Waktu terus merambat naik. Rasa cemas mulai merayapi hati Bu Siti. Matanya berulang kali melirik ke arah jam dinding yang berdetak nyaring. Sudah lewat lima belas menit dari waktu biasanya, namun tanda-tanda kehadiran Shanum belum juga terlihat.

Sementara itu, Dokter Daniel yang duduk di kursi samping ranjang juga sesekali melirik jam tangan mewahnya. Ia memiliki banyak urusan, namun entah ada dorongan apa yang membuatnya tetap setia bertahan di ruangan itu.

Melihat sang dokter mulai memeriksa arlojinya lagi, Bu Siti merasa tidak enak hati. "Duh, maaf ya Dokter, jadi menyita waktu Dokter Daniel..."

Daniel tersenyum tipis, mencoba menenangkan. "Tidak apa-apa, Bu. Tapi sepertinya cucu Ibu..."

Ceklek.

"Assalamualaikum, Nek!"

Pintu kamar terbuka dengan cepat. Shanum muncul di ambang pintu dengan napas yang tersengal-sengal. Jilbabnya sedikit bergeser karena ia habis berlari sepanjang koridor rumah sakit setelah turun dari angkutan umum yang sempat terjebak macet.

Dokter Daniel spontan menoleh ke arah sumber suara. Detik itu juga, gerakannya terkunci. Matanya menatap lurus ke arah wajah Shanum, wanita berhijab yang tadi pagi sempat menyenggol dadanya di depan area pintu masuk rumah sakit.

Di sisi lain, Shanum yang masih berusaha mengatur napasnya mendadak membeku. Pandangannya beradu dengan sepasang mata tajam di balik kacamata tipis milik pria berjas dokter di hadapannya.

Jantung Shanum berdebar dua kali lebih cepat. Ia terkejut, sekaligus terkesima. Pria jangkung yang berdiri dengan begitu gagah dan penuh karisma di samping ranjang neneknya ternyata adalah pria yang ia tabrak tadi pagi. Dan yang lebih mengejutkan lagi, pria itu adalah Dokter Daniel Lee, sosok dokter spesialis jantung hebat yang selama ini diceritakan oleh sang nenek dan sangat ingin ia temui.

Ruangan itu seketika hening, menyisakan tatapan penuh arti di antara keduanya yang kembali dipertemukan oleh takdir.

Shanum melangkah pelan mendekati sisi tempat tidur Bu Siti dengan kepala tertunduk. Langkahnya terasa berat karena rasa gugup yang tiba-tiba menyerang. Kini, ia berdiri saling berhadapan dengan Dokter Daniel, terpisahkan oleh ranjang pasien di mana Bu Siti berada tepat di tengah-tengah mereka. Tatapan elang sang dokter yang lurus ke arahnya membuat atmosfer di dalam ruangan itu terasa begitu intens.

"Akhirnya kamu pulang juga, Num," ucap Bu Siti memecah keheningan, wajah tuanya memancarkan binar bahagia. "Kebetulan sekali ada Dokter Daniel yang sengaja Nenek tahan di sini. Bukankah kamu ingin sekali bertemu dengannya?"

Shanum tampak gugup dan salah tingkah. Ingatannya langsung melayang pada kejadian tadi pagi di depan rumah sakit, saat ia menyenggol dada bidang pria ini dengan begitu ceroboh. Siapa sangka, takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara seperti ini.

Shanum meremas pelan ujung jilbabnya untuk mengurangi rasa gemetar, Shanum akhirnya memberanikan diri untuk mengutarakan apa yang selama ini mengganjal di hatinya.

"Dokter Daniel... S.. saya ingin mengucapkan banyak terima kasih karena Dokter sudah menyelamatkan nyawa Nenek saya, satu-satunya keluarga yang saya miliki," ucap Shanum terbata-bata. Ia mengatakannya sambil tertunduk malu, sama sekali tak berani menatap langsung ke dalam manik mata sang dokter yang begitu memikat.

Dokter Daniel yang memperhatikan gerak-gerik gugup wanita di depannya itu mengulas senyum tipis. Suaranya terdengar begitu menenangkan saat membalas, "Sama-sama, Shanum. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya sebagai dokter untuk menyelamatkan pasien kritis seperti Ibu Siti."

Mendengar respons yang begitu ramah, Shanum sedikit mengumpulkan keberaniannya, meski suaranya masih terdengar bergetar. "Tapi Dok... pada malam itu, saya sebenarnya tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar seluruh biaya operasi Nenek."

"Sudah, kamu tidak usah memikirkan hal itu dulu, Shanum. Yang penting sekarang Bu Siti cepat pulih," potong Dokter Daniel lembut, mencoba meringankan beban pikiran wanita muda itu.

Namun, harga diri dan keteguhan hati Shanum tidak membiarkannya pasrah begitu saja. "Tidak, Dok. Saya tetap ingin membayarnya... meskipun saya hanya bisa mencicilnya setiap bulan dari hasil kerja saya."

Mendengar ketegasan di balik suara lembut Shanum, Dokter Daniel perlahan beranjak dari tempat duduknya. Ia merapikan jas putihnya yang tampak sangat pas di tubuh tegapnya.

"Sudahlah, kamu tidak usah memikirkan hal itu dulu. Yang penting sekarang kau fokus saja pada kesembuhan Bu Siti," tegas Dokter Daniel lagi, menyudahi perdebatan kecil itu dengan penuh wibawa.

Shanum seketika terdiam. Otaknya berputar keras, mencari cara lain agar bisa melunasi biaya operasi sang nenek sesegera mungkin. Ia tidak mau memiliki hutang budi yang besar, terutama menyangkut masalah uang. Meskipun hidupnya sedang dihantam badai, di dalam lubuk hatinya, Shanum merasa ia masih sanggup berjuang dan bertanggung jawab atas takdirnya sendiri.

Sementara itu, Dokter Daniel mulai melangkah pelan menuju pintu keluar. Sambil berjalan, sebuah senyuman tipis misterius terukir di bibirnya. Pikirannya mendadak teralih pada masalah pribadi yang sedang dihadapinya di rumah.

'Sepertinya aku harus secepatnya mencari ibu susu untuk Ziva. Donor ASI yang kemarin malam malah membuat kulit putri kecilku timbul bercak-bercak merah. Aku sampai lupa kalau Ziva memiliki alergi. Apakah mungkin pemilik ASI yang kemarin hobinya makan makanan seafood?'batin Dokter Daniel bingung sekaligus khawatir memikirkan kondisi bayinya yang masih sangat kecil.

Tanpa mereka sadari, sebuah benang takdir yang baru tampaknya mulai terajut di antara kerumitan hidup yang sedang mereka jalani masing-masing.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Teh Yen

Teh Yen

shanum deg deg gan ketemu dokter ganteng spek opa" Korea atau takut d marahi sopa kejadian tadi pagi yah 🤭

2026-05-19

1

Ilfa Yarni

Ilfa Yarni

wah emang jodoh nih mereka shanum dan dr Daniel lee

2026-05-19

1

Nar Sih

Nar Sih

ahir nya ketemu kan shanum ,dan seperti nya dr daniel mulai ada rasa sama kmu ya shanum ,waahh seruu

2026-05-19

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97 (End)
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97 (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!