Bab 3

“Aku nggak mau Naira lihat semua kekacauan ini lagi.” Suara Kanisha terdengar lirih tapi tegas sementara Arven terlihat mengerutkan dahinya.

“Apa maksud kamu?”

“Aku mau pergi malam ini dari rumah ini.”

Deg, Selena langsung menoleh cepat sedangkan Arven terlihat menatap Kanisha dengan tatapannya yang tak percaya.

“Kanisha—”

“Hentikan mas! Aku udah cukup dipermalukan buat satu malam ini.” potong Kanisha pelan. “Dan aku nggak akan bikin anak aku terus lihat semua kekacauan ini.”

Arven langsung mendekat selangkah.

“Kita bisa bahas ini besok.”

Kanisha tertawa kecil mendengar perkataan Arven, tawa yang terdengar sangat pahit.

“Mau bahas apa lagi, mas?” matanya mulai berkaca-kaca lagi. “Kamu udah bilang semuanya dengan sangat jelas.” Arven mengepalkan tangannya pelan, Sementara Selena tampak mulai tidak nyaman. Kanisha menatap suaminya lama sekali sebelum akhirnya berbisik pelan dengan suara bergetar. “Aku nggak akan pernah maafin perselingkuhan kamu.”

Kalimat itu membuat suasana langsung terasa semakin dingin. Arven menatap Kanisha tanpa berkedip sedangkan wanita itu melanjutkan perkataannya dengan tatapan matanya yang penuh luka.

“Aku bakal kirim pengacara buat urus surat perceraian kita.”

Deg, Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresi Arven berubah walaupun hanya sesaat namun cukup untuk membuat Kanisha sadar kalau pria itu tidak menyangka dirinya akan melangkah sejauh ini.

“Kanisha, apa kamu serius dengan ucapan kamu barusan?”

Kanisha tersenyum miris.

“Harusnya aku yang nanya itu ke kamu, mas.” sahut Kanisha dengan suaranya yang pelan namun menusuk. “Kamu serius ngehancurin rumah tangga kita demi perempuan itu?”

Arven terdiam. Kanisha mengalihkan tatapannya pada Selena sekilas sebelum kembali menatap Arven.

“Dan aku akan bawa Naira pergi sama aku.”

Kalimat itu membuat Selena langsung menegang. Wajah wanita itu berubah pucat seketika.

“Apa…?”

Kanisha tidak terlalu memedulikan reaksi Selena. Baginya, Naira adalah putrinya. Anak yang ia besarkan dengan penuh kasih sayang selama tiga tahun terakhir. Anak yang selalu tidur di pelukannya saat demam, Anak yang memanggilnya mama setiap hari. Tidak mungkin Kanisha meninggalkan Naira di rumah ini bersama Arven dan selingkuhannya. Tidak mungkin.

“Naira akan ikut dengan aku.” ujar Kanisha dengan tegas dan justru karena itulah kepanikan Selena semakin terlihat jelas.

“Enggak!” Selena spontan maju selangkah. “Maksud saya… Bu Kanisha nggak bisa tiba-tiba membawa Naira pergi.”

Kanisha langsung menatap wanita itu dengan tajam.

“Memangnya kenapa aku tidak bisa membawa Naira pergi dari sini? Apa hubungannya denganmu? Naira adalah putriku dan dia berhak ikut mamanya kemanapun ia pergi.”

Selena langsung terdiam. Jika ia bicara yang sebenarnya, ia takut akan salah bicara dan membuat semuanya berantakan.

“A-aku cuma mikir kondisi anak kecil nggak bagus kalau dibawa pergi malam-malam…”

Kanisha tersenyum dingin.

“Lucu ya.” Selena menegang. “Kenapa kau tiba-tiba peduli sama anak aku, Selena?”

Ucapan itu langsung membuat Selena kehilangan kata-kata sementara Arven mulai terlihat gelisah karena tidak seperti Kanisha.

Mereka tahu siapa Naira sebenarnya dan itulah masalahnya. Selama ini Kanisha tidak pernah tahu bahwa semua tentang adopsi itu sudah direncanakan.

Tiga tahun lalu saat Selena hamil karena hubungannya dengan Arven, keadaan benar-benar kacau. Arven tidak mungkin mengakui anak itu secara langsung. Nama baik keluarga Mahendra bisa hancur, karirnya akan tamat, bisnis keluarganya akan dipenuhi skandal, dan yang paling penting, Kanisha pasti akan meninggalkannya. Karena itulah Arven memilih cara paling aman. Ia membawa Selena melahirkan diam-diam di luar kota lalu bayi itu dititipkan ke sebuah panti asuhan terpercaya yang sudah diatur oleh Arven.

Beberapa bulan kemudian Arven datang pada Kanisha dengan ide untuk mengadopsi anak.

Semua sudah direncanakan, semua sudah diatur dan Kanisha yang terlalu mencintai suaminya sama sekali tidak pernah curiga. Ia bahkan menangis haru saat pertama kali melihat bayi kecil bernama Naira itu. Padahal tanpa ia sadari, anak yang dipeluknya waktu itu adalah darah daging hasil perselingkuhan suaminya sendiri.

Selena langsung menatap Arven dengan panik.

“Mas… Gimana ini mas?” bisik Selena pelan penuh tekanan. “Jangan biarin Kanisha pergi membawa Naira. Aku nggak mau anak kita dibawa pergi sama perempuan itu.”

Kanisha mengernyit samar mendengar nada suara Selena. Aneh, Kenapa wanita itu terlihat begitu panik hanya karena dirinya ingin membawa Naira? Belum sempat Kanisha berpikir lebih jauh, Arven sudah lebih dulu berbicara.

“Naira akan tetap di sini.” ujar Arven yang membuat Kanisha langsung menatap suaminya dengan tak percaya.

“Apa?”

“Aku nggak akan izinin kamu membawa Naira pergi dari rumah ini.” ujar Arven yang membuat emosi Kanisha langsung naik.

“Dia anak aku.”

“Dia juga anak aku.”

“Aku yang ngerawat dia setiap hari!” bentak Kanisha dengan mata berkaca-kaca. “Waktu dia sakit aku yang jagain! Waktu dia nangis aku yang nenangin! Bahkan dia lebih sering cari aku daripada kamu, mas!”

Arven mengatupkan rahangnya.

“Naira tetap nggak bisa pergi.”

“Kenapa?!” tanya Kanisha dengan suaranya yang pecah.

“Karena aku ayahnya.”

Kalimat itu membuat dada Kanisha terasa sesak. Ia menatap Arven cukup lama. Dulu, mungkin ucapan itu akan membuatnya tersentuh karena ia selalu bahagia melihat Arven menyayangi Naira. Tapi sekarang semuanya terasa berbeda. Semua perhatian Arven mendadak terasa palsu di matanya.

Kanisha mengusap air matanya dengan kasar.

“Aku nggak peduli.” suaranya gemetar. “Aku nggak akan ninggalin Naira di rumah ini.”

Naira yang sejak tadi diam mulai memeluk Kanisha lebih erat karena takut melihat orang dewasa kembali bertengkar.

“Mama…”

“Nggak apa-apa sayang.” Kanisha langsung melembut lagi. “Mama di sini.”

Selena semakin terlihat cemas. Tatapannya beberapa kali jatuh pada Naira dan tatapan itu bukan tatapan biasa. Ada rasa takut di sana.

Takut kehilangan, takut dipisahkan seperti naluri seorang ibu kandung yang tidak mampu ia sembunyikan sepenuhnya. Karena bagaimanapun juga Naira adalah anak yang ia lahirkan. Darah dagingnya sendiri. Selama tiga tahun ini Selena memang membiarkan Kanisha membesarkan putrinya namun bukan berarti ia rela kehilangan anak itu sepenuhnya. Apalagi sekarang Kanisha ingin membawa Naira pergi.

Tidak, Itu tidak boleh terjadi. Selena langsung memegang lengan Arven pelan.

“Mas… tolong hentikan Kanisha sekarang juga.”

Kanisha langsung menatap tangan wanita itu yang menyentuh tangan suaminya. Dadanya kembali terasa nyeri bahkan sekarang Selena sudah tidak malu lagi menunjukkan kedekatannya dengan Arven di depan dirinya.

“Aku nggak akan membatalkan keputusan ku.” ujar Kanisha dingin. “Aku akan pergi malam ini dengan membawa Naira bersamaku.”

Setelah mengatakan itu, Kanisha langsung berbalik sambil menggendong Naira. Ia sudah tidak sanggup berada di ruangan itu lebih lama lagi. Setiap sudut ruang kerja itu terasa menjijikkan sekarang. Kanisha bahkan merasa sulit bernapas.

“Mama…” gumam Naira kecil sambil memeluk lehernya.

“Iya sayang?”

“Kita mau ke mana?”

Terpopuler

Comments

Raisha

Raisha

nah kan bener...kurang ajar banget,harus di apain laki² seperti itu,dah selingkuh,bohongin istri,maksa istri untuk adopsi bayi yg ternyata anak hasil dia selingkuh sama selingkuhnya trus di rawat & di sayang sampai umur segini😏😏😔😔...rasanya pengin aku bejek² si arven😡😡😡

2026-05-30

0

Suhadi Mulyo

Suhadi Mulyo

suami macam apa kamu Arven? udah selingkuh dari istri sendiri, punya anak dari selingkuhan, sekarang malah ngirim anak sendiri ke panti asuhan buat diasuh Kanisha supaya nama baiknya nggak tercemar? kok ada laki laki brengseknya keterlaluan macam kamu.

2026-05-28

2

Khumaira Nur Rahma

Khumaira Nur Rahma

teganya Arven lakuin itu ke Kanisha, dimana coba otaknya? kok bisa bisanya buat rencana taruh anak hasil perselingkuhan nya ke panti asuhan biar diurus sama istri sahnya sendiri /Drowsy/

2026-05-28

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Bab 1
3 Bab 2
4 Bab 3
5 Bab 4
6 Bab 5
7 Bab 6
8 Bab 7
9 Bab 8
10 Bab 9
11 Bab 10
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 Bab 26
28 Bab 27
29 Bab 28
30 Bab 29
31 Bab 30
32 Bab 31
33 Bab 32
34 Bab 33
35 Bab 34
36 Bab 35
37 Bab 36
38 Bab 37
39 Bab 38
40 Bab 39
41 Bab 40
42 Bab 41
43 Bab 42
44 Bab 43
45 Bab 44
46 Bab 45
47 Bab 46
48 Bab 47
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 Bab 76
78 Bab 77
79 Bab 78
80 Bab 79
81 Bab 80
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83
85 Bab 84
86 Bab 85
87 Bab 86
88 Bab 87
89 Bab 88
90 Bab 89
91 Bab 90
92 Bab 91
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
112 Bab 111
113 Bab 112
114 Bab 113
115 Bab 114
116 Bab 115
117 Bab 116
118 Bab 117
119 Bab 118
120 Bab 119
121 Bab 120
122 Bab 121
123 Bab 122
124 Bab 123
125 Bab 124
126 Bab 125
127 Bab 126
128 Bab 127
129 Bab 128
130 Bab 129
131 Bab 130
132 Bab 131
133 Bab 132
134 Bab 133
135 Bab 134
136 Bab 135
137 Bab 136
138 Bab 137
139 Bab 138
140 Bab 139
141 Bab 140
142 Bab 141
143 Bab 142
144 Bab 143
145 Bab 144
146 Bab 145
147 Bab 146
148 Bab 147
149 Bab 148
150 Bab 149
151 Bab 150
152 Bab 151
153 Bab 152
154 Bab 153
155 Bab 154
156 Bab 155
157 Bab 156
158 Bab 157
159 Bab 158
160 Bab 159
161 Bab 160
162 Bab 161
163 Bab 162
164 Bab 163
165 Bab 164
166 Bab 165
167 Bab 166
168 Bab 167
169 Bab 168
170 Bab 169
171 Bab 170
172 Bab 171
Episodes

Updated 172 Episodes

1
Prolog
2
Bab 1
3
Bab 2
4
Bab 3
5
Bab 4
6
Bab 5
7
Bab 6
8
Bab 7
9
Bab 8
10
Bab 9
11
Bab 10
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
Bab 26
28
Bab 27
29
Bab 28
30
Bab 29
31
Bab 30
32
Bab 31
33
Bab 32
34
Bab 33
35
Bab 34
36
Bab 35
37
Bab 36
38
Bab 37
39
Bab 38
40
Bab 39
41
Bab 40
42
Bab 41
43
Bab 42
44
Bab 43
45
Bab 44
46
Bab 45
47
Bab 46
48
Bab 47
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
Bab 76
78
Bab 77
79
Bab 78
80
Bab 79
81
Bab 80
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83
85
Bab 84
86
Bab 85
87
Bab 86
88
Bab 87
89
Bab 88
90
Bab 89
91
Bab 90
92
Bab 91
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110
112
Bab 111
113
Bab 112
114
Bab 113
115
Bab 114
116
Bab 115
117
Bab 116
118
Bab 117
119
Bab 118
120
Bab 119
121
Bab 120
122
Bab 121
123
Bab 122
124
Bab 123
125
Bab 124
126
Bab 125
127
Bab 126
128
Bab 127
129
Bab 128
130
Bab 129
131
Bab 130
132
Bab 131
133
Bab 132
134
Bab 133
135
Bab 134
136
Bab 135
137
Bab 136
138
Bab 137
139
Bab 138
140
Bab 139
141
Bab 140
142
Bab 141
143
Bab 142
144
Bab 143
145
Bab 144
146
Bab 145
147
Bab 146
148
Bab 147
149
Bab 148
150
Bab 149
151
Bab 150
152
Bab 151
153
Bab 152
154
Bab 153
155
Bab 154
156
Bab 155
157
Bab 156
158
Bab 157
159
Bab 158
160
Bab 159
161
Bab 160
162
Bab 161
163
Bab 162
164
Bab 163
165
Bab 164
166
Bab 165
167
Bab 166
168
Bab 167
169
Bab 168
170
Bab 169
171
Bab 170
172
Bab 171

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!