Dibuang Suami, Dicintai Presdir Tampan.

Dibuang Suami, Dicintai Presdir Tampan.

Prolog

Suara pecahan kaca menggema keras di dalam ruang kerja mewah milik keluarga Mahendra. Kanisha Rayya Shanika berdiri mematung di ambang pintu dengan napas memburu. Tangannya tampak gemetar hebat saat nampan makanan yang berisi secangkir kopi dan roti sandwich yang tadi ia bawa jatuh begitu saja ke lantai marmer dan membuat gelas kopi itu pecah tanpa sempat ia pedulikan. Dadanya terasa sesak. Bukan karena ia berlari terlalu cepat menuju ruangan itu, melainkan karena apa yang baru saja dilihatnya.

Di balik meja kerja besar berwarna hitam itu, sang suami—Arven Mahendra—terlihat buru-buru melepaskan pelukannya dari seorang wanita. Kancing atas kemeja pria itu terbuka berantakan sementara lipstik merah samar masih membekas jelas di kerah kemeja putihnya. Sedangkan wanita yang bersama Arven, Kanisha mengenalnya dengan sangat baik.

Selena Wijaya.

Sekretaris pribadi suaminya sendiri. Wanita yang selama ini selalu terlihat sopan dan profesional di depan dirinya. Wanita yang bahkan sering makan malam bersama mereka ketika pekerjaan Arven sedang padat.

Dan sekarang, Wanita itu berdiri di ruang kerja suaminya dengan gaun ketat berwarna hitam, rambut berantakan, serta wajah panik karena ketahuan selingkuh.

Hancur.

Itu satu-satunya kata yang mampu menggambarkan perasaan Kanisha saat ini.

“A-Apa yang kalian lakukan…?” tanya Kanisha dengan suaranya yang lirih.

Begitu lirih sampai terdengar seperti bisikan yang nyaris patah. Arven mengembuskan napas kasar sambil merapikan lengan kemejanya. Tidak ada raut panik berlebihan di wajah pria itu, tidak ada rasa bersalah seperti yang diharapkan Kanisha. Justru ekspresi dingin yang membuat hati Kanisha terasa semakin remuk.

“Kanisha—”

“Jawab aku!”

Bentakan itu keluar begitu saja dari mulut Kanisha. Untuk pertama kalinya selama lima tahun pernikahan mereka, Kanisha membentak suaminya sendiri. Air matanya mulai jatuh tanpa bisa ditahan lagi.

“Aku nanya sama kamu, mas… Apa yang kalian lakukan disana?!”

Selena terlihat gugup. Wanita itu buru-buru mengambil tasnya yang terjatuh di sofa.

“Pak Arven… saya pergi dulu.”

“Tunggu sebentar, Selena.” panggil Arven yang membuat Selena langsung terdiam.

Kanisha sampai tertawa kecil mendengarnya.

Tawa yang terdengar menyakitkan.

“Hebat…” lirih Kanisha dengan napas bergetar. “Bahkan sekarang dia nurut banget sama kamu, mas.”

“Kanisha, kita bisa ngomong baik-baik.”

“Baik-baik?” ulang Kanisha tak percaya. “Aku mergokin suamiku selingkuh di rumah kita sendiri dan mas masih minta buat ngomong baik-baik sama aku?”

Suasana ruangan itu terasa begitu menyesakkan. Lampu kristal di langit-langit masih menyala terang, tapi Kanisha merasa dunianya mendadak gelap gulita. Ia menatap Arven lekat-lekat. Pria itu masih setampan dulu, masih sama seperti lelaki yang membuatnya jatuh cinta bertahun-tahun lalu. Lelaki yang dulu bersumpah akan mencintainya seumur hidup. Tapi malam ini, semua terasa asing.

“Apa kurangnya aku, mas…?”

Pertanyaan itu akhirnya keluar juga dengan pelan, rapuh dan penuh luka dari bibir Kanisha. Arven memijat pelipisnya seolah lelah menghadapi situasi ini.

“Hentikan Kanisha! Jangan bikin drama di rumah ini.”

Kalimat itu terasa seperti tamparan keras bagi Kanisha. Drama? Jadi rasa sakitnya dianggap drama? Kanisha menunduk sesaat sambil mengusap air matanya yang terus mengalir. Namun percuma, semakin ia tahan, semakin deras tangisannya jatuh.

“Sudah berapa lama…?” Arven terdiam sementara Kanisha menatap wajah suaminya dengan matanya yang merah dan basah. “Aku tanya sama kamu…” suaranya pecah. “Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan dibelakang ku?”

Selena terlihat semakin tidak nyaman. Wanita itu beberapa kali melirik Arven, seolah meminta pria itu tidak mengatakan apa-apa. Tapi Arven justru menjawab dengan nada datar.

“Empat tahun.”

Deg, Kanisha merasa tubuhnya limbung. Empat tahun? Bibirnya terbuka perlahan, tapi tidak ada suara yang keluar. Empat tahun, itu artinya suaminya selingkuh hampir selama pernikahan mereka. Artinya selama ini ia hidup dalam kebohongan.

Selama empat tahun itu Arven pulang ke rumah, tidur di sampingnya, makan bersama dirinya, tersenyum seolah semuanya baik-baik saja, Padahal diam-diam pria itu membagi cintanya dengan wanita lain. Kanisha sampai harus berpegangan pada sisi pintu karena lututnya terasa lemas.

“Empat… tahun…?”

Arven mengangguk singkat tanpa rasa bersalah sedikit pun dan itu jauh lebih menyakitkan daripada perselingkuhan itu sendiri.

“Aku bahkan…” napas Kanisha tersendat. “Aku bahkan nggak pernah curiga sama sekali…”

“Tapi sekarang kamu udah tahu.”

Jawaban dingin itu membuat air mata

Kanisha semakin deras.

“Kenapa…?” tanya Kanisha lirih. “Kenapa kamu lakuin ini sama aku, mas?”

Arven tidak langsung menjawab sedangkan Selena memilih berdiri diam seperti orang yang tidak ingin ikut campur, walaupun jelas-jelas dialah penyebab kehancuran rumah tangga mereka. Kanisha menatap wanita itu dengan tatapan penuh luka.

“Kamu…” suara Kanisha bergetar. “Kamu tahu dia suamiku, Selena. Kenapa kamu tega bermain api dengan suamiku!!!”

Selena menunduk.

“Saya nggak pernah berniat—”

“Kalau nggak berniat, kamu nggak mungkin ada di sini!”

Bentakan Kanisha membuat Selena terdiam. Kanisha benar-benar merasa dadanya sakit. Ia begitu mempercayai wanita itu selama ini dan bahkan pernah membelanya ketika beberapa karyawan kantor membicarakan kedekatan Selena dengan Arven. Bodohnya dirinya, benar-benar bodoh.

“Aku selalu percaya sama kalian…” gumam Kanisha pelan sambil tertawa pahit. “Aku bahkan mikir kalau mas terlalu cinta sama aku buat selingkuh.”

Arven mendecakkan lidah dengan pelan.

“Udah selesai nangisnya?”

Kanisha langsung menatap suaminya dengan tak percaya.

“Apa?”

“Aku capek.”

Jawaban itu terasa begitu kejam. Kanisha melangkah mendekati Arven perlahan sementara air matanya masih terus jatuh.

“Aku mohon mas…” ucapnya lirih. “Kita bisa benerin semuanya.” Arven mengernyit, Kanisha meraih tangan pria itu dengan gemetar. “Aku nggak peduli soal malam ini. Aku bisa lupain semuanya kalau kamu mau berhenti.” tangisnya pecah lagi. “Tolong akhiri hubungan kamu sama dia, mas.”

“Kanisha—”

“Aku serius…” katanya cepat. “Kita mulai lagi dari awal. Aku bakal berusaha jadi istri yang lebih baik buat kamu.”

Selena tampak tidak suka mendengar itu sedangkan Arven justru menarik tangannya perlahan dari genggaman Kanisha. Gerakan sederhana itu terasa begitu dingin.

“Kita nggak bisa mulai dari awal lagi, Kanisha.”

Kanisha menggeleng cepat.

“Bisa.”

“Nggak bisa.”

“Kenapa nggak bisa?!” suaranya meninggi karena panik. “Aku masih sayang sama kamu, mas…”

Arven mengembuskan napas panjang, Tatapan pria itu berubah datar seolah rasa cintanya memang sudah habis.

“Aku udah bosan sama kamu, Kanisha.”

Kalimat itu sukses membuat dunia Kanisha runtuh untuk kedua kalinya malam ini.

“Apa…?”

“Aku bosan sama kamu.”

Tidak ada emosi dalam suara Arven dan justru karena itulah ucapan itu terasa jauh lebih menyakitkan. Kanisha sampai kehilangan kemampuan untuk berbicara selama beberapa detik. Bosan? Setelah lima tahun bersama? Setelah semua yang sudah mereka lewati?

Terpopuler

Comments

Putri_a_s

Putri_a_s

lelaki macam apa yang tega selingkuh dari istrinya di rumah mereka sendiri /Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/

2026-05-26

0

-Thiea-

-Thiea-

laki-laki kok enteng banget bilang bosen terus selingkuh. udah kanisa tinggalin aja suami modelan begitu. gak perlu berharap lagi. 😑

2026-05-27

0

Anyue

Anyue

kok aku GK respek sama kanisha meminta benerin hubungan pernikahannya jelas sekali kalau dia sakit hati banget 🤔

2026-05-27

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Bab 1
3 Bab 2
4 Bab 3
5 Bab 4
6 Bab 5
7 Bab 6
8 Bab 7
9 Bab 8
10 Bab 9
11 Bab 10
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 Bab 26
28 Bab 27
29 Bab 28
30 Bab 29
31 Bab 30
32 Bab 31
33 Bab 32
34 Bab 33
35 Bab 34
36 Bab 35
37 Bab 36
38 Bab 37
39 Bab 38
40 Bab 39
41 Bab 40
42 Bab 41
43 Bab 42
44 Bab 43
45 Bab 44
46 Bab 45
47 Bab 46
48 Bab 47
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 Bab 76
78 Bab 77
79 Bab 78
80 Bab 79
81 Bab 80
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83
85 Bab 84
86 Bab 85
87 Bab 86
88 Bab 87
89 Bab 88
90 Bab 89
91 Bab 90
92 Bab 91
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
112 Bab 111
113 Bab 112
114 Bab 113
115 Bab 114
116 Bab 115
117 Bab 116
118 Bab 117
119 Bab 118
120 Bab 119
121 Bab 120
122 Bab 121
123 Bab 122
124 Bab 123
125 Bab 124
126 Bab 125
127 Bab 126
128 Bab 127
129 Bab 128
130 Bab 129
131 Bab 130
132 Bab 131
133 Bab 132
134 Bab 133
135 Bab 134
136 Bab 135
137 Bab 136
138 Bab 137
139 Bab 138
140 Bab 139
141 Bab 140
142 Bab 141
143 Bab 142
144 Bab 143
145 Bab 144
146 Bab 145
147 Bab 146
148 Bab 147
149 Bab 148
150 Bab 149
151 Bab 150
152 Bab 151
153 Bab 152
154 Bab 153
155 Bab 154
156 Bab 155
157 Bab 156
158 Bab 157
159 Bab 158
160 Bab 159
161 Bab 160
162 Bab 161
163 Bab 162
164 Bab 163
165 Bab 164
166 Bab 165
167 Bab 166
168 Bab 167
169 Bab 168
170 Bab 169
171 Bab 170
172 Bab 171
Episodes

Updated 172 Episodes

1
Prolog
2
Bab 1
3
Bab 2
4
Bab 3
5
Bab 4
6
Bab 5
7
Bab 6
8
Bab 7
9
Bab 8
10
Bab 9
11
Bab 10
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
Bab 26
28
Bab 27
29
Bab 28
30
Bab 29
31
Bab 30
32
Bab 31
33
Bab 32
34
Bab 33
35
Bab 34
36
Bab 35
37
Bab 36
38
Bab 37
39
Bab 38
40
Bab 39
41
Bab 40
42
Bab 41
43
Bab 42
44
Bab 43
45
Bab 44
46
Bab 45
47
Bab 46
48
Bab 47
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
Bab 76
78
Bab 77
79
Bab 78
80
Bab 79
81
Bab 80
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83
85
Bab 84
86
Bab 85
87
Bab 86
88
Bab 87
89
Bab 88
90
Bab 89
91
Bab 90
92
Bab 91
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110
112
Bab 111
113
Bab 112
114
Bab 113
115
Bab 114
116
Bab 115
117
Bab 116
118
Bab 117
119
Bab 118
120
Bab 119
121
Bab 120
122
Bab 121
123
Bab 122
124
Bab 123
125
Bab 124
126
Bab 125
127
Bab 126
128
Bab 127
129
Bab 128
130
Bab 129
131
Bab 130
132
Bab 131
133
Bab 132
134
Bab 133
135
Bab 134
136
Bab 135
137
Bab 136
138
Bab 137
139
Bab 138
140
Bab 139
141
Bab 140
142
Bab 141
143
Bab 142
144
Bab 143
145
Bab 144
146
Bab 145
147
Bab 146
148
Bab 147
149
Bab 148
150
Bab 149
151
Bab 150
152
Bab 151
153
Bab 152
154
Bab 153
155
Bab 154
156
Bab 155
157
Bab 156
158
Bab 157
159
Bab 158
160
Bab 159
161
Bab 160
162
Bab 161
163
Bab 162
164
Bab 163
165
Bab 164
166
Bab 165
167
Bab 166
168
Bab 167
169
Bab 168
170
Bab 169
171
Bab 170
172
Bab 171

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!