Keesokan harinya, rasa bosan kembali melanda Sejeong. Dia mengambil HP-nya dan mengetik pesan singkat ke sahabatnya.
“Halo Mel, ngafe yuk? Gue yang traktir hari ini,” ajak Sejeong mencoba mencari hiburan.
Gak butuh waktu lama, HP-nya bergetar menerima balasan. “Malas ah, gue lagi malas keluar,” jawab Melisa singkat.
Sejeong cemberut kesal, lalu mengetik balasan dengan nada bercanda tapi agak memaksa. “Ayo dong! Nanti kalau lo gak bisa melihat gue lagi, lo bakal menyesal seumur hidup lho!”
Di rumahnya, Melisa yang membaca pesan itu langsung mengernyitkan dahi. “Apaan sih lo, Sejeong? Ngomong begitu gak baik tahu! Jangan ngomong sembarangan. Besok-besok aja ya jalannya.”
Melihat penolakan dari sahabatnya, Sejeong menghela napas panjang. “Oke deh kalau gitu,” jawab Sejeong menyudahi obrolan.
Karena Melisa gak mau ikut, Sejeong yang keras kepala akhirnya memutuskan buat pergi jalan-jalan sendiri. Dia mengganti baju rumahnya dengan jaket kulit hitam, celana jins, dan sepatu. Dia mengambil kunci motor sport kesayangannya yang ada di garasi. Tapi, Sejeong sama sekali gak pernah menyangka kalau keputusan ini bakal jadi awal dari masalah besar di hidupnya.
Malam udah larut waktu Sejeong memutuskan buat pulang. Dia sengaja lewat jalan pintas yang lebih sepi biar gak kena macet kota. Jalanan itu kelihatan gelap banget karena beberapa lampu jalanan mati. Di tengah kesunyian malam, Sejeong mengendarai motor sport-nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, membiarkan angin malam menerpa tubuhnya.
Tapi, pas lagi di tikungan tajam yang gelap, matanya melihat bayangan samar di tengah jalan. Tanpa diduga, ada seorang nenek tua yang lagi berjalan menyeberang dengan sangat lambat.
"Astaga!" teriak Sejeong panik.
Demi gak menabrak nenek itu, Sejeong yang lagi bawa motor kencang langsung membanting setir motornya ke arah kanan dengan tajam. Tapi apes banget, dari arah berlawanan, ada sebuah truk besar yang lagi melaju kencang dengan lampu yang menyilaukan mata.
BRAKKKK!!!
Suara tabrakan yang sangat keras menggema memecah kesunyian malam. Tubuh Sejeong terpental tinggi ke udara karena hantaman kuat itu, sebelum akhirnya jatuh terhempas keras ke aspal jalanan. Motor sport-nya hancur berantakan menabrak pembatas jalan.
Darah segar mengalir deras dari kepala dan tubuh Sejeong, membasahi aspal yang dingin. Rasa sakit yang luar biasa menjalar ke seluruh tubuhnya, bikin kesadarannya perlahan-lahan mulai hilang. Dalam kondisi setengah sadar dan napas yang sesak menahan ajal, Sejeong melihat ke langit malam yang gelap.
"Ayah... Bunda... tunggu... adik menyusul..." bisik Sejeong dengan sisa tenaga terakhirnya.
Tepat setelah dia pingsan sepenuhnya dan matanya tertutup rapat, sebuah keajaiban terjadi. Gelang giok kuno yang melingkar di tangan kirinya mendadak mengeluarkan cahaya hijau yang terang banget. Cahaya itu membungkus seluruh tubuh Sejeong yang penuh darah, lalu dalam sekejap mata, tubuh gadis itu hilang dari lokasi kecelakaan tanpa meninggalkan bekas sama sekali.
"Ugh..."
Sebuah lenguhan pelan keluar dari bibir seorang gadis. Kepalanya terasa pusing banget, kayak habis dipukul benda keras. Penglihatannya masih buram dan berkunang-kunang.
"Uh... Ini di mana? Bukannya tadi gue udah mati karena kecelakaan ya?" gumam gadis tersebut dengan suara yang serak. Kesadarannya perlahan-lahan mulai kembali, meskipun seluruh badannya terasa kaku dan pegal semua.
Dengan sisa tenaga yang ada, dia mencoba menggerakkan lehernya buat melihat situasi di sekitarnya. Tapi, dia kaget setengah mati pas melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Tempat itu sama sekali bukan ruang UGD rumah sakit yang serba putih dan penuh alat medis modern.
"Kok gue bisa ada di gubuk reot kayak begini sih? Masa di zaman sekarang gak ada orang baik yang mau mengantarkan gue ke rumah sakit yang beneran?" keluh Sejeong sambil menatap langit-langit bangunan yang terbuat dari jerami dan dinding kayu yang udah bolong-bolong.
Dia mencoba buat duduk di atas tempat tidur yang cuma beralaskan tikar tipis yang kasar. Pas mau memeriksa luka-luka di tubuhnya, matanya langsung melotot melihat baju yang dia pakai.
"Ini lagi... Kok bisa-bisanya gue pakai baju model begini? Modelnya berlapis-lapis dan longgar banget, mirip kayak baju di cerita zaman kuno atau film kerajaan!" Sejeong mulai sadar ada yang gak beres sama dirinya. Suaranya juga terdengar lebih cempreng dan lembut, beda sama suara aslinya yang agak berat.
Sambil memegang kepalanya yang masih cenat-cenut, Sejeong melihat ke seluruh sudut ruangan kecil itu. Di pojok ruangan, ada sebuah meja kayu kecil yang di atasnya ada sebuah wadah berisi air bersih.
Karena penasaran dan takut, Sejeong menyeret kakinya yang lemas menuju meja tersebut. Dia menundukkan badannya, melihat ke arah air di dalam wadah itu buat bercermin.
Mata Sejeong melotot, mulutnya terbuka lebar karena kaget bukan main melihat bayangan wajah di air itu. Wajah itu sama sekali bukan wajah Kim Sejeong yang cantik! Di dalam air, kelihatan wajah seorang gadis muda yang kurus banget, pucat, dengan rambut berantakan dan baju yang super kotor.
"WTF?! Ini siapa?! Kok penampilannya kucel banget begini?!" teriak Sejeong histeris, sampai membuat burung-burung di luar gubuk langsung terbang karena kaget.
Dia mundur beberapa langkah sampai terduduk lagi di lantai tanah yang dingin. Otaknya yang pintar mencoba memikirkan kejadian gila yang lagi dialaminya sekarang. Dia mendadak ingat sama cerita-cerita fiksi yang sering diomongin Melisa pas mereka lagi kumpul bareng.
"Masa iya... gue... gue mengalami hal yang sering diceritain Melisa itu? Apa namanya... pindah jiwa ke tubuh orang lain di zaman dulu?!" Sejeong menjambak rambutnya sendiri karena pusing, mencoba menerima kenyataan kalau jiwanya sekarang ada di tubuh orang lain, di dunia yang asing dan kuno.
"Ah, sudahlah! Pasrah aja!" serunya pasrah sambil memegang kepalanya yang kembali sakit karena kebanyakan mikir, bersiap menghadapi nasib barunya di dunia asing ini.
dengan keadaan yang pasrah dia melihat keselingnya dan merasa ada yang aneh di tubuhnya sambil meraba perutnya"apa apa gue hamil,,,aaaaaaaa"
...****************...
Jangan lupa untuk support nya guys 😍
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
2026-08-25
0