Emily berbisik pada James, "Kak, istri jahatmu ini kenapa menjadi aneh! kak Iriana itu perempuan yang paling lembut, dia tidak mungkin menyiramkan bubur itu pada istrimu yang jahat itu! otak istri jahatmu sudah tidak beres, kak"
James yang sedari tadi bingung dapat mendengar suara hati Nadia, hanya bisa ingin melihat bukti dari setiap perkataan dalam hati Nadia.
"Ssttt! coba kita lihat apa benar yang dia bilang" bisik James.
Emily yang tidak percaya sama sekali apa yang dikatakan suara dalam hati Nadia, hanya bisa menuruti apa yang dibisikan James.
Sementara Nadia yang tahu Iriana akan menumpahkan bubur panas itu, bersiap siaga di tempatnya melihat bagaimana caranya Iriana, menumpahkan bubur panas itu ke tangannya sendiri.
Iriana melangkah semakin dekat padanya, sembari memegang wadah bubur dalam pegangan tangannya.
"Bubur ini aku sendiri yang masak, aku tulus membuatnya khusus untukmu, aku berharap kamu jangan lagi melakukan hal konyol dengan cara bunuh diri, kamu tidak seharusnya memaksakan James mencintai mu!"
Nadia yang sudah waspada berdiri di tempatnya mulai menghitung, karena Iriana tampak mulai bersiap menjebaknya.
( Aku akan hitung sampai tiga, dia sepertinya sudah mulai menumpahkan bubur itu, satu.. dua.. tiga )
"Aaaa... !!!"
Begitu suara hati Nadia menghitung sampai tiga, Iriana seketika itu juga menumpahkan bubur itu ke tangannya sendiri, saat mengulurkan wadah bubur itu kepada Nadia.
( Astaga! sudah gila sepertinya dia, sampai berani melukai diri sendiri! ) bisik hati Nadia dengan mata membulat, melihat Iriana yang meringis kepanasan.
James dan Emily terpaku di tempat mereka.
Mereka melihat dengan jelas, bagaimana Iriana menumpahkan sendiri bubur panas itu ke tangannya sendiri.
"Tidak mungkin! suara dalam hati istri jahatmu itu ternyata benar, kak!" Emily tidak percaya.
Emily sangat mengenal seperti apa Iriana itu, Iriana selalu bersikap baik dan lembut.
Dan Iriana tidak pernah terlihat jahat, atau pun melakukan hal licik seperti itu, untuk mendapatkan perhatian kakaknya.
Emily menggelengkan kepalanya tidak percaya, Iriana sepertinya memiliki kepribadian bermuka dua.
"Akh!" wajah Iriana mengerut menahan panas pada tangannya, "James, kamu jangan salahkan Nadia, aku sendiri yang tidak hati-hati sampai bubur itu tertumpah ke tanganku!" dengan suara yang lembut seperti biasanya, ia melangkah mendekati James.
James tiba-tiba merasa asing dengan Iriana, membuatnya seketika menghindari tubuh Iriana yang ingin menempel padanya.
"Memang kamu yang sengaja menumpahkannya ke tanganmu!" jawab Nadia sembari melipat lengannya ke dada.
"Nadia! jadi maksudmu aku sendiri yang menumpahkan bubur panas itu ke tanganku sendiri?" suara Iriana terdengar sedih, dan seperti ingin menangis mendengar apa yang dikatakan Nadia.
( Memang benar kamu sendiri yang menumpahkannya! agar si James buta itu semakin membenciku, dan kamu mendapatkan perhatiannya! ) bisik hati Nadia melirik dingin pada James.
"Ehem!" James terbatuk mendengar suara hati Nadia, dan lirikan mata Nadia yang terasa dingin padanya.
Sementara Emily diam ditempatnya, tidak berani buka suara untuk memarahi Nadia seperti biasanya.
"Nadia aku tahu kamu sangat membenciku, dan sangat dendam padaku, karena James menceraikanmu!" suara Iriana terdengar semakin sedih.
Nadia memutar bola matanya mendengar nada sedih Iriana, yang dapat ia rasakan hanya dibuat-buat.
"Kamu harus menerima kenyataan Nadia, aku dan James saling mencintai! kamu seharusnya senang sudah mendapatkan kompensasi perceraian dari James!"
James seketika merasa tidak suka mendengar apa yang baru saja dikatakan Iriana.
"Iriana! kamu jangan sembarang bicara! aku sama kamu tidak punya hubungan apa pun!!" sentak James dengan suara yang terdengar dingin.
( Cih! tidak punya hubungan? Tuan Hector! kamu jangan menipu dirimu! kalian itu sepasang cinta masa kecil! siapa pun dapat melihat, kalau kamu itu sangat perhatian pada Iriana! ) Nadia memutar bola matanya mendengar nada dingin James pada Iriana.
Raut wajah James berubah mendengar suara hati Nadia.
Aku dekat dengan Iriana, hanya sebatas karena dia itu penolongku! bisik hati James merasa tidak nyaman mendengar suara hati Nadia.
Ia tidak ingin mengatakan langsung pada Nadia, karena Iriana nantinya akan merasa berbangga diri, dan semakin menempel padanya.
Bersambung........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
dome🌬️🌀🌀🌀
jangan jangan yg nolong jaameess. aslinya bukan si irian malah si Nadia. biasa kan gitu salah paham 🤣🤣🤣
semangattt yaaaaaaa 😁😁🤗🤗
2026-07-06
1
penggemar_Uangkecil?!
👍
2026-08-04
0
Retno Isma
🌷🌷🌷
2026-06-21
0