Part 5.

"Iriana! bagaimana pun aku dan Nadia masih belum sah bercerai! dan soal kompensasi yang akan kuberikan padanya, itu tanggungjawabku! kamu tidak perlu ikut campur dalam urusan keluargaku!" James mengingatkan Iriana akan posisi Iriana.

Iriana tersenyum lembut sembari mendekat pada James, "James aku suka rela membantumu, bagiku masalahmu adalah masalah ku juga!"

Iriana membuat suaranya terdengar begitu lembut, untuk menarik hati James agar mendengarkannya.

"Aku keberatan! sudah kubilang jangan ikut campur dalam rumah tanggaku!!" jawab James dengan tegas.

Wajah Iriana seketika merengut, dan diam-diam melirik tajam pada Nadia.

Perasaan dalam hatinya menjadi semakin tidak suka pada Nadia, biasanya sikap James tidak dingin seperti ini padanya.

"Emily! bawa segera pergi Iriana ke rumah sakit, untuk mengobati luka bakar di tangannya itu!!" perintah James.

Emily yang sedari tadi diam, karena lemas mendengar suara dalam hati Nadia, mengedipkan matanya.

"Oh.. eh! iya! Ayo kak Iriana!"

Dengan raut wajah yang masih merengut, Iriana menyentak kan kakinya ke lantai, lalu mengikuti langkah Emily keluar dari dalam kamar.

James memandang Iriana dan Emily keluar dari dalam kamar, dengan kening mengerut melihat punggung Iriana.

Ia tidak menyangka baru ini melihat sifat asli Iriana.

Selama beberapa tahun ini aku mengenal Iriana, wanita yang lembut dan berperilaku sangat baik! apakah yang kulihat tadi itu tidak nyata? pikir James masih tidak mempercayai sikap Iriana.

Ia kemudian kembali memandang Nadia, "Untuk sementara perceraian lain waktu kita bahas lagi! aku pura-pura tidak melihat kamu melakukan hal konyol, dengan mencoba bunuh diri!"

"A.. apa katamu?! tidak mau! aku sudah tandatangani surat perjanjian cerainya! lihat ini! kita sudah bercerai! cepat berikan kompensasi ku!!" Nadia menjadi panik James membatalkan perjanjian cerai mereka.

James meraih berkas perceraian itu dari tangan Nadia, lalu dengan cepat tangannya merobek perjanjian itu sampai beberapa kali robekan, sampai robekannya menjadi robekan kecil.

"Hahhh?!!!" mata Nadia membulat dengan besar, "Apa yang kamu lakukan?! kenapa kamu merobeknya?!!"

( Oh, tidak! dua miliarku! vilaku! kebebasanku! hilang sudah! tidakkk... aku tidak ingin matii!! ) hati Nadia menjerit dengan histeris melihat perjanjian perceraian itu menjadi serpihan kecil bertebaran di lantai kamar.

Duk!

Ia jatuh terduduk melihat berkas itu dengan mata yang berkaca-kaca, dan nyaris menangis.

Melihat Nadia yang hampir menangis memandang surat perjanjian yang sudah hancur itu, James pun menyadari, kalau Nadia memang serius ingin bercerai darinya.

James mengulurkan tangannya pada Nadia, "Ayo berdiri, jangan duduk di lantai!"

"Tidak mau! aku mau kompensasiku!!" rengek Nadia mengabaikan tangan James yang terulur.

James merogoh sakunya, lalu memberikan sebuah kartu kepada Nadia, "Ini kamu pegang, gunakan apa yang kamu inginkan!"

Mata Nadia berkedip tidak percaya melihat kartu hitam yang diberikan James.

Ia gadis yang hidup pas-pasan selama ini sebelum masuk ke dalam dunia novel, baru kali ini melihat kartu hitam, yang katanya bisa membeli barang mahal apa pun, yang ia inginkan.

Dengan setengah ragu tangannya terulur menerima kartu yang disodorkan James tersebut.

"Benarkah? ini bisa ku pergunakan melakukan apa saja?" tanyanya kurang yakin.

"Iya!" jawab James.

Dengan cepat Nadia menyambar kartu itu, "Kamu sudah memberikannya padaku! kamu jangan mengambilnya kembali!"

"Iya-iya! cepat ganti baju, lalu turun ke bawah!"

Nadia menjadi bersemangat, ia bisa menggunakan kartu itu sesuka hatinya.

( Hi hi hi.. kalau kamu memang tidak ingin bercerai, baiklah! mulai sekarang, aku tidak akan mengganggu hubungan mu dengan cinta pertamamu itu! aku bisa bersenang-senang sendiri mencari lelaki lain! ) bisik hati Nadia menyusun rencana untuk dirinya sendiri.

Wajah James seketika menggelap mendengar apa yang dikatakan suara dalam hati Nadia.

"Nadia!!!!" teriaknya kencang.

Nadia nyaris melompat mendengar teriakan James.

"Ada apa? kenapa kamu berteriak?!" tanyanya kebingungan.

"Kamu tidak boleh menggunakan kartu itu, untuk bersenang-senang dengan laki-laki lain!!!"

"Hah?!" Nadia merasa heran, sepertinya James mengetahui apa yang ia rencakan dalam hatinya.

Bersambung.......

Terpopuler

Comments

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

🤣🤣🤣🤣
Nadia somplak🤣🤣🤣
kartu nya mau dipake buat cari brondong 🤣🤣
bisa bisa brondong mu disunat sama jaaameeesss🤣🤣🤣

2026-07-06

0

Sribundanya Gifran

Sribundanya Gifran

thor lanjut up lagi

2026-06-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!