Hentikan! Jangan Lagi, Sayang!
"Ha ha ha haa.... !!!"
Suara tawa yang terdengar begitu senang, dari dua pria dan dua wanita memenuhi sebuah bangunan kumuh dengan kencang.
Mereka tertawa sembari memandang pada wanita, yang tampak tengah meregang kesakitan dilantai bangunan kumuh itu.
Wanita yang tengah kesakitan, menangis dengan keadaan tubuhnya yang tampak bersimbah darah, memandang mereka berempat tidak percaya.
"Aku tidak menyangka, kalian menipuku! aku sangat mempercayai kalian! kenapa kalian begitu tega padaku?!!" jerit Carla Magnolia Haines, sembari terus menangis menahan rasa sakit pada perutnya, yang terus mengeluarkan darah.
Baru saja Lilian, kakak tirinya menusuknya dengan sebuah belati, sembari tersenyum menyeringai memandangnya.
Setelah ia selesai menandatangani, dan menyerahkan berkas pengalihan warisan kepada salah satu pria, yang sedang menertawakannya saat ini.
Ia menyukai pria itu, dan melakukan berbagai cara melarikan diri dari suaminya sendiri, demi dapat bersama pria tersebut.
"Edgar! kau laki-laki pembohong! aku benar-benar bodoh terlalu percaya padamu!!" tangis Carla semakin deras memandang pria itu, Edgar Hugo, lelaki yang ia pikir tulus mencintainya.
Edgar merangkul pinggang Lilian dengan mesra, sembari memperlihatkan senyuman menyeringainya memandang Carla yang semakin kepayahan.
"Salah sendiri kau bodoh! mudah ditipu! aku sama sekali tidak pernah mencintaimu!!" jawab Edgar, lalu mencium pipi Lilian.
Mereka kembali tertawa dengan kencang, karena perasaan bahagia telah mendapatkan apa yang mereka inginkan.
"Ini semua karena Mamamu yang kuno itu! salahkan dia! ku pikir dengan membunuhnya aku bisa mendapatkan harta warisannya! ternyata dia sudah lama mengalihkan semua hartanya atas namamu!!" dengan nada penuh rasa benci Lukman Haines, mengungkapkan tentang kematian Ibu kandung Carla.
Mata Carla terbelalak mendengar apa yang dikatakan Ayah kandungnya itu, ternyata Ibunya mati bukan karena kecelakaan.
"Lukman Haines! keterlaluan kau! ternyata kau membunuh Mamaku! aku akan membalasmu!!" teriak Carla sebisa mungkin, karena tubuhnya yang sudah semakin lemas.
Plak!!
Ibu tiri Carla, Melda Haines, menampar wajah Carla dengan kencang, hingga terhempas menghantam lantai bangunan.
"Sudah mau mati, masih banyak omong kosong kamu!!!" bentak Melda dengan raut wajah benci.
"Huek!!" Carla muntah darah begitu wajahnya terhempas menghantam lantai bangunan.
"Huh! lihatlah dirimu yang sudah tidak berdaya itu! cih! bagaimana caranya kamu ingin balas dendam, Hah?!!" cibir Lilian, lalu kembali tertawa senang.
Air mata Carla hanya bisa mengalir tiada henti meratapi kebodohannya.
Ia sangat menyesal telah tertipu dengan sikap manis dan perhatian Edgar padanya.
"Sekarang kamu sudah tidak dibutuhkan lagi! jadi, sudah seharusnya kamu disingkirkan!!" Lukman melambaikan dokumen, yang telah Carla tandatangani tepat ke depan wajah Carla.
Carla mengedipkan matanya, ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya sama sekali, hanya air matanya yang terus mengalir tiada henti.
"Orang bodoh sepertimu sangat mudah sekali ditipu! ha ha ha haa... !!"
Edgar mengambil jeriken minyak, lalu menumpahkannya ke sekeliling Carla, dan bagian lain yang mudah terbakar dalam bangunan tersebut.
"Ayo kita pergi!!" kata Edgar setelah selesai menumpahkan semua minyak, lalu mengambil pemantik api.
Edgar melemparkan pemantik api yang menyala ke minyak yang ada di lantai, dan api pun seketika menyala dengan besar.
BRAK!!!
Tiba-tiba pintu bangunan di hantam seseorang dari luar, membuat mereka sangat terkejut.
Mata Carla yang hampir tertutup, melihat suami kejamnya menerjang masuk ke dalam bangunan itu, bersama dengan beberapa anak buah suaminya.
"Mau apa dia? apakah dia masih tidak ingin melepaskan ku, dan akan membawa tubuh lemah ku ini untuk dikurungnya, seperti biasanya?" gumam Carla melihat wajah menggelap suaminya itu.
Sudut bibir Carla dengan lemah menyunggingkan senyuman pasrah, mengingat suami yang sangat ia takuti itu, tidak akan pernah membiarkannya hidup tenang.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Mia Camelia
cerita nya bagus banget thor, episode pertama aja udh seru...
ayo thor lanjutkan🥰😂, double up yaa😄😄
2026-06-03
0