SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

1

"AYO IKUT AKU SEKARANG!" teriak Josep menarik anak perempuan yang berusia 16 tahun untuk mengikutinya.

"Tidak ayah, aku nggak mau!" teriak Riani mencoba melepaskan cengkraman ayahnya dari tangannya yang sakit karena di cengkram erat.

"Jangan jadi anak durhaka kau! Kau sudah ku besarkan dan saatnya kau membalas jasa ku!" teriak Josep tidak mendengar rintihan anak perempuannya itu.

Yang ia pikirankan saat ini adalah menjual anaknya pada rentenir, sebagian uang untuk bayar hutang, dan sebagian lagi untuk lanjut berjudi.

Alneo yang baru pulang kerja menjadi kuli bangunan, umurnya berusia 18 tahun, ia hanya tamat SMP karena kurangnya biaya.

Sejak ibunya meninggal karena kecelakaan, mereka kehilangan tumpuan hidup, ayahnya sering menyiksanya jika ia tidak mendapatkan uang hingga tubuhnya lebam.

 Tapi ia bisa menahan itu semua agar kehidupan mereka baik-baik saja.

Tapi sekarang ia di hadapi oleh masalah lain, ayahnya kini menyerah adik perempuan ingin di bawa pergi.

"Ayah! Berhenti!" teriak Alneo panik.

"Jangan menghalangi ku! Kau sama saja durhaka! Tidak bisa mencari uang! Tidak berguna! Kini adik mu yang lebih berharga, dia harus membalas jasa ku yang telah membesarkan kalian berdua! Aku harus mendapatkan uang!" kata Josep sekuat tenaga menyeret Riani.

"Kakak! Tolong aku! Ah mau di jual sama ayah ke rentenir! Tolong aku!" teriak Riani ketakutan dan matanya bersimbah dengan air mata kesedihan dan ketakutan.

Tanpa pikir panjang lagi, Alneo mencoba menghalangi ayahnya, ia memeluk ayahnya untuk tidak membawa adiknya pergi.

"Jangan lakukan itu ayah! hentikan itu!" teriak Alneo sekuat tenaga mengajar ayahnya.

Saat Alneo menahan tubuhnya, Josep menjadi sangat marah, ia mendorong Riani hingga Riani terjerembab di lantai membuat ia kesakitan.

Dengan sekuat tenaga, ia memukul kepala Alneo dekat telinganya membuat telinganya berdenging.

Alneo terpaksa melepaskan tanganya dari tubuh ayahnya, Josep langsung memukul wajah Alneo dengan keras membuat pipinya berdarah.

"Dasar anak tidak tahu diri! Berani sekali kau melawan ayah mu sendiri!" teriak Josep ingin memukul Alneo lagi.

Tapi Alneo menghindar seragan ayahnya, tapi Josep malah menendang perutnya membuat ia kesakitan.

"Ahhhhh!" Alneo memegang perutnya. "Ayah... jangan bawa Riani pergi, bawa aku saja, aku akan menggantikan Riani," ucapnya dengan suara lemah.

"Kau yang tak berguna ini untuk apa! Kau sama saja dengan ibu yang ada di dalam lubang kubur itu! Mencari uang saja kau tidak bisa. Lebih baik kau mati saja!" Josep langsung memukul Alneo dengan sekuat tenaga menghantam tempurung kepala Alneo sehingga terdengar suara retakkan.

Brak!!

Seketika Alneo terkulai jatuh ke lantai membuat Rania panik

"Kakak! Kakak!" pekik Rania yang ingin menolong Alneo, tapi ayahnya langsung menyambar tangannya.

"Kakakmu sudah mati! Jadi ikut aku!" kata ayahnya tidak peduli dan tetap menyeret Rania.

"Kakak! Bangun Kakakkkkk!" pekik Riani histeris, ia ingin mencapai kakaknya, tapi telah di seret jauh.

"Ri... ani... maafkan ka... kak... tidak... bi...sa melindungi... mu..."

Mata Alneo perlahan tertutup rapat, tubuhnya juga terkulai, tak ada tanda-tanda kehidupan lagi, tapi ada air mata yang mengalir dari sudut matanya, air mata penuh penyesalan.

"AYAH SUNGGUH JAHAT! AYAH TELAH MEMBUNUH KAKAK DAN MENJUAL KU! AYAH ADALAH PRIA BEJAD!" Teriak Riani.

"Diam kau!"

Saat sampai di tempat rentenir itu, Josep langsung masuk. "Bos! Aku membawakan anak perempuan ku, dia sangat cantik dan masih perawan, aku berikan padamu!" kata Josep dengan mata berbinar.

Bos itu melihat Riani dari atas sampai bawah dan itu membuatnya tergiur.

"Hm... boleh juga, kalau begitu ku beli 10 juta, 7 juta kau untuk bayar hutang mu beserta bunganya 2 juta, jadi sisanya 1 juta," kata Bos Reno.

"Tambahin sedikit lagi Bos, 1 juta itu sebentar juga habis," kata Josep meminta lebih.

Bos Reno berdiri dan menatap Josep tajam. "Jika kau tidak mau, pergi saja sana! Aku sudah berbaik hati karena menerima anak muda yang jelek dan polos ini! Sungguh tak berharga di mata ku!" kata, Reno tajam membuat Josep ketakutan.

"Baik-baik, aku akan Terima bos," kata Josep mengalah.

"Tidak! Aku tidak mau! Aku mau pergi dari sini!" teriak Riani memberontak.

Ayahnya langsung melempar Riani ke pelukan Bos Reno.

"Ayo sayang, jangan memberontak, aku akan memanjakan mu," kata Bos Reno memeluk Riani dengan kuat.

"Aaaaaaaaaaaa! Ayahhhhhhhh!" teriak Riani, "tolong aku!"

Tapi ayahnya malah tersenyum sinis karena mendapatkan uang satu juta di tangannya, ia tidak mempedulikan darah dagingnya sendiri saat meminta pertolongan.

Riani mengigit tangan bos Reno membuat pria itu marah besar.

"Kurang ajar! Berani sekali kau mengigit tangan ku!" teriak Bos Reno marah besar dan langsung menambah Riani dengan kuat membuat Riani sempoyongan dan tubuhnya jatuh ambruk ke lantai.

"Bawa dia ke kamar ku!" titah Bos Reno.

"Baik Bos!"

...***********...

Ting!

Mengidentifikasi tubuh Host...

Menghidupkan Host...

Memindai...

Loading...

Mulai...

10%... 25%... 47%... 62%... 78%... 83%... 94%... 100%...

Selesai.

Ting!

[Pembentukan ulang tubuh... ]

Ting!

[Penyembuhan di mulai... ]

9%... 26%... 49%... 52%... 68%... 88%... 94%... 100%...

Selesai.

Perlahan-lahan mata Alneo terbuka. "Aku... hidup...?" tanyanya kebingungan saat ia melihat jika dirinya masih di rumah.

Ia mencoba bangkit, dan melihat sekeliling dan ia menyakinkan dirinya jika ia masih di rumahnya.

"Aku beneran masih hidup? Bukannya tadi aku sudah mati? Atau aku hanya pingsan saja?" tanyanya tak mengerti.

"Tapi... aku merasa ada sesuatu di kepala ku, tapi apa ya?" tanyanya sambil memegang kepalanya yang sudah tidak sakit lagi.

Ting!

[Selamat datang di sistem super canggih, Sistem pilihan Angka. Anda terpilih menjadi pemilik sistem ini]

"Aaaa! Apa ini? Kenapa ada di kepala ku?" tanya Alneo memegang kepalanya dan menggeleng cepat.

[Anda tidak perlu takut, Anda beruntung mendapatkan sistem yang menghidupkan Anda kembali]

"Jadi benar jika aku tadi mati? Tapi... sistem apa ini?" tanya Alneo kebingungan.

[ Ini sistem yang bisa mengubah hidup Anda menjadi lebih baik]

"Bagaimana cara kerjanya?" tanya Alneo yang tadinya takut sekarang di penuhi rasa penasaran.

[Jika Anda menyelesaikan misi, Anda mendapat memilih Angka berapa saja, dan Anda dan mendapatkan hadiah sesuai angka yang Anda pilih]

"Misi itu seperti apa? Aku benar-benar tidak mengerti," kata Alneo sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

[Seperti ini]

Ting!

[Misi baru]

[Menyelamatkan adik Anda dari rentenir]

[Statis misi: sedang berlangsung]

Seketika mata Alneo membulat. "Ah iya adik! Aku harus menyelamatkan adikku!" teriaknya langsung berdiri panik setelah mendapat misi pertamanya setelah ia bangun.

Terpopuler

Comments

Ambu Rinddiany Thea

Ambu Rinddiany Thea

lah ada lg toh , kemarin ilang kemana ka less 😩

2026-06-05

0

Fahreziy

Fahreziy

👣👣👣👣

2026-07-22

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3 Misi Selesai
4 4 Misi Sampingan
5 5 Misi Selesai
6 6
7 7 Membeli nasi Goreng
8 8
9 9 Misi Baru
10 10 Misi Selesai
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15 Membayar Ongkos Taksi
16 16
17 17
18 18 Misi Baru
19 19 Misi Selesai
20 20 Uang Untuk Supir Taksi
21 21
22 22
23 23
24 24 Misi Sampingan
25 25
26 26 Hadiah Misi
27 27
28 29
29 30
30 31
31 32
32 33
33 34
34 33
35 34 Misi Baru
36 35
37 36
38 37
39 39 Misi Selesai
40 40
41 41
42 42 Misi Baru
43 43
44 44 Misi Selesai
45 45
46 46 Misi Selesai
47 47
48 48
49 47
50 50
51 51 Misi Selesai
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62 Misi Selesai
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70 Jajan Untuk Riani.
71 71 Misi Baru
72 72 Poin Untuk Membantu Mahasiswi
73 73 Misi Selesai
74 74
75 75
76 76
77 78
78 78
79 79
80 80
81 81 Misi Selesai
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92 Misi Baru
93 93 Pemotongan Poin
94 94
95 95
96 96 Misi Selesai
97 97 Pemotongan Poin
98 98
99 99
100 100
101 101 Mis Selesai
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113 Misi Selesai
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120 Misi Selesai
121 121
122 122
123 124
124 124
125 125
126 126
127 Pengumuman
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1
2
2
3
3 Misi Selesai
4
4 Misi Sampingan
5
5 Misi Selesai
6
6
7
7 Membeli nasi Goreng
8
8
9
9 Misi Baru
10
10 Misi Selesai
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15 Membayar Ongkos Taksi
16
16
17
17
18
18 Misi Baru
19
19 Misi Selesai
20
20 Uang Untuk Supir Taksi
21
21
22
22
23
23
24
24 Misi Sampingan
25
25
26
26 Hadiah Misi
27
27
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
33
35
34 Misi Baru
36
35
37
36
38
37
39
39 Misi Selesai
40
40
41
41
42
42 Misi Baru
43
43
44
44 Misi Selesai
45
45
46
46 Misi Selesai
47
47
48
48
49
47
50
50
51
51 Misi Selesai
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62 Misi Selesai
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70 Jajan Untuk Riani.
71
71 Misi Baru
72
72 Poin Untuk Membantu Mahasiswi
73
73 Misi Selesai
74
74
75
75
76
76
77
78
78
78
79
79
80
80
81
81 Misi Selesai
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92 Misi Baru
93
93 Pemotongan Poin
94
94
95
95
96
96 Misi Selesai
97
97 Pemotongan Poin
98
98
99
99
100
100
101
101 Mis Selesai
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113 Misi Selesai
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120 Misi Selesai
121
121
122
122
123
124
124
124
125
125
126
126
127
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!