2

Alneo berlari, meskipun ia sendiri tidak tahu pasti ke mana arah yang sedang ia tuju.

"Hey, Sistem! Kau bilang kau adalah sistem canggih yang bisa melakukan apa saja, bukan? Jika begitu, buktikan! Apa kau tahu ke mana ayah bajingan itu membawa adikku?!" tanya Alneo terdengar panik.

[Memproses permintaan Tuan Alneo. Mengidentifikasi lokasi target: Riani.]

[Memindai area sekitar... 10%... 50%... 100%...]

[Pemindaian selesai. Target berada di sebuah lokasi yang tidak jauh dari kediaman Anda saat ini. Saya akan mengirimkan koordinat tepatnya ke dalam peta digital Anda.]

Sret!

Sebuah layar hologram transparan berwarna biru muda di depan Alneo berubah bentuk.

 Alneo sempat tersentak, hampir tersandung kakinya sendiri karena fokus ke layar hologram itu.

Di atas peta digital yang hanya bisa dilihat olehnya itu, sebuah titik merah berkedip-kedip, sementara titik hijau dirinya sedang bergerak cepat mendekat.

Alneo Melihat nama jalan yang tertera di peta. Langkahnya mendadak melambat.

"Kurang ajar! Jadi... tua bangka itu benar-benar menjual Riani ke tempat terkutuk itu?!" kata Alneo dengan amarah.

 "Tempat itu adalah markas rentenir pimpinan Bos Reno! Mereka tidak punya kemanusiaan. Jika Riani sampai disentuh oleh mereka, aku bersumpah akan mencabik-cabik ayah kandungku sendiri!" kata Alneo bertekad.

 Alneo kembali berlari. Kali ini dengan kecepatan penuh.

Hingga akhirnya, Alneo tiba di sebuah area komersial yang sepi. Di hadapannya sebuah gedung mewah berlantai tiga dengan arsitektur modern, ada beberapa mobil mewah terparkir di halamannya.

Alneo berhenti di balik bayangan pohon besar.

"Di sini... tempatnya," bisik Alneo.

Ia melihat pintu kaca besar di depan gedung. Tanpa pikir panjang, ia melangkah maju, hendak langsung menerobos masuk.

[Peringatan! Peringatan! Tuan, sebaiknya Anda jangan gegabah untuk masuk lewat pintu depan.]

Alneo tertahan. "Apa lagi sekarang?!"

[Sistem berhasil mengidentifikasi ancaman di dalam gedung. Terdapat 5 orang pengawal berbadan besar yang dilengkapi dengan senjata api jenis pistol semi-otomatis di lobi utama. Berdasarkan kalkulasi statistik tubuh Anda saat ini: tingkat kemenangan Anda jika nekat masuk adalah 0,02%. Dengan kata lain, Anda hanya akan mati konyol sebelum sempat melihat ujung rambut adik Anda.]

Mendengar ucapan sistem yang begitu blak-blakan, Alneo menggeram frustrasi. Ia mengacak rambutnya dengan kasar.

"Lalu aku harus bagaimana?! Apa kau punya solusi? Apa ada jalan keluar?!" tanya Alneo bertubi-tubi.

[Harap tenang, Tuan. Jika rute utama mustahil dijalani, maka sistem akan menunjukkan rute alternatif yang aman untuk Anda lewati.]

"Lakukan!" kata Alneo.

[Memulai pemindaian struktur bangunan... Loading... 30%...45%... 59%... 70%...96%... 100%...]

[Proses selesai. Mengunci rute infiltrasi senyap melalui jalur ventilasi belakang gedung. Silakan ikuti garis panduan berwarna kuning di peta Anda, Tuan.]

Alneo melihat garis kuning bercahaya kini terbentang di atas tanah, memandu langkahnya memutari gedung menuju area yang gelap dan tak terjaga.

"Bagus. Taruhan nyawa ini dimulai sekarang," bisik Alneo sembari bergerak mengendap-endap mengikuti petunjuk sistem.

Alneo bergerak cepat, merayap di sepanjang dinding luar. Garis kuning di layar hologramnya menuntunnya ke sebuah lorong sempit di bagian belakang gedung, area pembuangan limbah.

Untung saja ada mesin generator di sana, suara mesin itu meredam langkah kaki Alneo yang terburu-buru.

Di ujung lorong, sekitar tiga meter di atas tanah, sebuah jeruji besi ventilasi udara tampak terpasang di dinding.

"Di atas sana? Bagaimana cara aku naik tanpa tangga?" bisik Alneo sembari menengadah, menatap ventilasi.

[Sistem mendeteksi tumpukan peti kayu kosong di sebelah kanan Anda. Secara matematis, jika Anda menyusun tiga peti terbesar, Anda akan memiliki tinggi yang cukup untuk menjangkau ventilasi.]

Alneo menoleh. Benar saja, ada beberapa peti kayu bekas berantakan di dekat tempat sampah besar.

Tanpa membuang waktu, ia mengangkat peti-peti itu satu per satu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

Setelah menyusun peti tersebut, Alneo memanjatnya. Ia berjinjit dan mengangkat tangannya.

Hap!

Tangannya berhasil memegang besi ventilasi.

"Argh..." Alneo menggeram pelan, saat ia mencoba menarik tubuhnya sendiri ke atas karena ia jarang latihan otot.

[Peringatan: Hadiah dari sistem 100% Energi tubuh untuk Anda. Akan tetapi Energi fisik Anda terkuras 40%. Disarankan untuk mengalirkan sedikit energi pasif dari sistem untuk memperkuat otot lengan Anda. Apakah Anda setuju?]

"Lakukan saja!" ucap Alneo dengan wajah merah.

Seketika, Alneo merasakan sensasi hangat yang menyengat mengalir dari dadanya menuju kedua lengannya membuat tubuhnya ringan

 Dengan satu hentakan kuat, ia berhasil mendorong tubuhnya masuk ke dalam lubang ventilasi.

"Ah, lain kali aku harus latihan fisik untuk memperkuat tubuhku," batinnya setelah menyadari jika tubuhnya sangat lemah.

Klek. Krekk.

Setelah merayap sekitar sepuluh meter, Alneo mendengar suara percakapan dari bawah salah satu lubang udara.

Itu adalah sebuah ruangan mewah. Di sana ka melihat seorang gadis remaja dengan seragam sekolah yang robek di bagian lengan sedang terikat erat.

Mulutnya disumpal kain. Itu Riani. Matanya yang sembap penuh dengan ketakutan.

Jantung Alneo berdegup kencang. Kemarahannya langsung naik ke ubun-ubun melihat adiknya diperlakukan seperti binatang pajangan.

Di dalam ventilasi, Alneo mencengkeram besi dengan kuat.

"Bajingan tua... dia benar-benar melakukannya," desis Alneo dengan suara bergetar karena murka.

[ Tersisa Bos Reno dan 2 pengawal bersenjata di dalam ruangan ini. 3 pengawal lainnya berada di luar pintu lobi. Tingkat keberhasilan penyusupan mendadak: 65%.]

[Rekomendasi Sistem: Gunakan elemen kejutan. Jatuh tepat di atas salah satu pengawal untuk melumpuhkannya secara instan.]

Alneo menarik napas dalam-dalam. Matanya menatap tajam ke arah kepala salah satu pengawal yang berada tepat di bawah lubang ventilasi.

"65 persen sudah lebih dari cukup untukku. Sistem... bersiaplah. Begitu aku turun, beri aku semua kekuatan yang kau punya!" bisik Alneo.

[Dimengerti, Tuan. Mode Tempur: Diaktifkan.]

Terpopuler

Comments

Night Watcher

Night Watcher

mudah2an alurnya gak belepotan..🤭

2026-06-09

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3 Misi Selesai
4 4 Misi Sampingan
5 5 Misi Selesai
6 6
7 7 Membeli nasi Goreng
8 8
9 9 Misi Baru
10 10 Misi Selesai
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15 Membayar Ongkos Taksi
16 16
17 17
18 18 Misi Baru
19 19 Misi Selesai
20 20 Uang Untuk Supir Taksi
21 21
22 22
23 23
24 24 Misi Sampingan
25 25
26 26 Hadiah Misi
27 27
28 29
29 30
30 31
31 32
32 33
33 34
34 33
35 34 Misi Baru
36 35
37 36
38 37
39 39 Misi Selesai
40 40
41 41
42 42 Misi Baru
43 43
44 44 Misi Selesai
45 45
46 46 Misi Selesai
47 47
48 48
49 47
50 50
51 51 Misi Selesai
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62 Misi Selesai
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70 Jajan Untuk Riani.
71 71 Misi Baru
72 72 Poin Untuk Membantu Mahasiswi
73 73 Misi Selesai
74 74
75 75
76 76
77 78
78 78
79 79
80 80
81 81 Misi Selesai
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92 Misi Baru
93 93 Pemotongan Poin
94 94
95 95
96 96 Misi Selesai
97 97 Pemotongan Poin
98 98
99 99
100 100
101 101 Mis Selesai
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113 Misi Selesai
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120 Misi Selesai
121 121
122 122
123 124
124 124
125 125
126 126
127 Pengumuman
Episodes

Updated 127 Episodes

1
1
2
2
3
3 Misi Selesai
4
4 Misi Sampingan
5
5 Misi Selesai
6
6
7
7 Membeli nasi Goreng
8
8
9
9 Misi Baru
10
10 Misi Selesai
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15 Membayar Ongkos Taksi
16
16
17
17
18
18 Misi Baru
19
19 Misi Selesai
20
20 Uang Untuk Supir Taksi
21
21
22
22
23
23
24
24 Misi Sampingan
25
25
26
26 Hadiah Misi
27
27
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
33
35
34 Misi Baru
36
35
37
36
38
37
39
39 Misi Selesai
40
40
41
41
42
42 Misi Baru
43
43
44
44 Misi Selesai
45
45
46
46 Misi Selesai
47
47
48
48
49
47
50
50
51
51 Misi Selesai
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62 Misi Selesai
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70 Jajan Untuk Riani.
71
71 Misi Baru
72
72 Poin Untuk Membantu Mahasiswi
73
73 Misi Selesai
74
74
75
75
76
76
77
78
78
78
79
79
80
80
81
81 Misi Selesai
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92 Misi Baru
93
93 Pemotongan Poin
94
94
95
95
96
96 Misi Selesai
97
97 Pemotongan Poin
98
98
99
99
100
100
101
101 Mis Selesai
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113 Misi Selesai
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120 Misi Selesai
121
121
122
122
123
124
124
124
125
125
126
126
127
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!