Chapter 3.

Jalanan sore itu terasa begitu bersahabat. Sedan mewah berwarna midnight blue milik Alya melaju mulus membelah jalanan kota tanpa hambatan berarti.

Mobil keluaran terbaru dengan plat nomor khusus itu bergerak elegan, seolah sama mahalnya dengan seluruh barang belanjaan yang memenuhi bagasi belakangnya.

Tak butuh waktu lama hingga kendaraan itu akhirnya berhenti tepat di depan rumah megah milik keluarganya. Sebuah kamera otomatis yang terpasang di gerbang utama langsung memindai plat nomor mobil Alya.

Beberapa detik kemudian, gerbang besi tinggi bermotif klasik perlahan terbuka, seakan sedang menyambut kepulangan sang putri kecil keluarga itu kembali ke rumahnya.

Dan memang… rumah itu nyaris menyerupai istana modern.

Bangunan utama bergaya modern classic berdiri megah di atas lahan luas, dengan dominasi marmer putih mengilap yang melapisi hampir seluruh fasad bangunan.

Pilar-pilar tinggi menjulang gagah di bagian depan, mengingatkan pada villa-villa aristokrat Eropa, sementara deretan jendela besar semakin menambah kesan elegan sekaligus mewah.

Begitu masuk ke dalam rumah, Alya langsung mendapati suasana ruang keluarga yang ramai.

Di sofa utama, papinya bersama kedua kakak laki-lakinya terlihat sedang bersantai sambil menikmati kopi dan menonton televisi.

Begitu melihat sang putri bungsu datang, wajah Alya langsung berbinar. Tanpa pikir panjang, ia berlari kecil lalu langsung memeluk papinya erat seperti anak kecil yang baru pulang bermain.

“Papiii…” rengeknya manja sambil memeluk pinggang pria paruh baya itu.

Sang papi hanya tersenyum hangat, membalas pelukan putri kesayangannya dengan penuh kelembutan.

Salah satu kakaknya yang duduk tak jauh dari sana menoleh sekilas ke arah tumpukan kantong belanja yang dibawa beberapa asisten rumah tangga dari belakang Alya.

“Habis belanja perlengkapan KKN?” tanyanya santai.

Namun beberapa detik kemudian, kedua kakaknya mulai saling bertukar pandang. Alis mereka perlahan berkerut.

Perhatian ketiganya langsung tertuju pada koper jumbo rose gold yang ukurannya begitu besar hingga tampak mencolok dibanding barang lainnya. Belum lagi puluhan kantong belanja yang terus berdatangan dari mobil.

Alya justru terlihat sangat antusias. Ia segera duduk di samping papinya lalu mulai bercerita tanpa diminta.

“Tadi Alya beli banyak banget. Ada baju berkebun, terus jaket anti panas, baju anti serangga…”

Alya berhenti sejenak, seolah memastikan tak ada satu pun daFtar belanjanya yang terlewat, sebelum kembali melanjutkan dengan nada penuh antusias.

“Oh iya, Alya juga beli baju perlindungan anti lebah. Siapa tahu nanti disuruh ambil madu di hutan.”

Kalimat itu langsung membuat ketiga pria di ruangan itu terdiam beberapa detik.

Ekspresi mereka berubah aneh. Antara ingin tertawa, kesal, sekaligus gemas menghadapi tingkah putri bungsu keluarga mereka.

Elang hanya bisa menghela napas panjang sambil Mengusap wajahnya, seolah sedang berusaha menerima kenyataan bahwa adik kesayangannya memang selalu di luar nalar.

“Tunggu…” katanya pelan. “Kamu mau KKN… atau pindah buat tinggal di hutan Amazon?”

Keano ikut menggeleng pelan, masih berusaha Mencerna daftar belanja adiknya yang semakin lama terdengar semakin tidak masuk akal.

“Baju anti lebah?” ia menatap Alya tak percaya.

“Serius?”

Alya justru mengangguk polos.

“Iya dong. Kita nggak pernah tahu keadaan di sana kayak gimana.”

Mendengar itu, kakak keduanya langsung bersandar di sofa sambil menggeleng berkali-kali.

“Buset…” gumamnya.

“Sekalian aja princess-ku beli lahan pertanian di sana.”

Ucapan Keano sontak membuat suasana ruang keluarga pecah oleh gelak tawa.

Sementara sang papi hanya bisa menghela napas pasrah melihat tingkah anak bungsunya yang sejak kecil memang selalu penuh kejutan.

Dengan senyum lembut, pria itu mengangkat tangan lalu mengusap pelan rambut Alya penuh kasih sayang.

“Apa nggak repot, sayang, bawa barang sebanyak itu nanti?” tanyanya lembut.

Alya langsung menggeleng mantap.

“Nggak, Papi.” jawabnya serius.

“Ini semua perlengkapan wajib, Papi. Alya nggak tahu nanti bakal menghadapi apa di sana.”

Mendengar jawaban itu, Elang dan Keano akhirnya tak sAnggup lagi menahan tawa mereka.

“Bertahan hidup katanya…” salah satu dari mereka terkekeh.

Yang lain ikut menimpali sambil menunjuk koper jumbo milik Alya.

“Kayak mau ikut ekspedisi berbulan-bulan aja, bukan KKN.”

Alya justru memeluk papinya lagi dengan wajah penuh keyakinan.

Ia sadar, bagi orang lain persiapannya mungkin tampak seperti sesuatu yang terlalu berlebihan untuk sekadar KKN.

Namun Alya sama sekali tidak peduli. Baginya, lebih baik bersiap untuk segala kemungkinan daripada menyesal ketika sudah berada di lokasi nanti.

Biarlah mereka menertawakannya hari ini. Sebab ketika saat itu benar-benar tiba, Alya yakin hanya dirinya yang sudah siap menghadapi apa pun yang menunggu di sana.

Dan di dalam pikirannya, keyakinan itu terdengar sangat masuk akal.

Sementara itu, beberapa asisten rumah tangga masih sibuk membawa sisa belanjaan dari mobil ke dalam rumah. Tumpukan paper bag berbagai merek ternama kini memenuhi sudut ruang keluarga.

Keano menatap pemandangan itu cukup lama, lalu menghela napas sambil menunjuk koper jumbo rose gold milik adiknya.

“Aku serius nanya, ya…” katanya pelan.

“KKN kalian cuma beberapa minggu, kan?”

Alya yang sejak tadi menempel di sisi papinya hanya mengangguk santai, seolah pertanyaan itu bukan sesuatu yang perlu dipikirkan serius.

“Iya. Memangnya kenapa?”

Dari tempat duduknya, Elang akhirnya menoleh lalu ikut Menanggapi dengan nada tenang.

“Karena koper kamu itu ukurannya kayak orang mau pindahan.” katanya datar.

Alya mendecak pelan, lalu menyilangkan Tangan di depan dada dengan ekspresi protes.

“Kalian tuh lebay.” protesnya.

“Aku cuma lagi berjaga-jaga.”

“Berjaga-jaga apanya?” Keano bertanya sambil tertawa kecil.

Tak terima dibantah, Alya langsung menegakkan tubuhnya lalu mulai merinci semuanya dengan jari yang terangkat satu demi satu.

“Kalau ternyata cuacanya panas ekstrem, aku udah siap. Kalau banyak serangga, aku juga aman. Kalau ada kegiatan outdoor, aku punya baju khusus.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada penuh keyakinan.

“Dan kalau ternyata tempatnya nggak nyaman buat tidur… aku udah beli daster satin baru.”

Keheningan langsung memenuhi ruangan.

Papinya sampai berhenti meminum kopi, sementara Elang dan Keano saling menatap beberapa detik sebelum akhirnya bersamaan menggeleng pasrah.

Papinya tak bisa menahan senyum melihat tingkah ketiga anaknya. Dengan lembut, pria itu kembali mengusap rambut panjang Alya yang sejak tadi duduk menempel manja di sampingnya.

Namun di balik semua itu, Alya sudah memiliki satu pemikiran yang sejak awal tidak pernah berubah.

Ketika nanti peserta lain mulai kerepotan menghadapi kondisi di lokasi KKN, hanya dirinya yang akan tetap tenang karena sudah mempersiapkan semuanya sejak awal.

Dan dengan pikiran itu, Alya merasa keputusan belanja hampir setengah hari tadi adalah keputusan terbaik yang pernah ia buat.

Setidaknya… untuk sekarang, ia benar-benar percaya demikian.

Episodes
1 Chapter 1.
2 Chapter 2.
3 Chapter 3.
4 Chapter 4.
5 Chapter 5.
6 Chapter 6.
7 Chapter 7.
8 Chapter 8.
9 Chapter 9.
10 Chapter 10.
11 Chapter 11.
12 Chapter 12.
13 Chapter 13.
14 Chapter 14.
15 Chapter 15.
16 Chapter 16.
17 Chapter 17.
18 Chapter 18.
19 Chapter 19.
20 Chapter 20.
21 Chapter 21.
22 Chapter 22.
23 Chapter 23.
24 Chapter 24.
25 Chapter 25.
26 Chapter 26.
27 Chapter 27.
28 Chapter 28.
29 Chapter 29.
30 Chapter 30.
31 Chapter 31.
32 Chapter 32.
33 Chapter 33.
34 Chapter 34.
35 Chapter 35.
36 Chapter 36.
37 Chapter 37.
38 Chapter 38.
39 Chapter 39.
40 Chapter 40.
41 Chapter 41.
42 Chapter 42.
43 chapter 43.
44 Chapter 44.
45 Chapter 45.
46 Chapter 46.
47 Chapter 47.
48 Chapter 48.
49 Chapter 49.
50 Chapter 50.
51 Chapter 41.
52 Chapter 52.
53 Chapter 53.
54 Chapter 54.
55 Chapter 55.
56 Chapter 56.
57 Chapter 57.
58 Chapter 58.
59 Chapter 59.
60 Chapter 60.
61 Chapter 61.
62 Chapter 62.
63 Chapter 63.
64 Chapter 64.
65 Chapter 65.
66 Chapter 66.
67 Chapter 67.
68 Chapter 68.
69 Chapter 69.
70 Chapter 70.
71 Chapter 71.
72 Chapter 72.
73 Chapter 73.
74 Chapter 74.
75 Chapter 75.
76 Chapter 76.
77 Chapter 77.
78 Chapter 78.
79 Chapter 79.
80 Chapter 80.
81 Chapter 81.
82 Chapter 82.
83 Chapter 83.
84 Chapter 84.
85 Chapter 85.
86 Chapter 86.
87 Chapter 87.
88 Chapter 88.
89 Chapter 89.
90 Chapter 90.
91 Chapter 91.
92 Chapter 92.
93 Chapter 93.
94 Chapter 94.
95 Chapter 95.
96 Chapter 96.
97 Chapter 97.
98 Chapter 98.
99 Chapter 99.
100 Chapter 100.
101 Chapter 101.
102 Chapter 102.
103 Chapter 103.
104 Chapter 104.
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1.
2
Chapter 2.
3
Chapter 3.
4
Chapter 4.
5
Chapter 5.
6
Chapter 6.
7
Chapter 7.
8
Chapter 8.
9
Chapter 9.
10
Chapter 10.
11
Chapter 11.
12
Chapter 12.
13
Chapter 13.
14
Chapter 14.
15
Chapter 15.
16
Chapter 16.
17
Chapter 17.
18
Chapter 18.
19
Chapter 19.
20
Chapter 20.
21
Chapter 21.
22
Chapter 22.
23
Chapter 23.
24
Chapter 24.
25
Chapter 25.
26
Chapter 26.
27
Chapter 27.
28
Chapter 28.
29
Chapter 29.
30
Chapter 30.
31
Chapter 31.
32
Chapter 32.
33
Chapter 33.
34
Chapter 34.
35
Chapter 35.
36
Chapter 36.
37
Chapter 37.
38
Chapter 38.
39
Chapter 39.
40
Chapter 40.
41
Chapter 41.
42
Chapter 42.
43
chapter 43.
44
Chapter 44.
45
Chapter 45.
46
Chapter 46.
47
Chapter 47.
48
Chapter 48.
49
Chapter 49.
50
Chapter 50.
51
Chapter 41.
52
Chapter 52.
53
Chapter 53.
54
Chapter 54.
55
Chapter 55.
56
Chapter 56.
57
Chapter 57.
58
Chapter 58.
59
Chapter 59.
60
Chapter 60.
61
Chapter 61.
62
Chapter 62.
63
Chapter 63.
64
Chapter 64.
65
Chapter 65.
66
Chapter 66.
67
Chapter 67.
68
Chapter 68.
69
Chapter 69.
70
Chapter 70.
71
Chapter 71.
72
Chapter 72.
73
Chapter 73.
74
Chapter 74.
75
Chapter 75.
76
Chapter 76.
77
Chapter 77.
78
Chapter 78.
79
Chapter 79.
80
Chapter 80.
81
Chapter 81.
82
Chapter 82.
83
Chapter 83.
84
Chapter 84.
85
Chapter 85.
86
Chapter 86.
87
Chapter 87.
88
Chapter 88.
89
Chapter 89.
90
Chapter 90.
91
Chapter 91.
92
Chapter 92.
93
Chapter 93.
94
Chapter 94.
95
Chapter 95.
96
Chapter 96.
97
Chapter 97.
98
Chapter 98.
99
Chapter 99.
100
Chapter 100.
101
Chapter 101.
102
Chapter 102.
103
Chapter 103.
104
Chapter 104.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!