Nona Kota Di Posko Kkn

Nona Kota Di Posko Kkn

Chapter 1.

Kalau ada yang bilang hidup itu keras, mungkin Alya mahendra nggak akan terlalu paham. Karena selama ini, apa pun yang dia inginkan selalu bisa ia dapatkan dengan mudah.

Jadi, ketika universitas mewajibkan seluruh mahasiswa tingkat akhir untuk mengikuti kuliah kerja nyata (Kkn), Alya sama sekali tidak ambil pusing.

Dipikiran Alya, kkn tidak lebih dari sekedar kegiatan pindah tempat tinggal untuk sementara. Mirip liburan kecil yang agak panjang, di mana ia tetap bisa tampil cantik. lalu menikmati suasana desa tanpa harus memikirkan hal rumit.

Tapi, ketika daftar peserta kkn akhirnya muncul di layar ponselnya, Alya langsung terdiam. Matanya tertuju pada satu nama yang terpampang jelas di barisan ke tiga: Arga Pratama.

"Yaa Ampun.. Kenapa harus dia?"

Alya nyaris menjatuhkan ponselnya ke lantai. Wajahnya langsung memerah, kali ini bukan karena malu. Tapi, karena kesal.

Arga Pratama es kutub Selatan, merupakan teman sekelasnya yang Alya benci bukan main.

Bukan karena mereka pernah berantem, bukan jika karena Arga Pratama pernah berbuat jahat. Tapi, karena.. dia terlalu dingin.

Dan yang lebih menyakitkan dinginnya itu hanya terasa ke Alya.

Padahal Alya tidak perna punya masalah dengannya. Bahkan perna beberapa kali mencoba menyapa dengan sopan. Tapi balasannya? cuma anggukan kecil tanpa ekspresi.

Ditengah kejengkelannya, alya sedikit bernapas lega saat melihat satu nama di urutan ke tujuh. Tiara Calista, Sahabatnya.

Mereka sering kerja kelompok bareng, kadang nongkrong sepulang kuliah. Dan tiara selalu tau bagaimana cara menenangkan Alya saat mood-nya sedang tidak baik.

Dengan adanya tiara, setidaknya Alya tidak harus menghadapi Arga sendirian.

Selain mereka bertiga, Alya juga mengenali beberapa nama lain yang akan menjadi teman kkn nya.

Totalnya ada 13 orang dari berbagai fakultas yang mana 8 orang laki-laki, sedangkan perempuan ada 5 orang.

Setelah itu, Alya mematikan ponselnya. Namun, Baru saja layar ponselnya menggelap, matanya tiba-tiba membulat seolah baru mengingat sesuatu.

“Astaga!” serunya spontan.

Ia langsung berdiri dari posisi duduknya hingga kursi di belakang sedikit bergeser.

“Aku harus belanja kebutuhan buat KKN lusa!” teriaknya antusias.

Rasa kesal yang sejak tadi memenuhi pikirannya perlahan menghilang, tergantikan oleh semangat yang mendadak memuncak.

Di pikirannya sekarang cuma ada satu tujuan, membeli semua hal yang sekiranya akan ia butuhkan untuk bertahan selama menjalani KKN di tempat yang bahkan belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

Tanpa membuang waktu, Alya segera meraih tas kecilnya. Hari ini, mau tidak mau, semua persiapan harus selesai.

Tujuannya sudah jelas: mall.

Kalau peserta lain sibuk mempersiapkan kebutuhan KKN seperti alat tulis, obat-obatan, atau perlengkapan lapangan, Alya justru punya prioritas berbeda.

Baginya, pergi ke pelosok bukan berarti harus kehilangan gaya. Tinggal di desa selama beberapa minggu bukan alasan untuk tampil berantakan. Skincare harus lengkap, outfit tetap on point, dan barang-barang favorit tentu wajib dibawa.

Dengan semangat menggebu, Alya segera melajukan mobilnya menuju pusat perbelanjaan.

Sesampainya di sana, ia memarkir kendaraan lalu turun sambil merapikan rambut panjangnya yang sedikit berantakan terkena angin dari pendingin mobil.

Tatapannya menyapu area sekitar.

Suasana basement mall cukup ramai sore itu. Deretan mobil memenuhi hampir setiap sisi parkiran, suara langkah kaki bercampur dengan dentingan troli belanja yang sesekali melintas.

Aroma samar parfum dan pendingin ruangan khas pusat perbelanjaan langsung menyambut begitu ia menutup pintu mobil.

Alya tersenyum kecil.

“Oke… saatnya belanja.”

Tanpa membuang waktu, ia mulai melangkah menyusuri basement menuju lift utama mall, siap menjalankan misi pentingnya hari ini.

Bukan sekadar persiapan KKN… tapi memastikan dirinya tetap tampil maksimal di mana pun berada dan yang lebih penting adalah ini adalah keperluan untuk bertahan hidup di pelosok.

Alya langsung bergerak dari satu toko ke toko lain dengan semangat yang sulit dibendung.

Keranjang belanjanya perlahan mulai penuh. Ia mengambil berbagai perlengkapan yang menurutnya wajib dibawa untuk KKN.

Mulai dari jaket multifungsi berbahan ringan dan tahan panas, pakaian pelindung anti-serangga, bahkan setelan khusus seperti yang biasa dipakai petani madu.

“Siapa tahu nanti aku disuruh bantu ambil madu di hutan,” ujarnya santai pada seorang SPG yang hanya bisa menatapnya bingung, tak yakin apakah Alya sedang bercanda atau benar-benar serius.

Belum selesai sampai di situ, Alya juga memilih beberapa baju lengan pendek berbahan breathable agar tetap nyaman dipakai di cuaca panas, daster tidur satin demi menjaga kualitas istirahatnya, hingga beberapa outfit harian yang tetap terlihat chic tanpa meninggalkan kesan sopan.

Setiap barang dipilih dengan satu tujuan yang menurut Alya sangat penting: siap tempur.

Tak butuh waktu lama, troli belanjanya sudah terisi penuh sampai nyaris meluber. Dari kejauhan, dua kasir yang berjaga di depan toko hanya bisa saling melirik dengan ekspresi tak percaya.

Pemandangan itu benar-benar menarik perhatian. Rasanya seperti mereka sedang melihat seseorang yang bukan hendak berangkat KKN… melainkan bersiap memulai ekspedisi bertahan hidup di tengah hutan Amazon.

Salah satu kasir, seorang perempuan muda yang sudah cukup sering melihat Alya berbelanja di butik itu, akhirnya terkekeh kecil sebelum angkat bicara.

“Kak Alya…” katanya sambil menatap isi troli yang menggunung.

“Ini mau KKN… atau mau buka basecamp di Amazon?” tanyanya setengah bercanda, meski nada herannya terdengar jelas.

Alya justru mengangkat dagu, menampilkan raut puas seolah seluruh isi trolinya adalah keputusan paling rasional di muka bumi.

“Persiapan itu kunci,” jawabnya enteng sembari meraih sepasang boots lapangan yang baru saja ia sambar dari rak dekat kasir.

“Kita tidak pernah tahu apa yang akan menanti di Sukamaju nanti.”

Kedua kasir itu kembali bertukar pandang. Yang satu menahan tawa, sementara yang lain hanya menggeleng tak habis pikir masih berupaya mencerna logika pelanggan paling eksentrik di butik tersebut.

“Tapi, Kak…” salah satu kasir memberanikan diri, jemarinya menunjuk gunungan barang yang nyaris menutupi dasar troli.

“Isinya ada jaket anti panas, pakaian anti serangga, sepatu lapangan, skincare satu pouch penuh, dan…”

matanya menyipit saat menemukan benda ganjil di antara tumpukan itu, “daster satin?”

Alya mengangguk mantap, sama sekali tidak merasa ada yang janggal.

“Tidur yang nyenyak itu kebutuhan primer.”

“Di Sukamaju, maksudnya?”

Alya tersenyum tipis.

“Justru karena di Sukamaju. Kalau seharian tenaga habis terkuras kegiatan KKN, setidaknya saat terlelap, aku harus merasa kalau hidupku tetap high quality.”

Jawaban itu memancing tawa kecil dari kedua kasir. Namun, Alya belum puas. Ia berbalik, kembali melangkah ke rak terdekat, lalu menyambar sebuah topi pantai bertepi lebar dan kacamata hitam.

“Kak…” panggil kasir itu dengan nada pasrah.

“Serius deh… KKN di Sukamaju itu sebenarnya tempatnya seperti apa? Sampai harus bawa baju anti lebah?”

Alya memasukkan barang terakhir tersebut ke troli, lalu menoleh dengan wajah penuh keyakinan.

“Entahlah,” sahutnya santai.

“Tapi kalau ternyata medan di sana ekstrem…” ia menggantung kalimatnya, menatap penuh arti ke arah "ekspedisi" belanjaannya,

“…setidaknya aku sudah siap menghadapi segalanya.”

Keheningan singkat menyelimuti meja kasir. Salah satu dari mereka kemudian berbisik pelan pada rekannya.

“Aku yakin… dia bukan mau KKN ke desa biasa.”

“Terus?”

Kasir itu melirik Alya yang kini tengah sibuk mengecek daftar belanja di ponselnya dengan teliti.

“Dia sepertinya sedang bersiap ikut syuting survival show di hutan belantara.”

Sudut bibir Alya terangkat pelan, puas Karena setidaknya satu misi penting telah berhasil ia tuntaskan hari ini.

Terpopuler

Comments

Muh Adhil

Muh Adhil

hahah author nya tega banget sama alya 🤣

2026-06-08

1

Adiba Azahra

Adiba Azahra

Siap nyaman nih 👍

2026-08-15

1

Rian Moontero

Rian Moontero

mampiiirr👍🤣

2026-07-15

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1.
2 Chapter 2.
3 Chapter 3.
4 Chapter 4.
5 Chapter 5.
6 Chapter 6.
7 Chapter 7.
8 Chapter 8.
9 Chapter 9.
10 Chapter 10.
11 Chapter 11.
12 Chapter 12.
13 Chapter 13.
14 Chapter 14.
15 Chapter 15.
16 Chapter 16.
17 Chapter 17.
18 Chapter 18.
19 Chapter 19.
20 Chapter 20.
21 Chapter 21.
22 Chapter 22.
23 Chapter 23.
24 Chapter 24.
25 Chapter 25.
26 Chapter 26.
27 Chapter 27.
28 Chapter 28.
29 Chapter 29.
30 Chapter 30.
31 Chapter 31.
32 Chapter 32.
33 Chapter 33.
34 Chapter 34.
35 Chapter 35.
36 Chapter 36.
37 Chapter 37.
38 Chapter 38.
39 Chapter 39.
40 Chapter 40.
41 Chapter 41.
42 Chapter 42.
43 chapter 43.
44 Chapter 44.
45 Chapter 45.
46 Chapter 46.
47 Chapter 47.
48 Chapter 48.
49 Chapter 49.
50 Chapter 50.
51 Chapter 41.
52 Chapter 52.
53 Chapter 53.
54 Chapter 54.
55 Chapter 55.
56 Chapter 56.
57 Chapter 57.
58 Chapter 58.
59 Chapter 59.
60 Chapter 60.
61 Chapter 61.
62 Chapter 62.
63 Chapter 63.
64 Chapter 64.
65 Chapter 65.
66 Chapter 66.
67 Chapter 67.
68 Chapter 68.
69 Chapter 69.
70 Chapter 70.
71 Chapter 71.
72 Chapter 72.
73 Chapter 73.
74 Chapter 74.
75 Chapter 75.
76 Chapter 76.
77 Chapter 77.
78 Chapter 78.
79 Chapter 79.
80 Chapter 80.
81 Chapter 81.
82 Chapter 82.
83 Chapter 83.
84 Chapter 84.
85 Chapter 85.
86 Chapter 86.
87 Chapter 87.
88 Chapter 88.
89 Chapter 89.
90 Chapter 90.
91 Chapter 91.
92 Chapter 92.
93 Chapter 93.
94 Chapter 94.
95 Chapter 95.
96 Chapter 96.
97 Chapter 97.
98 Chapter 98.
99 Chapter 99.
100 Chapter 100.
101 Chapter 101.
102 Chapter 102.
103 Chapter 103.
104 Chapter 104.
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1.
2
Chapter 2.
3
Chapter 3.
4
Chapter 4.
5
Chapter 5.
6
Chapter 6.
7
Chapter 7.
8
Chapter 8.
9
Chapter 9.
10
Chapter 10.
11
Chapter 11.
12
Chapter 12.
13
Chapter 13.
14
Chapter 14.
15
Chapter 15.
16
Chapter 16.
17
Chapter 17.
18
Chapter 18.
19
Chapter 19.
20
Chapter 20.
21
Chapter 21.
22
Chapter 22.
23
Chapter 23.
24
Chapter 24.
25
Chapter 25.
26
Chapter 26.
27
Chapter 27.
28
Chapter 28.
29
Chapter 29.
30
Chapter 30.
31
Chapter 31.
32
Chapter 32.
33
Chapter 33.
34
Chapter 34.
35
Chapter 35.
36
Chapter 36.
37
Chapter 37.
38
Chapter 38.
39
Chapter 39.
40
Chapter 40.
41
Chapter 41.
42
Chapter 42.
43
chapter 43.
44
Chapter 44.
45
Chapter 45.
46
Chapter 46.
47
Chapter 47.
48
Chapter 48.
49
Chapter 49.
50
Chapter 50.
51
Chapter 41.
52
Chapter 52.
53
Chapter 53.
54
Chapter 54.
55
Chapter 55.
56
Chapter 56.
57
Chapter 57.
58
Chapter 58.
59
Chapter 59.
60
Chapter 60.
61
Chapter 61.
62
Chapter 62.
63
Chapter 63.
64
Chapter 64.
65
Chapter 65.
66
Chapter 66.
67
Chapter 67.
68
Chapter 68.
69
Chapter 69.
70
Chapter 70.
71
Chapter 71.
72
Chapter 72.
73
Chapter 73.
74
Chapter 74.
75
Chapter 75.
76
Chapter 76.
77
Chapter 77.
78
Chapter 78.
79
Chapter 79.
80
Chapter 80.
81
Chapter 81.
82
Chapter 82.
83
Chapter 83.
84
Chapter 84.
85
Chapter 85.
86
Chapter 86.
87
Chapter 87.
88
Chapter 88.
89
Chapter 89.
90
Chapter 90.
91
Chapter 91.
92
Chapter 92.
93
Chapter 93.
94
Chapter 94.
95
Chapter 95.
96
Chapter 96.
97
Chapter 97.
98
Chapter 98.
99
Chapter 99.
100
Chapter 100.
101
Chapter 101.
102
Chapter 102.
103
Chapter 103.
104
Chapter 104.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!