Chapter 4.

Setelah beberapa hari sibuk mempersiapkan segalanya, akhirnya tiba juga hari ketika Alya benar-benar harus meninggalkan kenyamanan hidup yang selama ini selalu ada di sekelilingnya.

Beberapa mobil sudah terparkir rapi di halaman rumah sejak pagi. Para asisten rumah tangga tampak sibuk membantu memindahkan koper-koper besar milik Alya ke bagasi mobil.

Jumlah barang bawaan gadis itu masih sama absurdnya seperti saat pertama kali ia pulang dari mall beberapa hari lalu.

Suasana rumah pagi itu terasa lebih ramai dari biasanya. Namun di balik kesibukan itu, ada perasaan aneh yang perlahan memenuhi rumah besar tersebut.

Hari ini, untuk pertama kalinya, putri bungsu keluarga mereka benar-benar akan pergi cukup jauh dan tinggal tanpa segala kenyamanan yang selama ini selalu mengelilinginya.

Alya berdiri diam di depan teras rumah besar itu. Tatapannya lurus ke halaman depan, tetapi pikirannya terasa penuh.

Entah kenapa, rasa antusias yang sejak awal memenuhi dirinya kini perlahan berubah menjadi sesuatu yang membuat dadanya terasa sesak.

Ada rasa gugup yang perlahan muncul.

Sedikit takut.

Dan entah kenapa… dadanya terasa begitu berat.

Keano yang berdiri tak jauh darinya menjadi orang pertama yang menyadari perubahan ekspresi sang adik.

Keano yang menyadari perubahan wajah sang adik akhirNya berjalan ke arahnya, lalu memberi tepukan kecil di pundaknya.

“Udah siap, princess?” tanyanya, kali ini tanpa nada menggoda seperti biasanya.

Alya hanya memberi anggukan kecil. Namun matanya mulai perlahan berkaca-kaca.

Melihat itu, Elang yang sejak tadi berdiri di dekat mobil langsung menghela napas pelan.

“Baru mau berangkat aja udah mau nangis.” komentarnya datar, meski terdengar lebih lembut dari biasanya.

“Aku nggak nangis.” bantah Alya cepat, walaupun suaranya terdengar pelan.

Keano justru tersenyum geli.

“Oh ya?” katanya santai.

“Terus itu mata merah kenapa? Kurang tidur mikirin koper rose gold kamu?”

“Kak Keano…” Alya langsung mendelik kesal.

“Jangan mulai lagi.”

Elang akhirnya berjalan mendekat. Untuk sesaat, ia hanya menatap adiknya diam-diam sebelum mengangkat tangan dan mengacak lembut puncak kepala Alya.

“Denger…” katanya pendek.

“Di sana jaga diri. Jangan terlalu keras kepala.”

Meski nada suaranya tetap datar, Alya tahu itu adalah bentuk perhatian dari kakak tertuanya yang selalu sulit menunjukkan perasaan.

“Dan jangan bikin orang-orang di sana syok lihat barang bawaan kamu.” katanya sambil menunjuk koper jumbo milik Alya.

“Serius, gue masih heran gimana kamu bisa masukin setengah isi kamar ke dalam koper itu.”

Mendengar itu, Alya langsung mengerucutkan bibirnya dengan wajah sebal.

“Ini namanya persiapan.” balasnya membela diri.

Di tengah percakapan mereka, sang papi akhirnya keluar dari dalam rumah. Langkahnya tetap tenang seperti biasa, tetapi ada sorot berbeda di wajah pria itu, sesuatu yang sejak tadi berusaha ia tahan.

Tatapannya langsung jatuh pada putri bungsu kesayangannya yang kini benar-benar akan pergi dari rumah untuk pertama kalinya dalam waktu cukup lama.

“Alya…” panggilnya lembut.

Mendengar suara itu, Alya langsung menoleh. Seketika pertahanannya runtuh.

Tanpa pikir panjang, ia berjalan cepat lalu langsung memeluk papinya erat. Jauh lebih erat dibanding biasanya.

“Papi…” suaranya terdengar kecil, nyaris bergetar.

Pria itu tersenyum tipis, lalu membalas pelukan putrinya dengan hangat. Tangannya perlahan mengusap rambut panjang Alya penuh kasih sayang, seperti yang selalu ia lakukan sejak Alya kecil.

“Papi tahu kamu pasti bisa jaga diri.” katanya lembut.

“Tapi kalau ada apa-apa, jangan dipendam sendiri. Cerita sama Papi.”

Mendengar perhatian sederhana itu, Alya tak lagi mampu Menahan perasaan yang sejak tadi mengendap di dadanya, matanya mulai berkaca-kaca semakin jelas.

“Papi jangan ngomong gitu…” gumamnya pelan.

“Nanti Alya beneran nangis.”

Keano yang melihat itu langsung menghela napas panjang sambil menggeleng kecil.

“Wah… selesai. Princess kita udah mau mewek.”

“Elang, lima menit lagi paling batal berangkat.” tambahnya santai.

“Diam, Kak.” Alya langsung menoleh tajam, meski sudut matanya sudah mulai basah.

Elang justru tersenyum tipis, senyum langka yang jarang sekali muncul di wajahnya.

Sementara sang papi kembali mengusap kepala Alya pelan.

“Pergi belajar banyak hal, hm?” katanya lembut.

“Nggak selamanya kamu akan hidup di zona nyaman seperti di rumah.”

Nasihat sederhana itu membuat Alya terdiam cukup lama. Entah kenapa, baru detik itu semuanYa terasa jauh lebih nyata dari sebelumnya.

Ini bukan lagi soal koper mahal, skincare, atau segala persiapan berlebihan yang selama ini membuatnya percaya diri.

Hari ini… ia benar-benar akan keluar dari dunia nyaman yang selama ini selalu melindunginya.

Dan entah kenapa… untuk pertama kalinya Alya merasa takut menghadapi apa yang menunggunya di depan sana.

Keheningan sempat menggantung beberapa detik setelah ucapan papinya barusan, Tidak ada lagi candaan dari Keano.

Bahkan Elang pun memilih diam, membiarkan Alya menikmati beberapa menit terakhirnya bersama keluarga sebelum benar-benar pergi.

Di hadapan mereka, para asisten rumah tangga masih sibuk memastikan seluruh barang bawaan Alya sudah masuk ke bagasi mobil.

Pemandangan yang bahkan membuat sopir keluarga itu beberapa kali melirik koper jumbo milik Alya dengan ekspresi bingung.

Jujur saja, barang bawaan nona kecil keluarga itu terlihat lebih cocok untuk perjalanan satu bulan ke luar negeri dibanding kegiatan KKN di desa terpencil.

Alya perlahan melepaskan pelukannya dari sang papi. Matanya masih sedikit memerah, meskipun ia sudah berusaha mati-matian terlihat baik-baik saja.

Sang papi tersenyum lembut, lalu mengusap sudut mata putrinya menggunakan ibu jari.

“Anak Papi nggak boleh sedih.” ucapnya pelan.

“Kamu cuma pergi beberapa minggu, bukan pindah selamanya.”

Alya menarik napas panjang lalu mengangguk.

“Iya, Pi…” jawabnya pelan.

Keano yang sejak tadi berdiri bersandar di dekat mobil akhirnya kembali membuka suara.

“By the way…” katanya sambil melirik jam tangan.

“Kalau kita nggak berangkat sekarang, bisa-bisa teman-teman Alya mikir dia diculik keluarga sendiri.”

Alya langsung melotot.

“Kak Keano, serius deh…”

Keano hanya tertawa kecil.

Sementara Elang melangkah mendekat, lalu mengambil koper rose gold milik Alya tanpa banyak bicara.

Gerakan sederhana itu membuat Alya sedikit menatap kakak tertuanya. Biasanya Elang bukan tipe orang yang suka menunjukkan perhatian secara terang-terangan.

Pria itu membuka bagasi belakang mobil, memasukkan koper besar tersebut dengan mudah, lalu menoleh sekilas.

“Pastikan barang penting nggak ada yang ketinggalan.” katanya singkat.

Alya tersenyum kecil.

“Iya, Kak.”

Tak lama kemudian, suara notifikasi dari ponselnya terdengar.

Alya menunduk, membuka layar, lalu melihat pesan dari grup KKN mereka.

Semua kumpul di kampus 15 menit lagi. Jangan ada yang telat.

Tanpa ia sadari… perjalanan KKN itu bukan hanya akan mengubah cara hidupnya.

Tetapi juga… mempertemukannya dengan seseorang yang perlahan akan mengubah seluruh dunianya.

Dan semua itu… dimulai hari ini.

Terpopuler

Comments

Ny.

Ny.

bagus kak..

2026-07-03

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1.
2 Chapter 2.
3 Chapter 3.
4 Chapter 4.
5 Chapter 5.
6 Chapter 6.
7 Chapter 7.
8 Chapter 8.
9 Chapter 9.
10 Chapter 10.
11 Chapter 11.
12 Chapter 12.
13 Chapter 13.
14 Chapter 14.
15 Chapter 15.
16 Chapter 16.
17 Chapter 17.
18 Chapter 18.
19 Chapter 19.
20 Chapter 20.
21 Chapter 21.
22 Chapter 22.
23 Chapter 23.
24 Chapter 24.
25 Chapter 25.
26 Chapter 26.
27 Chapter 27.
28 Chapter 28.
29 Chapter 29.
30 Chapter 30.
31 Chapter 31.
32 Chapter 32.
33 Chapter 33.
34 Chapter 34.
35 Chapter 35.
36 Chapter 36.
37 Chapter 37.
38 Chapter 38.
39 Chapter 39.
40 Chapter 40.
41 Chapter 41.
42 Chapter 42.
43 chapter 43.
44 Chapter 44.
45 Chapter 45.
46 Chapter 46.
47 Chapter 47.
48 Chapter 48.
49 Chapter 49.
50 Chapter 50.
51 Chapter 41.
52 Chapter 52.
53 Chapter 53.
54 Chapter 54.
55 Chapter 55.
56 Chapter 56.
57 Chapter 57.
58 Chapter 58.
59 Chapter 59.
60 Chapter 60.
61 Chapter 61.
62 Chapter 62.
63 Chapter 63.
64 Chapter 64.
65 Chapter 65.
66 Chapter 66.
67 Chapter 67.
68 Chapter 68.
69 Chapter 69.
70 Chapter 70.
71 Chapter 71.
72 Chapter 72.
73 Chapter 73.
74 Chapter 74.
75 Chapter 75.
76 Chapter 76.
77 Chapter 77.
78 Chapter 78.
79 Chapter 79.
80 Chapter 80.
81 Chapter 81.
82 Chapter 82.
83 Chapter 83.
84 Chapter 84.
85 Chapter 85.
86 Chapter 86.
87 Chapter 87.
88 Chapter 88.
89 Chapter 89.
90 Chapter 90.
91 Chapter 91.
92 Chapter 92.
93 Chapter 93.
94 Chapter 94.
95 Chapter 95.
96 Chapter 96.
97 Chapter 97.
98 Chapter 98.
99 Chapter 99.
100 Chapter 100.
101 Chapter 101.
102 Chapter 102.
103 Chapter 103.
104 Chapter 104.
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1.
2
Chapter 2.
3
Chapter 3.
4
Chapter 4.
5
Chapter 5.
6
Chapter 6.
7
Chapter 7.
8
Chapter 8.
9
Chapter 9.
10
Chapter 10.
11
Chapter 11.
12
Chapter 12.
13
Chapter 13.
14
Chapter 14.
15
Chapter 15.
16
Chapter 16.
17
Chapter 17.
18
Chapter 18.
19
Chapter 19.
20
Chapter 20.
21
Chapter 21.
22
Chapter 22.
23
Chapter 23.
24
Chapter 24.
25
Chapter 25.
26
Chapter 26.
27
Chapter 27.
28
Chapter 28.
29
Chapter 29.
30
Chapter 30.
31
Chapter 31.
32
Chapter 32.
33
Chapter 33.
34
Chapter 34.
35
Chapter 35.
36
Chapter 36.
37
Chapter 37.
38
Chapter 38.
39
Chapter 39.
40
Chapter 40.
41
Chapter 41.
42
Chapter 42.
43
chapter 43.
44
Chapter 44.
45
Chapter 45.
46
Chapter 46.
47
Chapter 47.
48
Chapter 48.
49
Chapter 49.
50
Chapter 50.
51
Chapter 41.
52
Chapter 52.
53
Chapter 53.
54
Chapter 54.
55
Chapter 55.
56
Chapter 56.
57
Chapter 57.
58
Chapter 58.
59
Chapter 59.
60
Chapter 60.
61
Chapter 61.
62
Chapter 62.
63
Chapter 63.
64
Chapter 64.
65
Chapter 65.
66
Chapter 66.
67
Chapter 67.
68
Chapter 68.
69
Chapter 69.
70
Chapter 70.
71
Chapter 71.
72
Chapter 72.
73
Chapter 73.
74
Chapter 74.
75
Chapter 75.
76
Chapter 76.
77
Chapter 77.
78
Chapter 78.
79
Chapter 79.
80
Chapter 80.
81
Chapter 81.
82
Chapter 82.
83
Chapter 83.
84
Chapter 84.
85
Chapter 85.
86
Chapter 86.
87
Chapter 87.
88
Chapter 88.
89
Chapter 89.
90
Chapter 90.
91
Chapter 91.
92
Chapter 92.
93
Chapter 93.
94
Chapter 94.
95
Chapter 95.
96
Chapter 96.
97
Chapter 97.
98
Chapter 98.
99
Chapter 99.
100
Chapter 100.
101
Chapter 101.
102
Chapter 102.
103
Chapter 103.
104
Chapter 104.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!