Elina Buwono

"Astogeeee Dragon Ball! Mbok biasa saja deh Gavan dan Sharivan kurang Shaider!" seru Tole. "Sekian abad kerjasama kok ya masih kaget!"

"Sekian abad ... Baru satu dekade!" cebik AKP Ghafar. "Eh, kok Tole tahu soal itu?"

"Daku itu tuyul milenial. Tontonannya itu sama Goggle Five. Ya kali gue bukan tuyul milenial yang kagak tahu ada The A-Team," cebik Tole judes. Dia pun menghilang membuat kedua sahabat itu langsung mengucapkan hamdalah.

"Gavan dan Sharivan itu apa?" tanya Iptu Cristiano bingung.

Tanpa basa basi Kombes Fariz memperlihatkan apa yang dimaksud Tole.

Karakter Space Sheriff

"Ooohhh macam Power Rangers dan Kamen Rider?" gumam Iptu Cristiano Santoso.

"BEDAAAAA!" seru semua orang di ruangan itu.

"Eh buset!" Iptu Cristiano menepuk dadanya karena kaget.

"Oom, mau bantuin nggak?" Tiba-tiba Sheva menghampiri anggota baru itu.

"Ini Sheva, anaknya Kombes Steven. Ini Zane, putraku, dan ini Kenzie, anaknya dokter Lucky Buwono. Dokter Lucky dan istrinya, dokter Daisy adalah dokter bedah dan dokter forensik di Bhayangkara," ucap Brigjen Victor memperkenalkan ketiga remaja itu.

"Apakah ketiga anak dan keponakan Pak Victor biasa membantu tim kasus dingin?" tanya Iptu Casey.

"Biasa. Mereka bertiga indigo juga, cuma Kenzie yang tidak bisa lihat. Dia bisa mendengar dan berkomunikasi. Oh, disini yang indigo ada AKBP Rosita. Kalian bisa panggil Kak Ros tapi bukan dari kampung dunia runtuh," ujar Kombes Steven.

"Setidaknya aku tidak sendirian deh!" kekeh AKBP Rosita.

"Oom Victor, boleh pinjam Oom Cristiano dan Tante Casey? Idep-idep plonco awal gitu," kerling Kenzie.

"Mau kalian bawa kemana?" tanya Kombes Arief.

"Ke galeri seni yang sudah tutup itu Oom. Aku melihat mobil kemarin yang ada di tempat tanding basket," jawab Kenzie.

"Lha, mobil kan banyak yang kembar, Kenz."

"Tapi ini beneran sama!" eyel Kenzie ke Kombes Arief.

"Begini saja. Benar kata Kenzie. Dua orang ini diplonco saja. Ros, kamu dampingi mereka," ucap Kombes Fariz.

"Oke Mas Fariz. Lumayan jalan-jalan," senyum AKBP Rosita.

***

Sekolah Dasar PRC Jakarta, Ruang Kepala Sekolah

Dokter Lucky dan Daisy hanya bisa menatap gemas ke Elina yang menunduk.

"Jadi Elina menendang anunya Jay?" tanya Daisy dengan wajah dingin menahan amarah ke putrinya. Ya benar kamu buyut, cicit dan cucunya Mafioso tapi kamu baru sepuluh tahun!

"Iya Mom Daisy," jawab Kepala Sekolah.

"Pak Tommy dimana?" tanya dokter Lucky. "Biar aku ketemu Tommy, Jeng."

"Pak Tommy dan Bu Samira di PRC Hospital, Dok Lucky. Ya ... sebenarnya karena kesalahpahaman. Tapi Elina kan memang judes anaknya," senyum Kepala Sekolah maklum.

"El, katakan pada Papa. Kenapa kamu tendang anunya Jay?" tanya dokter Lucky sambil menatap putri bungsunya.

"Mas Jay .... " Elina menatap takut-takut ke ayahnya. "Mas Jay tadi lihat El masih nunggu jemputan. Terus ... Mas Jay nemenin El kan Mas Kenzie pulang duluan bareng Mas Zane dan Mbak Sheva. Kata Papa harus nunggu Oom Hugo. Kita nonton teman-temannya Mas Jay main baseball. Terus ... ada bola nyasar hampir kena El. Ditangkap Mas Jay tapi posisinya malah ... El jatuh sama Mas Jay ...."

Elina menatap kedua orangtuanya dengan perasaan bingung dan takut.

"Cerita saja El ... Papa dan Mama tidak marah," ucap dokter Lucky lembut.

Elina menghela napas panjang berulang kali sebelum bercerita.

"Kan Papa dan Mama selalu bilang kalau harus jaga badan El kan?" Mata hitam Elina warisan dari dokter Lucky tampak takut.

"Iya. Memang Jay kenapa?" tanya Daisy.

Elina menunduk. "Mas Jay jatuh sambil ... lindungi El tapi ... pipi El kena cium bibir Mas Jay."

Mata dokter Lucky melebar sementara Daisy berusaha tetap tenang meskipun tak ayal bingung juga.

"Ini ada CCTV nya, Mom Daisy, Dokter Lucky." Kepala Sekolah memperlihatkan CCTV di lapangan baseball.

SD PRC dan SMP PRC memang dalam satu komplek yang luas jadi tak heran jika banyak orang tua yang punya dua anak, sering menyekolahkan disana supaya bisa dipantau. Tak jarang kakaknya yang sudah SMP menjemput adiknya yang masih SD.

Kedua orangtua Elina itu pun melihat kejadiannya. Meskipun tidak sengaja, tapi karena Elina sudah terbiasa dididik dari kecil agar menjaga dirinya, otomatis dia bereaksi. Jay pun terkejut lalu meminta maaf pada Elina. Namun gadis cilik itu sudah marah dan menendang anu nya Jay dengan dengkulnya.

Dokter Lucky pun meringis dan merasa miliknya ikut ngilu.

"Ya Allah El ...." Daisy memegang pelipisnya.

"Maaf Mama, maaf Papa ...." Elina pun terisak.

"Begini saja. Kita ke rumah sakit, dan biar sama-sama enak serta legowo. Toh Jay tidak ada maksud dan Elina bereaksi akibat ajaran kita." Daisy tersenyum. "Sayang, Mama tahu kamu hanya menjaga diri kamu tapi lain kali, jangan tendang anunya ya. Pukul tempat lain saja."

Elina mengangguk. "Kata Mas Kenzie, paling mantap disitu kalau lawan cowok."

"Eh?" Daisy dan Kepala Sekolah melongo. "Mas Kenzie dikasih tahu siapa?" tanya Daisy.

"Papa."

Dokter Lucky memilih diam daripada kena omel Daisy. Dia pun melirik dan tampak wajah judes Daisy.

"Lho? Benar kan Jeng?" ringis dokter Lucky.

Visual Elina kecil

***

Dua mobil itu pun tiba di galeri seni yang sudah tutup dekat dengan Polda Metro Jaya dan dikabarkan hendak dirubuhkan. Bangunan dua lantai itu pun tampak terbengkalai dan tidak ada tanda-tanda orang disana. Hanya ada sisa-sisa makan dan sampah dari gelandangan.

AKP Rosita pun turun bersama Sheva sementara mobil satunya yang membawa dua saudara kembar Santoso, Kenzie dan Zane, terparkir di mobil istri dokter Juno itu.

Keenamnya pun berjalan ke gedung itu.

"Kita bagi tugas, gimana? Sheva sama aku, Kenzie sama Cristiano, Casey sama Zane. Pada bawa senter kan?" AKBP Rosita melihat ke semua orang.

"Senter selalu bawa. Kan kita detektif Boys!" jawab Kenzie.

"Dikira kita Ayumi, Genta dan Mitsuhiko apa ya?" gumam Zane sambil mengeluarkan senter dari dalam tasnya.

"Hati-hati ya," ucap AKBP Rosita.

"Oke."

Tiga tim itu pun menyebar. Iptu Cristiano dan Kenzie menuju sisi kiri, AKBP Rosita dan Sheva ke arah tengah sementara Iptu Casey bersama Zane ke arah kanan.

Iptu Cristiano dan Kenzie melewati pinggir halaman samping yang terdapat rumput tinggi bahkan ada ilalang disana. Hingga hidung keduanya mencium sesuatu.

"Kenz, ini bau ...."

"Mayat yang membusuk! Aku tahu karena beberapa kali mencium bau begini di kantor Mama."

Iptu Cristiano dan Kenzie lalu mencari sumber bau itu. Betapa terkejutnya mereka saat melihat sosok jenazah yang sudah dalam kondisi mumifikasi.

"Kamu tidak salah Kenz," ucap Iptu Cristiano.

"Syukurlah kami benar."

***

Yuhuuu up Pagi Yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

Terpopuler

Comments

Teuing Saha🙃

Teuing Saha🙃

Cucok jadi anaknya, Dash, judesnya dapet🤭

2026-06-24

3

Meeta Baggio

Meeta Baggio

Hedehh....satu lg generasi bar2 muncul, Elina ga salah sehh karena menjaga badan nya kan, semoga masalah nya cepet selesai dan damai. wow bener kan dugaan Kenzie, ada mayatt

2026-06-24

3

Noey Aprilia

Noey Aprilia

Alamaakkkk......ngiluuuu.....
Eeehhhh....jgn2 elina bnrn jdoh sm jay????Alamat bkl jd besan donggg dktr gabut sm emaknya jay,pdhl dlunya prnh d labrak daisy....🤣🤣🤣

2026-06-24

2

lihat semua
Episodes
1 Sheva, Kenzie dan Zane
2 Tim Kasus Dingin
3 Elina Buwono
4 Trio Detektif
5 Ke TKP
6 Kepala ME Yang Baru
7 Selidik Sana Sini
8 Haaaaahhh?
9 Arah Kompas
10 Sana dan Sini
11 Salam Jari Tengah
12 Di Malang
13 Detektif Lilis Haibara
14 Jangan Ganggu Banci
15 Cosplayernya Perlu Diruqyah
16 Lontong Balap
17 Pebinor Cari Celah
18 Lagi?
19 Kejutan
20 Kenzie, Rendang dan Tunjang
21 Tetap Nekad
22 My Istri Gue
23 Pokoknya Tetap My Istri Gue!
24 Trio Detektif Beraksi
25 My Suami Gue
26 Kacau Day
27 Sendiko Dawuh Oom Victor
28 Teguran Daisy
29 Mengawasi Club XX
30 Elina Diapelin
31 Lupa!
32 Korban Shock
33 Sepertinya Dia
34 Mamat dan Fikri
35 Dokter Lucky Panik
36 Sheva dan Marimo
37 Para Ayah
38 Daisy dan dokter Lucky Kesal
39 Amburadul
40 Daisy Habis Kesabarannya
41 Dokter Lucky Kena Tegur
42 Vicenzo Tidak Heran
43 Pase One
44 Pase Two
45 No Grooming
46 Hasil Test DNA
47 Kita Bikin Bangkrut
48 NPD Parah
49 Duo KC
50 Salah Ya?
51 Garing!
52 Njelehi!
53 Bapak Anak Sama Saja
54 Arwah Infal
55 Kenzie dan Dokter Lucky
56 Shock!
57 Ke Rumah Sakit
58 Kita Hidup Berdampingan dengan Anomali
59 Teori Trio Detektif
60 Koneksi Aku Banyak
61 Daisy Minta Dirayu
62 Percakapan Tim Gabut
63 Gaban Plenger ... Lagi
64 Mencegah Otto
65 Déja Vu
66 Masa Lalu Otto
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Sheva, Kenzie dan Zane
2
Tim Kasus Dingin
3
Elina Buwono
4
Trio Detektif
5
Ke TKP
6
Kepala ME Yang Baru
7
Selidik Sana Sini
8
Haaaaahhh?
9
Arah Kompas
10
Sana dan Sini
11
Salam Jari Tengah
12
Di Malang
13
Detektif Lilis Haibara
14
Jangan Ganggu Banci
15
Cosplayernya Perlu Diruqyah
16
Lontong Balap
17
Pebinor Cari Celah
18
Lagi?
19
Kejutan
20
Kenzie, Rendang dan Tunjang
21
Tetap Nekad
22
My Istri Gue
23
Pokoknya Tetap My Istri Gue!
24
Trio Detektif Beraksi
25
My Suami Gue
26
Kacau Day
27
Sendiko Dawuh Oom Victor
28
Teguran Daisy
29
Mengawasi Club XX
30
Elina Diapelin
31
Lupa!
32
Korban Shock
33
Sepertinya Dia
34
Mamat dan Fikri
35
Dokter Lucky Panik
36
Sheva dan Marimo
37
Para Ayah
38
Daisy dan dokter Lucky Kesal
39
Amburadul
40
Daisy Habis Kesabarannya
41
Dokter Lucky Kena Tegur
42
Vicenzo Tidak Heran
43
Pase One
44
Pase Two
45
No Grooming
46
Hasil Test DNA
47
Kita Bikin Bangkrut
48
NPD Parah
49
Duo KC
50
Salah Ya?
51
Garing!
52
Njelehi!
53
Bapak Anak Sama Saja
54
Arwah Infal
55
Kenzie dan Dokter Lucky
56
Shock!
57
Ke Rumah Sakit
58
Kita Hidup Berdampingan dengan Anomali
59
Teori Trio Detektif
60
Koneksi Aku Banyak
61
Daisy Minta Dirayu
62
Percakapan Tim Gabut
63
Gaban Plenger ... Lagi
64
Mencegah Otto
65
Déja Vu
66
Masa Lalu Otto

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!