Trio Detektif : Kasus Dingin

Trio Detektif : Kasus Dingin

Sheva, Kenzie dan Zane

"Shevaaaa! Ayok!" seru seorang remaja laki-laki berusia empat belas tahun dengan wajah cool. Rambutnya hitam dengan mata coklat dan ada bintik-bintik di pipinya khas campuran.

Di sampingnya, juga ada remaja laki-laki yang usianya tidak jauh berbeda dengan wajah sama campuran tapi lebih ceria. Matanya hazelnya tampak jenaka dan jahil. Rambutnya bewarna coklat terang, memakai Hoodie dan membawa bola basket.

"Iyaaaa sebentar! Ish, lagi pakai sepatu juga!" teriak seorang anak perempuan sambil mengikat sepatu basketnya.

"Kalian berangkat sama siapa?" tanya seorang wanita di belakang anak perempuan yang sedang duduk di teras memakai sepatu. Wanita berambut pirang itu tidak sendirian, ada seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun di sebelahnya.

"Mama, aku pergi dulu!" Anak remaja perempuan itu mencium pipi wanita itu. "Diva, jaga rumah. Jangan lupa bikin peer!"

"Lha? Kan udah Mbak!" eyel anak laki-laki itu.

"Halo Tante Shea, Diva. Kita dianter Papa tapi lagi keluarin mobil tadi. Makanya aku kesini sama Kenzie duluan, tahu kalau Rapunzel satu ini sukanya molor!" jawab remaja cool itu sambil salim diikuti remaja satunya.

"Lho, Papamu masih tidur ya Zane?" kekeh Shea karena tahu ayah remaja bernama Zane itu baru pulang dari luar kota bersama dengan suaminya.

"Iya. Kan baru pulang jam dua pagi ... Kata Mama habis dinas dengan Oom Steven," jawab Zane. Mereka menoleh dan tampak mobil Destinator ayah Zane datang.

"Pagi Shea. Hai Sheva, Diva. Steven masih tidur?" tanya pria gagah yang berada di balik kemudi.

"Pagi bang Victor. Iya, bang Steven masih tidur. Maap ya merepotkan," senyum Shea.

"Tidak apa-apa. Aku kan sudah janji. Ayo anak-anak, katanya mau tanding basket!" ajak Brigjen Victor Sihasale.

Ketiga remaja itu langsung pamitan dengan Shea dan Sadiva, adik Sheva. Mereka pun masuk ke dalam mobil bewarna hitam itu.

"Sekarang kita nga ... Lho mana Mbak Lilis?" Shea celingukan tidak melihat khodam Sadiva.

"Mbak Lilis nebeng Brem-Brem, Mama," jawab Sadiva cuek. "Namanya juga Kunti gabut." Bocah berambut brunette dan punya gaya cool seperti ayahnya, langsung ngeloyor ke dalam rumah.

Shea menggelengkan kepalanya. "Ya ampun. Kunti comel itu ya."

***

Sekolah Menengah Pertama XX

"Papa ngopi di cafe sebelah sana ya sambil menunggu kalian selesai daripada bolak balik. Kan Papa bisa sekalian nonton siaran ulang bola semalam," ucap Brigjen Victor ke Zane yang sedang melepaskan sabuk pengamannya.

"MU menang tuh Pa. Oom JJ cetak hat-trick," jawab Zane cuek. "City dibantai 5-0."

"Makanya Papa mau nonton." Brigjen Victor menoleh ke belakang dimana Sheva dan Kenzie juga bersiap turun. "Oom tahu kalian bertiga panasan, tapi tolong jangan berkelahi ya? Sudah cukup kami bertiga dipanggil kepala sekolah. Oke?"

Sheva dan Kenzie saling berpandangan. "Nggak janji Oom," jawab mereka berdua.

"Haaaiiissshh!" Brigjen Victor tampak gemas dengan dua keponakannya.

Ketiganya pun turun dari mobil setelah berpamitan dengan Brigjen Victor. Mobil hitam itu pun pergi meninggalkan halaman sekolah SMP itu.

"Kok Mbak Lilis ikutan sih?" tanya Sheva ke Kunti comel di belakangnya.

"Kepo," jawab Mbak Lilis cuek.

"Brem-Brem kasih izin ikut?" tanya Zane.

"Nanti nangis, aku yang repot," jawab Abraham, pengawal Sheva yang tetap berwujud anak kecil bule.

Sontak ketiga bocah indigo itu cekikikan. Sheva dan Zane bisa melihat dan berkomunikasi, sementara Kenzie hanya bisa mendengar dan berkomunikasi, seperti Opa Raidennya.

"Aaahh Brem-Brem, kamu memang anak bule yang baik," ucap Mbak Lilis sambil memeluk Abraham.

Abraham hanya menatap datar ke arah Sheva dan Zane. "See?"

"Udah yuk. Kita sudah terlambat tuh!" Kenzie menunjuk ke arah pelatih mereka yang sudah berkacak pinggang.

***

Sheva, Kenzie dan Zane adalah tiga remaja sebaya. Sheva hanya lebih tua beberapa bulan dari kedua sepupunya itu ( Zane dianggap sepupu meskipun tidak ada hubungan darah ). Mereka bersekolah di sekolah menengah pertama bertaraf internasional milik yayasan keluarga Pratomo yang dikenal sangat disiplin soal moral, manner, adab dan etika. Benar-benar perpaduan sekolah Katolik dan Islam yang harus saling toleransi.

Sekarang mereka sedang melakukan latih tanding dengan SMP XX yang dikenal sekolah swasta saingan SMP PRC. Sheva, Zane dan Kenzie memang sekelas yang dikenal trio Sultan apalagi Sheva dan Kenzie keturunan Pratomo. Namun mereka juga dikenal anak-anak yang humble meskipun orang tua mereka punya jabatan dan pekerjaan yang mentereng.

"Aku duduk di pinggir ya!" seru Sheva sambil mengikat tinggi rambut pirangnya. Entah bagaimana, rambut Sheva memang tetap pirang seperti ibunya meskipun ayahnya orang Jawa.

"Oke," jawab Zane dan Kenzie. Kedua remaja itu pun berkumpul dengan para teman-teman satu timnya.

Sheva duduk sembari mengawasi sekelilingnya. Dia merasa ada yang tidak beres tapi tidak tahu apa. Insting kepo dan detektif nya merasakan ada yang aneh di sekolah ini.

"Sheva kenapa?" tanya Abraham yang duduk di sebelahnya.

"Ada yang tidak beres," gumam Sheva.

Abraham juga tahu hanya saja dia tidak bisa bilang ke Sheva. "Tetap waspada, Sheva."

Sheva mengangguk namun konsentrasinya terpecah saat melihat teman-temannya datang untuk mendukung tim basketnya. Mereka pun langsung heboh khas anak remaja.

***

Pertandingan pun selesai dengan kemenangan diraih tim SMP PRC. Para teman-teman Zane dan Kenzie bertepuk tangan dengan heboh. Apalagi banyak yang naksir Zane yang cool. Garis tampan Brigjen Victor terlihat di wajahnya ditambah dengan sikapnya yang dingin seperti ibunya, Jaksa Sandra, makin banyak cewek-cewek ABG tertarik padanya.

Zane memberikan kode pada Kenzie untuk ke toilet. Kenzie pun mengikuti sahabatnya itu sementara Sheva menunggui tas-tas mereka.

"Jangan lama-lama!" seru Sheva. "Aku sudah hubungi Oom Victor."

"Yaaaaa!" jawab kedua remaja pria itu.

Mereka pun menuju ke toilet yang ada di bagian belakang gedung sekolah. Setelah melepaskan hajat, mereka pun keluar. Sebuah suara mencurigakan, membuat Zane dan Kenzie saling berpandangan. Jiwa kepo mereka pun mengarahkan mereka untuk mencari sumber suara.

Keduanya mendengar kegiatan di balik tembok toilet dan mereka pun berusaha mencari tahu. Zane dan Kenzie melihat kegiatan yang janggal di sekolah tempat mereka tanding basket. Insting mereka mengatakan kagak beres ini.

"Ini masih sekolah kan Zane?" bisik Kenzie sambil mengawasi di balik tembok.

"Belum jadi museum sih Kenz. Itu ngapain bawa-bawa peti dari gudang?" balas Zane.

"Apa isinya mayat?" gumam Kenzie.

"Mentang-mentang emak lu dokter mayat! Semua yang dibawa dalam peti adalah mayat!" gerutu Zane.

Kedua remaja itu terbelalak saat melihat peti itu terbuka dan terlihat sebuah tangan keluar dari dalam.

"Itu mayat Kenz?"

"Mana aku tahu!"

"Kita ikuti!" Putus Zane.

"Pertandingan basketnya gimana?" tanya Kenzie.

"Urusan mayat lebih seru!" cengir Zane.

"Dasar anaknya pupici!" desis Kenzie.

"Popici, Kenz!"

Keduanya pun mengikuti kemana orang-orang itu membawa peti-peti itu. Mereka tidak tahu bahwa ini adalah awal petualangan mereka.

***

Yuhuuu up Pagi Yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

Terpopuler

Comments

Wings Vit

Wings Vit

Boleh berharap kah kalo sheva sm Zane 😄

2026-06-22

1

This Is Me

This Is Me

Mbak Hana....
Double up kan hari ini?
#mulaingelunjak😁😁

2026-06-22

4

This Is Me

This Is Me

Yang ditunggu² akhirnya launching.
Author yang ultah, kita yg dapat hadiah.
Mantaps memang mbak Hana/Heart//Heart//Heart//Heart/

2026-06-22

2

lihat semua
Episodes
1 Sheva, Kenzie dan Zane
2 Tim Kasus Dingin
3 Elina Buwono
4 Trio Detektif
5 Ke TKP
6 Kepala ME Yang Baru
7 Selidik Sana Sini
8 Haaaaahhh?
9 Arah Kompas
10 Sana dan Sini
11 Salam Jari Tengah
12 Di Malang
13 Detektif Lilis Haibara
14 Jangan Ganggu Banci
15 Cosplayernya Perlu Diruqyah
16 Lontong Balap
17 Pebinor Cari Celah
18 Lagi?
19 Kejutan
20 Kenzie, Rendang dan Tunjang
21 Tetap Nekad
22 My Istri Gue
23 Pokoknya Tetap My Istri Gue!
24 Trio Detektif Beraksi
25 My Suami Gue
26 Kacau Day
27 Sendiko Dawuh Oom Victor
28 Teguran Daisy
29 Mengawasi Club XX
30 Elina Diapelin
31 Lupa!
32 Korban Shock
33 Sepertinya Dia
34 Mamat dan Fikri
35 Dokter Lucky Panik
36 Sheva dan Marimo
37 Para Ayah
38 Daisy dan dokter Lucky Kesal
39 Amburadul
40 Daisy Habis Kesabarannya
41 Dokter Lucky Kena Tegur
42 Vicenzo Tidak Heran
43 Pase One
44 Pase Two
45 No Grooming
46 Hasil Test DNA
47 Kita Bikin Bangkrut
48 NPD Parah
49 Duo KC
50 Salah Ya?
51 Garing!
52 Njelehi!
53 Bapak Anak Sama Saja
54 Arwah Infal
55 Kenzie dan Dokter Lucky
56 Shock!
57 Ke Rumah Sakit
58 Kita Hidup Berdampingan dengan Anomali
59 Teori Trio Detektif
60 Koneksi Aku Banyak
61 Daisy Minta Dirayu
62 Percakapan Tim Gabut
63 Gaban Plenger ... Lagi
64 Mencegah Otto
65 Déja Vu
66 Masa Lalu Otto
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Sheva, Kenzie dan Zane
2
Tim Kasus Dingin
3
Elina Buwono
4
Trio Detektif
5
Ke TKP
6
Kepala ME Yang Baru
7
Selidik Sana Sini
8
Haaaaahhh?
9
Arah Kompas
10
Sana dan Sini
11
Salam Jari Tengah
12
Di Malang
13
Detektif Lilis Haibara
14
Jangan Ganggu Banci
15
Cosplayernya Perlu Diruqyah
16
Lontong Balap
17
Pebinor Cari Celah
18
Lagi?
19
Kejutan
20
Kenzie, Rendang dan Tunjang
21
Tetap Nekad
22
My Istri Gue
23
Pokoknya Tetap My Istri Gue!
24
Trio Detektif Beraksi
25
My Suami Gue
26
Kacau Day
27
Sendiko Dawuh Oom Victor
28
Teguran Daisy
29
Mengawasi Club XX
30
Elina Diapelin
31
Lupa!
32
Korban Shock
33
Sepertinya Dia
34
Mamat dan Fikri
35
Dokter Lucky Panik
36
Sheva dan Marimo
37
Para Ayah
38
Daisy dan dokter Lucky Kesal
39
Amburadul
40
Daisy Habis Kesabarannya
41
Dokter Lucky Kena Tegur
42
Vicenzo Tidak Heran
43
Pase One
44
Pase Two
45
No Grooming
46
Hasil Test DNA
47
Kita Bikin Bangkrut
48
NPD Parah
49
Duo KC
50
Salah Ya?
51
Garing!
52
Njelehi!
53
Bapak Anak Sama Saja
54
Arwah Infal
55
Kenzie dan Dokter Lucky
56
Shock!
57
Ke Rumah Sakit
58
Kita Hidup Berdampingan dengan Anomali
59
Teori Trio Detektif
60
Koneksi Aku Banyak
61
Daisy Minta Dirayu
62
Percakapan Tim Gabut
63
Gaban Plenger ... Lagi
64
Mencegah Otto
65
Déja Vu
66
Masa Lalu Otto

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!