Ke TKP

"Ayolah, Dok. Kita besanan saja," ajak Tommy tidak mau menyerah.

"Nope, Tom bukan Lembong. Elina dan Jay masih kecil. Aku tidak mau membebani putriku dengan jodoh-jodohan!" balas dokter Lucky judes.

"Tapi aku yakin kok, kita bakalan besanan," eyel Tommy. "Karena aku sudah tahu keluarga kalian dan kita satu level. Sama-sama wong Jowo juga kan?"

Dokter Lucky menyipitkan matanya. "Tidak ada jodohin dari bayi!"

Daisy dan Samira hanya menghela napas panjang. Kedua ayah itu tampak saling adu argumen dan adu otot leher.

"Mas Tommy suka dengan Elina, Daisy. Katanya dia ingin punya menantu cantik dan pandai."

"Yaaa nggak harus sekarang juga kan main nembung? Tahu sendiri Mas Lucky paling sensitif kalau berhubungan dengan Elina," kekeh Daisy.

Keduanya menoleh saat mendengar pintu kamar rawat Jay terbuka. Tampak Elina keluar dengan wajah lebih ceria dibandingkan tadi.

"Sudah ngobrol sama Jay?" tanya Samira.

"Sampun Tante. El sudah minta maaf sama Mas Jay," jawab Elina sopan.

"Jay gimana?" tanya Daisy.

"Kata Mas Jay, kalau ada yang nakalin El, boleh ditendang anunya tapi jangan Mas Jay," jawab Elina polos membuat dokter Lucky yang mendengar, auto tepok jidat. Sementara Tommy dan Samira terbahak sedangkan Daisy, mengelus rambut hitam Elina.

"Kan sudah kubilang, El dan Jay cocok tuh!" kekeh Tommy.

"Tidak ada jodoh-jodohan!" putus dokter Lucky judes.

***

Medical Examiner RS Bhayangkara

Dokter Ginanjar bersama Mamat dan Sanji, ahli forensik anak didik Hani yang sudah pensiun, sibuk memeriksa kondisi jenazah. Kalau ditanya apakah benar namanya Sanji, karena memang iya. Ayahnya seorang wibu dan fans One Piece. Jadi saat putranya lahir, dia diberikan nama Sanji. Sanji Ganesa. Bedanya, Sanji yang ini lebih suka menjadi seorang ahli forensik dibandingkan koki.

"Sudah meninggal dua Minggu dan sebelumnya pasti dia berada di dalam kardus. Plus peti kayu," ucap Sanji sambil memasukkan serpihan kayu dari mayat.

"Dokter Daisy masih urusan Elina?" tanya dokter Ginanjar sambil membantu Sanji mengumpulkan barang bukti.

"Masih. Parah tuh El ... Main tendang anunya putranya Pak Tommy," kekeh Mamat.

"Untung dok Lucky dan dok Daisy berasal dari keluarga Sultan juga jadi satu level sama pak Tommy Nararya. Jadi tidak akan ada keributan yang gimana-gimana," ujar Sanji.

"Tapi nggak gitu juga lah!" senyum Mamat sambil memeriksa kondisi luar jenazah sambil mencatat semuanya.

Introducing anggota baru ME Bhayangkara

***

Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya Jakarta

"Jadi benar ada mayat?" tanya Brigjen Victor sambil melihat hasil foto-foto di TKP yang diambil timnya dan tim CSI.

"Kan aku sudah bilang Oom," ujar Kenzie dengan wajah jumawa yang membuat semua orang bisa melihat kemiripan dengan dokter Lucky.

"Tapi aneh saja lho Kenz. Jika memang di SMP itu disimpan mayat, masa nggak mencium bau khas bangkai? Wong kita saja bisa mencium bau bangkai tikus atau kucing di got," timpal AKP Samsudin.

"Bisa jadi karena mengira itu bau bangkai, jadi mereka cuek. Lagipula tidak semua orang paham bedanya bau mayat manusia dan bangkai binatang. Kalau aku sudah hapal karena sering ikut ke kantor Mama," balas Kenzie.

"Ingatkan aku untuk memberikan peringatan pada Daisy supaya anaknya tidak diajak ke kamar mayat!" ucap Brigjen Victor.

"Terlambat!" sahut semua anak buahnya.

"Ish!" cebik Brigjen Victor sebal.

"Oke, kita menunggu hasil pemeriksaan dan autopsi dari dokter Ginanjar dan Sanji. Sekarang, kalian bertiga, pulang ke rumah!" perintah Kombes Steven.

"Kok pulang Pa?" protes Sheva.

"Pulang, Sheva." Kombes Steven menatap tajam ke putrinya yang tukang ngeyel.

Sheva pun cemberut. "Besok boleh ikut ke TKP?"

"Tidak!" jawab semua orang.

***

Kediaman Keluarga Buwono

Dokter Lucky dan Daisy melongo saat mereka mendapatkan cerita dari Kenzie bahwa dia menemukan mayat bersama dengan anggota baru Tim Kasus Dingin.

"Jadi, yang kamu lihat di SMP XXX itu beneran mayat? Apa mayat yang sama?" tanya dokter Lucky.

"Aku tidak tahu Papa karena kan lebam mayatnya berbeda sementara yang ditemukan tadi lebih parah dari yang aku lihat kemarin," jawab Kenzie.

Dokter Lucky menoleh ke arah Daisy. "Kamu sih! Sering ajak Kenzie ke ME. Jadi macam anak lulusan Bones, CSI dan Partners of Justice!"

"Lho Kenzie yang pengen kok. Bagi aku, mending Kenzie mendapatkan banyak ilmu secara langsung daripada dia mamtengin gadget! Aku tidak suka anak-anak tergantung gadget karena kita tidak bisa mengawali terus. Elina juga tidak main gadget. Justru dengan mendapatkan ilmu yang riil, Kenzie bisa paham dunia ayah dan ibunya. Tidak ada hoax," balas Daisy.

"Kenz ... Memangnya kamu mau jadi dokter forensik seperti Mama?" tanya dokter Lucky.

"Nggak. Kenz mau jadi dokter anak!"

Kedua orang tuanya melongo. "Kok jauh banget selisihnya," gumam dokter Lucky bingung.

***

Keesokan harinya

AKBP Teguh, AKP Rosita, Iptu Cristiano, dan Iptu Casey tiba di sebuah SMP yang tampak sepi karena jam pelajaran telah usai. Begitu turun dari mobil, keempat polisi itu langsung disambut kepala sekolah yang wajahnya penuh kebingungan.

"Selamat siang, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya kepala sekolah ramah.

AKBP Teguh memasang wajah serius. "Kami menerima laporan adanya bau bangkai yang sangat menyengat dari belakang gedung sekolah."

Kepala sekolah mengangguk cepat. "Wah, saya kira cuma tikus mati. Silakan diperiksa, Pak."

AKP Rosita tersenyum tipis. "Mudah-mudahan memang tikus. Kalau ternyata dinosaurus, kami minta izin pulang."

Iptu Cristiano berbisik, "Kalau dinosaurus masih hidup bagaimana, Bu?"

AKP Rosita melirik datar. "Kamu yang jadi umpannya."

Iptu Casey sampai menahan tawa, sementara Iptu Cristiano langsung merapikan rompinya dengan wajah pasrah.

Mereka berjalan menuju gudang tua di belakang sekolah. Semakin dekat, aroma busuk semakin menusuk hidung.

Iptu Cristiano spontan menutup hidung. "Ya ampun... ini tikus makan durian lalu mati, ya?"

Iptu Casey menggeleng. "Kalau baunya begini, tikusnya mungkin sebesar kerbau."

AKP Rosita membuka pintu gudang perlahan. Engsel pintu berderit panjang hingga membuat suasana berubah mencekam.

Gudang dipenuhi debu, kardus usang, dan meja-meja rusak. Namun, perhatian AKBP Teguh langsung tertuju pada bercak kehitaman di lantai yang sudah mengering. Disana juga terdapat peti dari papan kayu dan serpihannya mirip dengan yang ditemui kemarin.

Dia berjongkok sambil mengamati. "Bukan gudang biasa," ucapnya pelan.

AKP Rosita ikut memperhatikan. "Ada bekas yang mencurigakan. Sepertinya pernah dibersihkan terburu-buru."

Iptu Casey menemukan selembar kain robek di balik tumpukan bangku. "Pak, ini juga aneh."

Belum sempat AKBP Teguh menjawab, iptu Cristiano membuka sebuah lemari besi tua.

BRAAAAK!

Belasan bola basket menggelinding keluar menghantam kakinya hingga dia jatuh terduduk.

"Aduh! Saya diserang barang bukti!"

Iptu Casey tertawa terbahak-bahak melihat saudara kembarnya jatuh. "Tenang, pelakunya tim basket sekolah."

Bahkan AKP Rosita sampai menoleh sambil menggeleng. "Kalau ada penghargaan polisi paling dramatis, kamu sudah menang."

Meski sempat diwarnai kekonyolan Iptu Cristiano, wajah AKBP Teguh kembali serius. Ia memandangi gudang itu sekali lagi.

"Bau busuk ini bukan sekadar bangkai. Gudang ini kemungkinan pernah menjadi tempat pembunuhan."

Suasana yang semula penuh canda langsung berubah sunyi. Mereka saling bertukar pandang, menyadari bahwa misteri yang sebenarnya baru saja dimulai.

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa

thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

Terpopuler

Comments

~AruN~

~AruN~

kak...kok aq lupa ya. tommy nararya ini siapa

2026-06-27

2

D_wiwied

D_wiwied

paling nggak hasil cekokan sejak bayi berhasil dok, Kenz ikut jejak kalian jd dokter kan 😁 setidak-tidaknya ttp pengen jd dokter, lha nek El nurun sopo jal? oma buyutnya Leia kayanya yo😆

2026-06-27

2

awesome moment

awesome moment

😄😄😄keknya tommy sm dok luck jd penerus muka cewek sm werkudoro, lanjutan ogan abi sm opa edward. salimg care dan saling peduli dgn cara yg super membagongkan

2026-06-28

1

lihat semua
Episodes
1 Sheva, Kenzie dan Zane
2 Tim Kasus Dingin
3 Elina Buwono
4 Trio Detektif
5 Ke TKP
6 Kepala ME Yang Baru
7 Selidik Sana Sini
8 Haaaaahhh?
9 Arah Kompas
10 Sana dan Sini
11 Salam Jari Tengah
12 Di Malang
13 Detektif Lilis Haibara
14 Jangan Ganggu Banci
15 Cosplayernya Perlu Diruqyah
16 Lontong Balap
17 Pebinor Cari Celah
18 Lagi?
19 Kejutan
20 Kenzie, Rendang dan Tunjang
21 Tetap Nekad
22 My Istri Gue
23 Pokoknya Tetap My Istri Gue!
24 Trio Detektif Beraksi
25 My Suami Gue
26 Kacau Day
27 Sendiko Dawuh Oom Victor
28 Teguran Daisy
29 Mengawasi Club XX
30 Elina Diapelin
31 Lupa!
32 Korban Shock
33 Sepertinya Dia
34 Mamat dan Fikri
35 Dokter Lucky Panik
36 Sheva dan Marimo
37 Para Ayah
38 Daisy dan dokter Lucky Kesal
39 Amburadul
40 Daisy Habis Kesabarannya
41 Dokter Lucky Kena Tegur
42 Vicenzo Tidak Heran
43 Pase One
44 Pase Two
45 No Grooming
46 Hasil Test DNA
47 Kita Bikin Bangkrut
48 NPD Parah
49 Duo KC
50 Salah Ya?
51 Garing!
52 Njelehi!
53 Bapak Anak Sama Saja
54 Arwah Infal
55 Kenzie dan Dokter Lucky
56 Shock!
57 Ke Rumah Sakit
58 Kita Hidup Berdampingan dengan Anomali
59 Teori Trio Detektif
60 Koneksi Aku Banyak
61 Daisy Minta Dirayu
62 Percakapan Tim Gabut
63 Gaban Plenger ... Lagi
64 Mencegah Otto
65 Déja Vu
66 Masa Lalu Otto
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Sheva, Kenzie dan Zane
2
Tim Kasus Dingin
3
Elina Buwono
4
Trio Detektif
5
Ke TKP
6
Kepala ME Yang Baru
7
Selidik Sana Sini
8
Haaaaahhh?
9
Arah Kompas
10
Sana dan Sini
11
Salam Jari Tengah
12
Di Malang
13
Detektif Lilis Haibara
14
Jangan Ganggu Banci
15
Cosplayernya Perlu Diruqyah
16
Lontong Balap
17
Pebinor Cari Celah
18
Lagi?
19
Kejutan
20
Kenzie, Rendang dan Tunjang
21
Tetap Nekad
22
My Istri Gue
23
Pokoknya Tetap My Istri Gue!
24
Trio Detektif Beraksi
25
My Suami Gue
26
Kacau Day
27
Sendiko Dawuh Oom Victor
28
Teguran Daisy
29
Mengawasi Club XX
30
Elina Diapelin
31
Lupa!
32
Korban Shock
33
Sepertinya Dia
34
Mamat dan Fikri
35
Dokter Lucky Panik
36
Sheva dan Marimo
37
Para Ayah
38
Daisy dan dokter Lucky Kesal
39
Amburadul
40
Daisy Habis Kesabarannya
41
Dokter Lucky Kena Tegur
42
Vicenzo Tidak Heran
43
Pase One
44
Pase Two
45
No Grooming
46
Hasil Test DNA
47
Kita Bikin Bangkrut
48
NPD Parah
49
Duo KC
50
Salah Ya?
51
Garing!
52
Njelehi!
53
Bapak Anak Sama Saja
54
Arwah Infal
55
Kenzie dan Dokter Lucky
56
Shock!
57
Ke Rumah Sakit
58
Kita Hidup Berdampingan dengan Anomali
59
Teori Trio Detektif
60
Koneksi Aku Banyak
61
Daisy Minta Dirayu
62
Percakapan Tim Gabut
63
Gaban Plenger ... Lagi
64
Mencegah Otto
65
Déja Vu
66
Masa Lalu Otto

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!