Bab 3 : Kemampuan Istimewa

"Apa.... di dada?"

Kevin sedikit terkejut, tetapi segera menenangkan diri.

Dengan ekspresi serius, ia berkata,

"Saya belajar ilmu kedokteran. Di mata seorang dokter, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan."

"Saya hanya ingin menyelamatkanMu."

Pada saat yang sama, Kevin memberi isyarat kepada orang-orang di sekitar agar menjauh dan memberi ruang.

Bagaimanapun juga, ia harus memeriksa luka gigitan ular. Tidak pantas jika terlalu banyak orang melihat kondisi wanita itu.

Melihat ketulusan yang terpancar dari mata Kevin, wanita tersebut merasa sedikit tenang.

"Terima kasih..."

ucapnya pelan dengan rasa syukur.

Setelah mengatakan itu, ia memejamkan mata, seolah menyerahkan keselamatan dirinya kepada Kevin sepenuhnya.

Kevin menarik napas dalam-dalam.

Saat ini, satu-satunya hal yang ada di pikirannya adalah menyelamatkan nyawa.

Dengan hati-hati ia memeriksa area yang terluka.

Meski sudah mempersiapkan diri secara mental, saat melihat luka gigitan ular yang berada di dekat dada kanan wanita itu, jantungnya tetap berdegup lebih cepat.

Bagaimanapun juga, ia hanyalah pria muda normal yang belum banyak berinteraksi dengan wanita.

Namun Kevin segera menggelengkan kepala.

"Fokus!"

Ia memaksa dirinya berkonsentrasi pada luka.

Bekas dua taring ular terlihat jelas.

Kulit di sekitarnya sudah berubah kehitaman.

Racun itu menyebar dengan sangat cepat.

"Sial, racunnya sudah mulai menyebar."

Tanpa membuang waktu lagi, Kevin segera melakukan pertolongan darurat sesuai pengetahuan yang dimilikinya.

Wanita itu merasakan hawa dingin di kulitnya.

Bulu matanya sedikit bergetar.

Sementara itu, Kevin berusaha keras mengabaikan segala gangguan yang dapat memecah konsentrasinya. Yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan nyawa.

Tak lama kemudian, wanita itu mengeluarkan erangan pelan karena rasa tidak nyaman yang bercampur dengan berbagai sensasi aneh akibat racun yang bekerja di tubuhnya.

Kevin mengangkat kepala dan berkata dengan canggung,

"Nona, tolong tahan sebentar."

"Kalau Anda terus bergerak seperti ini, saya malah sulit menangani lukanya."

Mendengar itu, wajah wanita tersebut langsung memerah.

Ia buru-buru menutupi wajahnya.

Rasa malu membuatnya hampir tidak berani membuka mata.

Benar-benar memalukan!

Jantungnya berdetak semakin cepat.

Semakin ia memikirkannya, semakin kacau pikirannya.

Akibatnya, napasnya menjadi tidak teratur.

Dan pada akhirnya, Ia pingsan lagi. Kevin langsung panik.

"Hei! Bangun!"

"Jangan membuatku takut seperti ini!"

Kevin segera memeriksa kondisi wanita itu.

Napasnya masih ada, tetapi sangat lemah.

Saat Kevin memusatkan perhatian untuk memeriksa tubuhnya, sesuatu yang aneh terjadi.

Ia tiba-tiba membeku.

Di hadapannya, seolah-olah tubuh wanita itu menjadi transparan! Kevin dapat melihat kondisi di dalam tubuhnya dengan sangat jelas.

Bahkan aliran energi misterius di dalam tubuh wanita itu pun terlihat!

"Apa ini?!"

kevin terkejut.

"Mungkinkah selain kebal racun, aku juga memperoleh kemampuan lain?" Kevin menahan napas.

Lalu kembali memusatkan perhatian.

Benar saja.

Pemandangan aneh itu muncul lagi.

Di dekat jantung wanita tersebut, ada sesuatu yang tampak seperti energi hitam berputar-putar tanpa henti.

Energi itu terus menggerogoti area di sekitar jantungnya.

Kevin langsung tercengang.

"Apa ini?"

"Jangan-jangan dia punya penyakit lain?"

Meski dapat melihat kondisi itu dengan jelas, Kevin tidak tahu cara mengatasinya.

Bagaimanapun juga, ia masih belum bisa dianggap sebagai dokter sungguhan.

Setelah memastikan kondisi wanita itu untuk sementara masih stabil, ia segera merapikan pakaiannya kembali.

Lalu berteriak ke arah kerumunan,

"Semuanya, cepat kemari!"

"Gadis ini mengalami kondisi serius!"

"Penyakitnya kambuh lagi!"

"Kita harus segera membawanya ke rumah sakit!"

"Kalau terlambat, situasinya bisa menjadi sangat berbahaya!"

Pada saat yang sama, Kevin menekan salah satu titik akupunktur di dadanya menggunakan jari.

Ia teringat sebuah catatan dalam Kitab Pengobatan Surgawi yang pernah dibacanya.

Dalam kondisi tertentu, aliran energi dalam tubuh seseorang dapat ditekan sementara dengan menggunakan energi lain sebagai penyeimbang.

Dulu Kevin menganggap hal itu hanya cerita khayalan.

Energi?

Qi?

Bukankah itu cuma ada di novel silat?

Namun setelah melihat sendiri energi di dalam tubuh wanita ini, ia sadar bahwa hal tersebut benar-benar ada.

Hanya saja orang biasa tidak dapat melihatnya.

Awalnya ia tidak yakin apakah dirinya mampu melakukannya.

Tetapi saat jarinya menyentuh titik akupunktur tersebut, ia merasakan sesuatu mengalir keluar dari tubuhnya.

Energi hangat bergerak perlahan menuju tubuh wanita itu.

Dan yang lebih mengejutkan lagi...

Energi liar yang mengamuk di tubuh wanita itu benar-benar mulai tenang!

Mata Kevin langsung berbinar.

"Berhasil?!"

Ia hampir berteriak kegirangan.

Di sisi lain, kerumunan juga terkejut.

Tadi wanita itu sudah sadar.

Lalu tiba-tiba pingsan lagi.

Kini setelah mendengar penjelasan Kevin, mereka segera berlari membantu.

Dalam kekacauan tersebut, tidak seorang pun memperhatikan seorang pria mengenakan mantel panjang dan kacamata hitam yang berdiri di antara kerumunan.

Matanya berkilat aneh.

Ia menatap Kevin cukup lama.

Kemudian diam-diam berbalik dan menghilang ke dalam malam.

---

Tak lama kemudian, dengan bantuan banyak orang, wanita itu berhasil dibawa ke rumah sakit.

Begitu tiba, ia langsung dilarikan ke ruang gawat darurat.

Dokter jaga yang bertugas malam itu adalah seorang pria paruh baya berusia sekitar empat puluh tahun.

Perutnya buncit.

Ia mengenakan kacamata tebal dan tampak seperti orang yang sangat berpengalaman.

Namanya adalah Bram.

Begitu melihat kondisi pasien, wajah Bram langsung berubah.

Namun yang membuat ekspresinya berubah drastis bukanlah kondisi pasien.

Melainkan identitas pasien itu sendiri.

Karena wanita yang terbaring di ranjang tersebut adalah...

Misela Wijaya!

Putri tunggal salah satu orang terkaya di Kota Jaya!

Jantung Bram langsung berdebar.

Jika sesuatu terjadi pada putri tunggal keluarga Wijaya, banyak orang akan terkena masalah besar.

Ketika matanya beralih pada Kevin yang masih menempelkan jarinya di dada Misela, wajahnya langsung menggelap.

"Apa yang sedang kau lakukan?!"

Bram berteriak keras.

"Apakah kau ingin membunuh pasien?!"

"Menekan area dada pasien seperti itu hanya akan membebani jantungnya!"

"Kalau terjadi sesuatu, siapa yang akan bertanggung jawab?!"

"Cepat lepaskan tanganmu sekarang juga!"

Suara marah Bram menggema di seluruh ruang gawat darurat.

Sementara itu, Kevin hanya berdiri terpaku.

Karena ia tahu sesuatu yang tidak diketahui dokter tersebut.

Begitu ia melepaskan jarinya...

Energi aneh di dalam tubuh Misela kemungkinan besar akan kembali mengamuk.

Terpopuler

Comments

Sang M

Sang M

bangsatttt, Host plongo plongo aja. dancokkkk. cerita yg benar

2026-07-26

1

Was pray

Was pray

keburu modar tuh cewek, mau ngobatin malah banyak drama

2026-06-30

1

Kenjiro Dominic

Kenjiro Dominic

maaf yaaa, di awal banyak cakapNya 🤭🙏

2026-07-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Sebuah meteorit menghantam danau.
2 Bab 2 : Wanita itu sadarkan diri.
3 Bab 3 : Kemampuan Istimewa
4 Bab 4 : Dokter Bodoh
5 Bab 5 : Natasya Surya
6 Bab 6 : Natasya Mengisap Jari Kevin
7 Bab 7 : Andreas Surya Dengan Rendah Hati Meminta Petunjuk
8 Bab 8 : Perselisihan Terjadi
9 Bab 9 : Bocah Ini Pasti Sedang Berpura-pura
10 Bab 10 : Suamiku, Cepat Tolong Aku
11 Bab 11 : Gadis Yang Aneh.
12 Bab 12 : Mohon maaf saya terlambat
13 Bab 13 : Cara PDKT yang Payah
14 Bab 14 : Sepuluh Juta Semalam
15 Bab 15 : Kau Lupa Membawa Pintu Mobilmu
16 Bab 16 : Karena Aku Suamimu
17 Bab 17 : Orang Kaya Memang Bisa Bertindak Sesuka Hati
18 Bab 18 : Pembawa Rezeki
19 Bab 19 : Maria Anggraini
20 Bab 20 : Tiga Puluh Delapan Sentimeter
21 Bab 21 : Itu Milikmu
22 Bab 22 : Serangan Jonatan
23 Bab 23 : Keahlian Memeras Kevin
24 Bab 24 : Albert Wijaya Datang Secara Pribadi
25 Bab 25 : Punggung yang Keren
26 Bab 26 : Jarum Medis yang sangat berharga.
27 Bab 27 : Kitab Medis Surgawi
28 Bab 28 : Menemani Nagita Makan Malam
29 Bab 29 : Seseorang yang Pandai Berakting
30 Bab 30 : Pacarku!
31 Bab 31 : Pria Tak Tahu Malu
32 Bab 32 : Aku Bahkan Belum Mengukurnya
33 Bab 33 : Maksudku, Gulung Tubuh Kalian Menjadi Bola dan Keluar dari Sini!
34 Bab 34 : Misi Menyelamatkan Amanda Ada di Tanganmu
35 Bab 35 : Perkara Celana Dalam.
36 Bab 36 : Ketua Grup Membantu Membersihkan Meja?
37 Bab 37 : Misela Wijaya Telah Tiba
38 Bab 38 : Kemampuan Medisnya Memang Biasa Saja?
39 Bab 39 : Menjadi Seorang Guru?
40 Bab 40 : Penyakit Sang Dokter Ajaib
41 Bab 41 : Mempelajari Akupunktur
42 Bab 42 : Jarum Ilahi Yin Yang
43 Bab 43 : Insting
44 Bab 44 : Omong Kosong
45 Bab 45 : Penyatuan Meteorit
46 Bab 46 : Organisasi Demonic
47 Bab 47 : Tingkatan Kultivasi
48 Bab 48 : Beri Aku Beberapa Celana Dalam Sekalian
49 Bab 49 : Amanda dan Misela, menghilang...!
50 Bab 50 : Rahasia tersembunyi
51 Bab 51 : Hasrat yang sulit di jelaskan
52 Bab 52 : Lepaskan Dia, Biarkan Aku Menjadi Sandera
53 Bab 53 : Dia Tidak Bisa Menahannya Lagi
54 Bab 54 : Sudah Selesai Bermain-main?
55 Bab 55 : Apakah Kau Benar-Benar Mengira, Aku Tidak Berani Membunuhmu?
56 Bab 56 : Kau Membelikan Ini Untukku?
57 Bab 57 : Mengolah Kitab Medis Surgawi!
58 Bab 58 : Mereka berangkat menuju Universitas Jaya
59 Bab 59 : Seorang Impoten.
60 Bab 60 : Karena Aku Baik Hati
61 Bab 61 : Tunangan Nagita
62 Bab 62 : Permintaan Maria untuk Ayahnya
63 Bab 63 : Apakah Kau Menyukaiku?
64 Bab 64 : Amanda di fitna.
65 Bab 65 : Buktikan kamu tidak mencurinya.
66 Bab 66 : Aku bukan orang yang mudah di tindas.
67 Bab 67 : Badai Mulai Mengamuk
68 Bab 68 : Aku Sama Sekali Tidak Menakut-nakuti Mereka
69 Bab 69 : Pria Hebat Seperti Kevin Sanjaya
70 Bab 70 : Pengobatan tahap pertama!
71 Bab 71 : Apakah Kamu Hewan?
72 Bab 72 : Biar Aku Bantu Melepasnya
73 Bab 73 : Ular Gu
74 Bab 74 : Sebaiknya Kau Bersikap Jujur
75 Bab 75 : Jangan Menghalangi.... !
76 Bab 76 : Halo, Ayah Mertua
77 Bab 77 : Tidak akan menyerah
78 Bab 78 : Pukulan itu, anggaplah hadiah karena menghargai Anda!
79 Bab 79 : Efek Serangan!
80 Bab 80 : Bantal Terbaik di Dunia
81 Bab 81 : Makanan terenak!
82 Bab 82 : Aku Sedang Berbuat Baik!
83 Bab 83 : Cacing Gu, Pria Tua Samuel.
84 Bab 84 : Adu kekuatan!
85 Bab 85 : Kau Tahu Terlalu Banyak
86 Bab 86 : Pemanggilan Arwah
87 Bab 87 : Organisasi Negara (Biro Super Nasional)
88 Bab 88 : Menghadiri Pesta Pernikahan
89 Bab 89 : Mengungkit Massa Lalu
90 Bab 90 : Halusinogen Pelangi
91 Bab 91 : Bertaruh dengan Segalanya
92 Bab 92 : Mengungkap Identitas Sebenarnya
93 Bab 93 : Perasaan yang Aneh
94 Bab 94 : Menerobos Kolam Naga +18
95 Bab 95 : Ingin Mati? Mustahil!
96 Bab 96 : Sebuah masalah baru.
97 Bab 97 : Melawan Sebuah Ekskavator!
98 Bab 98 : Jangan Harap.
99 Bab 99 : Minta Maaf? Tentu Akan Kuberi!
100 Bab 100 : Pengobatan Tahap Ke 2
101 Bab 101 : Sebuah Kesalahpahaman!
102 Bab 102 : Semua orang berterima kasih.
103 Bab 103 : Uang Lamaran
104 Bab 104 : Namaku Inggrit Dermawan!
105 Bab 105 : Sepatuku Kotor....
106 Bab 106 : Sejak Kapan Kamu Suka "Kartun Beruang?"
107 Bab 107 : Pukul Dia Sampai Mati!
108 Bab 108 : Nagita Akhirnya Menyadarinya
109 Bab 109 : Dua Puluh Tiga Tahun yang Lalu
110 Bab 110 : Sebuah Rahasia Besar
111 Bab 111 : Kenapa Kamu Tidak Tahu Mengambil Inisiatif?
112 Bab 112 : Jari Vajra Berkekuatan Dahsyat
113 Bab 113 : Pemuda Berambisi yang Menghormati yang Tua dan Menyayangi yang Muda
114 Bab 114 : Sayangnya, Aku Terlalu Melebih-lebihkanmu
115 Bab 115 : Biro Super Nasional Datang
116 Bab 116 : Pencerahan pada Jari Kevin!
117 Bab 117 : Di Salon Kecantikan
118 Bab 118 : Amel dan Jesika!
119 Bab 119 : Sekte Buddha yang Mengerikan
120 Bab 120 : Ridel Sanjaya!
121 Bab 121 : Aku Tidak bisa melarangnya Menyukaiku
122 Bab 122 : Simpan Saja, Aku juga punya!!!
123 Bab 123 : Kehidupan Pribadimu Berantakan
124 Bab 124 : Tidak Ada yang Bisa Kulakukan
125 Bab 125 : Tidak Perlu, Aku Punya
126 Bab 126 : Operasi Pengobatan Tradisional
127 Bab 127 : Lima Harta Karun Pengobatan
128 Bab 128 : Terpaksa Menjadi Ketua
129 Bab 129 : Sulit Menentukan Kebenarannya
130 Bab 130 : Hari Pertama Dengan Biro Super Nasional.
131 Bab 131 : Apa Kamu Tidak Kedinginan?
132 Bab 132 : Es dan Api
133 Bab 133 : Mesin Pengukur Batas Kekuatan
134 Bab 134 : Menantang Batas!
135 Bab 135 : Cacing Emas Gu dengan kegunaannya
136 Bab 136 : Untung Saja Aku Cerdas
137 Bab 137 : Gaji Tahunan Sepuluh Miliar.
138 Bab 138 : Aku Ingin Berteman dengan Orang Kaya
139 Bab 139 : Kevin Dilarang Menggunakannya
140 Bab 140 : Diracuni
141 Bab 141 : Aku Benar-Benar Berutang Budi Padamu
142 Bab 142: Dia Hanya Seorang Ahli
143 Bab 143 : Bahkan Mengaguminya Saja Sudah Merupakan Sebuah Kehormatan!
144 Bab 144 : Jangan Salahkanku Kalau Aku Tidak Memberimu Muka
145 Bab 145 : Semua pujian di arahkan kepada Kevin!
146 Bab 146 : Dadanya Terlalu Besar
147 Bab 147 : Aku Membutuhkan Bantuan Jesika.
148 Bab 148 : Kau Benar-Benar Terlalu Percaya Diri!
149 Bab 149 : Wortel Super!
150 Bab 150 : Kamu Belum Pernah Menggunakan Wortel Ini untuk Hal Lain, Kan?!
151 Bab 151 : Satu Rahasia pun Terungkap
152 Bab 152 : Ini Benar-Benar Menarik!
153 Bab 153 : Aku Tersentuh oleh Ketulusanmu
154 Bab 154 : Aku Hanya Akan Mengatakannya Sekali!
155 Bab 155 : Selama Aku Ingin Kau Mati, Kau Pasti Mati!
156 Bab 156 : Aku Sudah Menyuruhmu Menembak!
157 Bab 157 : Buka Mata Anjingmu Lebar-Lebar!
158 Bab 158 : Jenderal? Keren Sekali!
Episodes

Updated 158 Episodes

1
Bab 1: Sebuah meteorit menghantam danau.
2
Bab 2 : Wanita itu sadarkan diri.
3
Bab 3 : Kemampuan Istimewa
4
Bab 4 : Dokter Bodoh
5
Bab 5 : Natasya Surya
6
Bab 6 : Natasya Mengisap Jari Kevin
7
Bab 7 : Andreas Surya Dengan Rendah Hati Meminta Petunjuk
8
Bab 8 : Perselisihan Terjadi
9
Bab 9 : Bocah Ini Pasti Sedang Berpura-pura
10
Bab 10 : Suamiku, Cepat Tolong Aku
11
Bab 11 : Gadis Yang Aneh.
12
Bab 12 : Mohon maaf saya terlambat
13
Bab 13 : Cara PDKT yang Payah
14
Bab 14 : Sepuluh Juta Semalam
15
Bab 15 : Kau Lupa Membawa Pintu Mobilmu
16
Bab 16 : Karena Aku Suamimu
17
Bab 17 : Orang Kaya Memang Bisa Bertindak Sesuka Hati
18
Bab 18 : Pembawa Rezeki
19
Bab 19 : Maria Anggraini
20
Bab 20 : Tiga Puluh Delapan Sentimeter
21
Bab 21 : Itu Milikmu
22
Bab 22 : Serangan Jonatan
23
Bab 23 : Keahlian Memeras Kevin
24
Bab 24 : Albert Wijaya Datang Secara Pribadi
25
Bab 25 : Punggung yang Keren
26
Bab 26 : Jarum Medis yang sangat berharga.
27
Bab 27 : Kitab Medis Surgawi
28
Bab 28 : Menemani Nagita Makan Malam
29
Bab 29 : Seseorang yang Pandai Berakting
30
Bab 30 : Pacarku!
31
Bab 31 : Pria Tak Tahu Malu
32
Bab 32 : Aku Bahkan Belum Mengukurnya
33
Bab 33 : Maksudku, Gulung Tubuh Kalian Menjadi Bola dan Keluar dari Sini!
34
Bab 34 : Misi Menyelamatkan Amanda Ada di Tanganmu
35
Bab 35 : Perkara Celana Dalam.
36
Bab 36 : Ketua Grup Membantu Membersihkan Meja?
37
Bab 37 : Misela Wijaya Telah Tiba
38
Bab 38 : Kemampuan Medisnya Memang Biasa Saja?
39
Bab 39 : Menjadi Seorang Guru?
40
Bab 40 : Penyakit Sang Dokter Ajaib
41
Bab 41 : Mempelajari Akupunktur
42
Bab 42 : Jarum Ilahi Yin Yang
43
Bab 43 : Insting
44
Bab 44 : Omong Kosong
45
Bab 45 : Penyatuan Meteorit
46
Bab 46 : Organisasi Demonic
47
Bab 47 : Tingkatan Kultivasi
48
Bab 48 : Beri Aku Beberapa Celana Dalam Sekalian
49
Bab 49 : Amanda dan Misela, menghilang...!
50
Bab 50 : Rahasia tersembunyi
51
Bab 51 : Hasrat yang sulit di jelaskan
52
Bab 52 : Lepaskan Dia, Biarkan Aku Menjadi Sandera
53
Bab 53 : Dia Tidak Bisa Menahannya Lagi
54
Bab 54 : Sudah Selesai Bermain-main?
55
Bab 55 : Apakah Kau Benar-Benar Mengira, Aku Tidak Berani Membunuhmu?
56
Bab 56 : Kau Membelikan Ini Untukku?
57
Bab 57 : Mengolah Kitab Medis Surgawi!
58
Bab 58 : Mereka berangkat menuju Universitas Jaya
59
Bab 59 : Seorang Impoten.
60
Bab 60 : Karena Aku Baik Hati
61
Bab 61 : Tunangan Nagita
62
Bab 62 : Permintaan Maria untuk Ayahnya
63
Bab 63 : Apakah Kau Menyukaiku?
64
Bab 64 : Amanda di fitna.
65
Bab 65 : Buktikan kamu tidak mencurinya.
66
Bab 66 : Aku bukan orang yang mudah di tindas.
67
Bab 67 : Badai Mulai Mengamuk
68
Bab 68 : Aku Sama Sekali Tidak Menakut-nakuti Mereka
69
Bab 69 : Pria Hebat Seperti Kevin Sanjaya
70
Bab 70 : Pengobatan tahap pertama!
71
Bab 71 : Apakah Kamu Hewan?
72
Bab 72 : Biar Aku Bantu Melepasnya
73
Bab 73 : Ular Gu
74
Bab 74 : Sebaiknya Kau Bersikap Jujur
75
Bab 75 : Jangan Menghalangi.... !
76
Bab 76 : Halo, Ayah Mertua
77
Bab 77 : Tidak akan menyerah
78
Bab 78 : Pukulan itu, anggaplah hadiah karena menghargai Anda!
79
Bab 79 : Efek Serangan!
80
Bab 80 : Bantal Terbaik di Dunia
81
Bab 81 : Makanan terenak!
82
Bab 82 : Aku Sedang Berbuat Baik!
83
Bab 83 : Cacing Gu, Pria Tua Samuel.
84
Bab 84 : Adu kekuatan!
85
Bab 85 : Kau Tahu Terlalu Banyak
86
Bab 86 : Pemanggilan Arwah
87
Bab 87 : Organisasi Negara (Biro Super Nasional)
88
Bab 88 : Menghadiri Pesta Pernikahan
89
Bab 89 : Mengungkit Massa Lalu
90
Bab 90 : Halusinogen Pelangi
91
Bab 91 : Bertaruh dengan Segalanya
92
Bab 92 : Mengungkap Identitas Sebenarnya
93
Bab 93 : Perasaan yang Aneh
94
Bab 94 : Menerobos Kolam Naga +18
95
Bab 95 : Ingin Mati? Mustahil!
96
Bab 96 : Sebuah masalah baru.
97
Bab 97 : Melawan Sebuah Ekskavator!
98
Bab 98 : Jangan Harap.
99
Bab 99 : Minta Maaf? Tentu Akan Kuberi!
100
Bab 100 : Pengobatan Tahap Ke 2
101
Bab 101 : Sebuah Kesalahpahaman!
102
Bab 102 : Semua orang berterima kasih.
103
Bab 103 : Uang Lamaran
104
Bab 104 : Namaku Inggrit Dermawan!
105
Bab 105 : Sepatuku Kotor....
106
Bab 106 : Sejak Kapan Kamu Suka "Kartun Beruang?"
107
Bab 107 : Pukul Dia Sampai Mati!
108
Bab 108 : Nagita Akhirnya Menyadarinya
109
Bab 109 : Dua Puluh Tiga Tahun yang Lalu
110
Bab 110 : Sebuah Rahasia Besar
111
Bab 111 : Kenapa Kamu Tidak Tahu Mengambil Inisiatif?
112
Bab 112 : Jari Vajra Berkekuatan Dahsyat
113
Bab 113 : Pemuda Berambisi yang Menghormati yang Tua dan Menyayangi yang Muda
114
Bab 114 : Sayangnya, Aku Terlalu Melebih-lebihkanmu
115
Bab 115 : Biro Super Nasional Datang
116
Bab 116 : Pencerahan pada Jari Kevin!
117
Bab 117 : Di Salon Kecantikan
118
Bab 118 : Amel dan Jesika!
119
Bab 119 : Sekte Buddha yang Mengerikan
120
Bab 120 : Ridel Sanjaya!
121
Bab 121 : Aku Tidak bisa melarangnya Menyukaiku
122
Bab 122 : Simpan Saja, Aku juga punya!!!
123
Bab 123 : Kehidupan Pribadimu Berantakan
124
Bab 124 : Tidak Ada yang Bisa Kulakukan
125
Bab 125 : Tidak Perlu, Aku Punya
126
Bab 126 : Operasi Pengobatan Tradisional
127
Bab 127 : Lima Harta Karun Pengobatan
128
Bab 128 : Terpaksa Menjadi Ketua
129
Bab 129 : Sulit Menentukan Kebenarannya
130
Bab 130 : Hari Pertama Dengan Biro Super Nasional.
131
Bab 131 : Apa Kamu Tidak Kedinginan?
132
Bab 132 : Es dan Api
133
Bab 133 : Mesin Pengukur Batas Kekuatan
134
Bab 134 : Menantang Batas!
135
Bab 135 : Cacing Emas Gu dengan kegunaannya
136
Bab 136 : Untung Saja Aku Cerdas
137
Bab 137 : Gaji Tahunan Sepuluh Miliar.
138
Bab 138 : Aku Ingin Berteman dengan Orang Kaya
139
Bab 139 : Kevin Dilarang Menggunakannya
140
Bab 140 : Diracuni
141
Bab 141 : Aku Benar-Benar Berutang Budi Padamu
142
Bab 142: Dia Hanya Seorang Ahli
143
Bab 143 : Bahkan Mengaguminya Saja Sudah Merupakan Sebuah Kehormatan!
144
Bab 144 : Jangan Salahkanku Kalau Aku Tidak Memberimu Muka
145
Bab 145 : Semua pujian di arahkan kepada Kevin!
146
Bab 146 : Dadanya Terlalu Besar
147
Bab 147 : Aku Membutuhkan Bantuan Jesika.
148
Bab 148 : Kau Benar-Benar Terlalu Percaya Diri!
149
Bab 149 : Wortel Super!
150
Bab 150 : Kamu Belum Pernah Menggunakan Wortel Ini untuk Hal Lain, Kan?!
151
Bab 151 : Satu Rahasia pun Terungkap
152
Bab 152 : Ini Benar-Benar Menarik!
153
Bab 153 : Aku Tersentuh oleh Ketulusanmu
154
Bab 154 : Aku Hanya Akan Mengatakannya Sekali!
155
Bab 155 : Selama Aku Ingin Kau Mati, Kau Pasti Mati!
156
Bab 156 : Aku Sudah Menyuruhmu Menembak!
157
Bab 157 : Buka Mata Anjingmu Lebar-Lebar!
158
Bab 158 : Jenderal? Keren Sekali!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!