Bab 3. Gaun berdarah

"Do, ngapain kamu berlari-lari seperti itu?" Airin menegur Aldo ketika adik dia berlari ketakutan setelah melihat sesuatu di pohon sawit.

"Eh enggak, Kakak mau ke mana malam-malam seperti ini?" Aldo agak kaget ketika bertemu dengan Airin di tengah malam.

"Kakak mau beli sesuatu dulu di warung sana, Kakak senang akhirnya kau pulang." Airin tersenyum manis ketika melihat Aldo yang tampan itu.

"Ya saja aku harus pulang karena Kakak sebentar lagi akan menikah." Aldo juga tersenyum.

"Do, nanti tolong jaga ibu dengan baik bila kamu sudah pulang ke rumah ya." Airin menatap Aldo dengan pandangan begitu sendu sekali.

"Ya tentu saja aku akan menjaga ibu dengan baik, bahkan Kakak juga tetap akan aku jaga walau sudah memiliki suami." jawab Aldo dengan sangat lantang.

"Semoga kamu hidup bahagia dan tidak ada masalah yang akan datang untuk ke depannya nanti, tidak perlu dicari dan tidak perlu membalas dendam." Airin menatap Aldo dengan pandangan yang semakin tajam.

Aldo sebenarnya tidak mengerti arah pembicaraan Airin mau menuju ke mana, namun ketika dia akan bertanya kembali Airin sudah bergegas pergi untuk menuju warung dan ingin membeli sesuatu, jadi Aldo tidak paham sehingga dia hanya bisa terbengong dengan kepergian Airin yang secara mendadak itu.

Sama sekali tidak ada firasat di dalam hati Aldo ketika dia berjalan pergi meninggalkan kawasan tersebut, dan ketika sampai di rumah dia harus mendapat kabar yang jauh lebih buruk ketika Hartini mengatakan bahwa Airin yang sudah tidak ada lagi di dalam rumah ini, sebab gadis itu menghilang ketika pernikahan akan dilakukan beberapa waktu lagi.

Aldo tidak bisa mempercayai ucapan dari Bu Hartini walau itu adalah orang tua dia sendiri, sebab dengan jelas mata kepala dia menyaksikan bahwa Airin masih hidup dan bertegur sapa dengan dia saat itu ketika dirinya akan menuju pulang ke rumah, maka tentu saja Aldo tidak bisa percaya dengan ucapan Bu Hartini.

Hartini juga segera mengejar Aldo karena dia tidak percaya bahwa sang anak baru saja bertemu dengan Airin, Airin saja sudah menghilang selama sebulan lebih jadi mana mungkin bisa bertemu dengan Aldo begitu saja, di dalam hati dia juga berharap bahwa Airin memang masih hidup dan tidak masalah bila gadis itu hanya akan pergi saja.

Sebagai orang tua tentu saja Hartini lebih baik untuk kehilangan anak ditinggal minggat seperti itu, dari pada harus kehilangan karena nyawa yang telah tiada. Hartini juga bingung kenapa mendadak saja Airin menghilang dari desa ini, kalau mau di bilang meninggal maka mayat juga tidak pernah di temukan.

"Warung mana yang Kakak tuju tadi?" Aldo bingung sendiri karena setelah dia mendatangi tempat itu sama sekali tidak ada warung.

"Kemana kamu akan pergi ini, Do?" Hartini ikut mengejar dan dia terkena hujan juga.

"Ibu diam saja di rumah biar aku yang mencari Kakak!" Aldo tidak mau bila Hartini nanti justru akan sakit.

"Do tolong dengar ibu sekarang, bagian sini tidak ada warung karena ini adalah area perkebunan sawit!" Hartini agak berteriak karena mulai sedih dan kesal.

"Tapi kakak tadi menuju arah sana dan mengatakan mau pergi ke warung untuk membeli sesuatu." Aldo tetap bersikeras.

"Aldo cukup!" bentak Bu Hartini Karena dia sudah tidak sanggup menahan kesedihan ini lagi.

Aldo menoleh dengan cepat dan mengusap wajah yang terkena oleh air hujan ini, baru sekarang Dia mendapat bentakan keras dari Bu Hartini karena selama ini wanita itu selalu saja diam dan tidak pernah banyak tingkah, bicara pun selalu lemah lembut bila terhadap anak dan baru sekarang dia membentak Aldo dengan suara yang menggelegar.

Hartini sendiri dia kebingungan karena tidak tahu harus menjelaskan bagaimana kepada Aldo, di sisi lain dia juga berharap bahwa Airin masih ada dan ketika Aldo malah menuju perkebunan sawit ini maka harapan untuk melihat Airin sudah lenyap di dalam diri wanita tersebut.

"Ayo kita pulang dan ibu akan tunjukkan semua bukti yang mengarah bahwa kakak mu itu sudah menghilang selama sebulan lebih." ajak Bu Hartini menarik tangan sang putra.

"Ta..tapi.

"Tidak ada kata tapi Dan tolong menurut apa yang Ibu katakan sekarang." Hartini tidak ingin dibantah.

Maka Aldo sudah tidak bisa menolak sama sekali sehingga dia memutuskan untuk menurut saja pulang ke rumah dan mengikuti apa kemauan dari Hartini ini, apa mungkin bila memang mereka memiliki pikiran masing-masing dan Aldo terkena sesuatu sehingga dia tetap percaya bahwa Airin tadi memang ada di hadapan dia.

Bahkan sepanjang perjalanan Aldo hanya terdiam saja karena pikiran dia Tengah berkecamuk dengan masalah yang sedang dia hadapi sekarang, melihat Hartini yang terus menangis dan seolah dia tidak berbohong sama sekali bahwa Airin telah menghilang lama dan tidak pernah bisa ketemu sampai saat ini.

Namun ketika akan percaya dengan fakta tersebut, batin Aldo terus membantah karena dia sendiri sudah bertemu dengan Airin ketika dalam perjalanan kemari. bila memang Airin menghilang lalu kenapa bisa bertemu dengan Aldo malam ini, bahkan dia juga sempat berbicara beberapa patah kata untuk meninggalkan pesan terhadap sang adik sehingga Aldo semakin ragu dengan pikiran yang muncul di dalam otak.

"Duduk dan Ibu akan memperlihatkan pada dirimu." Hartini membuka lemari yang ada di dalam kamar milik Airin.

"Ini kamar Kakak." Aldo berkata pelan dan tubuh dia saat ini basah karena terkena air hujan.

"Ini gaun pengantin milik dia, kami sekampung menemukan gaun ini ada di tengah jalan dan berlumuran dengan darah." Hartini membuka lemari kaca.

"Darah?!" Aldo kaget sekali mendengar ucapan dari Hartini.

"Ya, Ibu seakan mau pingsan ketika melihat gaun itu sudah berlumuran dengan darah dan penuh juga dengan robek ke sana dan kemari." Hartini berkata dengan pelan.

"Bu, apa arti ini semua? apa kakak sudah meninggal dunia!" Aldo mulai gemetar karena tidak bisa menerima fakta tersebut.

"Ibu juga tidak tahu saat ini Airin ada di mana dan bagaimana nasib dia, setiap hari Ibu menunggu dan menunggu agar dia segera pulang namun itu semua hanya harapan saja." lirih Bu Hartini dengan hati yang begitu perih sekali.

Aldo tertegun karena tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menjawab masalah tersebut, apa memang Airin ini sudah meninggal dunia dan tidak ada lagi di dunia ini, kalau tadi siapa yang sudah berbicara dengan dia dan menitipkan Bu Hartini agar Aldo menjaga wanita tersebut dengan sangat baik dan penuh kasih sayang.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

Terpopuler

Comments

tse

tse

berarti yang kamu temui adalah arwahnya kakak kamu do...
dia berpesan ga usah mencari tahu dan balas dendam.....
apa dia sudah ikhlas sehingga dia ga jadi arwah jahat yang penuh dendam ya....
ada kejadian apa di jalan itu sehingga gaun pengantinnya sobek2 dan ada noda darahnya...
apa ini perbuatannya calon suaminya atau orang lain yang sebenernya menyukai Airin tetapi di tolak sama Airin ya dan ga rela kalo Airin menikah sama orang lain....

2026-06-11

2

ismi

ismi

nah kan kan jadi setan pengantin airin ,,ini bisa kembaran dengan anita sama sama pakai gaun pengantin yg berlumur darah dan jadi setan gentayangan

2026-06-11

3

Eli Rahma

Eli Rahma

apa Airin dijadikan tumbal yach oleh seseorang untuk pesugihan..dan tumbalnya harus seorang pengantin...hm hm..masih bnyak misteri yg perlu diungkap nih

2026-06-11

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. menabrak kucing hitam
2 Bab 2. Airin hilang
3 Bab 3. Gaun berdarah
4 Bab 4. Calon suami Airin
5 Bab 5. Sedikit cerita
6 Bab 6. Wajah hancur
7 Bab 7. Sifat buruk Fitra
8 Bab 8. Kepala dalam closet
9 Bab 9. Gaun darah lagi
10 Bab 10. Hancur nya seorang Ibu
11 Bab 11. Pak RT melihat
12 Bab 12. Melihat juga
13 Bab 13. Sedikit kisah
14 Bab 14. Senina
15 Bab 15. Menemukan Senina
16 Bab 16. Yoga ikut curiga
17 Bab 17. Dua kuntilanak
18 Bab 18. menolak pertolongan
19 Bab 19. Menemukan tespek
20 Bab 20. Sepatu
21 Bab 21. suara di atas genteng
22 Bab 22. Yoga tahu
23 Bab 23. Di seret sesuatu
24 Bab 24. area balas dendam
25 Bab 25. Demam tinggi
26 Bab 26. Fitra yang bandel
27 Bab 27. bulu mata cetar
28 Bab 28. Masalah bola mata
29 Bab 29. gagal memberitahu
30 Bab 30. Mencari di kebun sawit
31 Bab 31. Tetap keras kepala
32 Bab 32. Agak tenang
33 Bab 33. Tragedi saja
34 Bab 34. Mimpi buruk
35 Bab 35. Tulang kaki
36 Bab 36. Bulu mata lepas
37 Bab 37. Gagal sudah
38 Bab 38. Mendatangi Judit
39 Bab 39. menggantung Judit
40 Bab 40. Kabar kematian
41 Bab 41. Berdebat dengan Jamil
42 Bab 42. Dukun tidak sanggup
43 Bab 43. Akan berusaha
44 Bab 44. Flashback
45 Bab 45. Flashback part2
46 Bab 46. Flashback part3
47 Bab 47. Flashback off
48 Bab 48. mencari dukun
49 Bab 49. terjebak dinding gaib
50 Bab 50. Dewi kucing hitam
51 Bab 51. Menyiksa Fitra
52 Bab 52. brutalnya Nana
53 Bab 53. Tetap keras kepala
54 Bab 54. kedatangan Airin
55 Bab 55. datang memberi laporan
56 Bab 56. Di kira mati
57 Bab 57. mencari tulang belulang
58 Bab 58. Tetap menolak
59 Bab 59. Siksaan untuk Jamil
60 Bab 60. Emosi Pak Bujang
61 Bab 61. Airin yang sombong
62 Bab 62. di siksa Airin
63 Bab 63. Mencuci tulang
64 Bab 64. Kepala dalam selimut
65 Bab 65. Kematian lagi
66 Bab 66. legging macan
67 Bab 67. Perasaan Airin
68 Bab 68. Akhir nya tega
69 Bab 69. Membawa pergi
70 Bab 70. mayat yang akan membusuk
71 Bab 71. Semua marah
72 Bab 72. Airin datang
73 Bab 73. Di usir
74 Bab 74. Andini datang
75 Bab 75. Mau mencari Purnama
76 Bab 76. bertemu dengan Kiara
77 Bab 77. Jadi LC
78 Bab 78. Kena tampar
79 Bab 79. bertatap muka
80 Bab 80. Memberikan ramuan
81 Bab 81. Penyesalan Airin
82 Bab 82. Logika dan cinta
83 Bab 83. Pesan Nilam
84 Bab 84. Bersujud
85 Bab 85. Airin menyerah
86 Bab 86. Airin mampu
87 Bab 87.Mengupas otong
88 Bab 88. Sudah berubah
89 Bab 89. Nana cemburu
90 Bab 90. Akhir
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 1. menabrak kucing hitam
2
Bab 2. Airin hilang
3
Bab 3. Gaun berdarah
4
Bab 4. Calon suami Airin
5
Bab 5. Sedikit cerita
6
Bab 6. Wajah hancur
7
Bab 7. Sifat buruk Fitra
8
Bab 8. Kepala dalam closet
9
Bab 9. Gaun darah lagi
10
Bab 10. Hancur nya seorang Ibu
11
Bab 11. Pak RT melihat
12
Bab 12. Melihat juga
13
Bab 13. Sedikit kisah
14
Bab 14. Senina
15
Bab 15. Menemukan Senina
16
Bab 16. Yoga ikut curiga
17
Bab 17. Dua kuntilanak
18
Bab 18. menolak pertolongan
19
Bab 19. Menemukan tespek
20
Bab 20. Sepatu
21
Bab 21. suara di atas genteng
22
Bab 22. Yoga tahu
23
Bab 23. Di seret sesuatu
24
Bab 24. area balas dendam
25
Bab 25. Demam tinggi
26
Bab 26. Fitra yang bandel
27
Bab 27. bulu mata cetar
28
Bab 28. Masalah bola mata
29
Bab 29. gagal memberitahu
30
Bab 30. Mencari di kebun sawit
31
Bab 31. Tetap keras kepala
32
Bab 32. Agak tenang
33
Bab 33. Tragedi saja
34
Bab 34. Mimpi buruk
35
Bab 35. Tulang kaki
36
Bab 36. Bulu mata lepas
37
Bab 37. Gagal sudah
38
Bab 38. Mendatangi Judit
39
Bab 39. menggantung Judit
40
Bab 40. Kabar kematian
41
Bab 41. Berdebat dengan Jamil
42
Bab 42. Dukun tidak sanggup
43
Bab 43. Akan berusaha
44
Bab 44. Flashback
45
Bab 45. Flashback part2
46
Bab 46. Flashback part3
47
Bab 47. Flashback off
48
Bab 48. mencari dukun
49
Bab 49. terjebak dinding gaib
50
Bab 50. Dewi kucing hitam
51
Bab 51. Menyiksa Fitra
52
Bab 52. brutalnya Nana
53
Bab 53. Tetap keras kepala
54
Bab 54. kedatangan Airin
55
Bab 55. datang memberi laporan
56
Bab 56. Di kira mati
57
Bab 57. mencari tulang belulang
58
Bab 58. Tetap menolak
59
Bab 59. Siksaan untuk Jamil
60
Bab 60. Emosi Pak Bujang
61
Bab 61. Airin yang sombong
62
Bab 62. di siksa Airin
63
Bab 63. Mencuci tulang
64
Bab 64. Kepala dalam selimut
65
Bab 65. Kematian lagi
66
Bab 66. legging macan
67
Bab 67. Perasaan Airin
68
Bab 68. Akhir nya tega
69
Bab 69. Membawa pergi
70
Bab 70. mayat yang akan membusuk
71
Bab 71. Semua marah
72
Bab 72. Airin datang
73
Bab 73. Di usir
74
Bab 74. Andini datang
75
Bab 75. Mau mencari Purnama
76
Bab 76. bertemu dengan Kiara
77
Bab 77. Jadi LC
78
Bab 78. Kena tampar
79
Bab 79. bertatap muka
80
Bab 80. Memberikan ramuan
81
Bab 81. Penyesalan Airin
82
Bab 82. Logika dan cinta
83
Bab 83. Pesan Nilam
84
Bab 84. Bersujud
85
Bab 85. Airin menyerah
86
Bab 86. Airin mampu
87
Bab 87.Mengupas otong
88
Bab 88. Sudah berubah
89
Bab 89. Nana cemburu
90
Bab 90. Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!