Bab 4. Calon suami Airin

Fitra diam tertunduk ketika Aldo mendatangi dia untuk bertanya apa yang telah terjadi kepada Airin, tentu sebagai calon suami maka harusnya dia mengetahui apa yang telah terjadi kepada calon istri dia sehingga sampai sekarang tak kunjung kembali, dan lagi Aldo ingin melihat bagaimana reaksi Fitra ketika berbicara dengan dia sekarang.

Maka nya pagi ini dia langsung bertamu ke rumah Fitra untuk bertanya apakah memang tidak ada yang mengetahui tentang hilangnya Airin tersebut, terlebih lagi keluarga Airin sudah menemukan gaun pengantin yang berlumuran darah di dekat ujung desa sehingga itu membuat hati Hartini semakin yakin bahwa ada sesuatu yang telah terjadi kepada Airin ini.

Sakit dan juga sedih perasaan Aldo karena semua bercampur aduk menjadi satu, selain itu dia juga masih penasaran kenapa mendadak saja kemarin bisa bertemu dengan Airin dan mengatakan bahwa dia harus menjaga Bu Hartini, apakah yang mendatangi Aldo itu hanya seorang arwah dan ingin memberi pesan kepada Aldo agar dia bisa menjaga Ibu mereka.

Semua masih menjadi tanda tanya besar di dalam pikiran pemuda ini sehingga dia belum bisa menyimpulkan dengan jelas apa yang telah terjadi, oleh sebab itu dia sibuk ke sana kemari untuk mencari informasi yang tepat agar bisa mengetahui apakah memang Airin sudah meninggal dunia.

"Demi Allah aku juga sama sekali tidak tahu kenapa Airin mendadak menghilang dan mengalami nasib tragis itu." Fitra berkata dengan wajah nelangsa.

"Apa sebelum kejadian itu kalian tidak ada bertemu?" Aldo bertanya dengan serius.

"Tidak ada, karena kami sebentar lagi akan menikah maka tentu saja tidak boleh bertemu dalam waktu yang cukup dekat." jawab Fitra apa adanya.

"Lalu apa selama ini juga tidak ada kabar dari siapa saja tentang Airin?" Aldo agak greget karena Fitra terlihat biasa saja seolah tidak melakukan pencarian.

"Astaga, kalau saja ada maka pasti aku sudah mengambil dia dan membawa dirinya pulang." Fitra juga mulai kesal kepada Aldo.

Aldo menarik nafas panjang dan sesaat dia melirik kepada calon Abang ipar yang tidak jadi ini, sebenarnya sejak dulu dia kurang menyukai karena Fitra di kenal sebagai pria yang agak berandalan di desa ini namun itu semua sudah berlalu karena belakangan tersebut kabar bahwa Fitra telah insaf.

"Airin menghilang seolah dia lenyap ditelan bumi dan tidak ada kabar walau hanya sehembus saja." Fitra berkata dengan sangat serius.

"Lalu apa polisi juga tidak berhasil menemukan keberadaan dia? Kenapa seolah semuanya hanya tertutup begini dan tidak ada pergerakan lagi!" kesal Aldo dengan keadaan ini.

"Apa kau berpikir selama ini aku hanya diam saja tanpa melakukan pencarian?!" Fitra juga ikut bangkit karena terbawa emosi.

"Apa buktinya bila selama ini kau bergerak untuk mencari dia? bila kau memang mencari maka tidaknya ada sedikit info tentang Airin!" bentak Aldo.

"Kau yang tidak pernah tahu kabar berita lalu datang sekarang menyalahkan semua orang, terutama kau menyalahkan aku seolah ini adalah ulah ku untuk menghilangkan Airin!" Fitra berkata dengan emosi yang sangat tinggi.

Gigi Fitra sampai gemeletuk tidak karuan setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Aldo tadi, jelas dia di sini merasa tersinggung atas ucapan calon adik ipar dia itu. namun sebisa mungkin dia masih berusaha menahan agar jangan sampai bertengkar, sebab nanti yang ada para warga akan membicarakan tentang hal tersebut.

"Assalamualaikum." Aldo langsung pergi begitu saja dari tempat ini.

Fitra sama sekali tidak menjawab karena dia masih terbawa emosi yang ada di dalam diri setelah mendengar segala ucapan yang keluar dari mulut Aldo, jadi dia berdiam diri mengepalkan tangan dan menunggu emosi Ini hilang dengan sendirinya dari dalam diri dia.

"Sudah lah, wajar dia seperti itu karena pulang dari kota dan tidak menemukan keberadaan Airin." Bu indah keluar dari dalam rumah.

"Ya setidaknya dia bisa bertanya dengan baik apa yang telah terjadi pada Airin, ini malah ucapan Dia seolah menyudutkan aku." Fitra berkata dengan nada yang mulai menurun.

"Aldo itu masih muda sehingga kurang bisa mengontrol emosi, Kamu adalah calon suami dari Airin sehingga wajar dia merasa kamu pasti tahu segalanya." Bu indah tersenyum dan berusaha menenangkan sang putra.

"Hais entahlah." Fitra segera masuk ke dalam rumah.

Bu indah juga hanya bisa diam karena dia pun bingung dengan masalah yang sudah terjadi ini, entah bagaimana harus menghadapi masalah yang terus datang dalam hidup mereka karena semua ini terasa begitu sulit untuk mereka terima, apa lagi Bu Hartini yang pasti sangat kehilangan setelah tahu Airin hilang.

"Bila dia datang kembali maka lebih baik dibicarakan dengan kepala dingin, kau jangan larut emosi terus seperti itu." Pak bujang juga membuka suara.

"Siapa yang tidak emosi bila mendadak saja mendapat tuduhan!" Fitra kembali membantah.

"Kau sedang berbicara dengan orang tua dan menggunakan nada seperti itu?" Bu indah kembali masuk dan bertanya.

"Kau terus memakai barang haram itu kan? ini akibatnya bila kau tidak bisa menghentikan dan sekarang justru masalah semakin rumit!" Pak bujang juga mulai kesal.

"Apa? Ini semua tidak ada hubungan dengan barang yang sering aku pakai!" Fitra membantah ucapan Pak bujang.

"Melihat kau yang seperti ini maka wajar bila Aldo merasa curiga, saat ini bukan hanya Aldo tapi aku juga merasa curiga bahwa kau mengetahui di mana Airin berada!" tegas Pak bujang.

"Apa yang ada di dalam pikiran Ayah sekarang?!" Fitra membentak dan dia berdiri dengan mata melotot karena dia memang mudah sekali terbawa emosi.

Bu indah hanya bisa menarik nafas panjang bila kedua orang itu berdebat seperti ini, bahkan belakangan ini mereka juga selalu berdebat Karena beda pendapat dan merasa Fitra selalu saja berbeda. kedua orang tua ini mengetahui bahwa sang anak telah memakai barang haram, jadi wajar kalau mereka merasa curiga bahwa Airin pasti ada sangkut paut juga dengan Fitra ketika menghilang.

"Bila semua sudah terbukti maka aku juga tidak akan sungkan untuk memenjarakan dirimu." Pak bujang berkata dengan tegas.

"Ya, silakan saja bila kalian mampu melakukan hal itu kepada diriku." tantang Fitra dan menyambar jaket karena dia pasti keluar dari rumah.

"Kau lihat itu, Bu! dia pasti akan memakai barang itu kembali ketika keluar dari rumah." Pak bujang malah memarahi sang istri.

Istri pun hanya bisa diam karena tidak tahu mau menjawab apa, sebab memang benar kalau Fitra sudah keluar dari rumah maka dia pasti akan membeli lalu memakai dan kemudian teler, saat tidak memakai barang itu maka emosi dia menjadi begitu tinggi dan mudah membanting apa yang ada di dalam rumah.

Selamat sore, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

Terpopuler

Comments

Ela Jutek

Ela Jutek

curiga ku mengarah pada tu laki

2026-06-11

5

V3

V3

haiisss ..... itu si Airin matanya picek apa yaa ,, masa laki-laki spt itu yg mo JD calon suami nya 🤦🤦
mna Pemake dan Temperamental bgt 🫣
nama nya mah bagus bgt Fitra tp hati nya Kotor 🤭🤦

2026-06-11

2

Betri Betmawati

Betri Betmawati

calon suami Airin ngk benar ,
masih misterius tentang kematian Airin ini siapa yg membunuh nya
apa iya si Fitra yg membunuh???

2026-06-11

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. menabrak kucing hitam
2 Bab 2. Airin hilang
3 Bab 3. Gaun berdarah
4 Bab 4. Calon suami Airin
5 Bab 5. Sedikit cerita
6 Bab 6. Wajah hancur
7 Bab 7. Sifat buruk Fitra
8 Bab 8. Kepala dalam closet
9 Bab 9. Gaun darah lagi
10 Bab 10. Hancur nya seorang Ibu
11 Bab 11. Pak RT melihat
12 Bab 12. Melihat juga
13 Bab 13. Sedikit kisah
14 Bab 14. Senina
15 Bab 15. Menemukan Senina
16 Bab 16. Yoga ikut curiga
17 Bab 17. Dua kuntilanak
18 Bab 18. menolak pertolongan
19 Bab 19. Menemukan tespek
20 Bab 20. Sepatu
21 Bab 21. suara di atas genteng
22 Bab 22. Yoga tahu
23 Bab 23. Di seret sesuatu
24 Bab 24. area balas dendam
25 Bab 25. Demam tinggi
26 Bab 26. Fitra yang bandel
27 Bab 27. bulu mata cetar
28 Bab 28. Masalah bola mata
29 Bab 29. gagal memberitahu
30 Bab 30. Mencari di kebun sawit
31 Bab 31. Tetap keras kepala
32 Bab 32. Agak tenang
33 Bab 33. Tragedi saja
34 Bab 34. Mimpi buruk
35 Bab 35. Tulang kaki
36 Bab 36. Bulu mata lepas
37 Bab 37. Gagal sudah
38 Bab 38. Mendatangi Judit
39 Bab 39. menggantung Judit
40 Bab 40. Kabar kematian
41 Bab 41. Berdebat dengan Jamil
42 Bab 42. Dukun tidak sanggup
43 Bab 43. Akan berusaha
44 Bab 44. Flashback
45 Bab 45. Flashback part2
46 Bab 46. Flashback part3
47 Bab 47. Flashback off
48 Bab 48. mencari dukun
49 Bab 49. terjebak dinding gaib
50 Bab 50. Dewi kucing hitam
51 Bab 51. Menyiksa Fitra
52 Bab 52. brutalnya Nana
53 Bab 53. Tetap keras kepala
54 Bab 54. kedatangan Airin
55 Bab 55. datang memberi laporan
56 Bab 56. Di kira mati
57 Bab 57. mencari tulang belulang
58 Bab 58. Tetap menolak
59 Bab 59. Siksaan untuk Jamil
60 Bab 60. Emosi Pak Bujang
61 Bab 61. Airin yang sombong
62 Bab 62. di siksa Airin
63 Bab 63. Mencuci tulang
64 Bab 64. Kepala dalam selimut
65 Bab 65. Kematian lagi
66 Bab 66. legging macan
67 Bab 67. Perasaan Airin
68 Bab 68. Akhir nya tega
69 Bab 69. Membawa pergi
70 Bab 70. mayat yang akan membusuk
71 Bab 71. Semua marah
72 Bab 72. Airin datang
73 Bab 73. Di usir
74 Bab 74. Andini datang
75 Bab 75. Mau mencari Purnama
76 Bab 76. bertemu dengan Kiara
77 Bab 77. Jadi LC
78 Bab 78. Kena tampar
79 Bab 79. bertatap muka
80 Bab 80. Memberikan ramuan
81 Bab 81. Penyesalan Airin
82 Bab 82. Logika dan cinta
83 Bab 83. Pesan Nilam
84 Bab 84. Bersujud
85 Bab 85. Airin menyerah
86 Bab 86. Airin mampu
87 Bab 87.Mengupas otong
88 Bab 88. Sudah berubah
89 Bab 89. Nana cemburu
90 Bab 90. Akhir
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 1. menabrak kucing hitam
2
Bab 2. Airin hilang
3
Bab 3. Gaun berdarah
4
Bab 4. Calon suami Airin
5
Bab 5. Sedikit cerita
6
Bab 6. Wajah hancur
7
Bab 7. Sifat buruk Fitra
8
Bab 8. Kepala dalam closet
9
Bab 9. Gaun darah lagi
10
Bab 10. Hancur nya seorang Ibu
11
Bab 11. Pak RT melihat
12
Bab 12. Melihat juga
13
Bab 13. Sedikit kisah
14
Bab 14. Senina
15
Bab 15. Menemukan Senina
16
Bab 16. Yoga ikut curiga
17
Bab 17. Dua kuntilanak
18
Bab 18. menolak pertolongan
19
Bab 19. Menemukan tespek
20
Bab 20. Sepatu
21
Bab 21. suara di atas genteng
22
Bab 22. Yoga tahu
23
Bab 23. Di seret sesuatu
24
Bab 24. area balas dendam
25
Bab 25. Demam tinggi
26
Bab 26. Fitra yang bandel
27
Bab 27. bulu mata cetar
28
Bab 28. Masalah bola mata
29
Bab 29. gagal memberitahu
30
Bab 30. Mencari di kebun sawit
31
Bab 31. Tetap keras kepala
32
Bab 32. Agak tenang
33
Bab 33. Tragedi saja
34
Bab 34. Mimpi buruk
35
Bab 35. Tulang kaki
36
Bab 36. Bulu mata lepas
37
Bab 37. Gagal sudah
38
Bab 38. Mendatangi Judit
39
Bab 39. menggantung Judit
40
Bab 40. Kabar kematian
41
Bab 41. Berdebat dengan Jamil
42
Bab 42. Dukun tidak sanggup
43
Bab 43. Akan berusaha
44
Bab 44. Flashback
45
Bab 45. Flashback part2
46
Bab 46. Flashback part3
47
Bab 47. Flashback off
48
Bab 48. mencari dukun
49
Bab 49. terjebak dinding gaib
50
Bab 50. Dewi kucing hitam
51
Bab 51. Menyiksa Fitra
52
Bab 52. brutalnya Nana
53
Bab 53. Tetap keras kepala
54
Bab 54. kedatangan Airin
55
Bab 55. datang memberi laporan
56
Bab 56. Di kira mati
57
Bab 57. mencari tulang belulang
58
Bab 58. Tetap menolak
59
Bab 59. Siksaan untuk Jamil
60
Bab 60. Emosi Pak Bujang
61
Bab 61. Airin yang sombong
62
Bab 62. di siksa Airin
63
Bab 63. Mencuci tulang
64
Bab 64. Kepala dalam selimut
65
Bab 65. Kematian lagi
66
Bab 66. legging macan
67
Bab 67. Perasaan Airin
68
Bab 68. Akhir nya tega
69
Bab 69. Membawa pergi
70
Bab 70. mayat yang akan membusuk
71
Bab 71. Semua marah
72
Bab 72. Airin datang
73
Bab 73. Di usir
74
Bab 74. Andini datang
75
Bab 75. Mau mencari Purnama
76
Bab 76. bertemu dengan Kiara
77
Bab 77. Jadi LC
78
Bab 78. Kena tampar
79
Bab 79. bertatap muka
80
Bab 80. Memberikan ramuan
81
Bab 81. Penyesalan Airin
82
Bab 82. Logika dan cinta
83
Bab 83. Pesan Nilam
84
Bab 84. Bersujud
85
Bab 85. Airin menyerah
86
Bab 86. Airin mampu
87
Bab 87.Mengupas otong
88
Bab 88. Sudah berubah
89
Bab 89. Nana cemburu
90
Bab 90. Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!