Bab 5. Sedikit cerita

"Loh kapan pulang, Do?" tegur Pak RT yang akan berangkat ke sawah ketika dia bertemu dengan Aldo di pinggir jalan.

"Tadi malam saya sampai tapi motor saya mogok di kebun sawit sana sehingga baru sekarang akan diambil." Aldo menjawab sambil tersenyum.

"Kamu yang sabar dan semoga Airin segera ketemu ya." Pak RT menepuk pundak pemuda yang ada di sebelah dia saat ini.

Aldo tertegun karena sepertinya semua warga memang mengetahui bahwa Airin yang telah menghilang dari desa ini, bukan hanya Bu Hartini saja yang mengatakan tentang hal itu tapi ini pak RT yang baru saja ketemu saja sudah mengatakan hal seperti itu.

Yang berarti memang Airin sudah tidak ada lagi di dunia ini dan kemungkinan dia entah ke mana, mungkin kalau masih hidup itu adalah pilihan yang terbaik walau mereka tidak bisa melihat di depan mata sendiri, tapi kalau sudah meninggal dunia ini maka akan terasa repot karena mereka juga tidak menemukan jasad gadis itu.

Pak RT tahu bahwa Aldo pasti merasa sedih dan dia pun ikut merasakan kesedihan dari Aldo, bukan hanya Pak RT saja tapi para warga ikut merasakan sedih dan duka dari Bu Hartini ketika anak yang akan menikah sebentar lagi namun harus hilang tanpa kabar dan tidak ada jejak walau hanya sedikit saja.

Aldo sungguh dilema dengan perasaan yang ada di dalam hati dia sekarang, sangat jelas tadi malam bertemu dengan Airin namun saat ini semua warga justru mengatakan bahwa Irene memang sudah tidak ada di desa ini lagi, bahkan itu terjadi sudah begitu lama pada gadis tersebut.

Lalu siapa malam itu yang telah bertemu dengan Aldo dan bahkan berbicara walau hanya singkat saja, entah bagaimana Aldo harus menanggapi masalah ini namun yang jelas dia akan berusaha keras untuk mencari jalan keluar dan dia juga sangat yakin bahwa sebenarnya Airin masih hidup namun dia tidak ingin bertemu dengan orang-orang di sini.

"Mogok di kebun sawit sana atau motor sampean?" Pak RT menatap Aldo yang akan berjalan menuju motor dia.

"Iya, sepertinya habis bensin ini pak." Aldo tersenyum malu karena dia tidak ingin bercerita apa yang telah terjadi.

"Kamu tidak ada bertemu sesuatu yang aneh kan tadi malam?" Pak RT bertanya serius kepada Aldo.

Aldo yang mendengar hal itu tentu saja sedikit kaget karena dia tidak menyangka bahwa Pak RT akan mengetahui bahwa tadi malam dia memang menemukan sesuatu yang tidak biasa, karena dia sedang menghindari sosok Pak kasat mata itu maka sampai bertemu dengan Airin.

"Enggak kan?" Pak RT sampai mengulang pertanyaan itu kepada Aldo.

"Ah enggak kok, Pak." Aldo menggeleng walau sebenarnya dia ingin cerita apa adanya malam itu.

"Oh Saya kira kamu bertemu sesuatu yang aneh sehingga meninggalkan motor di sini." Pak RT berkata dengan nada cukup lega.

"Aneh yang Bapak bilang itu seperti apa?" Aldo justru memancing karena dia penasaran juga.

Pak RT menatap ke sana kemari untuk memastikan lebih jauh apakah ada orang yang mendengar percakapan ini atau tidak, sebab ini adalah hal yang serius dan para warga sudah membicarakan tentang masalah itu bersama dengan Airin yang menghilang, jadi memang keanehan itu muncul sehingga sebagian warga mengira bahwa Airin telah meninggal dunia.

"Beberapa waktu terakhir ini ada sosok yang tak kasat mata di kawasan kebun sawit, sudah ada beberapa orang yang melihat tentang kejadian itu." Pak RT berkata dengan serius.

"Oh hantu gentayangan gitu ya." Aldo berkata untuk memastikan terlebih dahulu.

Pak RT mengangguk kecil karena dia agak was-was juga akan bercerita tentang makhluk tak kasat mata itu, takut bila mendadak saja nanti malam justru dia yang harus berhadapan dengan makhluk tersebut dan ini akan membawa malapetaka besar untuk dirinya sendiri, jadi sebisa mungkin dia harus waspada dan tidak boleh sembarangan ketika berbicara.

"Apa itu adalah wanita yang penuh darah yang duduk di atas pohon sawit ya?" Aldo membatin sendirian di dalam hati.

"Enggak ketemu sama itu kan?" Pak RT bertanya kembali.

"Dia Kenapa mendadak saja ada di sekitar sini, Pak?" Aldo bertanya dengan wajah serius karena merasa ada yang aneh.

"Para warga juga masih tidak tahu karena makhluk itu muncul secara mendadak, walau hanya kadang saja dia menampakkan diri." ujar Pak RT.

"Kok aku takut kalau itu adalah Airin ya!" Aldo cemas sendiri memikirkan hal itu.

"Ya sudah kalau memang tidak ketemu dengan dia maka itu adalah hal yang lebih baik, ambil saja sekarang motor mas Aldo dan segera pulang ke rumah." Pak RT tersenyum dan segera menuju sawah.

Aldo mengangguk karena dia juga akan segera pergi berkeliling desa ini untuk mencari info tentang Airin yang hilang, rasa tidak percaya namun sebisa mungkin dia harus waspada dan mencari keberadaan kakak kandung dia sendiri.

Semakin lama dia diam saja maka itu hanya akan menambah masalah baru, mumpung dia ada di desa ini maka lebih baik untuk mencari sampai dapat. sebab Dia sudah curiga kepada Fitra yang terlihat begitu anteng dan tidak ada reaksi sama sekali, hati kecil Aldo mengatakan bahwa bisa saja pria itu berhubungan dengan Airin yang menghilang entah ke mana.

"Aldo!" Senina berteriak ketika melihat Aldo yang sedang menghidupkan motor.

"Eh, Sen!" Aldo juga tersenyum karena mengenal gadis itu walau sudah lama mereka tidak pernah berjumpa.

"Wah kapan kamu pulang kok tidak ada kabar ini?" Senina tersenyum manis kepada Aldo.

"Baru tadi malam, Kamu mau ke mana kok berjalan kaki?" Aldo bertanya balik kepada gadis itu.

Senina tersenyum malu Karena sejujurnya dia menyimpan perasaan begitu dalam terhadap Aldo sejak dulu hingga sampai saat ini, kalau bisa dibilang dia memiliki usia yang lebih tua dari Aldo namun tetap saja perasaan itu tidak bisa dia bohongi, karena Senina seumuran dengan Airin.

"Aku mau mengantar kopi ini untuk ayah di ladang." Senina menunjukkan termos yang ada di tangan.

"Oh Ya sudah kalau begitu Aku lanjut dulu ya." Aldo segera berpamitan Karena dia memang akan segera pergi.

"Eh tunggu dulu, apakah sudah tahu kalau Airin menghilang dari desa kita?" Senina cepat menghadang Aldo.

Aldo berhenti juga karena dia pun menyadari bahwa bisa saja bertanya kepada gadis ini, Senina teman dekat dengan Airin sehingga pasti dia sedikit banyak mengetahui apa yang telah terjadi dan mungkin saja malam itu mereka pergi berdua sehingga dia tahu apa yang telah Airin alami.

Jangan lupa like dan komentar nya ya besti, selamat malam semua nya.

Terpopuler

Comments

Raffaza Direzky87

Raffaza Direzky87

apa airin meninggal di jadikan tumbal atau meninggal krn di perkosa lalu di bunuh trus di kubur di ladang sawit itu

2026-06-11

1

V3

V3

feeling aku sama dg Aldo ,,, kalau makhluk tak kasat mata itu adalah wujud dr si Airin yg sdh meninggal 😱

2026-06-11

1

Ela Jutek

Ela Jutek

masih abu abu, belum tau siapa dalang nya

2026-06-11

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. menabrak kucing hitam
2 Bab 2. Airin hilang
3 Bab 3. Gaun berdarah
4 Bab 4. Calon suami Airin
5 Bab 5. Sedikit cerita
6 Bab 6. Wajah hancur
7 Bab 7. Sifat buruk Fitra
8 Bab 8. Kepala dalam closet
9 Bab 9. Gaun darah lagi
10 Bab 10. Hancur nya seorang Ibu
11 Bab 11. Pak RT melihat
12 Bab 12. Melihat juga
13 Bab 13. Sedikit kisah
14 Bab 14. Senina
15 Bab 15. Menemukan Senina
16 Bab 16. Yoga ikut curiga
17 Bab 17. Dua kuntilanak
18 Bab 18. menolak pertolongan
19 Bab 19. Menemukan tespek
20 Bab 20. Sepatu
21 Bab 21. suara di atas genteng
22 Bab 22. Yoga tahu
23 Bab 23. Di seret sesuatu
24 Bab 24. area balas dendam
25 Bab 25. Demam tinggi
26 Bab 26. Fitra yang bandel
27 Bab 27. bulu mata cetar
28 Bab 28. Masalah bola mata
29 Bab 29. gagal memberitahu
30 Bab 30. Mencari di kebun sawit
31 Bab 31. Tetap keras kepala
32 Bab 32. Agak tenang
33 Bab 33. Tragedi saja
34 Bab 34. Mimpi buruk
35 Bab 35. Tulang kaki
36 Bab 36. Bulu mata lepas
37 Bab 37. Gagal sudah
38 Bab 38. Mendatangi Judit
39 Bab 39. menggantung Judit
40 Bab 40. Kabar kematian
41 Bab 41. Berdebat dengan Jamil
42 Bab 42. Dukun tidak sanggup
43 Bab 43. Akan berusaha
44 Bab 44. Flashback
45 Bab 45. Flashback part2
46 Bab 46. Flashback part3
47 Bab 47. Flashback off
48 Bab 48. mencari dukun
49 Bab 49. terjebak dinding gaib
50 Bab 50. Dewi kucing hitam
51 Bab 51. Menyiksa Fitra
52 Bab 52. brutalnya Nana
53 Bab 53. Tetap keras kepala
54 Bab 54. kedatangan Airin
55 Bab 55. datang memberi laporan
56 Bab 56. Di kira mati
57 Bab 57. mencari tulang belulang
58 Bab 58. Tetap menolak
59 Bab 59. Siksaan untuk Jamil
60 Bab 60. Emosi Pak Bujang
61 Bab 61. Airin yang sombong
62 Bab 62. di siksa Airin
63 Bab 63. Mencuci tulang
64 Bab 64. Kepala dalam selimut
65 Bab 65. Kematian lagi
66 Bab 66. legging macan
67 Bab 67. Perasaan Airin
68 Bab 68. Akhir nya tega
69 Bab 69. Membawa pergi
70 Bab 70. mayat yang akan membusuk
71 Bab 71. Semua marah
72 Bab 72. Airin datang
73 Bab 73. Di usir
74 Bab 74. Andini datang
75 Bab 75. Mau mencari Purnama
76 Bab 76. bertemu dengan Kiara
77 Bab 77. Jadi LC
78 Bab 78. Kena tampar
79 Bab 79. bertatap muka
80 Bab 80. Memberikan ramuan
81 Bab 81. Penyesalan Airin
82 Bab 82. Logika dan cinta
83 Bab 83. Pesan Nilam
84 Bab 84. Bersujud
85 Bab 85. Airin menyerah
86 Bab 86. Airin mampu
87 Bab 87.Mengupas otong
88 Bab 88. Sudah berubah
89 Bab 89. Nana cemburu
90 Bab 90. Akhir
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 1. menabrak kucing hitam
2
Bab 2. Airin hilang
3
Bab 3. Gaun berdarah
4
Bab 4. Calon suami Airin
5
Bab 5. Sedikit cerita
6
Bab 6. Wajah hancur
7
Bab 7. Sifat buruk Fitra
8
Bab 8. Kepala dalam closet
9
Bab 9. Gaun darah lagi
10
Bab 10. Hancur nya seorang Ibu
11
Bab 11. Pak RT melihat
12
Bab 12. Melihat juga
13
Bab 13. Sedikit kisah
14
Bab 14. Senina
15
Bab 15. Menemukan Senina
16
Bab 16. Yoga ikut curiga
17
Bab 17. Dua kuntilanak
18
Bab 18. menolak pertolongan
19
Bab 19. Menemukan tespek
20
Bab 20. Sepatu
21
Bab 21. suara di atas genteng
22
Bab 22. Yoga tahu
23
Bab 23. Di seret sesuatu
24
Bab 24. area balas dendam
25
Bab 25. Demam tinggi
26
Bab 26. Fitra yang bandel
27
Bab 27. bulu mata cetar
28
Bab 28. Masalah bola mata
29
Bab 29. gagal memberitahu
30
Bab 30. Mencari di kebun sawit
31
Bab 31. Tetap keras kepala
32
Bab 32. Agak tenang
33
Bab 33. Tragedi saja
34
Bab 34. Mimpi buruk
35
Bab 35. Tulang kaki
36
Bab 36. Bulu mata lepas
37
Bab 37. Gagal sudah
38
Bab 38. Mendatangi Judit
39
Bab 39. menggantung Judit
40
Bab 40. Kabar kematian
41
Bab 41. Berdebat dengan Jamil
42
Bab 42. Dukun tidak sanggup
43
Bab 43. Akan berusaha
44
Bab 44. Flashback
45
Bab 45. Flashback part2
46
Bab 46. Flashback part3
47
Bab 47. Flashback off
48
Bab 48. mencari dukun
49
Bab 49. terjebak dinding gaib
50
Bab 50. Dewi kucing hitam
51
Bab 51. Menyiksa Fitra
52
Bab 52. brutalnya Nana
53
Bab 53. Tetap keras kepala
54
Bab 54. kedatangan Airin
55
Bab 55. datang memberi laporan
56
Bab 56. Di kira mati
57
Bab 57. mencari tulang belulang
58
Bab 58. Tetap menolak
59
Bab 59. Siksaan untuk Jamil
60
Bab 60. Emosi Pak Bujang
61
Bab 61. Airin yang sombong
62
Bab 62. di siksa Airin
63
Bab 63. Mencuci tulang
64
Bab 64. Kepala dalam selimut
65
Bab 65. Kematian lagi
66
Bab 66. legging macan
67
Bab 67. Perasaan Airin
68
Bab 68. Akhir nya tega
69
Bab 69. Membawa pergi
70
Bab 70. mayat yang akan membusuk
71
Bab 71. Semua marah
72
Bab 72. Airin datang
73
Bab 73. Di usir
74
Bab 74. Andini datang
75
Bab 75. Mau mencari Purnama
76
Bab 76. bertemu dengan Kiara
77
Bab 77. Jadi LC
78
Bab 78. Kena tampar
79
Bab 79. bertatap muka
80
Bab 80. Memberikan ramuan
81
Bab 81. Penyesalan Airin
82
Bab 82. Logika dan cinta
83
Bab 83. Pesan Nilam
84
Bab 84. Bersujud
85
Bab 85. Airin menyerah
86
Bab 86. Airin mampu
87
Bab 87.Mengupas otong
88
Bab 88. Sudah berubah
89
Bab 89. Nana cemburu
90
Bab 90. Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!