Hari yang bersejarah bagi sang tangan kanan Dinasti Rafardhan akhirnya tiba. Sebuah gedung pertemuan berkonsep semi, terbuka yang elegan di pinggiran kota telah disulap menjadi taman bunga bergaya minimalis modern. Sesuai kompromi dalam "rapat taktis" sebulan lalu, dekorasi pelaminan didominasi oleh warna putih suci dan sentuhan hijau sage yang lembut, pilihan warna yang menurut Ricko “aman untuk visibilitas pengawasan keamanan,” namun di mata Susan terlihat teramat estetik.
Pagi itu, ketegangan di area meja akad nikah terasa begitu pekat, bahkan mengalahkan atmosfer rapat pemegang saham Rafardhan Group.
Ricko duduk tegak lurus di hadapan penghulu dan Ayah Susan. Pria tegap itu mengenakan beskap putih lengkap dengan blangkon senada. Wajahnya yang biasa datar kini tampak luar biasa pucat. Tatapan matanya yang tajam tampak terpaku lurus pada mikrofon di depannya, seolah benda itu adalah bom waktu yang siap meledak jika ia salah menyentuhnya. Keringat dingin tampak menetes dari pelipisnya, membuat blangkonnya beberapa kali harus dibetulkan oleh penata rias.
Di barisan kursi keluarga terdepan, Damar dan Kirana duduk berdampingan. Kirana, dengan kandungan yang sudah memasuki trimester ketiga dan perut yang membuncit sangat kentara, sesekali menyenggol lengan suaminya sembari menahan tawa geli.
"Kak, lihat tangan Ricko. Dia meremas kain jariknya kencang sekali sampai gemetaran begitu," bisik Kirana tertahan, menyembunyikan senyumnya di balik kipas tangan.
Damar terkekeh rendah, melingkarkan tangan protektifnya di pinggang Kirana agar istrinya tetap nyaman duduk. "Aku belum pernah melihatnya sekacau itu. Bahkan saat kami terkepung musuh di gudang tua pelabuhan tiga tahun lalu, napasnya masih teratur. Hari ini, dia seperti kekurangan pasokan oksigen."
"Bagaimana, Saksi? Sudah siap?" tanya Pak Penghulu memecah keheningan sakral.
Damar, yang bertindak sebagai saksi utama dari pihak Ricko, mengangguk mantap dengan suara baritonnya yang berwibawa. "Siap, Pak."
Ayah Susan kemudi…
MERESET TAKDIR SUAMIKU
JANJI SUCI SANG KSATRIA ES.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments