Tuan Muda dari Shenzhou

​"Daratan ini bernama Yunzhou, Daratan Awan," kata Wu Lin sembari berjalan di samping Wu Tian.

​Mereka berempat kini menyusuri jalan setapak yang membelah perbukitan hijau. Wu Lin, Wu Chen, dan Wu Ao menggunakan teknik meringankan tubuh (Qinggong) tingkat tinggi dari Klan Wu. Tubuh mereka melesat ringan, menyentuh ujung-ujung rumput dengan cepat. Namun, yang membuat Wu Chen dan Wu Ao berulang kali menoleh dengan takjub adalah Wu Tian. Pemuda itu hanya melangkah kaki dengan santai, kedua tangannya disembunyikan di balik baju kulit serigalanya, tetapi ia selalu berada tepat di samping mereka tanpa tertinggal satu jengkal pun, bahkan tanpa sebutir keringat di dahinya.

​"Yunzhou adalah wilayah yang sangat subur," lanjut Wu Lin, mencoba mengalihkan kekagumannya pada kemampuan gerak kaki Wu Tian. "Sembilan Daratan masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri, dan Yunzhou adalah tempat di mana energi alam berlimpah, membuat persaingan antar faksi di sini menjadi sangat ketat."

​Wu Tian hanya mendengarkan sembari sesekali menatap langit biru. Di dalam kepalanya, memori kuno memang memiliki peta geografi dunia bawah, tetapi melihat langsung keindahan Yunzhou yang damai terasa sangat kontras dengan memori masa kecilnya yang dipenuhi petir hitam dan jeritan binatang buas Shenzhou.

​Setelah berjalan setengah hari, mereka tiba di sebuah kota transit yang cukup ramai bernama Kota Fajar. Kota ini dipenuhi oleh penginapan, pasar senjata, dan kedai-kedai makanan untuk para kultivator yang sedang bepergian.

​Melihat pakaian kulit serigala Wu Tian yang compang-camping dan menarik terlalu banyak perhatian, Wu Lin segera menarik pemuda itu ke toko kain terbesar di kota tersebut.

​"Kita harus mengganti pakaianmu, Wu Tian. Di Yunzhou, penampilan luar sangat mencerminkan kedudukanmu," ujar Wu Lin.

​Di dalam toko, Wu Lin memilihkan beberapa potong jubah kultivator. Wu Tian dengan enteng menunjuk sebuah jubah berbahan sutra tebal berwarna biru tua kehitaman dengan sulaman perak minimalis. Baginya, warna gelap lebih mudah digunakan untuk bersembunyi di kegelapan.

​Ketika Wu Tian selesai berganti pakaian dan keluar dari bilik kain, suasana di dalam toko mendadak hening.

​Wu Lin, Wu Chen, dan Wu Ao terpaku di tempat. Bahkan pemilik toko kain yang merupakan seorang wanita paruh baya sampai menjatuhkan gunting kainnya.

​Jubah biru tua itu melekat sempurna pada tubuh Wu Tian yang tegap dan atletis. Rambut hitamnya yang panjang kini telah disisir rapi dan diikat sebagian dengan tusuk konde perak sederhana pemberian Wu Lin. Tanpa lapisan kulit binatang yang kotor, ketampanan alami Wu Tian terpancar sepenuhnya. Wajahnya memiliki garis rahang yang tegas, hidung mancung, dan kulit yang bersih tanpa cela—efek samping dari tubuhnya yang telah ditempa oleh esensi energi murni Shenzhou. Ditambah dengan sepasang bola mata hitam legam yang memancarkan aura misterius dan dingin, Wu Tian terlihat seperti seorang tuan muda dari sekte tersembunyi yang sangat agung.

​Saat mereka melangkah keluar menuju pasar, beberapa kultivator wanita yang sedang lewat spontan menghentikan langkah mereka. Mereka berbisik-bisik sembari mencuri pandang dengan pipi merona.

​"Siapa tuan muda tampan itu? Dari klan mana dia?" bisik salah satu murid perempuan dari sekte lokal.

​Wu Tian yang mendengar semua bisikan itu hanya menoleh sekilas dengan wajah datar dan cuek. Ia sama sekali tidak paham kenapa orang-orang menatapnya seperti itu. "Apakah ada yang salah dengan wajahku?" tanya Wu Tian enteng pada Wu Lin.

​Wu Lin hanya bisa tertawa canggung sembari menggeleng. "Tidak ada yang salah. Malah... terlalu bagus. Ayo, kita cari kedai makanan sebelum melanjutkan perjalanan."

​Mereka akhirnya memilih sebuah kedai dua lantai yang cukup ramai di sudut pasar. Aroma gurih kaldu dan daging panggang langsung menusuk indra penciuman Wu Tian yang sangat tajam. Perutnya mendadak berbunyi kecil.

​Wu Lin memesankan meja di lantai satu dan langsung meminta pelayan menghidangkan menu terbaik: Daging Sapi Panggang Bumbu Rempah, Sup Ayam Spiritual, Bakpao Daging Madu, dan beberapa hidangan sayur.

​Selama delapan belas tahun hidup di Shenzhou, Wu Tian hanya memakan daging binatang buas yang dibakar hambar tanpa garam, atau buah-buahan hutan yang asam. Begitu hidangan manusia pertama tiba di depannya, matanya yang biasanya sedingin es sedikit melebar.

​Tanpa basa-basi, Wu Tian mengambil sepotong besar daging sapi panggang dan memasukkannya ke dalam mulut.

​DEG.

​Ledakan rasa gurih, manis, dan asin langsung memanjakan lidahnya. Wajah Wu Tian tetap datar tanpa ekspresi, tetapi tangannya bergerak dengan kecepatan yang mengerikan. Dalam hitungan detik, mangkuk sup spiritual langsung tandas, disusul dengan lima buah bakpao yang lenyap dalam sekejap.

​Cara makan Wu Tian sangat lahap dan efisien, seperti predator yang tidak ingin makanannya direbut, tetapi anehnya tetap terlihat elegan karena kontrol motorik tubuhnya yang sempurna. Wu Chen dan Wu Ao hanya bisa melongo memegangi sumpit mereka sendiri, menatap tumpukan piring kosong di depan Wu Tian yang meninggi dengan sangat cepat.

​"Pelayan, tambah sepuluh porsi lagi," kata Wu Lin sembari tersenyum geli melihat nafsu makan Wu Tian.

​Sembari menemani Wu Tian yang masih sibuk mengunyah dengan sangat lahap, Wu Lin mulai menjelaskan struktur wilayah Yunzhou menggunakan cangkir teh sebagai perumpamaan.

​"Yunzhou saat ini dikuasai oleh Tiga Pilar Besar," jelas Wu Lin dengan nada serius. "Pertama adalah Klan Wu kita, yang menguasai wilayah selatan. Kedua adalah Klan Li, yang menguasai wilayah utara dan merupakan musuh bebuyutan klan kita sejak ratusan tahun lalu. Dan yang ketiga adalah Sekte Pedang Langit, yang berada di tengah-tengah sebagai penengah."

​Wu Tian menelan bakpao terakhirnya, lalu menatap Wu Lin. "Jadi, Klan Wu memiliki musuh?"

​"Benar. Dan persaingan kami sangat berdarah. Kompetisi klan bulan depan adalah ajang bagi generasi muda untuk merebut wilayah tambang batu spiritual. Klan Li selalu menggunakan cara-cara kotor untuk—"

​BRAAAK!

​Belum sempat Wu Lin menyelesaikan kalimatnya, pintu kayu kedai ditendang terbuka dengan kasar. Suasana kedai yang tadinya ramai mendadak sunyi senyap.

​Empat orang pemuda dengan jubah berwarna merah menyala dan sulaman lambang harimau masuk dengan angkuh. Pemimpin mereka adalah seorang pria bertubuh tegap dengan pedang besar di punggungnya, memancarkan aura kultivasi Ranah Pemurnian Qi tingkat akhir.

​Mata pemimpin kelompok itu menyapu ruangan hingga akhirnya tertuju pada meja Wu Lin. Senyum sinis langsung terkembang di wajahnya.

​"Oh, lihat siapa yang kita temukan di sini," seru pria berjubah merah itu sembari melangkah mendekat, membuat Wu Chen langsung gemetar ketakutan. "Murid-murid inti Klan Wu ternyata suka keluyuran di kota kecil seperti ini. Dan... siapa pemuda berwajah cantik di sebelahmu itu, Wu Lin? Apakah kamu baru saja memungut mainan baru dari jalanan?"

​Itu adalah kelompok kultivator muda dari Klan Li.

​Wu Lin langsung berdiri, tangannya mencengkeram hulu pedangnya dengan erat. "Li Peng! Jaga ucapanmu! Ini bukan wilayah Klan Li!"

​Li Peng tertawa meremehkan, matanya beralih menatap Wu Tian yang saat ini sedang menatap mangkuknya yang kosong dengan wajah kecewa karena makanannya terganggu. Li Peng menganggap ketenangan Wu Tian sebagai bentuk penghinaan. Ia maju selangkah, meletakkan tangannya di atas meja Wu Tian dengan kasar.

​"Hei, anak haram dari mana kamu? Ditanya oleh tuan muda Klan Li, kenapa tidak menjawab?!" bentak Li Peng penuh arogansi.

​Wu Tian perlahan mengangkat pandangannya. Matanya yang hitam legam menatap Li Peng dengan tatapan dingin yang biasa ia gunakan pada binatang buas yang mengganggu wilayah berburunya di Shenzhou. Bagi Wu Tian, manusia di depannya ini hanyalah seekor lalat yang berisik.

​Secara perlahan, Wu Tian mengambil sebatang sumpit bambu yang tersisa di meja. Di bawah kolong meja, tanpa disadari oleh siapa pun, ujung jarinya mulai dialiri oleh secercah energi hitam keemasan yang berputar lambat, siap untuk memelintir ruang di sekitar kepala Li Peng hingga hancur.

Terpopuler

Comments

Ilham Yono

Ilham Yono

senggol bacok nboss

2026-08-25

0

Mamat Stone

Mamat Stone

👊👊👊

2026-07-20

1

Mamat Stone

Mamat Stone

/Hammer//Hammer//Hammer/

2026-07-20

1

lihat semua
Episodes
1 Tumbal di Tanah Terlarang
2 Penguasa Muda Shenzhou
3 Monster yang Melangkah Keluar
4 Nama yang Menentang Langit
5 Tuan Muda dari Shenzhou
6 Tuan Muda Narsis Klan Wu
7 Hawa Panas Api Kompor
8 Cahaya Kelabu Batu Penguji
9 Dompet Berjalan Sang Monster
10 Visi Gaib Batu Inti Yunzhou
11 Aku Akan Mengambil Tempat Pertama
12 Bidadari Es dan Lalat Berisik
13 Potongan Daging Pembungkam Mulut
14 Gejolak di Kota Pusat Yunzhou
15 Biar Aku yang Mengurus Sisanya
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 PEMBANTAIAN DI KOTA KABUT DARAH
40 MATA MATA DI BALIK KABUT MERAH
41 MENEROBOS LAUTAN TENDA
42 JEJAK PENGUASA DAN PERANG RERUNTUHAN
43 BENTROK TIGA PENGUASA
44 AMUKAN LELUHUR DAN BERDARAH
45 SENYUMAN DARI KEDALAMAN NERAKA
46 PENGHANCURAN BATAS DAN KEBANGKITAN IBLIS
47 IBLIS TANPA UANG
48 "DOMPET BARU" DAN SARANG GAGAK HITAM
49 PERTANYAAN DI ATAS JALUR PERBATASAN
50 ANGIN NAGA HITAM DAN PENUMPANG GELAP
51 MISTERI KLAN WU DAN BATAS DUA BENUA
52 KOTA BATAS DAN JEJAK KLAN MISTERIUS
53 PENYUSUPAN MALAM
54 PEMBONGKARAN KOLAM PENYUCIAN
55 MENGACAK-ACAK PAVILIUN BURUNG MERAK
56 PEMBANTAIAN PASUKAN INTI
57 KEBANGKITAN INTI EMAS
58 PERTEMPURAN PUNCAK
59 ANGIN PERBATASAN
60 DOMINASI ABSOLUT SHENZHOU
61 AWAN HITAM XIZHOU
62 DESA BAWAH GUNUNG
63 PEMBANTAIAN MALAM DAN JEJAK TANPA NAMA
64 KOTA TENGKORAK MERAH DAN GERBANG PEMBANTAIAN
65 PERBURUAN SERANGGA
66 SISI IBLIS YANG BANGKIT
67 BENTROKAN ES DENGAN API KEAMASAN
68 Dua Gila Dan Serangga Cantik
69 PERTARUNGAN EMPAT IBLIS
70 HARI KELIMA
71 TERATAI DARAH HITAM
72 ABU NGARAI DAN KELERENG DARAH ES
73 PELEBURAN ESENSI
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Tumbal di Tanah Terlarang
2
Penguasa Muda Shenzhou
3
Monster yang Melangkah Keluar
4
Nama yang Menentang Langit
5
Tuan Muda dari Shenzhou
6
Tuan Muda Narsis Klan Wu
7
Hawa Panas Api Kompor
8
Cahaya Kelabu Batu Penguji
9
Dompet Berjalan Sang Monster
10
Visi Gaib Batu Inti Yunzhou
11
Aku Akan Mengambil Tempat Pertama
12
Bidadari Es dan Lalat Berisik
13
Potongan Daging Pembungkam Mulut
14
Gejolak di Kota Pusat Yunzhou
15
Biar Aku yang Mengurus Sisanya
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
PEMBANTAIAN DI KOTA KABUT DARAH
40
MATA MATA DI BALIK KABUT MERAH
41
MENEROBOS LAUTAN TENDA
42
JEJAK PENGUASA DAN PERANG RERUNTUHAN
43
BENTROK TIGA PENGUASA
44
AMUKAN LELUHUR DAN BERDARAH
45
SENYUMAN DARI KEDALAMAN NERAKA
46
PENGHANCURAN BATAS DAN KEBANGKITAN IBLIS
47
IBLIS TANPA UANG
48
"DOMPET BARU" DAN SARANG GAGAK HITAM
49
PERTANYAAN DI ATAS JALUR PERBATASAN
50
ANGIN NAGA HITAM DAN PENUMPANG GELAP
51
MISTERI KLAN WU DAN BATAS DUA BENUA
52
KOTA BATAS DAN JEJAK KLAN MISTERIUS
53
PENYUSUPAN MALAM
54
PEMBONGKARAN KOLAM PENYUCIAN
55
MENGACAK-ACAK PAVILIUN BURUNG MERAK
56
PEMBANTAIAN PASUKAN INTI
57
KEBANGKITAN INTI EMAS
58
PERTEMPURAN PUNCAK
59
ANGIN PERBATASAN
60
DOMINASI ABSOLUT SHENZHOU
61
AWAN HITAM XIZHOU
62
DESA BAWAH GUNUNG
63
PEMBANTAIAN MALAM DAN JEJAK TANPA NAMA
64
KOTA TENGKORAK MERAH DAN GERBANG PEMBANTAIAN
65
PERBURUAN SERANGGA
66
SISI IBLIS YANG BANGKIT
67
BENTROKAN ES DENGAN API KEAMASAN
68
Dua Gila Dan Serangga Cantik
69
PERTARUNGAN EMPAT IBLIS
70
HARI KELIMA
71
TERATAI DARAH HITAM
72
ABU NGARAI DAN KELERENG DARAH ES
73
PELEBURAN ESENSI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!